Kategori
News Article

Lab EOR ITB Internship Program

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem riset energi, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB secara resmi menyelenggarakan Lab EOR ITB Internship Program untuk pertama kalinya. Program magang ini dirancang sebagai wadah pembelajaran terintegrasi yang menjembatani dunia akademik dengan praktik nyata di laboratorium riset profesional.

Program ini diikuti oleh empat mahasiswa terpilih yang berasal dari Program Studi Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta, setelah melalui proses seleksi yang kompetitif. Kehadiran program ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mencetak calon peneliti dan praktisi energi masa depan yang unggul, adaptif, dan berintegritas.

Gambar 1. Sesi pembukaan Lab EOR ITB Internship Program yang diawali dengan perkenalan peserta, pengarahan program, serta pembacaan aturan dan tata tertib kegiatan laboratorium.

Latar Belakang dan Tujuan Program

Industri energi, khususnya sektor hulu migas dan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga terampil secara praktis. Menyadari kebutuhan tersebut, Lab EOR ITB menghadirkan program magang ini dengan sejumlah tujuan utama, antara lain:

  1. Membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata dan pengujian di laboratorium EOR,
  2. Memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam hands-on projects berbasis riset dan eksperimen,
  3. Melatih dan mengembangkan soft skills mahasiswa, seperti komunikasi, kerja tim, problem solving, dan etika profesional,
  4. Memperkuat fundamental concept di bidang teknik perminyakan dan Chemical EOR melalui pendekatan aplikatif.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar how it works, tetapi juga why it matters dalam konteks riset dan industri.

Gambar 2. Peserta Internship Lab EOR ITB sedang mengamati operasi instrumen laboratorium, belajar langsung lewat praktik di meja kerja.

Bagian dari Community Service dan Pengabdian Masyarakat

Lebih dari sekadar program akademik, Lab EOR ITB Internship Program merupakan wujud nyata kepedulian Lab EOR ITB terhadap komunitas. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Community Service, di mana laboratorium tidak hanya berfokus pada proyek riset dan kerja sama industri, tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan pengembangan talenta muda.

Dalam konteks ini, Lab EOR ITB membuka akses pembelajaran yang inklusif, terstruktur, dan berkualitas bagi mahasiswa, sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem riset nasional.

Gambar 3. Peserta Internship Lab EOR ITB fokus memperhatikan dan mencatat penjelasan tentang kegiatan riset laboratorium.

Proses Seleksi yang Kompetitif dan Transparan

Antusiasme terhadap program ini tercermin dari tingginya jumlah pendaftar. Pada batch perdana ini:

  • 80 mahasiswa Teknik Perminyakan mendaftarkan diri pada tahap awal,
  • Melalui seleksi administrasi, disaring menjadi 10 mahasiswa terbaik,
  • Tahap akhir dilakukan melalui proses Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kesiapan berkolaborasi.

Seluruh peserta pada program perdana ini berasal dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dari keseluruhan proses tersebut, akhirnya terpilih 4 mahasiswa yang dinilai paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan program.

Proses seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki motivasi, etika kerja, dan potensi berkembang yang kuat.

Gambar 4. Peserta Internship Lab EOR ITB mengamati langsung penggunaan peralatan dan sampel laboratorium.

Kolaborasi dan Kontribusi Bersama OGRINDO ITB

Meskipun merupakan program yang diinisiasi oleh Lab EOR ITB, pelaksanaan internship ini juga tidak terlepas dari kontribusi ekosistem riset yang lebih luas, termasuk OGRINDO ITB. Program ini mencerminkan sinergi antara laboratorium akademik dan kelompok riset terapan dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa.

Kontribusi ini sejalan dengan visi OGRINDO ITB dalam mendorong riset yang berdampak, penguatan kompetensi SDM, serta keberlanjutan pengembangan teknologi energi di Indonesia.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Melalui Lab EOR ITB Internship Program, diharapkan para peserta dapat membawa pulang pengalaman berharga yang menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka. Di sisi lain, program ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan program magang yang berkelanjutan dan semakin inklusif di masa mendatang.

Ke depan, Lab EOR ITB membuka peluang untuk menerima mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, guna memperluas dampak program dan memperkuat jejaring kolaborasi akademik nasional. Inisiatif ini sejalan dengan semangat pengabdian dan pengembangan talenta muda di bidang energi.

Lab EOR ITB percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan energi adalah melalui pengembangan manusia. Internship Program ini menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang tersebut.

Gambar 6. Suasana lab penuh semangat! Mahasiswa magang EOR ITB berdiskusi, melakukan eksperimen, dan belajar bersama dalam program internship.

Informasi dan Peluang Kolaborasi

Lab EOR ITB mengundang mahasiswa, akademisi, serta mitra industri untuk terus mengikuti perkembangan Lab EOR ITB Internship Program dan berbagai inisiatif riset lainnya. Bagi institusi pendidikan maupun organisasi yang tertarik untuk berkolaborasi, membuka peluang magang, atau menjajaki kerja sama riset dan pengabdian masyarakat, kami terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
📧 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
📧 Lab EOR ITB: labifteoritb@gmail.com
Mari bersama-sama berkontribusi dalam pengembangan talenta muda dan kemajuan riset energi nasional.

Kategori
News Article

Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D.: Menguatkan Riset Chemical EOR dan Transisi Energi di OGRINDO ITB

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknik perminyakan, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. merupakan peneliti senior OGRINDO ITB dengan rekam jejak yang kuat dalam riset Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), revitalisasi lapangan minyak mature, serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Ia telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi serta terlibat aktif dalam proyek riset dan kolaborasi industri berskala nasional maupun internasional.

Gambar 1. Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Senior Researcher Ogrindo ITB.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Ivan Kurnia menempuh pendidikan formal di bidang Teknik Perminyakan melalui jalur akademik yang kuat dan berjenjang. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Master of Science (M.Sc.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di New Mexico Institute of Mining and Technology, Amerika Serikat—sebuah institusi yang dikenal memiliki keunggulan dalam riset reservoir dan enhanced oil recovery.

Sebagai pengakuan atas kompetensi profesionalnya, Dr. Ivan juga telah menyelesaikan Program Profesi Insinyur (Engineer) Bidang Teknik Perminyakan di ITB, yang semakin memperkuat perannya sebagai akademisi sekaligus praktisi.

Kepakaran Riset dan Kontribusi Ilmiah

Saat ini, Dr. Ivan aktif sebagai dosen dan peneliti di Institut Teknologi Bandung, sekaligus menjalankan peran strategis sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB. Fokus keahliannya meliputi:

  • Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), termasuk formulasi surfaktan, pengukuran interfacial tension (IFT), analisis phase behavior, dan uji coreflood
  • Revitalisasi lapangan minyak mature
  • Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)
  • Pemodelan dan simulasi reservoir

Kontribusi riset Dr. Ivan telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah global, dengan topik yang mencakup sinergi surfaktan–nanopartikel untuk EOR, desain salinitas pada proses alkali–surfactant–polymer (ASP) flooding, hingga pembelajaran dari eksperimen coreflood surfactant–polymer dan alkali–surfactant–polymer. Publikasi tersebut menjadi landasan ilmiah penting bagi pengembangan teknologi EOR yang aplikatif dan berbasis data.

Pengalaman Proyek dan Kolaborasi Industri

Selain aktivitas akademik, Dr. Ivan memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek terapan dan layanan industri. Beliau terlibat dalam berbagai studi chemical EOR, CCUS, gas injection, dan pemodelan reservoir, serta berpengalaman bekerja dalam tim multidisiplin yang melibatkan akademisi, operator migas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Gambar 2. Dr. Ivan bersama tim dalam diskusi riset dan koordinasi proyek industri.

Beliau juga berperan sebagai penanggung jawab dan pengelola peralatan laboratorium strategis, seperti sistem gasflood dan slim tube apparatus, yang mendukung kegiatan riset eksperimental dan studi kelayakan teknologi EOR di OGRINDO ITB. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan riset fundamental dan kebutuhan lapangan, Dr. Ivan berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi teknis yang inovatif sekaligus realistis untuk diimplementasikan oleh industri.

Selain perannya dalam riset dan kolaborasi industri, Dr. Ivan Kurnia juga dipercaya menjalankan peran organisasi sebagai Wakil Koordinator Bidang Audit Internal. Dalam kapasitas ini, ia berkontribusi dalam penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas pelaksanaan kegiatan riset dan layanan profesional, sehingga mendukung keberlanjutan dan kredibilitas institusi.

Gambar 3. Dr. Ivan sedang melaksanakan audit iternal di Departemen Teknik Perminyakan.

Peran Kepemimpinan dan Kontribusi Global

Komitmen Dr. Ivan terhadap pengembangan komunitas energi tidak hanya tercermin dari aktivitas riset, tetapi juga dari peran kepemimpinannya di tingkat internasional. Pada September 2025, ia dipercaya sebagai Ketua Pelaksana International Conference on Green Energy and Resources Engineering (ICGERE).

Konferensi ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya, dan masa depan energi berkelanjutan. Peran ini menegaskan kapasitas Dr. Ivan sebagai penghubung antara riset, industri, dan kebijakan energi global.

Menguatkan Peran OGRINDO ITB dalam Riset dan Transisi Energi

Dengan kombinasi pendidikan internasional, pengalaman lebih dari 15 tahun, publikasi ilmiah bereputasi, keterlibatan aktif dalam proyek industri, serta kepemimpinan profesional, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan kapasitas riset dan layanan OGRINDO ITB.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis sains, OGRINDO ITB siap menjadi mitra strategis bagi industri, pemerintah, dan institusi akademik dalam pengembangan teknologi EOR, pengelolaan reservoir mature, serta inisiatif transisi energi.

📩 Tertarik untuk berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

Silakan hubungi kami melalui email info@ogrindoitb.com atau kunjungi www.ogrindoitb.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
News Article

Training Surfactant Screening for EOR: Mengubah Hasil Riset menjadi Strategi EOR yang Aplikatif

Upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional di tengah penurunan produksi lapangan eksisting menuntut penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang semakin matang, terukur, dan berbasis riset. Menjawab tantangan tersebut, telah diselenggarakan Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Best Western Premier The Hive, Cawang, DKI Jakarta.

Pelatihan ini menghadirkan Ir. Mahruri, S.T., M.Sc., Project Manager Laboratorium EOR ITB sekaligus Peneliti OGRINDO ITB, sebagai pemateri. Kegiatan diselenggarakan oleh KOPUM IATMI (Koperasi Jasa Usaha Mandiri Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia) dan diikuti oleh para profesional dari Pertamina RTI.

Pelatihan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kapasitas teknis serta memperkuat kompetensi para profesional perminyakan, khususnya untuk mendukung pengembangan dan optimalisasi penerapan teknologi EOR di berbagai wilayah kerja migas Indonesia.

Gambar 1. Ir. Mahruri, S.T., M.Sc. menyampaikan konsep fundamental Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR).

Urgensi Penerapan EOR di Lapangan Migas Indonesia

Pada sesi pembuka, Ir. Mahruri memaparkan gambaran komprehensif mengenai tahapan produksi minyak—mulai dari primary recovery, secondary recovery, hingga Enhanced Oil Recovery. Disampaikan bahwa meskipun metode waterflood dan gas flood telah banyak diterapkan, porsi minyak signifikan masih tertinggal di reservoir akibat keterbatasan mekanisme displacement konvensional.

Dalam konteks ini, EOR hadir sebagai solusi strategis untuk:

  • Menguras residual oil yang terperangkap secara mikroskopis,
  • Meningkatkan recovery factor,
  • Memperpanjang umur lapangan migas eksisting.

Secara global, kontribusi EOR terhadap produksi minyak dunia terus meningkat, terutama di negara-negara dengan lapangan mature. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan EOR, khususnya Chemical EOR, baik pada reservoir sandstone maupun karbonat.

Chemical EOR dan Peran Strategis Surfaktan

Fokus utama training ini adalah Chemical EOR, dengan penekanan pada surfactant flooding. Secara fundamental, Chemical EOR bertujuan memodifikasi sifat fisika-kimia fluida dan batuan reservoir melalui injeksi bahan kimia seperti alkali, surfaktan, dan polimer.

Ir. Mahruri menjelaskan bahwa surfaktan memegang peranan krusial dalam:

  • Menurunkan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air hingga mencapai kondisi ultra-low IFT,
  • Membentuk mikroemulsi yang mampu memobilisasi residual oil,
  • Mengubah kebasahan batuan (wettability alteration),
  • Meningkatkan efisiensi displacement dan proses imbibisi.

Keberhasilan surfactant flooding sangat bergantung pada proses screening dan evaluasi laboratorium yang komprehensif, sehingga surfaktan yang diaplikasikan benar-benar kompatibel dengan karakteristik reservoir.

Surfactant Screening: Dari Konsep hingga Evaluasi Laboratorium

Salah satu keunggulan utama pelatihan ini adalah pembahasan mendalam mengenai alur surfactant screening berbasis laboratorium, mencakup interaksi fluid–fluid dan rock–fluid, serta kinerja kimia dalam media berpori.
Beberapa pengujian penting yang dibahas meliputi:

  1. CMC–IFT Test
    Menentukan konsentrasi optimum surfaktan untuk menghasilkan nilai IFT terendah. Surfaktan yang unggul diharapkan mampu mencapai ultra-low IFT (<10⁻² mN/m) pada konsentrasi yang ekonomis.
  2. Aqueous Stability Test
    Mengukur kestabilan dan kompatibilitas surfaktan dalam brine injeksi maupun native brine reservoir guna menghindari risiko presipitasi dan plugging.
  3. Phase Behavior Test
    Mengevaluasi pembentukan mikroemulsi (Winsor Type III) sebagai indikator utama efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
  4. Thermal Stability & Filtration Test
    Memastikan stabilitas surfaktan pada suhu reservoir serta meminimalkan potensi gangguan injektivitas selama proses injeksi.
  5. Wettability, Adsorption, dan Imbibition Test
    Menilai kemampuan surfaktan dalam mengubah kebasahan batuan serta meminimalkan kehilangan surfaktan akibat adsorpsi.
  6. Coreflooding dan Micromodel
    Tahapan lanjutan untuk mensimulasikan performa surfaktan secara dinamis dalam media berpori sekaligus memvisualisasikan mekanisme displacement secara dua dimensi.

Rangkaian pengujian ini menegaskan bahwa Chemical EOR bukan sekadar proses injeksi kimia, melainkan pendekatan ilmiah terintegrasi yang harus didukung oleh data laboratorium yang kuat dan representatif.

Menjembatani Riset dan Implementasi Lapangan

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan praktis tentang bagaimana hasil riset dan pengujian laboratorium dapat diterjemahkan menjadi strategi EOR yang siap diterapkan di lapangan.

Diskusi turut mengulas tantangan umum dalam implementasi Chemical EOR, antara lain:

  • Adsorpsi dan degradasi polimer,
  • Sensitivitas surfaktan terhadap salinitas dan temperatur,
  • Risiko plugging, scaling, dan korosi,
  • Aspek keekonomian serta kesiapan fasilitas permukaan.

Berbagai studi kasus dan lesson learned dari implementasi EOR di dalam maupun luar negeri memperkaya perspektif peserta terhadap kompleksitas sekaligus peluang teknologi ini.

Membuka Peluang Kolaborasi Strategis

Melalui kegiatan ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi EOR berbasis riset, pengujian laboratorium, dan kolaborasi erat dengan industri.

Peluang kerja sama terbuka untuk:

  • Riset dan pengembangan Chemical EOR,
  • Surfactant screening dan evaluasi laboratorium,
  • Studi kelayakan EOR,
  • Pelatihan teknis dan konsultansi,
  • Proyek kolaborasi industri–akademia.
Gambar 4. Penyerahan sertifikat kepada peserta Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bentuk penguatan kompetensi teknis.

📩 Kontak kerja sama:

OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
Laboratorium EOR ITB: labifteoritb@gmail.com

Training ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara riset, laboratorium, dan industri dapat mempercepat adopsi teknologi EOR yang aplikatif, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Kategori
News Article

Optimalisasi Enhanced Oil Recovery dengan Low Salinity Water dan Nanofluida TiO₂ pada Reservoir Sandstone

Penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terus menjadi fokus strategis dalam upaya peningkatan produksi minyak nasional, terutama pada reservoir yang memasuki tahap akhir masa produktif. Salah satu metode EOR yang saat ini menarik perhatian adalah penggunaan Low Salinity Water (LSW) sebagai fluida injeksi. Sejumlah studi membuktikan bahwa brine dengan salinitas rendah mampu memobilisasi residual oil lebih efektif dibandingkan brine bersalinitas tinggi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa efektivitas LSW dapat ditingkatkan melalui penambahan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂). Riset ini menjadi penting karena data eksperimental mengenai kompatibilitas serta mekanisme sinergi keduanya pada sistem crude oil–brine–rock (COBR) masih terbatas.

Gambar 1. Ilustrasi interaksi sistem crude oil–brine–rock (COBR) pada penelitian LSW–TiO₂.

Mengapa Low Salinity Water Menjadi Lebih Efektif dengan Nanopartikel TiO₂?

Studi laboratorium terbaru menginvestigasi interaksi crude oil–brine–rock (COBR) pada rentang salinitas 500–32.000 ppm dan konsentrasi TiO₂ 0–100 ppm menggunakan sampel Berea sandstone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO₂ ke dalam LSW memicu perubahan fisikokimia yang signifikan, terutama pada parameter pH, zeta potential, dan sudut kontak, yang secara langsung memengaruhi mekanisme pelepasan minyak dari permukaan batuan.

Kombinasi ini menghasilkan nanofluida LSW–TiO₂ yang efektif dalam mengubah sifat pembasahan batuan menjadi lebih water-wet (wettability alteration). Dalam kondisi water-wet, permukaan batuan lebih mudah dibasahi oleh air, sehingga minyak yang sebelumnya terikat kuat pada permukaan pori dapat bergerak dan terproduksi dengan lebih efisien.

Gambar 2. Perubahan nilai zeta potential (ZP) pada berbagai konsentrasi TiO₂ dan tingkat salinitas.

Implikasi untuk EOR

Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa kombinasi LSW dan nanopartikel TiO₂ memiliki potensi signifikan untuk mengoptimalkan proses EOR pada reservoir sandstone. Modifikasi sifat antarmuka—terutama melalui perubahan wettability—muncul sebagai mekanisme utama yang mendukung peningkatan mobilisasi minyak.

Kajian ini juga menunjukkan bahwa konsentrasi TiO₂ yang diuji dapat memberikan respon fisikokimia yang konsisten sehingga membuka peluang mendesain fluida injeksi yang lebih optimal untuk mendapatkan hasil peningkatan perolehan minyak yang lebih maksimal.

Selain memberikan pemahaman fundamental mengenai interaksi fluida–batuan pada kondisi salinitas rendah, hasil penelitian ini menawarkan arah baru bagi pengembangan formulasi nanofluida LSW–TiO₂ yang lebih efektif untuk aplikasi lapangan. Studi lanjutan, seperti coreflooding, menjadi rencana kedepan untuk memvalidasi implikasi dari temuan ini terhadap peningkatan oil recovery secara langsung.

🔗 Akses Paper Publikasi

Ingin memahami lebih dalam mekanisme, data eksperimental, serta analisis lengkapnya?
Paper dapat diakses di sini.

🤝 Kolaborasi Riset dan Industri

OGRINDO ITB membuka peluang kolaborasi untuk penelitian lanjutan serta kerja sama industri di bidang EOR, nanoteknologi, dan kimia reservoir.
Hubungi kami melalui: 📩 info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Technology Day 2025: Menguatkan Sinergi untuk Peningkatan Produksi melalui Extended Stimulation & Enhanced Oil Recovery (EOR)

Bandung, 19–21 November 2025 — OGRINDO ITB bersama Laboratorium EOR ITB menghadiri Technology Day: Sinergi Upaya Pencapaian Produksi dengan Penerapan Extended Stimulation, forum teknis yang diselenggarakan oleh SKK Migas sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan produksi minyak nasional menuju target 2026. Acara ini berlangsung selama tiga hari dan mempertemukan perwakilan dari Pertamina, LEMIGAS, KKKS, serta penyedia teknologi EOR.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerja sama antara operator, regulator, lembaga penelitian, dan penyedia teknologi dalam mengatasi tantangan produksi lapangan migas yang sudah mature, terutama yang memerlukan penerapan EOR (Enhanced Oil Recovery) dan Extended Stimulation.

Forum Teknis dengan Agenda Komprehensif Selama Tiga Hari

Agenda Technology Day disusun untuk memfasilitasi diskusi teknis, pembahasan studi kasus, pertukaran pengalaman lapangan, hingga pembentukan langkah tindak lanjut implementasi. Berdasarkan rundown resmi SKK Migas, rangkaian kegiatan meliputi:

📌 Hari Pertama — Pembukaan & Panel Extended Stimulation

  • Registrasi peserta dan pembukaan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja (EPMWK) SKK Migas
  • Diskusi panel “Sinergi Upaya Pencapaian Produksi dengan Penerapan Extended Stimulation
  • Booth visit penyedia teknologi
  • Paparan teknis dan diskusi PEP pada Lapangan Tanjung, North Kutai Lama, Kenali Asam, dan Tempino

📌 Hari Kedua — Diskusi PEP & Peluang Implementasi

  • Pembahasan kondisi dan rencana stimulasi pada Lapangan Pamusian, Limau, Ramba, Rantau, dan Sago
  • Dialog teknis terstruktur antara SKK Migas, KKKS, dan penyedia teknologi
  • Booth visit penyedia teknologi

📌 Hari Ketiga — Finalisasi Strategi & Tindak Lanjut

  • Diskusi dan evaluasi tindak lanjut SKK Migas × KKKS × penyedia teknologi
  • Penyusunan ringkasan kesimpulan dari seluruh sesi
  • Penutupan program

Rangkaian agenda menunjukkan komitmen seluruh peserta dalam menyatukan perspektif operasional, teknologi, dan penelitian untuk menghasilkan strategi peningkatan produksi yang terukur, terintegrasi, dan siap untuk diimplementasikan di lapangan.

Pesan Utama: Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Dalam setiap sesi diskusi, presentasi teknologi, maupun pembahasan studi kasus, satu tema utama muncul secara konsisten:

Keberhasilan penerapan Extended Stimulation dan EOR bergantung pada kolaborasi erat antara operator, regulator, institusi riset, dan teknologi penyedia solusi.

Keputusan pemilihan teknologi dan formulasi kimia harus didasarkan pada:

  • karakteristik reservoir,
  • data laboratorium yang komprehensif,
  • evaluasi performa lapangan, dan
  • kesiapan operasional.

Dengan elemen tersebut, EOR dan Extended Stimulation dapat dirancang untuk memberikan hasil efektif, ekonomis, dan berkelanjutan bagi lapangan migas Indonesia.

Gambar 3. Ekspresi antusiasme perwakilan OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam mengikuti rangkaian kegiatan Technology Day.

Komitmen OGRINDO × Lab EOR ITB dalam Mendukung Produksi Nasional

Partisipasi OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB pada kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kontribusi kami dalam sektor hulu migas melalui:

🔹 Penerapan riset berbasis data untuk mendukung keputusan lapangan
🔹 Penyediaan layanan studi laboratorium EOR
🔹 Pengembangan solusi teknologi melalui kerja sama dengan industri
🔹 Keterlibatan dalam forum pertukaran ilmu dan perumusan strategi peningkatan produksi

Kami percaya bahwa kolaborasi berkesinambungan antara industri, regulator, dan akademisi menjadi fondasi penting bagi keberhasilan EOR dan Extended Stimulation di Indonesia.

Gambar 4. Ekspresi antusiasme perwakilan OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam mengikuti rangkaian kegiatan Technology Day.

Penutup

Semoga semangat sinergi ini terus berlanjut melalui implementasi nyata di lapangan, demi mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian target produksi minyak Indonesia.

OGRINDO ITB bersama Laboratorium EOR ITB berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara industri, regulator, dan akademisi guna menghadirkan solusi peningkatan produksi yang efektif dan berkelanjutan.

📩 Untuk informasi lebih lanjut, diskusi teknis, atau peluang kolaborasi, silakan menghubungi:
info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Kolaborasi OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro: Pemanfaatan Teknologi Gas Flood Core Flooding untuk Enhanced Oil Recovery

Selamat datang di fasilitas riset unggulan kami di Gedung Dato (Labtek XVII), Institut Teknologi Bandung!
Melalui kemitraan antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Purnomo Yusgiantoro, kami bersama-sama memanfaatkan fasilitas Gas Flood Core Flooding yang canggih untuk mendukung penelitian dan pengembangan strategi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis injeksi gas (miscible maupun immiscible).

Kolaborasi ini memungkinkan resource sharing antara riset akademik dan kebutuhan industri, sehingga pemanfaatan fasilitas dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan teknologi energi.

Gambar 1. Perangkat Gas Flood yang siap mendukung studi injeksi gas dan core flooding sesuai kebutuhan riset maupun kolaborasi industri.

🛠️ Keunggulan Sistem Gas Flooding

Sistem ini memiliki fitur-fitur teknis unggulan sebagai berikut:

  • Tekanan tinggi: Confining pressure dan pore pressure hingga 700 bar (~10.000 psi).
  • Suhu tinggi: Working temperature hingga 150 °C.
  • Kapasitas penggunaan gas seperti CO₂, N₂, atau gas hidrokarbon.
  • Dapat melakukan pengujian water flooding, gas flooding, dan WAG (Water-Alternating-Gas).
  • Metode unsteady state untuk memperoleh parameter penting: permeabilitas relatif gas dan cairan, saturasi remaining oil, displacement efficiency setelah waterflooding, serta produksi air terkait injeksi gas.
  • Core holder dapat diorientasikan secara horizontal.
  • Wetted parts menggunakan material Hastelloy untuk daya tahan tinggi.

Dengan sistem ini, Laboratorium EOR Purnomo Yusgiantoro yang bekerja sama dengan OGRINDO ITB mampu mensimulasikan kondisi reservoir di laboratorium dan menghasilkan data eksperimen yang krusial untuk optimasi injeksi gas di lapangan.

Gambar 2. Pemantauan tekanan, temperatur, dan laju alir secara real time untuk memastikan kontrol yang presisi selama eksperimen injeksi gas.

🔍 Aplikasi dan Manfaat Kolaborasi

Kolaborasi OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro membuka peluang riset dan layanan untuk:

  • Menentukan strategi injeksi gas yang optimal (jenis gas, tekanan, laju injeksi).
  • Mengevaluasi skema WAG yang efisien.
  • Mengetahui displacement efficiency minyak setelah waterflooding.
  • Memperkirakan volume minyak tambahan yang dapat diproduksi.
  • Memahami efek segregasi gravitasi dalam injeksi gas.
  • Menyediakan data uji coba laboratorium sebagai input penting bagi pemodelan reservoir.
Gambar 3. Persiapan sampel core di dalam ruang Gas Flood untuk mensimulasikan kondisi reservoir hingga 700 bar dan 150 °C.

🤝 Riset Bersama dan Layanan

Laboratorium EOR Punomo Yusgiantoro yang bekerja sama dengan OGRINDO ITB menyelenggarakan berbagai eksperimen injeksi gas, CO₂, N₂, dan studi core flood sesuai kebutuhan penelitian dan proyek kerja sama.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata resource sharing antara industri dan akademisi. Melalui kemitraan ini, OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro siap mendukung:

  • Penelitian bersama perusahaan minyak dan gas.
  • Studi akademik dan proyek universitas.
  • Pilot study untuk teknologi energi dan EOR.
  • Inisiatif CO₂-EOR atau proyek CCUS.

Dengan tim ahli di bidang reservoir, fasilitas mutakhir, dan pengalaman riset yang luas, kami siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi EOR di Indonesia.

Gambar 4. Tampilan bagian dalam Gas Flood: perangkat mutakhir untuk studi EOR injeksi gas.

📞 Hubungi Kami

Untuk informasi teknis lebih lanjut, penawaran layanan, atau kerja sama penelitian:
📧 Email: info@ogrindoitb.com
🌐 Website: www.ogrindoitb.com
Kunjungi situs kami untuk melihat spesifikasi lengkap, portofolio riset, dan layanan yang kami tawarkan. Bersama, kita bangun masa depan optimalisasi produksi dengan teknologi injeksi gas terkini!

Kategori
News Article

Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Lab EOR ITB: Menghubungkan Ilmu, Industri, dan Inovasi

Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB sukses menyelenggarakan kegiatan Hands-on Laboratory Training Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Acara ini menjadi wadah penting bagi praktisi industri dan akademisi untuk memahami lebih dalam metode Chemical EOR melalui pembelajaran langsung di laboratorium.

Kegiatan utama dalam Hands-on Laboratory Training Chemical EOR ini adalah Screening Polymer dan Surfactant Formulation, yang dilaksanakan secara intensif di Laboratorium EOR ITB. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan serangkaian uji laboratorium komprehensif untuk memahami kinerja kimia EOR dalam berbagai kondisi reservoir.

Gambar 1. Peserta training mendengarkan penjelasan instruktur mengenai peralatan laboratorium Chemical EOR di Lab EOR ITB

Detail Kegiatan Training

  1. Screening Polymer

Pada sesi ini, peserta melakukan berbagai pengujian penting untuk menilai performa polimer, meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: pengujian viskositas, kompatibilitas polimer dengan air, filtration ratio, screen factor, dan uji stabilitas termal
  • Rock–Fluid Compatibility Test: static adsorption test, dynamic adsorption test dan IPV, serta injectivity test (RF dan RRF)
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk mengevaluasi potensi peningkatan perolehan minyak
Gambar 2. Praktikum pengujian surfaktan: peserta melakukan diskusi interaktif dengan instruktur mengenai metode pengujian laboratorium

2. Surfactant Formulation Lab Test

Sesi ini difokuskan pada formulasi surfaktan dengan berbagai kondisi laboratorium, yang meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: uji kompatibilitas surfaktan dengan air, IFT test, phase behavior test, uji stabilitas termal IFT, dan filtration test
  • Rock–Fluid Compatibility Test: wettability test, static adsorption test, dynamic adsorption test, serta capillary desaturation curves (CDC) test
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk menilai efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
Gambar 3. Sesi praktik laboratorium: peserta melakukan pengujian kompatibilitas fluida dan batuan secara langsung

Melalui rangkaian pengujian tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam evaluasi laboratorium CEOR dengan metode yang digunakan secara global di industri migas. Hal ini memperkuat posisi Lab EOR ITB sebagai pusat riset dan pelatihan dengan fasilitas dan keahlian yang mampu menjawab kebutuhan nyata industri perminyakan di Indonesia.

Peserta Training

Training ini diikuti oleh para profesional dari berbagai perusahaan migas nasional, yaitu:

  • Pertamina Hulu Energi (PHE) – termasuk PHE OSES, PHE ONWJ, dan PHE SHU SDRE
  • Pertamina EP (PEP) – termasuk PEP Zona 7
  • Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
  • Pertamina Hulu Rokan (PHR)
  • Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
Gambar 4. Foto bersama peserta Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 5. Peserta training Chemical EOR berfoto bersama di Aula Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB

Dampak dan Manfaat

Melalui pengalaman langsung ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mendukung peningkatan recovery factor dan keberlanjutan energi nasional.

Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap serta dukungan tenaga ahli berpengalaman, Lab EOR ITB bersama OGRINDO siap menjadi mitra strategis industri migas dalam pengembangan dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery di Indonesia.

Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor migas. Training ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Chemical EOR, mulai dari skala laboratorium hingga implikasinya pada lapangan migas.

Kategori
News Article

Empat Mekanisme Trapping: Cara CO₂ Terkunci Aman di Bawah Tanah

Perubahan iklim akibat meningkatnya emisi CO₂ adalah tantangan besar yang kita hadapi saat ini. Untuk mencegah dampaknya, Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi terbukti aman untuk menyimpan CO₂ jauh di bawah tanah. CCS bukan hanya mencegah emisi mencapai atmosfer, tetapi juga menjadi fondasi penting dari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)—sebuah jalur yang memungkinkan emisi CO₂ diubah menjadi peluang bernilai.

Gambar 1. Skema keseluruhan proyek CCS: mulai dari penangkapan emisi CO₂, transportasi, hingga penyimpanan permanen di bawah permukaan bumi (Ali et al, 2022)

Empat Mekanisme Trapping CO₂
Keamanan jangka panjang penyimpanan CO₂ dijamin oleh empat mekanisme alami yang saling melengkapi seiring waktu:

  1. Structural Trapping
    CO₂ yang bergerak ke atas akibat perbedaan densitas akan terhenti oleh caprock. Densitas gas yang cenderung lebih kecil daripada minyak dan air, maka gas CO₂ akan berangsur bergerak ke arah vertikal. Untuk mencegah CO₂ tetap terjebak di dalam formasi, maka dibutuhkan batuan caprock yang cukup reliable, memiliki permeabilitas yang sangat kecil, serta wettability yang mengarah ke strong water wet.
  2. Residual Trapping
    Sebagian CO₂ terjebak dalam pori-pori batuan sebagai gelembung kecil yang tidak dapat bergerak lagi. Mekanisme ini memberikan stabilitas penyimpanan dalam jangka panjang.
  3. Dissolution Trapping
    CO₂ larut dalam air formasi dan membentuk larutan karbonat yang memiliki densitas yang lebih berat dibandingkan dengan fluida lain yang ada di dalam formasi sehingga cenderung turun ke arah bawah dan mengurangi risiko kebocoran CO₂.
  4. Mineral Trapping
    CO₂ yang larut bereaksi dengan mineral batuan (Ca, Mg, Fe) dan membentuk mineral karbonat padat seperti kalsit atau magnesit. Ini adalah bentuk penyimpanan paling permanen karena CO₂ berubah menjadi batuan baru yang stabil selama ribuan tahun.

Mekanisme ini bekerja berlapis: structural dan residual memberikan perlindungan segera, sementara dissolution dan mineral memastikan keamanan jangka panjang. Bersama-sama, mereka menciptakan garis pertahanan berlapis yang menjamin CO₂ tetap aman tersimpan selama berabad-abad.

Gambar 2. Kontribusi berlapis dari mekanisme trapping CO₂ yang saling melengkapi seiring waktu, menjaga keamanan penyimpanan dari generasi ke generasi.

CCS Sebagai Fondasi CCUS
Memahami empat mekanisme ini membantu kita melihat bahwa CCS adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan menuju CCUS. Tanpa penyimpanan yang aman, sulit bagi kita mengembangkan pemanfaatan CO₂ dalam skala besar. Melalui CCS, CO₂ tidak hanya tersimpan secara aman di bawah tanah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali—misalnya dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari solusi CCUS.

🌱 Ini Baru Langkah Awal
Pada episode berikutnya, kami akan membahas bagaimana CCUS mengubah CO₂ dari beban menjadi sumber daya bernilai, mendorong inovasi industri, dan mempercepat transisi energi yang lebih bersih.
✨ Tetap ikuti seri artikel kami, dan jadilah bagian dari perjalanan menuju masa depan rendah karbon.
📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com
🌐 Pelajari lebih lanjut: www.ogrindoitb.com

Referensi:
IPCC, 2005: IPCC Special Report on Carbon Dioxide Capture and Storage. Prepared by Working Group III of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Metz, B., Davidson, O., de Coninck, H.C., Loos, M., and Meyer, L.A. (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA, 442 pp.

Kategori
News Article

Micromodel: Teknologi Inovatif untuk Optimasi Enhanced Oil Recovery

Di tengah tantangan peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery), metode laboratorium yang mampu merepresentasikan mekanisme perpindahan fluida secara visual menjadi sangat krusial. Di sinilah micromodel hadir sebagai solusi inovatif karya anak bangsa.

Micromodel adalah perangkat laboratorium berbentuk dua dimensi yang dirancang untuk menyerupai struktur pori batuan reservoir, seperti sandstone maupun batuan karbonat. Melalui micromodel, pergerakan fluida—seperti air, minyak, surfaktan, dan polimer—dapat diamati secara langsung dan real-time.

Perbandingan penggunaan metode coreflood dan micromodel flooding dalam mengamati aliran fluida di batuan reservoir

Sebagian besar uji laboratorium konvensional seperti coreflooding memiliki keterbatasan dalam memberikan visualisasi langsung terhadap mekanisme injeksi kimia. Micromodel hadir untuk menjawab tantangan ini, memungkinkan pengamatan langsung terhadap perubahan tegangan antar muka, wettability alteration, dan efisiensi perpindahan viskositas pada skala pori.

Apa Tujuan Penggunaan Micromodel?

Micromodel digunakan untuk:

  • Menganalisis mekanisme kerja EOR kimia secara visual
  • Mengevaluasi efektivitas surfaktan atau polimer sebelum diuji pada skala lebih besar
  • Menyusun strategi injeksi yang efisien dan tepat sasaran
  • Mengidentifikasi fenomena seperti channeling, viscous fingering, dan oil entrapment yang sulit dilihat pada metode konvensional

Micromodel OGRINDO ITB memiliki sejumlah keunggulan:

  • Inovasi Anak Bangsa: Dirancang dan dikembangkan oleh tim peneliti lokal dengan keahlian tinggi
  • Cepat, Mudah, dan Ekonomis: Lebih efisien dibandingkan coreflooding dalam segi waktu dan biaya.
  • Costumized Design: Dapat disesuaikan dengan karakteristik pori sandstone maupun karbonat, bahkan berdasarkan data aktual reservoir.
  • Visualisasi Real-Time: Memungkinkan observasi langsung terhadap proses perpindahan fluida pada skala mikroskopik.
  • Mendukung Desain EOR yang Lebih Akurat: Menjadi jembatan antara hasil laboratorium dan aplikasi lapangan.

Proses Pembuatan Micromodel

Proses pembuatan micromodel mencakup beberapa tahapan utama:

Lima tahapan utama pembuatan micromodel
  1. Reservoir Characterization: Mengidentifikasi sifat fisik dan petrofisika dari batuan reservoir, seperti porositas, permeabilitas, saturasi fluida, dan struktur geologi.
  2. Thin Section & Petrography Analysis: Mengamati irisan batuan yang sangat tipis dan diamati di bawah mikroskop untuk mempelajari komposisi mineral dan tekstur batuan.
  3. Rock Digitization: Proses mengubah data fisik batuan menjadi model digital 2D atau 3D.
  4. Micromodel Fabrication: Tahap pembuatan micromodel melalui proses desain pola pori, etching, dan penyatuan material menggunakan metode seperti thermal bonding.
  5. Micromodel Ready to Use: Tahap akhir di mana micromodel telah melewati semua tahapan fabrikasi dan pengujian karakteristik siap digunakan untuk eksperimen seperti injeksi surfaktan, polimer, atau observasi mekanisme EOR lainnya.

Keunggulan utama dari micromodel OGRINDO adalah fleksibilitas desainnya. Dengan data geologi dan petrofisika dari lapangan, micromodel dapat disesuaikan agar merepresentasikan kondisi sesungguhnya. Hal ini menjadikan hasil pengujian lebih relevan dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan teknis di lapangan.

Visualisasi kondisi oil-wet pada micromodel

🔬 Micromodel bukan hanya alat uji—ia adalah jendela menuju pemahaman yang lebih dalam terhadap perilaku fluida di bawah permukaan. Bersama OGRINDO ITB, mari ciptakan solusi EOR yang lebih cerdas, efisien, dan berbasis data.

📞 Untuk informasi lebih lanjut dan kerja sama, hubungi tim kami di OGRINDO ITB.

Kategori
News Article

Terobosan Riset OGRINDO ITB: Kombinasi Surfaktan & Nanopartikel Titanium Dioksida, Tingkatkan Perolehan Minyak pada Sandstone Reservoir

Inovasi dalam teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terus dikembangkan untuk menjawab tantangan produksi minyak di mature oil fields. Salah satu pendekatan yang kini menjadi perhatian para peneliti adalah pemanfaatan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂) untuk meningkatkan performa surfaktan dalam proses pemulihan minyak, khususnya pada formasi sandstone.

Tim peneliti dari OGRINDO ITB baru-baru ini mempublikasikan hasil riset terbaru mereka dalam sebuah artikel ilmiah berjudul:
“Enhancement of Surfactant Performance via Titanium Dioxide Nanoparticles: Implication for Oil Recovery in Sandstone.”

🌟 Apa yang Membuat Penelitian Ini Istimewa?

Surfaktan alkyl ethoxy carboxylate (AEC) merupakan salah satu agen kimia yang sering digunakan dalam metode EOR. Namun, tim OGRINDO melangkah lebih jauh dengan mengeksplorasi bagaimana penambahan nanopartikel TiO₂ ke dalam AEC dapat mengubah performa sistem secara drastis. Pengujian dilakukan secara komprehensif meliputi:

  • Tegangan antar muka
  • Sudut kontak
  • Zeta potential
  • Coreflooding test

State of the Art

Inovasi terbaru dalam penelitian ini yaitu mengevaluasi kinerja surfaktan AEC dengan cara menambahkan nanopartikel TiO₂ mulai dari rentang konsentrasi 0%–0,05% w/w.

Penambahan nanopartikel TiO₂ 0,05% w/w pada surfaktan AEC 1,25% w/w dapat menurunkan interfacial tension hingga mencapai nilai 5,85 × 10⁻⁵ mN/m. Kinerja yang sangat baik ini juga terkonfirmasi pada pengujian coreflooding, di mana dapat meningkatkan oil recovery hingga nilai maksimal sebesar 59,52%.

Temuan ini menyoroti pentingnya stabilitas nanopartikel TiO₂ dalam larutan surfaktan, yang ternyata menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak.

Gambar 1: Sudut kontak dari semua larutan yang diuji pada sayatan tipis batu pasir Berea. Garis error menunjukkan simpangan baku dari pengukuran
Gambar 2: Pengaruh penambahan nanopartikel TiO₂ pada surfaktan AEC terhadap nilai interfacial tension (diadaptasi dari Megayanti et al. (2023))

Mengapa Ini Penting?

Penelitian ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga dalam pengembangan metode EOR berbasis surfaktan dan nanopartikel. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat membuka peluang baru dalam upaya meningkatkan efisiensi pemulihan minyak dari sandstone reservoir — khususnya di lapangan-lapangan yang sudah mengalami penurunan produksi.

Penemuan ini juga memperkuat posisi OGRINDO sebagai pusat unggulan riset EOR di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan teknologi ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan industri nasional.

📚 Baca jurnal lengkapnya di sini

🌐 Jelajahi Riset-Riset Unggulan Lainnya

Kunjungi daftar lengkap publikasi ilmiah OGRINDO ITB untuk melihat berbagai terobosan kami di bidang Enhanced Oil Recovery, CO₂, hidrogen, dan teknologi transisi energi lainnya: 👉 Publikasi Ilmiah OGRINDO ITB

Melalui riset, kolaborasi, dan inovasi, OGRINDO ITB berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional dan global.

Mari wujudkan masa depan energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan — bersama OGRINDO.

🙏 Ucapan Terima Kasih

Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB atas akses terhadap peralatan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini.