Kategori
News Article

A Leader Returns: Prof. Taufan Marhaendrajana sebagai Chairman OGRINDO ITB

OGRINDO ITB dengan bangga menyambut kembali Prof. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., Ph.D. sebagai Chairman OGRINDO ITB setelah mengemban amanah nasional sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas.

Sebagai alumni Teknik Perminyakan ITB dengan gelar Magister dan Doktor di bidang Petroleum Engineering dari Texas A&M University, Prof. Taufan memiliki perjalanan profesional yang mencakup dunia akademik, industri migas global, hingga kepemimpinan sektor energi nasional.

Mulai dari Conoco Indonesia dan Schlumberger Product Center USA hingga berbagai posisi strategis di ITB dan sektor energi Indonesia, perjalanan beliau mencerminkan perpaduan antara keilmuan, kepemimpinan, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi dan masa depan energi Indonesia.

Gambar 1. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam Semiconductor International Seminar sebagai bagian dari penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi lintas sektor.

Latar Belakang Pendidikan dan Keilmuan

Prof. Taufan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketertarikannya pada pengembangan ilmu reservoir dan teknik perminyakan membawanya melanjutkan studi Magister dan Doktoral di bidang Petroleum Engineering di Texas A&M University, Amerika Serikat.

Perjalanan akademik tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kompetensi beliau di bidang engineering, riset, dan pengembangan teknologi migas.

Gambar 2. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam Orasi Ilmiah Guru Besar ITB.

Kiprah di Industri Migas Global

Karier profesional Prof. Taufan dimulai di Conoco Indonesia pada periode 1991–1992. Pengalaman tersebut menjadi awal keterlibatan beliau dalam industri energi secara langsung.

Beliau kemudian melanjutkan kiprah internasional sebagai Senior Engineer di Schlumberger Product Center, USA pada periode 1999–2002. Dalam peran tersebut, beliau terlibat dalam pengembangan engineering dan teknologi di industri migas global, sekaligus memperluas perspektif terhadap tantangan dan inovasi industri energi dunia.

Gambar 3. Prof. Taufan Marhaendrajana saat melakukan kunjungan lapangan.

Kontribusi untuk Pendidikan dan Pengembangan Riset di ITB

Di lingkungan akademik ITB, Prof. Taufan dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan riset teknik perminyakan. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana Teknik Perminyakan ITB pada periode 2008–2009, serta Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB pada periode 2014–2017.

Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Keahlian Teknik Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas ITB pada periode 2021–2025.

Kontribusi beliau tidak hanya berfokus pada pengembangan kurikulum dan pendidikan, tetapi juga pada penguatan budaya riset, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan ilmu pengetahuan untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.

Gambar 4. Prof. Taufan Marhaendrajana bersama tim dalam kegiatan visitasi dan evaluasi pengembangan pusat unggulan antar perguruan tinggi di ITB.

Peran Strategis di Tingkat Institusi dan Pemerintahan

Dedikasi Prof. Taufan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tercermin melalui berbagai posisi strategis yang beliau emban di ITB, di antaranya sebagai:

  • Ketua Program Studi Sarjana Teknik Perminyakan ITB (2008–2009)
  • Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB (2014–2017)
  • Sekretaris Forum Guru Besar ITB (2019–2022)
  • Direktur Lembaga Pengembangan Ilmu dan Teknologi ITB (2022–2024)
  • Direktur Penerapan Ilmu dan Teknologi Multidisiplin ITB (2024–2025)

Di tingkat nasional, beliau juga dipercaya menjabat sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas pada periode 2025–2026 serta Anggota Dewan Pengawas IATMI periode 2025–2028.

Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatan aktif beliau dalam pengembangan kebijakan, pengelolaan sumber daya energi, serta penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri.

Gambar 5. Prof. Taufan Marhaendrajana saat pelantikan sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas.

Bersama Mendorong Masa Depan Inovasi Energi

Kembalinya Prof. Taufan sebagai Chairman OGRINDO ITB menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi, inovasi, dan riset energi yang berdampak bagi masa depan.

Sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi ITB, OGRINDO ITB terus berkomitmen untuk menghadirkan pengembangan teknologi dan solusi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung kebutuhan industri dan transisi energi Indonesia.

Gambar 6. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam Grand Opening Scientific Imaging Center sebagai bagian dari penguatan infrastruktur riset dan inovasi teknologi di ITB.
Gambar 7. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam kegiatan diskusi bersama MPR RI terkait pengembangan energi baru dan terbarukan.

Welcome back, Prof. Taufan.
Together, we continue advancing innovation for the future of energy.

Untuk informasi lebih lanjut dan peluang kolaborasi:
📩 info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Meet Our Team: Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. — Senior Researcher OGRINDO ITB

Dalam menjawab tantangan industri energi yang semakin kompleks, OGRINDO ITB didukung oleh para peneliti dengan kompetensi akademik yang kuat dan pengalaman industri yang relevan. Salah satu di antaranya adalah Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T., yang berperan sebagai Senior Researcher dengan fokus pada petroleum production system dan reservoir simulation.

Gambar 1. Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. bersama tim dalam kegiatan presentasi dan diskusi studi reservoir serta sistem produksi.

Latar Belakang Pendidikan

Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. menempuh pendidikan Sarjana Teknik (S.T.) di bidang Teknik Elektro di Maranatha Christian University pada tahun 2006. Ia kemudian melanjutkan studi Magister (M.T.) di bidang Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung dan menyelesaikannya pada tahun 2012 dengan penelitian berjudul FOI Determination using Effective Wellbore Radius.

Perjalanan akademik ini membentuk fondasi keilmuan yang unik, menggabungkan pendekatan teknik elektro dengan analisis reservoir dan sistem produksi migas.

Perjalanan Karier dan Pengalaman Proyek

Perjalanan kariernya mencerminkan perpaduan yang solid antara dunia akademik dan industri. Beliau memulai sebagai Electrical Engineer (internee), kemudian berkembang menjadi Lab Supervisor dan pengajar, hingga terjun langsung ke industri sebagai Wireline Engineer. Sejak tahun 2011, beliau aktif sebagai konsultan Teknik Perminyakan di LAPI ITB dan terus berkontribusi di dunia akademik sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung sejak tahun 2015. Pengalaman ini membentuk perspektif yang kuat dalam menjembatani teori dan implementasi di lapangan.

Dalam berbagai proyek strategis, Wijoyo Niti Daton telah terlibat dalam studi yang mencakup reservoir, produksi, hingga transisi energi, di antaranya studi konseptual CCS/CCUS dan oil rim, evaluasi well integrity dan injeksi CO₂ untuk Abadi Field, simulasi Chemical EOR, hingga pengembangan smart well monitoring berbasis machine learning serta berbagai studi GGR dan sertifikasi cadangan di sejumlah lapangan migas. Keterlibatan ini menunjukkan keluasan eksposur teknis sekaligus kemampuannya dalam menangani tantangan kompleks di industri.

Gambar 2. Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. saat melakukan analisis dan pemodelan reservoir untuk mendukung evaluasi teknis berbasis data.

Peran di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB, Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. berperan dalam mengembangkan pendekatan berbasis data untuk memahami dan mengoptimalkan kinerja reservoir dan sistem produksi. Dengan keahlian di bidang reservoir simulation dan petroleum production system, beliau terlibat dalam pemodelan dan evaluasi reservoir guna memprediksi performa lapangan secara lebih akurat, sekaligus menganalisis sistem produksi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumur. Selain itu, kontribusinya juga mencakup studi integratif yang menggabungkan pendekatan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga selaras dengan kebutuhan industri dan arah transisi energi yang berkelanjutan.

Dengan kombinasi keahlian teknis, pengalaman proyek yang luas, serta peran aktif di dunia akademik dan industri, Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. menghadirkan perspektif yang komprehensif dalam pengembangan solusi energi. Kehadirannya di OGRINDO ITB memperkuat komitmen untuk menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi industri energi Indonesia.

Gambar 3. Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. berdiskusi bersama tim dalam pengembangan solusi reservoir dan optimasi sistem produksi.

Tertarik Berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

OGRINDO ITB membuka peluang kerja sama riset, studi teknis, serta pengembangan teknologi di bidang reservoir, produksi, EOR, dan transisi energi.
📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com
Mari bersama mengembangkan solusi inovatif untuk masa depan industri energi Indonesia.

Kategori
News Article

Rheological Interactions Between Barium and Sulfate Ions in HPG Fracturing Fluids: Insight Baru dari Penggunaan Produced Water

Gambar 1. Barium dan sulfat dalam produced water menunjukkan pengaruh yang tidak sama terhadap performa fracturing fluid.

Pemanfaatan produced water sebagai alternatif dalam formulasi fracturing fluid semakin menjadi perhatian di industri migas, terutama di tengah keterbatasan sumber daya air di lapangan. Namun, kompleksitas komposisi kimia produced water, khususnya keberadaan ion monovalen dan divalen, dapat secara signifikan memengaruhi sifat reologi fluida, termasuk viskositas yang menjadi parameter kunci dalam keberhasilan proses hydraulic fracturing. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi ion terhadap polimer menjadi krusial dalam merancang fracturing fluid yang optimal dan aplikatif.

Studi ini mengulas hasil penelitian terbaru terkait pengaruh ion barium dan sulfat terhadap fracturing fluid berbasis hydroxypropyl guar (HPG), serta implikasinya terhadap penggunaan produced water di lapangan.

Pemanfaatan Produced Water dalam Fracturing Fluid: Tantangan dan Peluang

Penggunaan produced water menawarkan keuntungan dari sisi ketersediaan dan efisiensi biaya. Namun, kandungan ion yang kompleks di dalamnya dapat memengaruhi stabilitas dan performa fracturing fluid. Ion-ion terlarut, baik monovalen maupun divalen, diketahui berperan dalam menentukan viskositas dan perilaku aliran fluida, sehingga perlu dikaji secara lebih mendalam.

Tujuan Penelitian: Memahami Peran Ion dalam Performa Fracturing Fluids

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ion divalen, khususnya barium (Ba²⁺) dan sulfat (SO₄²⁻), terhadap viskositas fracturing fluid berbasis HPG. Selain itu, studi ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana interaksi ion-ion tersebut memengaruhi perilaku reologi fluida pada berbagai kondisi operasi.

Metodologi Pengujian: Evaluasi Reologi Fluida HPG dalam Berbagai Kondisi

Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan larutan HPG dengan variasi konsentrasi ion barium dan sulfat. Parameter utama yang diamati adalah viskositas fluida pada berbagai kondisi shear rate dan temperatur.

Secara garis besar, pengujian meliputi:

  • Penambahan ion BaCl₂ dan Na₂SO₄ hingga konsentrasi 150 ppm
  • Pengukuran viskositas menggunakan rheometer pada beberapa shear rate
  • Evaluasi pada temperatur 25°C (kondisi permukaan) dan 70°C (kondisi reservoir)
  • Analisis waktu hidrasi polimer dan uji residu fluida

Pendekatan ini digunakan untuk merepresentasikan kondisi aktual di lapangan.

Gambar 2. Penambahan 150 ppm Ba²⁺ mampu meningkatkan viskositas HPG hingga ~30% pada kondisi temperatur rendah.

Hasil dan Pembahasan: Dampak Ion Barium dan Sulfat terhadap Viskositas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ion dalam produced water memberikan pengaruh yang berbeda terhadap sifat reologi fracturing fluid:
Ion Barium (Ba²⁺)
Pada konsentrasi 150 ppm, barium mampu meningkatkan viskositas fluida hingga sekitar 30% pada temperatur 25°C. Namun, pada temperatur 70°C, efek ini menjadi kurang signifikan.
Ion Sulfat (SO₄²⁻)
Sulfat menunjukkan pengaruh yang relatif kecil terhadap viskositas, dengan peningkatan sekitar 7% pada temperatur rendah, dan tidak signifikan pada temperatur tinggi.
Perilaku Reologi Fluida
Fluida menunjukkan karakteristik shear thinning, di mana viskositas menurun seiring meningkatnya shear rate.
Residu Fluida
Kehadiran ion barium dan sulfat meningkatkan jumlah residu, namun masih dalam batas standar industri.

Gambar 3. Barium meningkatkan viskositas secara signifikan, sementara sulfat memberikan pengaruh minimal. Namun, efek ini melemah seiring peningkatan temperatur.

Kesimpulan: Implikasi terhadap Desain Fracturing Fluid di Lapangan

Penelitian ini menunjukkan bahwa ion barium memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan sulfat dalam meningkatkan viskositas fracturing fluid berbasis HPG, terutama pada temperatur rendah. Sementara itu, pengaruh kedua ion tersebut cenderung menurun pada temperatur yang lebih tinggi.

Temuan ini menegaskan pentingnya karakterisasi komposisi ion dalam produced water sebagai bagian dari proses desain fracturing fluid, guna memastikan performa yang optimal di kondisi reservoir.

Gambar 4. Performa fluida ditentukan oleh komposisi ion, temperatur, dan kondisi aliran.

Akses Paper Publikasi

Untuk memahami studi ini secara lebih mendalam, Anda dapat mengakses publikasi lengkap melalui tautan berikut: 👉 klik di sini.

Kolaborasi Riset dan Industri

OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery berbasis riset dan kebutuhan industri. Jika Anda tertarik untuk berdiskusi atau menjajaki kolaborasi, silakan menghubungi kami melalui:
📩 info@ogrindoitb.com
📩 eor@itb.ac.id

Kategori
News Article

Meet Our Team: Dr. Prasandi Abdul Aziz, S.Si., M.T. — Senior Researcher OGRINDO ITB

OGRINDO ITB didukung oleh tim peneliti dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri yang kuat. Salah satunya adalah Dr. Prasandi Abdul Aziz, S.Si., M.T., Senior Researcher yang memiliki keahlian dalam reservoir engineering dan evaluasi ekonomi migas.

Gambar 1. Keterlibatan dalam kolaborasi profesional sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan di industri migas.

Latar Belakang Pendidikan dan Keahlian Berbasis Analisis

Dr. Prasandi menyelesaikan pendidikan Sarjana di bidang Matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2011. Ia kemudian melanjutkan studi Magister (2014) dan Doktoral (2025) di bidang Teknik Perminyakan ITB .

Topik penelitiannya berfokus pada optimasi arah dan panjang sumur horizontal menggunakan pendekatan algoritma genetika dengan mempertimbangkan aspek geomekanika dan drainage area. Latar belakang ini membentuk kompetensi kuat dalam pendekatan analitis dan pemodelan untuk studi reservoir.

Pengalaman Profesional dalam Reservoir, Produksi, dan Evaluasi Ekonomi

Dr. Prasandi memiliki pengalaman profesional yang luas melalui keterlibatannya dalam berbagai proyek di LAPI ITB, mencakup peran sebagai Reservoir Engineer, Production Engineer, hingga Petroleum Economist.

Beberapa pekerjaan yang pernah ditangani meliputi studi simulasi reservoir, evaluasi cadangan, analisis performa produksi, hingga penilaian ekonomi blok migas. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek bersama SKK Migas, termasuk kegiatan evaluasi sumber daya dan cadangan serta kajian peningkatan perolehan minyak .

Selain itu, sejak tahun 2018 beliau aktif sebagai dosen di Program Studi Teknik Perminyakan ITB.

Gambar 2. Keterlibatan Dr. Prasandi dalam kegiatan diskusi teknis dan kolaborasi profesional.

Kontribusi dalam Riset dan Publikasi Ilmiah

Dr. Prasandi juga aktif dalam publikasi ilmiah yang berkaitan dengan optimasi pengembangan lapangan, reservoir engineering, serta evaluasi ekonomi migas.

Beberapa penelitiannya membahas topik seperti optimasi sumur horizontal, kombinasi metode algoritma genetika dan artificial neural network, hingga evaluasi keekonomian proyek migas dan potensi CO₂-EOR di Indonesia. Kontribusi ini menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan metode berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan di industri.

Gambar 3. Dr. Prasandi Abdul Aziz sebagai instruktur dalam pelatihan “Petroleum Economics & Risk Analysis”.

Peran di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB, Dr. Prasandi berperan dalam pelaksanaan studi teknis yang berkaitan dengan reservoir dan evaluasi proyek migas.

Dengan pengalaman lintas fungsi yang dimilikinya, beliau mendukung kegiatan riset yang terintegrasi antara aspek teknis dan ekonomi, serta berkontribusi dalam penyusunan kajian yang relevan dengan kebutuhan industri.

Gambar 4. Keterlibatan Dr. Prasandi dalam forum akademik dan profesional sebagai bagian dari sinergi antara institusi pendidikan, riset, dan industri energi.

Tertarik Berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

OGRINDO ITB membuka peluang kerja sama dalam studi reservoir, evaluasi lapangan, serta analisis teknis dan ekonomi di sektor hulu migas.

📩 Email: info@ogrindoitb.com

Kami siap berdiskusi untuk mendukung kebutuhan riset dan pengembangan Anda.

Kategori
News Article

Training HPLC – RID Part 2: Hands-on Operasional Sistem dan Analisis Sampel Polimer

Analisis menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan Refractive Index Detector (RID) menjadi salah satu metode penting dalam karakterisasi chemical EOR seperti surfaktan dan polimer, khususnya untuk mendukung kebutuhan riset dan aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR). Penguasaan metode ini tidak hanya membutuhkan pemahaman teori, tetapi juga kemampuan operasional instrumen dan interpretasi data secara akurat. Oleh karena itu, OGRINDO ITB bersama Laboratorium EOR ITB menyelenggarakan Training HPLC–RID Part 2 yang berfokus pada praktik langsung serta pengoperasian sistem secara komprehensif, termasuk pengaturan metode, pengoperasian sistem, hingga penanganan kendala selama pengujian.

Gambar 1. Pelatihan HPLC–RID Part 2 bersama PT. Berca Niaga Medika dan tim Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB.

Praktik Operasional dan Pengaturan Sistem HPLC–RID

Penguasaan instrumen tidak berhenti pada memahami teori—tetapi pada kemampuan menjalankan sistem secara langsung dan membaca responnya secara real-time.

Pada sesi ini, pelatihan difokuskan pada praktik langsung pengoperasian sistem HPLC–RID secara menyeluruh. Peserta memulai dari tahapan awal pengoperasian instrumen hingga proses analisis berjalan, dengan menekankan prosedur kerja yang sistematis dan aman.

Kegiatan diawali dengan:

  • Prosedur menyalakan instrumen sesuai urutan operasional
  • Memastikan kondisi sistem dalam status siap
  • Mengenali indikator pada software maupun instrumen sebagai tanda sistem mulai berjalan

Selanjutnya, peserta melakukan:

  • Pengecekan kesiapan sistem sebelum analisis
  • Pengaturan metode pada software, baik untuk akuisisi maupun data processing
  • Penyesuaian parameter penting seperti baseline, waktu retensi, dan integrasi puncak

Selama proses ini, peserta juga mengamati secara langsung respon sistem terhadap setiap pengaturan yang dilakukan. Hal ini menjadi penting untuk memahami bagaimana perubahan parameter dapat memengaruhi hasil kromatogram.

Selain itu, pelatihan juga menekankan pada kondisi yang sering muncul saat pengujian berlangsung, seperti baseline yang tidak stabil, noise pada sinyal, atau puncak yang tidak terbaca dengan optimal. Peserta diarahkan untuk mengenali gejala tersebut serta memahami langkah penanganan awal agar proses analisis tetap berjalan dengan baik.

Pendekatan praktik ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri peserta untuk mengoperasikan HPLC–RID secara mandiri di lingkungan laboratorium.

Gambar 3. Proses pengaturan metode dan analisis data menggunakan software HPLC untuk akuisisi dan interpretasi kromatogram.

Hands-on Analisis Sampel Polimer

Setelah memahami operasional sistem dan pengaturan metode, peserta kemudian mengaplikasikan langsung pengetahuan tersebut melalui pengujian sampel polimer untuk melihat performa sistem secara nyata.

Sebagai bagian utama dari pelatihan, dilakukan pengujian sampel polimer dengan beberapa variasi konsentrasi untuk mengevaluasi respon detektor RID serta konsistensi metode analisis yang digunakan.

Hasil kromatogram menunjukkan bahwa puncak polimer terdeteksi secara konsisten pada waktu retensi sekitar 6,6 – 6,9 menit, yang mengindikasikan kondisi sistem yang stabil selama proses analisis.

Selain itu, terlihat tren peningkatan luas area seiring dengan kenaikan konsentrasi sampel, yang menunjukkan bahwa respon detektor berjalan secara proporsional terhadap jumlah sampel yang diuji.
Ringkasan Hasil Uji Polimer
60 ppm | RT: 6,898 menit | Area: 9.950
80 ppm | RT: 6,910 menit | Area: 12.414
100 ppm | RT: 6,677 menit | Area: 15.431

Gambar 5. Kromatogram hasil analisis HPLC–RID pada sampel polimer (60 ppm) yang menunjukkan puncak utama pada waktu retensi sekitar 6,898 menit.
Gambar 6. Kromatogram hasil analisis HPLC–RID pada sampel polimer (80 ppm) yang menunjukkan puncak utama pada waktu retensi sekitar 6,910 menit.

Analisis Singkat Hasil Pengujian

Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode yang digunakan telah memberikan respon yang konsisten dan dapat diandalkan. Waktu retensi yang relatif stabil pada setiap variasi konsentrasi menandakan kondisi sistem yang terjaga dengan baik selama analisis berlangsung.

Di sisi lain, peningkatan nilai area yang sejalan dengan kenaikan konsentrasi menunjukkan bahwa detektor RID mampu memberikan respon yang proporsional terhadap jumlah polimer yang dianalisis. Hal ini menjadi indikator bahwa metode memiliki potensi yang baik untuk digunakan dalam analisis kuantitatif.

Namun demikian, pada tahap ini kurva kalibrasi belum diterapkan, sehingga hasil yang diperoleh masih bersifat indikatif dan belum digunakan untuk kuantifikasi absolut.

Peningkatan Kompetensi Analisa Laboratorium

Melalui sesi hands-on ini, peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menjalankan analisis HPLC–RID secara menyeluruh, mulai dari pengoperasian sistem hingga interpretasi data hasil uji. Peserta juga belajar memahami hubungan antara parameter metode, kondisi instrumen, dan kualitas kromatogram yang dihasilkan.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemampuan analitis yang dibutuhkan dalam kegiatan riset maupun pengujian di laboratorium.

Penutup

Training HPLC–RID Part 2 memberikan pemahaman komprehensif mengenai operasional sistem dan analisis sampel polimer melalui praktik langsung. Dengan kombinasi antara penguasaan instrumen, pemahaman metode, serta interpretasi data, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis dan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung kebutuhan industri dan penelitian, khususnya di bidang EOR.

Tertarik Berkolaborasi?

OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB membuka peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan, penelitian, maupun layanan analisis laboratorium yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri dan akademisi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
📧 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
📧 Laboratorium EOR ITB: eor@itb.ac.id

Tingkatkan kualitas analisis Anda bersama kami melalui pelatihan dan kolaborasi berbasis riset dan praktik terbaik.

Kategori
News Article

Analisis Kinerja Surfactant Flooding melalui Capillary Number Menggunakan Modified Micromodel

Surfactant flooding merupakan salah satu metode Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) yang berperan penting dalam meningkatkan perolehan minyak dengan menurunkan interfacial tension (IFT) dan memobilisasi minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja dua surfaktan komersial melalui analisis hubungan antara capillary number dan residual oil saturation menggunakan pendekatan modified transparent micromodel yang dikombinasikan dengan digital image analysis. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika perpindahan fluida di media berpori selama proses surfactant flooding.

Gambar 1. Presentasi hasil penelitian mengenai kinerja surfactant flooding pada Simposium IATMI 2022.

Latar Belakang dan Tujuan Penelitian

Surfactant flooding telah lama dikembangkan sebagai salah satu metode Chemical EOR yang efektif untuk meningkatkan mobilitas minyak di dalam reservoir. Dengan menurunkan interfacial tension antara minyak dan air, surfaktan memungkinkan minyak yang sebelumnya terperangkap di dalam pori-pori batuan untuk lebih mudah dimobilisasi dan diproduksikan.

Dalam studi laboratorium, kinerja surfactant flooding sering dianalisis menggunakan Capillary Desaturation Curve (CDC) yang menggambarkan hubungan antara perubahan residual oil saturation dan capillary number. Capillary number sendiri merupakan rasio antara gaya viskos—yang dipengaruhi oleh viskositas fluida dan laju injeksi—dan gaya kapiler yang dipengaruhi oleh interfacial tension antara dua fluida yang tidak saling bercampur.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dua surfaktan komersial dengan menganalisis bagaimana perubahan capillary number dapat mempengaruhi penurunan residual oil saturation. Untuk meningkatkan capillary number, nilai interfacial tension antara surfaktan dan crude oil dimodifikasi hingga mencapai kondisi ultra-low IFT, sehingga capillary number dapat meningkat hingga tiga hingga lima orde magnitudo.

Pendekatan Eksperimental Menggunakan Modified Micromodel

Penelitian ini menggunakan transparent modified micromodel yang memungkinkan visualisasi langsung pergerakan fluida di dalam media berpori. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses displacement minyak selama injeksi surfaktan.

Untuk merepresentasikan kondisi reservoir yang lebih realistis, micromodel dimodifikasi dengan menambahkan quartz dan cement, sehingga interaksi antara fluida dan batuan dapat diamati secara lebih representatif. Proses eksperimen kemudian dianalisis menggunakan Digital Image Analysis (DIA) untuk menghitung parameter penting seperti initial oil saturation, residual oil saturation, water saturation, dan surfactant saturation secara kuantitatif.

Penelitian ini terdiri dari dua tahap pengujian utama, yaitu static test untuk mengevaluasi kompatibilitas fluida melalui pengujian CMC–IFT, serta dynamic test menggunakan micromodel untuk mengamati proses surfactant flooding secara langsung di dalam media berpori.

Gambar 3. Contoh modified transparent micromodel yang digunakan dalam penelitian untuk memvisualisasikan pergerakan fluida di dalam media berpori selama proses surfactant flooding.

Hasil dan Insight Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan interfacial tension antara larutan surfaktan dan crude oil memberikan pengaruh langsung terhadap penurunan residual oil saturation, yang pada akhirnya meningkatkan perolehan minyak.

Namun demikian, penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai interfacial tension yang paling rendah tidak selalu menghasilkan oil recovery tertinggi. Temuan ini memberikan perspektif penting bahwa peningkatan capillary number pada tingkat tertentu sudah cukup untuk meningkatkan mobilisasi minyak, tanpa harus selalu mencapai kondisi ultra-low IFT.

Pendekatan menggunakan modified micromodel juga menunjukkan potensi besar sebagai metode eksperimen yang lebih sederhana, cepat, dan efisien secara biaya dibandingkan metode konvensional seperti coreflood test, namun tetap mampu memberikan pemahaman yang detail mengenai interaksi fluida dan batuan pada skala pori.

Gambar 4. Penyerahan penghargaan pada Simposium IATMI 2022 atas kontribusi dalam professional technical paper yang membahas analisis kinerja surfactant flooding menggunakan pendekatan micromodel experiment.

Akses Publikasi dan Kolaborasi Riset

Artikel ini merangkum poin-poin utama dari publikasi ilmiah yang dapat diakses secara lengkap melalui halaman Publications di website OGRINDO ITB.
🔗 Baca publikasi lengkapnya di sini

OGRINDO ITB secara aktif mengembangkan berbagai penelitian di bidang reservoir engineering, enhanced oil recovery, dan teknologi subsurface untuk mendukung kebutuhan industri energi.

Tertarik untuk Kolaborasi?

📩 Tertarik untuk berdiskusi atau menjajaki kolaborasi riset di bidang Chemical EOR?
Kami membuka peluang kerja sama dengan mitra industri, institusi penelitian, maupun akademisi.
Email: info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Training HPLC – RID Part 1: Pengenalan Sistem untuk Analisis yang Presisi

Dalam upaya menjaga standar kualitas analisis yang akurat, presisi, dan reproducible, OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB menyelenggarakan Training HPLC–RID bekerja sama dengan PT. Berca Niaga Medika. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tim terhadap sistem High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan Refractive Index Detector (RID), agar operasional alat berjalan optimal dan menghasilkan data yang andal untuk mendukung riset serta aplikasi Chemical EOR.

Gambar 1. Sesi diskusi teknis dalam Training HPLC–RID bersama tim PT. Berca Niaga Medika di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 2. Peserta training nampak antusias mengikuti sesi diskusi dan pengenalan HPLC-RID di laboratorium EOR ITB.

Sistem HPLC 1260 – RID di Laboratorium EOR ITB

Laboratorium EOR ITB menggunakan HPLC tipe 1260 dengan sistem detektor RID dan manual injector. Konfigurasi ini sangat sesuai untuk analisis senyawa seperti polimer dan surfaktan, terutama dalam studi adsorpsi chemical terhadap batuan, pendeteksian dan kuantifikasi polimer dan surfaktan pada sumur monitoring, serta evaluasi performa injeksi pada skema Chemical EOR. Pemahaman terhadap setiap komponen menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas sistem dan kualitas hasil analisis.

Gambar 3. Instruktur menjelaskan konfigurasi dan komponen utama sistem HPLC-RID yang digunakan dalam proses analisis sampel.

Komponen Utama dan Fungsinya

  1. Reservoir Fasa Gerak
    Wadah penyimpanan pelarut (mobile phase) yang akan dialirkan ke sistem. Kualitas dan kebersihan fasa gerak sangat menentukan kestabilan tekanan serta baseline kromatogram.
  2. Pompa Isokratik
    Sistem yang digunakan bersifat isokratik, yaitu menggunakan satu komposisi fasa gerak tetap selama analisis berlangsung. Berbeda dengan sistem gradient yang memungkinkan perubahan komposisi 2–4 pelarut melalui software, sistem isokratik lebih sederhana dan stabil untuk metode rutin dengan matriks sampel yang relatif konsisten.
  3. Manual Injector
    Proses injeksi dilakukan secara manual menggunakan loop 20 µL dan syringe presisi (umumnya 50 µL) untuk memastikan volume injeksi konsisten dan repeatability tetap terjaga.
  4. Kolom HPLC
    Kolom merupakan inti proses pemisahan. Kompartemen kolom dilengkapi heater dengan suhu hingga 85°C untuk menjaga stabilitas suhu dan konsistensi retention time.
  5. Refractive Index Detector (RID)
    RID bekerja berdasarkan perbedaan indeks bias antara fasa gerak dan komponen sampel. Detektor ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu, komposisi pelarut, dan keberadaan gelembung udara, sehingga kestabilan sistem menjadi faktor krusial.
Gambar 4. Demonstrasi proses injeksi sampel menggunakan syringe pada sistem manual injector HPLC.
Gambar 5. Tampilan bagian internal sistem HPLC yang menghubungkan jalur aliran fasa gerak menuju kolom dan detektor.

Stabilitas Sistem Dimulai dari Fasa Gerak

Salah satu pembahasan utama dalam training adalah pentingnya memastikan fasa gerak bebas dari gelembung udara (bubble).

Indikasi Sistem Mengandung Bubble:

  • Grafik pressure naik-turun secara tidak wajar
  • Baseline tidak stabil
  • Perubahan retention time dari metode sebelumnya

Untuk mencegah hal tersebut:

  • Fasa gerak wajib difiltrasi dan disonikasi (degassing).
  • Sistem dijalankan terlebih dahulu menggunakan air sebelum mengganti ke fasa gerak utama untuk memastikan tidak ada udara terperangkap.
  • Jika terdeteksi bubble, lakukan penghilangan udara hingga tekanan stabil sebelum analisis dimulai.
Gambar 6. Detail koneksi tubing dan jalur aliran pada sistem HPLC yang memerlukan kestabilan tekanan serta bebas dari gelembung udara.

Purging Pompa: Langkah Wajib Sebelum Analisis

Purging dilakukan untuk mengeluarkan udara dari sistem. Prosedur umum proses purging sebagai berikut:

  • Jalankan aliran fasa gerak dengan flow rate ±2 mL/menit selama ±2 menit.
  • Jika tekanan belum stabil atau bubble cukup banyak, flow rate dapat dinaikkan hingga 4 mL/menit (maksimal 5 mL/menit sesuai batas sistem).
  • Proses dilakukan hingga tekanan stabil.
  • Durasi purging menyesuaikan kondisi sistem.
Gambar 7. Tampilan perangkat lunak instrumen HPLC yang digunakan untuk memonitor kondisi sistem dan merekam data kromatogram selama proses analisis berlangsung.

Menjaga Performa Kolom dan Akurasi Data

Beberapa best practice yang ditekankan dalam training:

  • Gunakan fasa gerak yang jernih dan tidak keruh.
  • Hindari viskositas terlalu tinggi karena dapat meningkatkan tekanan sistem.
  • Viskositas tinggi dalam jangka panjang dapat mempercepat kejenuhan kolom.
  • Stabilkan suhu kolom untuk menjaga konsistensi retention time.
  • Lakukan flushing bertahap saat mengganti pelarut dengan karakteristik berbeda.

Pada tahap awal, sistem mungkin masih menunjukkan hasil yang baik. Namun tanpa prosedur yang tepat, performa kolom dapat menurun secara bertahap dan berdampak pada validitas data analisis.

Gambar 8. Penjelasan pengaturan metode dan monitoring parameter analisis HPLC melalui sistem perangkat lunak instrumen

Membangun Budaya Analisis yang Presisi

Training ini tidak hanya berfokus pada cara mengoperasikan alat, tetapi juga membangun pemahaman menyeluruh tentang prinsip kerja, potensi risiko operasional, serta pentingnya prosedur standar dalam menjaga integritas data.
Dengan sistem yang terawat dan prosedur yang benar, HPLC–RID menjadi instrumen strategis dalam mendukung analisis polimer dan surfaktan untuk keberhasilan implementasi Chemical EOR.

Gambar 9. Foto bersama peserta dan instruktur setelah sesi praktik pengoperasian instrumen HPLC-RID.

Tertarik Berkolaborasi?

OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB membuka peluang kolaborasi riset, pengujian laboratorium, serta pengembangan metode analisis untuk kebutuhan industri dan akademik.
📩 Hubungi kami:
info@ogrindoitb.com
eor@itb.ac.id
Mari wujudkan analisis yang lebih presisi, sistem yang lebih stabil, dan data yang lebih terpercaya untuk mendukung inovasi energi berkelanjutan.

Kategori
News Article

Final Presentation Internship Lab EOR ITB: Penguatan Kompetensi Chemical Enhanced Oil Recovery

Senin, 2 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi peserta Internship Program di Laboratorium EOR ITB yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran intensif selama dua bulan. Kegiatan Final Presentation yang dilaksanakan di Ruang Meeting Lab EOR ITB, Gedung Energi Lantai 7 ITB ini menjadi penutup resmi program sekaligus refleksi atas proses pendalaman materi di bidang Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR).

Gambar 1. Peserta memaparkan evaluasi menyeluruh mencakup desain pengujian laboratorium, interpretasi data, hingga penyusunan alur kerja implementasi Chemical EOR.

Program internship ini dirancang dalam skema hybrid selama dua bulan, yang terdiri dari satu bulan onsite di Laboratorium EOR ITB dan satu bulan offsite (daring). Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara pengalaman praktik langsung di laboratorium dengan pendalaman konseptual, diskusi teknis, serta studi literatur secara mandiri.

Pendalaman Komprehensif Chemical EOR

Selama program berlangsung, peserta mendalami tiga komponen utama dalam implementasi Chemical EOR, yaitu surfaktan, polimer, dan sistem ASP (Alkali–Surfactant–Polymer).

Pada studi surfaktan, peserta mempelajari mekanisme penurunan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air untuk meningkatkan mobilisasi minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan reservoir. Pemahaman ini menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak pada tahap lanjut produksi.

Gambar 2. Peserta memaparkan analisis komprehensif terkait mekanisme polimer, perilaku adsorpsi, serta strategi implementasi Chemical EOR pada skala lapangan.

Pada studi polimer, fokus diberikan pada peningkatan viskositas fluida injeksi untuk memperbaiki mobility ratio dan meningkatkan sweep efficiency. Analisis karakteristik reologi dan stabilitas polimer menjadi bagian penting dalam evaluasi performa sistem injeksi kimia.

Sementara itu, dalam sistem ASP, peserta mempelajari integrasi alkali, surfaktan, dan polimer sebagai pendekatan kombinasi yang bertujuan meningkatkan perolehan minyak melalui sinergi mekanisme kimiawi yang saling mendukung.

Gambar 3. Analisis viskositas, sensitivitas terhadap shear, dan kompatibilitas reservoir sebagai parameter kunci dalam perancangan polymer flooding.

Melalui sesi presentasi akhir, para peserta memaparkan hasil analisis, pemahaman konseptual, serta implikasi aplikatif dari studi yang telah dilakukan. Presentasi ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teori, praktik laboratorium, dan relevansi implementasi di lapangan.

Gambar 4. Sesi diskusi aktif antara peserta, peneliti, dan pembimbing dalam membedah tantangan implementasi Chemical EOR secara aplikatif.

Penguatan Kompetensi Talenta EOR dan Integrasi Akademik–Industri

Kegiatan Final Presentation ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara institusi riset dan program akademik mampu menghasilkan talenta yang siap memasuki dunia riset maupun industri perminyakan. Skema pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas sekaligus kedalaman pemahaman teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri energi saat ini.

Gambar 5. Apresiasi atas dedikasi, ketelitian analitis, dan kontribusi teknis peserta selama mengikuti program penguatan kompetensi Chemical EOR.

Partisipasi aktif peserta dalam sesi presentasi mencerminkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan prinsip ilmu dasar dan teknik lanjutan menjadi solusi teknis yang aplikatif dalam konteks Chemical EOR. Pendalaman terhadap mekanisme kerja surfaktan, karakteristik polimer untuk mobility control, hingga integrasi sistem ASP memperlihatkan kesiapan mereka dalam memahami kompleksitas tantangan reservoir modern.

Program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan relevansi praktis terhadap tantangan nyata industri, khususnya dalam upaya peningkatan produksi pada reservoir mature. Inisiatif ini sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran kolaboratif yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kompetensi profesional sektor energi.

Melalui program ini, Lab EOR ITB bersama OGRINDO ITB menegaskan perannya sebagai pusat capacity building dan penguatan talenta di bidang Chemical EOR yang siap berkontribusi bagi industri migas dan sektor energi nasional.

Tertarik Berkolaborasi atau Mengikuti Program Selanjutnya?

Program Internship Lab EOR ITB merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi serta penguatan ekosistem riset energi berbasis sains dan aplikasi industri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai:

  • Program internship berikutnya
  • Kolaborasi riset Chemical EOR
  • Pengujian dan evaluasi laboratorium
  • Program pelatihan dan pengembangan kapasitas

Silakan menghubungi:

📧Laboratorium EOR ITB: eor@itb.ac.id

📧OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com

Kami terbuka untuk kolaborasi akademik, riset industri, serta pengembangan talenta di bidang subsurface dan teknologi Enhanced Oil Recovery.

Kategori
News Article

Studi Ekskursi Mahasiswa PEM Akamigas di Laboratorium EOR ITB

Mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas melaksanakan studi ekskursi ke Laboratorium Petrofisika dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung pada 27 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dan bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan ilmu di bidang perminyakan dan teknologi subsurface.

Gambar 1. Mahasiswa PEM Akamigas saat mengikuti rangkaian kegiatan studi ekskursi di Laboratorium EOR ITB.

Latar Belakang Kegiatan

Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas merupakan institusi pendidikan vokasi di bidang energi, minyak, dan gas bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Salah satu program studi yang diselenggarakan adalah Program Studi Diploma IV Teknik Produksi Minyak dan Gas.

Sebagai bagian dari agenda pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, PEM Akamigas telah melaksanakan kegiatan kunjungan akademik dalam bentuk studi ekskursi ke Laboratorium Petrofisika dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal penerapan keilmuan di bidang penelitian, proyek komersial, dan tantangan dalam industri migas Indonesia.

Kolaborasi OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB

Kegiatan kunjungan akademik ini terlaksana melalui sinergi antara Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB sebagai bagian dari ekosistem riset dan pengembangan teknologi subsurface di Institut Teknologi Bandung. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta diseminasi pengetahuan di bidang energi dan perminyakan.

Melalui kolaborasi tersebut, Laboratorium EOR ITB berperan sebagai fasilitas pembelajaran berbasis riset, sementara OGRINDO ITB mendukung keterhubungan kegiatan laboratorium dengan konteks riset terapan dan pengembangan keilmuan yang lebih luas.

Pelaksanaan Kunjungan Akademik

Kunjungan akademik ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknik Produksi Minyak dan Gas PEM Akamigas yang sedang menempuh mata kuliah Praktik Enhanced Oil Recovery dan Praktik Evaluasi Formasi. Sebanyak 59 mahasiswa, didampingi oleh dosen pendamping, mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Laboratorium EOR ITB.

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai fasilitas laboratorium, aktivitas pengujian, serta gambaran umum penelitian dan pengembangan teknologi, khususnya di analisa karakteristik sifat fisik batuan dan chemical enhanced oil recovery. Interaksi langsung antara mahasiswa dan lingkungan laboratorium menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis praktik.

Gambar 4. Pembahasan hasil pengujian dan interpretasi data laboratorium bersama tim EOR ITB.

Waktu dan Lokasi Kegiatan

Kunjungan akademik mahasiswa PEM Akamigas ke Laboratorium EOR ITB telah dilaksanakan pada:
Tanggal: 27 Januari 2026
Lokasi: Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan terkoordinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Gambar 5. Foto bersama mahasiswa PEM Akamigas bersama perwakilan Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB di depan Gedung Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung.

Penutup

Pelaksanaan kunjungan akademik ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan lingkungan riset perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa. Sinergi antara PEM Akamigas, Laboratorium EOR ITB, dan OGRINDO ITB diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya penguatan pembelajaran, riset, dan pengembangan teknologi di bidang energi dan perminyakan.

Bagi institusi, mitra industri, maupun pihak lain yang tertarik untuk menjalin kerja sama, berdiskusi lebih lanjut, atau memperoleh informasi terkait kegiatan riset dan fasilitas laboratorium, silakan menghubungi OGRINDO ITB melalui email info@ogrindoitb.com atau Laboratorium EOR ITB melalui email eor@itb.ac.id.

Kategori
News Article

Inisiasi Kolaborasi Strategis antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB dengan China National Logging Corporation (CNLC)

OGRINDO ITB, bersama Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB, secara resmi memulai penjajakan kolaborasi strategis dengan China National Logging Corporation (CNLC), perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan teknologi perminyakan, melalui inisiatif collaborative feasibility study yang berfokus pada core analysis serta laboratory-based qualification testing untuk produk chemical agent milik CNLC. Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi riset dan teknis yang berorientasi pada pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Indonesia.

Gambar 1. Diskusi teknis awal antara tim CNLC, OGRINDO ITB, dan Laboratorium EOR ITB di fasilitas laboratorium ITB.

Latar Belakang Penjajakan Kerja Sama

CNLC menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan studi kelayakan teknis guna mengevaluasi aplikabilitas, kinerja, dan kompatibilitas chemical agent pada kondisi reservoir yang representatif. Studi ini dimaksudkan sebagai bagian dari tahap penilaian awal sebelum potensi implementasi lapangan teknologi tersebut di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui kolaborasi antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (Lab EOR) ITB, dipandang sebagai mitra yang memiliki kapabilitas dan pengalaman yang relevan dalam kegiatan karakterisasi reservoir, core analysis, serta pengujian laboratorium skala kimia EOR. Penentuan platform laboratorium yang paling sesuai akan dilakukan berdasarkan kesiapan fasilitas dan pertimbangan institusional dari pihak ITB.

Ruang Lingkup Inisiasi Kolaborasi

Penjajakan kerja sama ini masih berada pada tahap awal, dengan ruang lingkup utama meliputi:

  • Diskusi awal terkait rencana dan pendekatan studi kelayakan teknis
  • Penyelarasan preliminary scope of work antara para pihak
  • Peninjauan kapabilitas laboratorium serta prosedur pengujian yang tersedia di ITB
Gambar 2. Peninjauan fasilitas dan peralatan laboratorium EOR sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi teknis.

Hasil dari tahap inisiasi ini diharapkan dapat menjadi landasan teknis bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik dalam bentuk riset bersama maupun aplikasi industri di masa mendatang.

Kunjungan Teknis CNLC ke ITB

Sebagai bagian dari proses penjajakan, direncanakan kunjungan teknis tim CNLC Asia Pacific ke ITB pada Januari 2026. Kunjungan ini mencakup kegiatan diskusi teknis bersama serta laboratory visit untuk meninjau langsung fasilitas pengujian kimia EOR.

Gambar 3. Diskusi teknis mendalam terkait pendekatan studi kelayakan dan pengujian chemical EOR.

Agenda kunjungan difokuskan pada hal-hal berikut:

  • Diskusi teknis awal antara CNLC dan ITB
  • Pembahasan kebutuhan dan persyaratan pengujian laboratorium
  • Peninjauan fasilitas serta kapabilitas laboratorium EOR di lingkungan ITB

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama terkait pendekatan studi yang akan dilakukan serta memastikan kesesuaian antara kebutuhan teknis dan fasilitas yang tersedia.

Gambar 4. Pemaparan teknis mengenai metodologi pengujian dan kapabilitas Laboratorium EOR ITB.

Peran OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam Kolaborasi

Dalam inisiatif ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (Lab EOR) ITB berkolaborasi secara sinergis, di mana OGRINDO ITB berperan sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan aktivitas riset, sementara Lab EOR ITB berperan sebagai pelaksana utama kegiatan pengujian laboratorium dan evaluasi teknis. Dengan pengalaman dalam pengujian kimia EOR, core analysis, serta studi pendukung implementasi teknologi EOR, OGRINDO ITB berkomitmen untuk mendukung proses evaluasi teknis secara objektif dan berbasis data.

Gambar 5. Demonstrasi fasilitas pengujian laboratorium EOR untuk mendukung evaluasi teknis berbasis data.

Prospek Kolaborasi ke Depan

Penjajakan kerja sama antara OGRINDO ITB, Laboratorium EOR ITB, dan CNLC ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong kolaborasi internasional di bidang riset dan pengembangan teknologi EOR. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, mendukung penguatan kapasitas riset, transfer pengetahuan, serta penerapan teknologi EOR yang sesuai dengan karakteristik reservoir di Indonesia.

OGRINDO ITB menyambut baik inisiatif ini dan berharap proses penjajakan yang sedang berlangsung dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan.

Gambar 6. Foto bersama tim CNLC, OGRINDO ITB, dan Laboratorium EOR ITB dalam rangka inisiasi kolaborasi strategis.

Informasi dan Peluang Kolaborasi

OGRINDO ITB terbuka untuk peluang kolaborasi riset, studi kelayakan, serta pengembangan teknologi di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) dan karakterisasi reservoir. Untuk informasi lebih lanjut atau penjajakan kerja sama, silakan menghubungi:
📧 Email: info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Ardhi Hakim Lumban Gaol, S.T., M.Sc., Ph.D.: Memperkuat Integrasi Riset, Teknologi, dan Implementasi Subsurface di OGRINDO ITB

Ardhi Hakim Lumban Gaol, S.T., M.Sc., Ph.D. merupakan akademisi dan praktisi perminyakan dengan pengalaman panjang dalam pengembangan studi subsurface terintegrasi, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pemanfaatan teknologi digital dan machine learning untuk optimasi lapangan migas. Dengan latar belakang pendidikan internasional dan rekam jejak profesional yang luas, Dr. Ardhi berperan penting dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri energi nasional.

Gambar 1. Dr. Ardhi Hakim Lumban Gaol, Ph.D. saat menyampaikan paparan dalam ITB Energy Summit 2025.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Ardhi menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2009. Minatnya yang kuat pada pemodelan reservoir dan aliran fluida mendorongnya melanjutkan studi ke Texas A&M University, Amerika Serikat, salah satu pusat unggulan dunia dalam bidang petroleum engineering. Di institusi tersebut, ia meraih gelar Master of Science pada tahun 2012 dan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada tahun 2016.

Penelitian doktoralnya berfokus pada pemodelan aliran dua fasa di sumur gas dengan permasalahan liquid loading, yang kemudian dipublikasikan dalam berbagai jurnal dan konferensi internasional bereputasi. Fondasi akademik ini menjadi basis kuat dalam pendekatan analitis dan berbasis sains yang ia terapkan hingga saat ini.

Aktivitas Akademik dan Keilmuan

Sejak tahun 2013, Dr. Ardhi aktif sebagai dosen di Program Studi Teknik Perminyakan ITB. Dalam perannya sebagai pendidik dan peneliti, ia terlibat dalam pengembangan riset-riset strategis di bidang reservoir engineering, EOR, carbon capture, storage and utilization (CCS/CCUS), serta penerapan data analytics dan machine learning untuk evaluasi dan peramalan kinerja reservoir.

Selain aktivitas riset dan pengajaran, Dr. Ardhi juga aktif dalam kegiatan akademik-strategis dan forum energi nasional. Ia tercatat sebagai Ketua Pelaksana ITB Energy Summit 2025, sebuah forum strategis yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemangku kebijakan untuk membahas tantangan dan arah transisi energi di Indonesia. Peran ini mencerminkan kapasitas kepemimpinannya dalam mengorkestrasi diskusi lintas sektor dan memperkuat posisi ITB sebagai rujukan pemikiran strategis di bidang energi.

Keaktifannya dalam komunitas ilmiah tercermin dari keterlibatannya sebagai anggota Society of Petroleum Engineers (SPE) dan Society of Indonesian Petroleum Engineers (IATMI), serta kontribusinya dalam berbagai publikasi ilmiah internasional.

Pengalaman Profesional dan Bidang Keahlian

Selain dunia akademik, Dr. Ardhi memiliki pengalaman profesional yang sangat luas sebagai konsultan dan lead engineer pada berbagai studi strategis industri migas nasional. Ia telah memimpin dan terlibat dalam studi optimasi pengembangan lapangan, sertifikasi cadangan, perancangan waterflood dan EOR, well integrity, hingga studi CCS/CCUS untuk berbagai operator dan institusi, termasuk Pertamina Group, SKK Migas, INPEX, dan perusahaan energi lainnya.

Bidang keahliannya mencakup reservoir simulation, EOR terintegrasi, subsurface data management, smart well monitoring, serta pemanfaatan big data analytics dan machine learning untuk pengambilan keputusan teknis. Ia juga menguasai berbagai perangkat lunak industri seperti Petrel, Eclipse, Intersect, tNavigator, IPM, hingga pemrograman Python dan C++ untuk pengembangan model teknis lanjutan.

Peran Strategis di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB, Dr. Ardhi Hakim Lumban Gaol memegang peran strategis dalam penguatan kapasitas riset dan layanan teknis berbasis subsurface engineering. Ia terlibat aktif dalam perancangan, pengawalan, dan evaluasi studi-studi kompleks yang mencakup reservoir characterization, Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga studi CCS/CCUS dan pemanfaatan teknologi digital untuk pengambilan keputusan teknis.

Dalam perannya tersebut, Dr. Ardhi tidak hanya berkontribusi sebagai ahli teknis, tetapi juga sebagai pengarah metodologi riset, penjamin kualitas analisis, serta penghubung antara pendekatan akademik dan kebutuhan praktis industri. Pengalaman panjangnya sebagai project leader dan senior petroleum engineer pada berbagai proyek strategis nasional menjadi nilai tambah dalam memastikan solusi yang dihasilkan OGRINDO ITB bersifat aplikatif, kredibel, dan berbasis data.

Dengan kombinasi keahlian akademik, pengalaman lapangan, dan penguasaan teknologi mutakhir, Dr. Ardhi berkontribusi signifikan dalam mendukung visi OGRINDO ITB sebagai pusat unggulan riset dan layanan keinsinyuran perminyakan yang berorientasi pada keunggulan ilmiah, kebutuhan industri, dan keberlanjutan energi.

Kolaborasi dan Informasi Lebih Lanjut

Melalui peran Dr. Ardhi Hakim Lumban Gaol, Ph.D. sebagai Senior Researcher OGRINDO ITB, OGRINDO ITB terus membuka peluang kolaborasi riset, studi teknis, dan pengembangan solusi subsurface yang inovatif dan berbasis sains untuk mendukung industri energi.

📩 Tertarik untuk berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?
Silakan hubungi kami melalui email: info@ogrindoitb.com
atau kunjungi www.ogrindoitb.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
News Article

Lab EOR ITB Internship Program

Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan sumber daya manusia dan penguatan ekosistem riset energi, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB secara resmi menyelenggarakan Lab EOR ITB Internship Program untuk pertama kalinya. Program magang ini dirancang sebagai wadah pembelajaran terintegrasi yang menjembatani dunia akademik dengan praktik nyata di laboratorium riset profesional.

Program ini diikuti oleh empat mahasiswa terpilih yang berasal dari Program Studi Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta, setelah melalui proses seleksi yang kompetitif. Kehadiran program ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam mencetak calon peneliti dan praktisi energi masa depan yang unggul, adaptif, dan berintegritas.

Gambar 1. Sesi pembukaan Lab EOR ITB Internship Program yang diawali dengan perkenalan peserta, pengarahan program, serta pembacaan aturan dan tata tertib kegiatan laboratorium.

Latar Belakang dan Tujuan Program

Industri energi, khususnya sektor hulu migas dan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga terampil secara praktis. Menyadari kebutuhan tersebut, Lab EOR ITB menghadirkan program magang ini dengan sejumlah tujuan utama, antara lain:

  1. Membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata dan pengujian di laboratorium EOR,
  2. Memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam hands-on projects berbasis riset dan eksperimen,
  3. Melatih dan mengembangkan soft skills mahasiswa, seperti komunikasi, kerja tim, problem solving, dan etika profesional,
  4. Memperkuat fundamental concept di bidang teknik perminyakan dan Chemical EOR melalui pendekatan aplikatif.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar how it works, tetapi juga why it matters dalam konteks riset dan industri.

Gambar 2. Peserta Internship Lab EOR ITB sedang mengamati operasi instrumen laboratorium, belajar langsung lewat praktik di meja kerja.

Bagian dari Community Service dan Pengabdian Masyarakat

Lebih dari sekadar program akademik, Lab EOR ITB Internship Program merupakan wujud nyata kepedulian Lab EOR ITB terhadap komunitas. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Community Service, di mana laboratorium tidak hanya berfokus pada proyek riset dan kerja sama industri, tetapi juga pada pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan pengembangan talenta muda.

Dalam konteks ini, Lab EOR ITB membuka akses pembelajaran yang inklusif, terstruktur, dan berkualitas bagi mahasiswa, sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem riset nasional.

Gambar 3. Peserta Internship Lab EOR ITB fokus memperhatikan dan mencatat penjelasan tentang kegiatan riset laboratorium.

Proses Seleksi yang Kompetitif dan Transparan

Antusiasme terhadap program ini tercermin dari tingginya jumlah pendaftar. Pada batch perdana ini:

  • 80 mahasiswa Teknik Perminyakan mendaftarkan diri pada tahap awal,
  • Melalui seleksi administrasi, disaring menjadi 10 mahasiswa terbaik,
  • Tahap akhir dilakukan melalui proses Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kesiapan berkolaborasi.

Seluruh peserta pada program perdana ini berasal dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Dari keseluruhan proses tersebut, akhirnya terpilih 4 mahasiswa yang dinilai paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan program.

Proses seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa peserta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki motivasi, etika kerja, dan potensi berkembang yang kuat.

Gambar 4. Peserta Internship Lab EOR ITB mengamati langsung penggunaan peralatan dan sampel laboratorium.

Kolaborasi dan Kontribusi Bersama OGRINDO ITB

Meskipun merupakan program yang diinisiasi oleh Lab EOR ITB, pelaksanaan internship ini juga tidak terlepas dari kontribusi ekosistem riset yang lebih luas, termasuk OGRINDO ITB. Program ini mencerminkan sinergi antara laboratorium akademik dan kelompok riset terapan dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa.

Kontribusi ini sejalan dengan visi OGRINDO ITB dalam mendorong riset yang berdampak, penguatan kompetensi SDM, serta keberlanjutan pengembangan teknologi energi di Indonesia.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Melalui Lab EOR ITB Internship Program, diharapkan para peserta dapat membawa pulang pengalaman berharga yang menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional mereka. Di sisi lain, program ini juga diharapkan menjadi fondasi bagi penyelenggaraan program magang yang berkelanjutan dan semakin inklusif di masa mendatang.

Ke depan, Lab EOR ITB membuka peluang untuk menerima mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, guna memperluas dampak program dan memperkuat jejaring kolaborasi akademik nasional. Inisiatif ini sejalan dengan semangat pengabdian dan pengembangan talenta muda di bidang energi.

Lab EOR ITB percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan energi adalah melalui pengembangan manusia. Internship Program ini menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang tersebut.

Gambar 6. Suasana lab penuh semangat! Mahasiswa magang EOR ITB berdiskusi, melakukan eksperimen, dan belajar bersama dalam program internship.

Informasi dan Peluang Kolaborasi

Lab EOR ITB mengundang mahasiswa, akademisi, serta mitra industri untuk terus mengikuti perkembangan Lab EOR ITB Internship Program dan berbagai inisiatif riset lainnya. Bagi institusi pendidikan maupun organisasi yang tertarik untuk berkolaborasi, membuka peluang magang, atau menjajaki kerja sama riset dan pengabdian masyarakat, kami terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
📧 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
📧 Lab EOR ITB: labifteoritb@gmail.com
Mari bersama-sama berkontribusi dalam pengembangan talenta muda dan kemajuan riset energi nasional.

Kategori
News Article

Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D.: Menguatkan Riset Chemical EOR dan Transisi Energi di OGRINDO ITB

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknik perminyakan, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. merupakan peneliti senior OGRINDO ITB dengan rekam jejak yang kuat dalam riset Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), revitalisasi lapangan minyak mature, serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Ia telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi serta terlibat aktif dalam proyek riset dan kolaborasi industri berskala nasional maupun internasional.

Gambar 1. Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Senior Researcher Ogrindo ITB.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Ivan Kurnia menempuh pendidikan formal di bidang Teknik Perminyakan melalui jalur akademik yang kuat dan berjenjang. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Master of Science (M.Sc.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di New Mexico Institute of Mining and Technology, Amerika Serikat—sebuah institusi yang dikenal memiliki keunggulan dalam riset reservoir dan enhanced oil recovery.

Sebagai pengakuan atas kompetensi profesionalnya, Dr. Ivan juga telah menyelesaikan Program Profesi Insinyur (Engineer) Bidang Teknik Perminyakan di ITB, yang semakin memperkuat perannya sebagai akademisi sekaligus praktisi.

Kepakaran Riset dan Kontribusi Ilmiah

Saat ini, Dr. Ivan aktif sebagai dosen dan peneliti di Institut Teknologi Bandung, sekaligus menjalankan peran strategis sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB. Fokus keahliannya meliputi:

  • Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), termasuk formulasi surfaktan, pengukuran interfacial tension (IFT), analisis phase behavior, dan uji coreflood
  • Revitalisasi lapangan minyak mature
  • Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)
  • Pemodelan dan simulasi reservoir

Kontribusi riset Dr. Ivan telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah global, dengan topik yang mencakup sinergi surfaktan–nanopartikel untuk EOR, desain salinitas pada proses alkali–surfactant–polymer (ASP) flooding, hingga pembelajaran dari eksperimen coreflood surfactant–polymer dan alkali–surfactant–polymer. Publikasi tersebut menjadi landasan ilmiah penting bagi pengembangan teknologi EOR yang aplikatif dan berbasis data.

Pengalaman Proyek dan Kolaborasi Industri

Selain aktivitas akademik, Dr. Ivan memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek terapan dan layanan industri. Beliau terlibat dalam berbagai studi chemical EOR, CCUS, gas injection, dan pemodelan reservoir, serta berpengalaman bekerja dalam tim multidisiplin yang melibatkan akademisi, operator migas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Gambar 2. Dr. Ivan bersama tim dalam diskusi riset dan koordinasi proyek industri.

Beliau juga berperan sebagai penanggung jawab dan pengelola peralatan laboratorium strategis, seperti sistem gasflood dan slim tube apparatus, yang mendukung kegiatan riset eksperimental dan studi kelayakan teknologi EOR di OGRINDO ITB. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan riset fundamental dan kebutuhan lapangan, Dr. Ivan berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi teknis yang inovatif sekaligus realistis untuk diimplementasikan oleh industri.

Selain perannya dalam riset dan kolaborasi industri, Dr. Ivan Kurnia juga dipercaya menjalankan peran organisasi sebagai Wakil Koordinator Bidang Audit Internal. Dalam kapasitas ini, ia berkontribusi dalam penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas pelaksanaan kegiatan riset dan layanan profesional, sehingga mendukung keberlanjutan dan kredibilitas institusi.

Gambar 3. Dr. Ivan sedang melaksanakan audit iternal di Departemen Teknik Perminyakan.

Peran Kepemimpinan dan Kontribusi Global

Komitmen Dr. Ivan terhadap pengembangan komunitas energi tidak hanya tercermin dari aktivitas riset, tetapi juga dari peran kepemimpinannya di tingkat internasional. Pada September 2025, ia dipercaya sebagai Ketua Pelaksana International Conference on Green Energy and Resources Engineering (ICGERE).

Konferensi ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya, dan masa depan energi berkelanjutan. Peran ini menegaskan kapasitas Dr. Ivan sebagai penghubung antara riset, industri, dan kebijakan energi global.

Menguatkan Peran OGRINDO ITB dalam Riset dan Transisi Energi

Dengan kombinasi pendidikan internasional, pengalaman lebih dari 15 tahun, publikasi ilmiah bereputasi, keterlibatan aktif dalam proyek industri, serta kepemimpinan profesional, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan kapasitas riset dan layanan OGRINDO ITB.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis sains, OGRINDO ITB siap menjadi mitra strategis bagi industri, pemerintah, dan institusi akademik dalam pengembangan teknologi EOR, pengelolaan reservoir mature, serta inisiatif transisi energi.

📩 Tertarik untuk berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

Silakan hubungi kami melalui email info@ogrindoitb.com atau kunjungi www.ogrindoitb.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
News Article

Training Surfactant Screening for EOR: Mengubah Hasil Riset menjadi Strategi EOR yang Aplikatif

Upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional di tengah penurunan produksi lapangan eksisting menuntut penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang semakin matang, terukur, dan berbasis riset. Menjawab tantangan tersebut, telah diselenggarakan Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Best Western Premier The Hive, Cawang, DKI Jakarta.

Pelatihan ini menghadirkan Ir. Mahruri, S.T., M.Sc., Project Manager Laboratorium EOR ITB sekaligus Peneliti OGRINDO ITB, sebagai pemateri. Kegiatan diselenggarakan oleh KOPUM IATMI (Koperasi Jasa Usaha Mandiri Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia) dan diikuti oleh para profesional dari Pertamina RTI.

Pelatihan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kapasitas teknis serta memperkuat kompetensi para profesional perminyakan, khususnya untuk mendukung pengembangan dan optimalisasi penerapan teknologi EOR di berbagai wilayah kerja migas Indonesia.

Gambar 1. Ir. Mahruri, S.T., M.Sc. menyampaikan konsep fundamental Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR).

Urgensi Penerapan EOR di Lapangan Migas Indonesia

Pada sesi pembuka, Ir. Mahruri memaparkan gambaran komprehensif mengenai tahapan produksi minyak—mulai dari primary recovery, secondary recovery, hingga Enhanced Oil Recovery. Disampaikan bahwa meskipun metode waterflood dan gas flood telah banyak diterapkan, porsi minyak signifikan masih tertinggal di reservoir akibat keterbatasan mekanisme displacement konvensional.

Dalam konteks ini, EOR hadir sebagai solusi strategis untuk:

  • Menguras residual oil yang terperangkap secara mikroskopis,
  • Meningkatkan recovery factor,
  • Memperpanjang umur lapangan migas eksisting.

Secara global, kontribusi EOR terhadap produksi minyak dunia terus meningkat, terutama di negara-negara dengan lapangan mature. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan EOR, khususnya Chemical EOR, baik pada reservoir sandstone maupun karbonat.

Chemical EOR dan Peran Strategis Surfaktan

Fokus utama training ini adalah Chemical EOR, dengan penekanan pada surfactant flooding. Secara fundamental, Chemical EOR bertujuan memodifikasi sifat fisika-kimia fluida dan batuan reservoir melalui injeksi bahan kimia seperti alkali, surfaktan, dan polimer.

Ir. Mahruri menjelaskan bahwa surfaktan memegang peranan krusial dalam:

  • Menurunkan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air hingga mencapai kondisi ultra-low IFT,
  • Membentuk mikroemulsi yang mampu memobilisasi residual oil,
  • Mengubah kebasahan batuan (wettability alteration),
  • Meningkatkan efisiensi displacement dan proses imbibisi.

Keberhasilan surfactant flooding sangat bergantung pada proses screening dan evaluasi laboratorium yang komprehensif, sehingga surfaktan yang diaplikasikan benar-benar kompatibel dengan karakteristik reservoir.

Surfactant Screening: Dari Konsep hingga Evaluasi Laboratorium

Salah satu keunggulan utama pelatihan ini adalah pembahasan mendalam mengenai alur surfactant screening berbasis laboratorium, mencakup interaksi fluid–fluid dan rock–fluid, serta kinerja kimia dalam media berpori.
Beberapa pengujian penting yang dibahas meliputi:

  1. CMC–IFT Test
    Menentukan konsentrasi optimum surfaktan untuk menghasilkan nilai IFT terendah. Surfaktan yang unggul diharapkan mampu mencapai ultra-low IFT (<10⁻² mN/m) pada konsentrasi yang ekonomis.
  2. Aqueous Stability Test
    Mengukur kestabilan dan kompatibilitas surfaktan dalam brine injeksi maupun native brine reservoir guna menghindari risiko presipitasi dan plugging.
  3. Phase Behavior Test
    Mengevaluasi pembentukan mikroemulsi (Winsor Type III) sebagai indikator utama efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
  4. Thermal Stability & Filtration Test
    Memastikan stabilitas surfaktan pada suhu reservoir serta meminimalkan potensi gangguan injektivitas selama proses injeksi.
  5. Wettability, Adsorption, dan Imbibition Test
    Menilai kemampuan surfaktan dalam mengubah kebasahan batuan serta meminimalkan kehilangan surfaktan akibat adsorpsi.
  6. Coreflooding dan Micromodel
    Tahapan lanjutan untuk mensimulasikan performa surfaktan secara dinamis dalam media berpori sekaligus memvisualisasikan mekanisme displacement secara dua dimensi.

Rangkaian pengujian ini menegaskan bahwa Chemical EOR bukan sekadar proses injeksi kimia, melainkan pendekatan ilmiah terintegrasi yang harus didukung oleh data laboratorium yang kuat dan representatif.

Menjembatani Riset dan Implementasi Lapangan

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan praktis tentang bagaimana hasil riset dan pengujian laboratorium dapat diterjemahkan menjadi strategi EOR yang siap diterapkan di lapangan.

Diskusi turut mengulas tantangan umum dalam implementasi Chemical EOR, antara lain:

  • Adsorpsi dan degradasi polimer,
  • Sensitivitas surfaktan terhadap salinitas dan temperatur,
  • Risiko plugging, scaling, dan korosi,
  • Aspek keekonomian serta kesiapan fasilitas permukaan.

Berbagai studi kasus dan lesson learned dari implementasi EOR di dalam maupun luar negeri memperkaya perspektif peserta terhadap kompleksitas sekaligus peluang teknologi ini.

Membuka Peluang Kolaborasi Strategis

Melalui kegiatan ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi EOR berbasis riset, pengujian laboratorium, dan kolaborasi erat dengan industri.

Peluang kerja sama terbuka untuk:

  • Riset dan pengembangan Chemical EOR,
  • Surfactant screening dan evaluasi laboratorium,
  • Studi kelayakan EOR,
  • Pelatihan teknis dan konsultansi,
  • Proyek kolaborasi industri–akademia.
Gambar 4. Penyerahan sertifikat kepada peserta Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bentuk penguatan kompetensi teknis.

📩 Kontak kerja sama:

OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
Laboratorium EOR ITB: labifteoritb@gmail.com

Training ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara riset, laboratorium, dan industri dapat mempercepat adopsi teknologi EOR yang aplikatif, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Kategori
News Article

Optimalisasi Enhanced Oil Recovery dengan Low Salinity Water dan Nanofluida TiO₂ pada Reservoir Sandstone

Penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terus menjadi fokus strategis dalam upaya peningkatan produksi minyak nasional, terutama pada reservoir yang memasuki tahap akhir masa produktif. Salah satu metode EOR yang saat ini menarik perhatian adalah penggunaan Low Salinity Water (LSW) sebagai fluida injeksi. Sejumlah studi membuktikan bahwa brine dengan salinitas rendah mampu memobilisasi residual oil lebih efektif dibandingkan brine bersalinitas tinggi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa efektivitas LSW dapat ditingkatkan melalui penambahan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂). Riset ini menjadi penting karena data eksperimental mengenai kompatibilitas serta mekanisme sinergi keduanya pada sistem crude oil–brine–rock (COBR) masih terbatas.

Gambar 1. Ilustrasi interaksi sistem crude oil–brine–rock (COBR) pada penelitian LSW–TiO₂.

Mengapa Low Salinity Water Menjadi Lebih Efektif dengan Nanopartikel TiO₂?

Studi laboratorium terbaru menginvestigasi interaksi crude oil–brine–rock (COBR) pada rentang salinitas 500–32.000 ppm dan konsentrasi TiO₂ 0–100 ppm menggunakan sampel Berea sandstone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO₂ ke dalam LSW memicu perubahan fisikokimia yang signifikan, terutama pada parameter pH, zeta potential, dan sudut kontak, yang secara langsung memengaruhi mekanisme pelepasan minyak dari permukaan batuan.

Gambar 2. Mekanisme interaksi LSW–TiO₂ yang memengaruhi sifat antarmuka dan wettability, berkontribusi pada peningkatan performa oil recovery.

Kombinasi ini menghasilkan nanofluida LSW–TiO₂ yang efektif dalam mengubah sifat pembasahan batuan menjadi lebih water-wet (wettability alteration). Dalam kondisi water-wet, permukaan batuan lebih mudah dibasahi oleh air, sehingga minyak yang sebelumnya terikat kuat pada permukaan pori dapat bergerak dan terproduksi dengan lebih efisien.

Gambar 3. Perubahan nilai zeta potential (ZP) pada berbagai konsentrasi TiO₂ dan tingkat salinitas.

Implikasi untuk EOR

Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa kombinasi LSW dan nanopartikel TiO₂ memiliki potensi signifikan untuk mengoptimalkan proses EOR pada reservoir sandstone. Modifikasi sifat antarmuka—terutama melalui perubahan wettability—muncul sebagai mekanisme utama yang mendukung peningkatan mobilisasi minyak.

Kajian ini juga menunjukkan bahwa konsentrasi TiO₂ yang diuji dapat memberikan respon fisikokimia yang konsisten sehingga membuka peluang mendesain fluida injeksi yang lebih optimal untuk mendapatkan hasil peningkatan perolehan minyak yang lebih maksimal.

Selain memberikan pemahaman fundamental mengenai interaksi fluida–batuan pada kondisi salinitas rendah, hasil penelitian ini menawarkan arah baru bagi pengembangan formulasi nanofluida LSW–TiO₂ yang lebih efektif untuk aplikasi lapangan. Studi lanjutan, seperti coreflooding, menjadi rencana kedepan untuk memvalidasi implikasi dari temuan ini terhadap peningkatan oil recovery secara langsung.

🔗 Akses Paper Publikasi

Ingin memahami lebih dalam mekanisme, data eksperimental, serta analisis lengkapnya?
Paper dapat diakses di sini.

🤝 Kolaborasi Riset dan Industri

OGRINDO ITB membuka peluang kolaborasi untuk penelitian lanjutan serta kerja sama industri di bidang EOR, nanoteknologi, dan kimia reservoir.
Hubungi kami melalui: 📩 info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

ITB Energy Transition Summit 2025: Mendorong Akselerasi Transisi Energi Indonesia Melalui Kolaborasi Multi-Sektor

Bandung, 13 November 2025 — Sejumlah peneliti OGRINDO ITB turut hadir dalam ITB Energy Transition Summit 2025, sebuah forum akademik dan pemangku kepentingan yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung dan diorganisasi oleh KK Teknik Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas (TPPMM) sebagai wadah kolaborasi ilmiah untuk mendorong percepatan transisi energi nasional. Acara ini mempertemukan pemerintah, industri energi, lembaga riset, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas arah kebijakan, tantangan, serta peluang strategis transisi energi dan ketahanan energi Indonesia.

Sebagai bentuk kontribusi institusional, acara ini dirancang untuk memperkuat dukungan ITB terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat proses transisi energi nasional. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis untuk melahirkan rekomendasi kebijakan, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mendorong implementasi strategi menuju sistem energi Indonesia yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

🎤 Pembukaan dan Keynote: Menggugah Kesadaran, Menajamkan Arah Perubahan

Gambar 1. Pembukaan ITB Energy Transition Summit 2025 oleh Prof. Syafrizal serta keynote speech oleh Prof. Purnomo Yusgiantoro mengenai urgensi transisi energi untuk ketahanan energi nasional.

Acara dimulai dengan sambutan dari Prof. Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM, selaku Dekan FTTM ITB yang mewakili Rektor ITB. Dalam pembukaannya, beliau menekankan peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan landasan ilmiah, riset strategis, dan inovasi teknologi yang dapat mendukung percepatan transisi energi.

Suasana forum semakin hidup saat Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA, Ph.D. menyampaikan keynote speech yang menyoroti posisi strategis Indonesia dalam peta transisi dan ketahanan energi global. Beliau menegaskan bahwa transisi energi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah urgensi dan keniscayaan untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam paparannya, Prof. Purnomo menekankan bahwa keberhasilan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem kolaboratif yang terintegrasi—melibatkan pemerintah, industri, lembaga riset, serta generasi muda sebagai penggerak inovasi. Perspektif ini selaras dengan arah besar transformasi energi Indonesia yang membutuhkan sinergi lintas sektor, percepatan inovasi, dan keberlanjutan kebijakan jangka panjang.

Transisi ke sesi panel kemudian memperdalam pembahasan melalui analisis teknis dan strategis dari perspektif kebijakan, industri, dan akademisi.

🧭 Panel Sesi 1: Menyatukan Kebijakan, Ekosistem, dan Inisiatif Transisi Energi

Panel pertama, bertajuk “Energy Transition, Ecosystem, Initiative, Policies for Indonesia”, dipandu oleh Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., dosen dan peneliti ITB.

Pembicara pada diskusi panel 1 adalah:
1. Togu Santoso Pardede, S.T., MIDS, Ph.D. – Bappenas
2. Edwin Nugraha Putra, S.T., M.Sc. – PT PLN (Persero)
3. Ir. Hilmi Panigoro, M.B.A., M.Sc. – Medco Energi Internasional

Diskusi sesi pertama menggambarkan bagaimana kebijakan, industri, dan infrastruktur harus bergerak secara harmonis dalam membentuk ekosistem transisi energi nasional. Para pembicara menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak dapat berdiri sendiri—kebijakan perlu selaras dengan kesiapan industri, sementara pelaku industri membutuhkan kepastian regulasi dan roadmap yang konsisten untuk mengarahkan investasi dan pengembangan teknologi.

Panel ini menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan visi jangka panjang dan landasan kebijakan yang kokoh, sementara industri memastikan bahwa inovasi, pendanaan, dan implementasi di lapangan mampu mengikuti arah transformasi tersebut. Dengan pendekatan terintegrasi ini, transisi energi diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam aksi nyata di seluruh tingkat sistem energi nasional.

Gambar 2. Panel Sesi 1 menghadirkan pemangku kepentingan dari Bappenas, PLN, dan Medco Energi, dipandu oleh Dr. Grandprix Kadja.

🚀 Panel Sesi 2: Teknologi dan Pengembangan SDM sebagai Katalis Transformasi

Sesi kedua mengangkat tema “Technology and Human Development”, dengan Taufik Faturohman, S.T., M.B.A., Ph.D. sebagai moderator.

Pembicara pada diskusi panel 2 adalah:
1. Fadli Rahman, S.T., M.S., Ph.D. – Pertamina NRE
2. Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D. – Pusat Kebijakan Keenergian ITB
3. Filda Citra Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D. – Purnomo Yusgiantoro Center

Panel kedua berfokus pada dua pilar utama transisi energi: teknologi dan sumber daya manusia. Diskusi mengalir mulai dari teknologi masa depan seperti CCUS, hidrogen hijau, hingga digitalisasi sistem energi, yang semuanya dinilai memiliki potensi besar mempercepat transformasi sektor energi Indonesia. Para pembicara menegaskan bahwa teknologi hanya dapat memberikan dampak optimal bila didukung oleh SDM yang kompeten dan adaptif.

Dalam sesi ini, berkembang pandangan bahwa investasi pada teknologi harus berjalan seiring dengan investasi pada peningkatan kapasitas manusia. Perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian perlu membangun ekosistem pembelajaran dan inovasi yang mampu melahirkan talenta multidisiplin. Kolaborasi riset–industri dan kurikulum yang relevan menjadi faktor kunci agar Indonesia mampu bersaing dalam lanskap energi global yang terus berubah.

Gambar 3. Panel Sesi 2 dengan narasumber dari Pertamina NRE, Pusat Kebijakan Keenergian ITB, serta Purnomo Yusgiantoro Center, dimoderatori oleh Dr. Taufik Faturohman.

🔍 Rangkuman Kunci (Minutes of Summit)

Minutes of Summit menegaskan beberapa poin strategis:

  • urgensi kolaborasi lintas sektor berbasis sains dan kebijakan,
  • perlunya roadmap transisi energi yang terintegrasi dan konsisten,
  • pentingnya investasi pada teknologi rendah karbon,
  • serta penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai pilar utama keberhasilan transformasi energi.

Temuan-temuan ini menjadi referensi penting bagi para pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan dan strategi lanjutan untuk mempercepat transisi energi Indonesia.

Untuk menyaksikan rangkaian acara secara lengkap, termasuk sesi keynote dan panel diskusi, rekaman siaran langsung ITB Energy Transition Summit 2025 dapat ditonton melalui tautan berikut:

🔗 Tonton full live di sini

Gambar 4. Suasana diskusi, tanya jawab, dan networking antar peserta, memperlihatkan kolaborasi strategis multi-sektor untuk mempercepat transisi energi Indonesia.
Gambar 5. Suasana diskusi, tanya jawab, dan networking antar peserta, memperlihatkan kolaborasi strategis multi-sektor untuk mempercepat transisi energi Indonesia.
Gambar 6. Sesi foto bersama para pembicara, moderator, dan wakil pemerintah yang hadir dalam acara ini.

🎓 ITB sebagai Jembatan Keilmuan dan Aksi Nyata

Melalui acara ini, ITB kembali menunjukkan perannya sebagai knowledge hub yang mampu menjembatani sains, kebijakan, dan implementasi lapangan. Kolaborasi yang terbangun di forum ini diharapkan terus berkembang menjadi inisiatif dan aksi berkelanjutan untuk membangun masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan lebih berketahanan.

Gambar 7. Rekap sebagian dokumentasi pada acara ITB Energy Transition Summit 2025.
Gambar 8. Tim panitia ITB Energy Transition Summit 2025 bangga dapat turut serta berkontribusi dalam acara ini.

Untuk lembaga pemerintah, industri, dan mitra riset yang ingin berkolaborasi dalam program transisi energi, penelitian, atau pengembangan teknologi energi rendah karbon:

📧 Hubungi kami melalui email: info@ogrindoitb.com
Kami membuka peluang kerja sama, diskusi ilmiah, serta kemitraan strategis untuk bersama memperkuat ekosistem energi Indonesia.

Kategori
News Article

Technology Day 2025: Menguatkan Sinergi untuk Peningkatan Produksi melalui Extended Stimulation & Enhanced Oil Recovery (EOR)

Bandung, 19–21 November 2025 — OGRINDO ITB bersama Laboratorium EOR ITB menghadiri Technology Day: Sinergi Upaya Pencapaian Produksi dengan Penerapan Extended Stimulation, forum teknis yang diselenggarakan oleh SKK Migas sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan produksi minyak nasional menuju target 2026. Acara ini berlangsung selama tiga hari dan mempertemukan perwakilan dari Pertamina, LEMIGAS, KKKS, serta penyedia teknologi EOR.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kerja sama antara operator, regulator, lembaga penelitian, dan penyedia teknologi dalam mengatasi tantangan produksi lapangan migas yang sudah mature, terutama yang memerlukan penerapan EOR (Enhanced Oil Recovery) dan Extended Stimulation.

Forum Teknis dengan Agenda Komprehensif Selama Tiga Hari

Agenda Technology Day disusun untuk memfasilitasi diskusi teknis, pembahasan studi kasus, pertukaran pengalaman lapangan, hingga pembentukan langkah tindak lanjut implementasi. Berdasarkan rundown resmi SKK Migas, rangkaian kegiatan meliputi:

📌 Hari Pertama — Pembukaan & Panel Extended Stimulation

  • Registrasi peserta dan pembukaan oleh Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja (EPMWK) SKK Migas
  • Diskusi panel “Sinergi Upaya Pencapaian Produksi dengan Penerapan Extended Stimulation
  • Booth visit penyedia teknologi
  • Paparan teknis dan diskusi PEP pada Lapangan Tanjung, North Kutai Lama, Kenali Asam, dan Tempino

📌 Hari Kedua — Diskusi PEP & Peluang Implementasi

  • Pembahasan kondisi dan rencana stimulasi pada Lapangan Pamusian, Limau, Ramba, Rantau, dan Sago
  • Dialog teknis terstruktur antara SKK Migas, KKKS, dan penyedia teknologi
  • Booth visit penyedia teknologi

📌 Hari Ketiga — Finalisasi Strategi & Tindak Lanjut

  • Diskusi dan evaluasi tindak lanjut SKK Migas × KKKS × penyedia teknologi
  • Penyusunan ringkasan kesimpulan dari seluruh sesi
  • Penutupan program

Rangkaian agenda menunjukkan komitmen seluruh peserta dalam menyatukan perspektif operasional, teknologi, dan penelitian untuk menghasilkan strategi peningkatan produksi yang terukur, terintegrasi, dan siap untuk diimplementasikan di lapangan.

Pesan Utama: Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Dalam setiap sesi diskusi, presentasi teknologi, maupun pembahasan studi kasus, satu tema utama muncul secara konsisten:

Keberhasilan penerapan Extended Stimulation dan EOR bergantung pada kolaborasi erat antara operator, regulator, institusi riset, dan teknologi penyedia solusi.

Keputusan pemilihan teknologi dan formulasi kimia harus didasarkan pada:

  • karakteristik reservoir,
  • data laboratorium yang komprehensif,
  • evaluasi performa lapangan, dan
  • kesiapan operasional.

Dengan elemen tersebut, EOR dan Extended Stimulation dapat dirancang untuk memberikan hasil efektif, ekonomis, dan berkelanjutan bagi lapangan migas Indonesia.

Gambar 3. Ekspresi antusiasme perwakilan OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam mengikuti rangkaian kegiatan Technology Day.

Komitmen OGRINDO × Lab EOR ITB dalam Mendukung Produksi Nasional

Partisipasi OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB pada kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kontribusi kami dalam sektor hulu migas melalui:

🔹 Penerapan riset berbasis data untuk mendukung keputusan lapangan
🔹 Penyediaan layanan studi laboratorium EOR
🔹 Pengembangan solusi teknologi melalui kerja sama dengan industri
🔹 Keterlibatan dalam forum pertukaran ilmu dan perumusan strategi peningkatan produksi

Kami percaya bahwa kolaborasi berkesinambungan antara industri, regulator, dan akademisi menjadi fondasi penting bagi keberhasilan EOR dan Extended Stimulation di Indonesia.

Gambar 4. Ekspresi antusiasme perwakilan OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam mengikuti rangkaian kegiatan Technology Day.

Penutup

Semoga semangat sinergi ini terus berlanjut melalui implementasi nyata di lapangan, demi mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian target produksi minyak Indonesia.

OGRINDO ITB bersama Laboratorium EOR ITB berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara industri, regulator, dan akademisi guna menghadirkan solusi peningkatan produksi yang efektif dan berkelanjutan.

📩 Untuk informasi lebih lanjut, diskusi teknis, atau peluang kolaborasi, silakan menghubungi:
info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

OGRINDO ITB dan BRIN Inisiasi Kemitraan Strategis untuk Memperkuat Ekosistem Riset Nasional

Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat kontribusi riset terhadap pembangunan bangsa, OGRINDO ITB (Oil and Gas Recovery for Indonesia) secara resmi memulai inisiasi kemitraan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kemitraan ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan akademisi, peneliti, dan institusi nasional dalam menyusun agenda riset yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi Indonesia.

Kunjungan BRIN ke kampus ITB dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Widarsono, M.Sc., yang hadir sebagai ketua rombongan dalam diskusi perdana ini. Kehadiran beliau menegaskan pentingnya sinergi antara BRIN dan OGRINDO dalam mempercepat inisiasi kolaborasi riset nasional.

Gambar 1. Tim OGRINDO ITB dan BRIN berfoto bersama pada diskusi awal inisiasi kemitraan riset di kampus ITB.

🌍 Sinergi Riset Menuju Inovasi Bangsa

Gambar 2. Pemaparan mengenai profil dan program OGRINDO ITB kepada tim BRIN sebagai langkah awal penyelarasan agenda riset bersama.

Inisiasi kerja sama antara OGRINDO ITB dan BRIN mencakup berbagai bentuk dukungan dan fasilitasi yang memungkinkan kegiatan riset berkembang secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ruang lingkup kolaborasi tersebut meliputi:

  1. Kolaborasi Penelitian Melalui Program RIIM (Riset Inovasi Indonesia Maju)
    Program RIIM membuka peluang bagi peneliti OGRINDO ITB dan BRIN untuk mengembangkan riset inovatif dengan tingkat kesiapterapan teknologi (TRL) minimal 4. Melalui program ini, kedua institusi dapat menyusun proposal riset secara kolaboratif dan lintas disiplin sesuai prioritas nasional di masa mendatang.
  2. Program Degree by Research (DBR) bersama BRIN
    Mahasiswa magister dan doktoral yang tergabung dalam OGRINDO ITB akan memiliki kesempatan mengikuti program Degree by Research (DBR)—baik untuk jenjang S2 maupun S3—dengan topik riset yang dirumuskan dan disepakati bersama peneliti BRIN. Model ini memastikan bahwa kegiatan penelitian memiliki arah yang jelas, relevan, dan mendukung agenda riset nasional.
  3. Pembiayaan Riset Kolaboratif melalui Skema Pendanaan Nasional
    Riset bersama antara OGRINDO ITB dan BRIN diharapkan dapat memperoleh dukungan pendanaan melalui skema nasional seperti LPDP–Sawit, termasuk mekanisme lain yang mendukung keberlanjutan riset lintas institusi. Sinergi ini juga terhubung dengan OPPINET, jaringan kolaborasi yang mempertemukan peneliti, lembaga, dan industri untuk memperluas pemanfaatan dan hilirisasi hasil riset.
Gambar 3. Diskusi mendalam antara tim OGRINDO ITB dan BRIN mengenai inisiasi kerjasama.

🧩 Manfaat dan Keunggulan Kemitraan

Melalui kolaborasi ini, OGRINDO dan BRIN menghadirkan berbagai nilai tambah bagi komunitas riset, antara lain:

  • Akses langsung ke fasilitas dan laboratorium OGRINDO ITB dan BRIN
  • Kesempatan memperluas jejaring riset nasional melalui kolaborasi antarlembaga.
  • Dukungan dalam penyusunan proposal, pelaksanaan riset, dan monitoring.
  • Kemudahan integrasi antara kegiatan riset dan pengembangan kebijakan nasional.

Kemitraan ini juga diharapkan membuka jalan untuk memperkuat hubungan antara sektor hulu dan hilir riset, memastikan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan riset berjalan lebih sinkron dan terarah.

🌐 Kolaborasi untuk Masa Depan Riset Indonesia

Dengan adanya inisiasi kemitraan ini, OGRINDO ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda riset nasional melalui kolaborasi yang inklusif, strategis, dan berkelanjutan.

Sinergi OGRINDO–BRIN diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan lebih banyak karya riset yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat bagi pembangunan Indonesia.

Mari berkolaborasi menciptakan inovasi yang berdampak bagi masa depan bangsa.

Kunjungi situs resmi kami untuk informasi lebih lengkap mengenai inisiatif dan peluang kerja sama:
🔗 www.ogrindoitb.com
📩 Untuk pertanyaan dan diskusi kemitraan riset, hubungi:
info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

CCUS: Solusi Strategis Indonesia Menuju Masa Depan Rendah Karbon

Indonesia saat ini berada pada tahap krusial dalam perjalanan menuju masa depan energi rendah karbon. Seiring meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan global untuk mengurangi emisi, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) muncul sebagai salah satu solusi paling strategis untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan.

Profil Emisi CO₂ Indonesia

Sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, Indonesia berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon global. Data terbaru menunjukkan bahwa emisi karbon dioksida (CO₂) Indonesia meningkat tajam dari 35,8 juta ton (Mt) pada tahun 1970 menjadi sekitar 729 juta ton (Mt) pada tahun 2022. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh dominasi bahan bakar fosil — seperti batubara, minyak, dan gas alam — dalam bauran energi nasional.

Gambar 1. Tren Emisi CO₂ di Indonesia (1970–2022). Sumber: Ramadhan et al. (2024) berdasarkan informasi dari Ritchie & Roser (2023)

Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat mempercepat peningkatan kebutuhan energi, sementara penggunaan energi terbarukan masih relatif rendah. Kondisi ini menegaskan urgensi bagi Indonesia untuk mengadopsi teknologi pengurangan emisi seperti CCUS demi mencapai target Net Zero Emission tahun 2060.

Teknologi CCUS menawarkan solusi konkret: menangkap emisi karbon langsung dari sumbernya (seperti pabrik, kilang, atau pembangkit listrik) dan menyimpannya secara aman di bawah permukaan bumi agar tidak kembali ke atmosfer.

Potensi Lokasi Penyimpanan CO₂ di Indonesia

Berdasarkan studi Ramadhan et al. (2024) dalam Energy Geoscience, Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan karbon dalam skala gigaton — salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Potensi tersebut tersebar di berbagai formasi geologi utama:

  1. Depleted Oil & Gas Reservoirs
    Lapangan minyak dan gas yang sudah tidak produktif menawarkan potensi besar untuk Enhanced Oil/Gas Recovery (EOR/EGR) sekaligus menjadi tempat penyimpanan CO₂. Total kapasitas: sekitar 2.822 MtCO₂ (≈ 2,82 GtCO₂). Lokasi utama: Sumatra dan Jawa.
  2. Saline Aquifers
    Formasi saline aquifer yang berada di bawah tanah memiliki kapasitas penyimpanan terbesar. Total kapasitas: 335.884 MtCO₂ (≈ 335,8 GtCO₂). Lokasi utama: Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Borneo).
  3. Geological Storage Zones
    Wilayah dengan lapisan batuan berpori, seperti pasir batu dan kapur, juga berpotensi untuk penyimpanan jangka panjang yang aman dan stabil. Kapasitas total: 13.863 MtCO₂ (≈ 13,86 GtCO₂). Sebagian besar berada di Sumatra dan Jawa.

Dengan total potensi mencapai lebih dari 350 GtCO₂, Indonesia berpeluang besar menjadi pusat penyimpanan karbon (carbon storage hub) di kawasan Asia.

Gambar 2. Potensi Penyimpanan Karbon (CO₂) di Indonesia Berdasarkan Jenis Formasi Geologi. Sumber: Ramadhan et al. (2024) berdasarkan informasi dari Zhang & Lau (2022); Bokka & Lau (2023).

Peta Pengembangan Proyek CCUS di Indonesia

Saat ini, berbagai proyek CCUS telah dan sedang dikembangkan di seluruh Indonesia, termasuk:

  • Tangguh CCUS (Papua Barat) – 2026
  • Sakakemang CCS (Sumatra Selatan) – 2028
  • Central Sumatra Basin CCUS Hub – 2028
  • Kutai Basin dan Sunda Asri CCUS Hub (Kalimantan & Jawa) – 2029
  • Ramba EOR (Sumatra Selatan) – 2030

Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata Indonesia untuk mengintegrasikan riset, teknologi, dan industri dalam menekan emisi karbon nasional.

Gambar 3. Peta Pengembangan Proyek CCUS di Indonesia. Sumber: Ramadhan et al. (2024) berdasarkan informasi dari Sidemen (2023).

Mengapa CCUS Penting untuk Indonesia

Perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang nyata, dan Indonesia berada di garis depan dalam upaya menekan emisi karbon tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) hadir sebagai solusi strategis yang mampu menjembatani transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

Melalui penerapan CCUS, Indonesia dapat memperoleh berbagai manfaat penting yang berdampak langsung pada sektor energi, industri, dan lingkungan, antara lain:

  • Menurunkan emisi karbon secara signifikan dari sektor industri berat dan energi.
  • Menjaga daya saing industri nasional di tengah kebijakan dan regulasi karbon global.
  • Memperpanjang umur aset migas nasional melalui proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis CO₂.
  • Menarik investasi dan transfer teknologi di bidang energi bersih dan inovasi rendah karbon.
  • Mendukung target Net Zero Emission 2060, sekaligus membuka peluang ekonomi hijau baru bagi bangsa.

Dengan kekayaan geologi dan keahlian teknis di sektor energi, Indonesia memiliki modal kuat untuk memimpin implementasi CCUS di kawasan Asia — menjadikannya jembatan antara riset akademik, teknologi, dan penerapan industri nyata.

Kesimpulan

Teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) bukan sekadar konsep masa depan, tetapi solusi nyata yang sudah mulai diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia. Penerapan CCUS akan menjadi kunci transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin energi berkelanjutan di Asia Tenggara.

Untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, industri, dan lembaga riset seperti OGRINDO ITB — menjadi faktor penentu keberhasilan.

📩 Mari berkolaborasi!
Untuk kerja sama riset, kemitraan industri, atau informasi lebih lanjut seputar inovasi CCUS, hubungi kami melalui email: info@ogrindoitb.com

📚 Sumber Referensi:

  • Ramadhan, R., Mon, M. T., Tangparitkul, S., Tansuchat, R., & Agustin, D. A. (2024). Carbon Capture, Utilization, and Storage in Indonesia: An Update on Storage Capacity, Current Status, Economic Viability, and Policy. Energy Geoscience, Vol. 5, 100335.
  • Ritchie, H., & Roser, M. (2023). CO₂ and Greenhouse Gas Emissions. Our World in Data.
  • Zhang, L., & Lau, H. (2022). Carbon Storage Assessment in Southeast Asia. Energy Reports, 8, 1250–1265.
  • Bokka, S., & Lau, H. (2023). Economic Feasibility of Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) in Developing Economies. International Journal of Greenhouse Gas Control, 127, 103765.
  • Sidemen. (2023). Current Landscape of CCUS Development in Indonesia.
Kategori
News Article

Laboratorium EOR ITB Goes to Korea: Merajut Kebersamaan dan Inovasi Baru

Sejalan dengan semangat OGRINDO (Oil and Gas Recovery for Indonesia) dalam memperkuat kolaborasi riset dan inovasi energi nasional, Laboratorium EOR ITB terus berupaya membangun sinergi tidak hanya dalam bidang penelitian, tetapi juga dalam kebersamaan tim yang menjadi fondasi setiap langkah inovasi.

Melalui kegiatan Laboratorium EOR ITB Goes to Korea pada 10–15 September 2025, tim berkesempatan menikmati suasana baru di luar laboratorium—menyatukan semangat, kreativitas, dan kekompakan dalam perjalanan penuh inspirasi di Negeri Ginseng.

Perjalanan yang Penuh Inspirasi

Gambar 1. Tim Lab EOR ITB bersiap memulai perjalanan menuju Korea Selatan dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno–Hatta, Jakarta.

Perjalanan dimulai dengan keberangkatan dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta menuju Incheon, dengan transit di Kuala Lumpur. Setibanya di Korea, tim langsung disambut pemandangan indah Songdo Central Park, diikuti kunjungan ke Nami Island, lokasi ikonik dari drama legendaris Winter Sonata. Hari kedua dilanjutkan ke Eunpyeong Hanok Village dan Gangnam COEX Mall, sebelum akhirnya beristirahat di hotel.

Gambar 2. Menikmati keindahan Songdo Central Park dan suasana ikonik Nami Island, lokasi legendaris drama Winter Sonata.
Gambar 3. Jalan-jalan di Eunpyeong Hanok Village, kawasan tradisional yang memadukan arsitektur Korea klasik dengan latar pegunungan indah.

Hari ketiga diisi dengan eksplorasi budaya dan sejarah, dimulai dari Gyeongbokgung Palace, melewati Blue House dan Gwanghwamun Square untuk melihat Patung Raja Sejong Agung serta Patung Laksamana Yi Sun-Shin yang bersejarah. Tim juga mengunjungi Donuimun Museum Village, Itaewon Mosque, dan menikmati panorama kota dari Namsan Seoul Tower.

Gambar 4. Mengenal sejarah dan kebudayaan Korea di Gyeongbokgung Palace, istana megah peninggalan Dinasti Joseon.

Selanjutnya, pada hari keempat, rombongan mengenal lebih dekat budaya dan gaya hidup Korea melalui kunjungan ke National Ginseng Museum, K-Cosmetic Shop, dan Amethyst Shop. Petualangan berlanjut ke HIKR Ground, Insadong Antique Street, Trick Eye Museum, dan Hongdae Youth Avenue, tempat suasana seni dan kreativitas muda terasa begitu hidup.

Hari kelima menjadi momen menyenangkan dengan kegiatan making kimbap dan hanbok wearing, diikuti sesi belanja di Duty Free Shop dan Myeongdong Street yang terkenal. Sebelum kembali ke tanah air, tim menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Korea di local supermarket, lalu menuju Incheon Airport untuk kembali ke Jakarta.

Gambar 5. Berpose ceria di Cheonggyecheon Stream, ruang publik ikonik di jantung Kota Seoul yang dipenuhi karya seni dan kreativitas.

Team Building: Dari Laboratorium ke Kehangatan Kebersamaan

Meski perjalanan kali ini tidak berfokus pada kunjungan laboratorium, nilai kebersamaan dan kerja sama tim menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan. Di setiap destinasi, para anggota tim saling berbagi cerita, tawa, dan pengalaman baru yang mempererat hubungan satu sama lain.

Kegiatan team building yang dikemas secara santai ini menjadi wadah refleksi bagi para peneliti dan staf untuk mengenal lebih dalam rekan-rekannya di luar konteks profesional. Dari sinilah tumbuh rasa saling percaya dan kekompakan yang akan terbawa kembali ke lingkungan riset.

Gambar 6. Rangkaian momen kebersamaan tim Lab EOR ITB selama Goes to Korea 2025—menyatukan semangat, kreativitas, dan kolaborasi di luar laboratorium.

Membawa Semangat Baru ke Laboratorium

Sepulang dari Korea, tim Laboratorium EOR ITB membawa lebih dari sekadar kenangan indah. Perjalanan ini menjadi sumber energi baru—membangkitkan motivasi, semangat kolaboratif, dan rasa syukur untuk terus berkontribusi dalam riset energi berkelanjutan.

Inovasi tidak hanya tumbuh dari laboratorium, tetapi juga dari manusia di baliknya: tim yang solid, kreatif, dan berjiwa kolaboratif. Dengan semangat baru dari perjalanan ini, Laboratorium EOR ITB siap melanjutkan langkah bersama OGRINDO menuju masa depan energi Indonesia yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

✨ Laboratorium EOR ITB – Menyatukan Sains, Inovasi, dan Kebersamaan untuk Masa Depan Energi Indonesia
📧 Untuk informasi dan kolaborasi riset, hubungi: info@ogrindoitb.com