Selama lebih dari empat dekade, Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA, telah menjadi salah satu pilar penting dalam kemajuan industri perminyakan Indonesia. Sebagai pendiri Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) di Institut Teknologi Bandung (ITB), beliau memimpin berbagai terobosan di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi migas nasional. Rekam jejaknya mencakup pendidikan, riset, pengajaran, kepemimpinan akademik, hingga kemitraan strategis dengan industriβmengukuhkan reputasinya sebagai salah satu maestro EOR paling berpengaruh di Indonesia.

Fakta Menarik tentang Prof. Siregar
π Founder OGRINDO ITB β Menginisiasi konsorsium riset migas nasional
π Pakar EOR Indonesia β Riset unggulan di chemical flooding dan immiscible displacement
π Pendidik 46+ Tahun β Mengajar di ITB sejak 1975, membimbing Β±200 skripsi S-1, Β±40 tesis S-2, dan Β±15 disertasi S-3
π Pengalaman Lapangan Luas β Terlibat di studi pengembangan beberapa lapangan migas Indonesia seperti Minas, Handil, Bunyu, Arjuna Offshore, dan Tiaka
π Penghargaan Nasional β Dosen Teladan Nasional (1986) dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2009)
Awal Perjalanan Akademik
Kecintaannya pada dunia perminyakan berawal di Jurusan Teknik Perminyakan ITB, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1975. Beliau kemudian melanjutkan studi ke Prancis dan meraih DiplΓ΄me dβΓtudes Approfondies (DEA) di Universitas Paul Sabatier, Toulouse (1978), dalam bidang Mekanika Media Berpori. Tidak berhenti di situ, ia menempuh pendidikan S-3 di UniversitΓ© de Bordeaux I, Talence (1980), dengan disertasi tentang studi aliran polimer untuk aplikasi EORβpenelitian yang menjadi pijakan penting dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery.
Pengabdian di Dunia Pendidikan
Sekembalinya ke tanah air, Mas Septoβsapaan akrabnyaβmemulai pengabdiannya kembali sebagai staf pengajar di Teknik Perminyakan ITB hingga 2021. Beliau mengajar mata kuliah seperti Enhanced Oil Recovery, Immiscible Displacement, Chemical Flooding, dan Advanced Optimization Techniques.
Selain mengajar, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan (1986β1989), Wakil Kepala Pusat Penelitian (1999β2002), Kepala Kelompok Keahlian Teknik Reservoir Minyak dan Gas Bumi (2006β2015), serta memimpin konsorsium riset OPPINET (2001β2021) dan OGRINDO (2004β2021).

Pionir Riset dan Inovasi
Mas Septo menggagas dua konsorsium riset besar di ITB: Optimization of Pipeline Network (OPPINET) dan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO). Kedua program ini menjadi jembatan kolaborasi antara kampus dan industri, menghadirkan solusi teknologi EOR yang siap diterapkan di lapangan. Penelitian dan konsultasinya meliputi berbagai proyek migas di Indonesia, mulai dari Lapangan Minas (Riau), Handil dan Bunyu (Kalimantan), Arjuna Offshore (Jawa Barat), hingga Tiaka (Sulawesi).
Peran di Industri dan Organisasi
Sejak 1975, beliau terlibat dalam berbagai proyek industri dan konsultasi, baik untuk Pertamina, kontraktor migas asing, maupun lembaga riset seperti PPPTMGB LEMIGAS. Ia juga pernah menjadi anggota Komite Penasihat Teknis BPMIGAS untuk proyek EOR surfaktan di Lapangan Minas bersama profesor dari Texas, AS. Reputasinya membuatnya kerap diminta menjadi narasumber dalam berbagai diskusi strategis di sektor migas. Beliau merupakan anggota Society of Petroleum Engineers (SPE) sejak 1975 dan pernah aktif di berbagai organisasi profesi lainnya, termasuk IATMI dan IPA.
Kini, meski telah purna tugas dari ITB, Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA, tetap aktif menggerakkan inovasi melalui OGRINDO ITB dan berbagai kerja sama industri. Dengan dedikasi dan pengalamannya, ia terus menginspirasi generasi muda insinyur perminyakan untuk mengembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery, demi kemandirian energi bangsa.