Kategori
News Article

Surveillance 1 Akreditasi KAN Laboratorium EOR ITB: Evaluasi Sistem dan Kompetensi

Menjaga mutu kegiatan pengujian laboratorium tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumentasi, tetapi juga pada konsistensi penerapan sistem dan kompetensi personel dalam menjalankan pengujian. Hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi dalam Surveillance 1 Akreditasi KAN Laboratorium EOR ITB, yang dilaksanakan pada 1 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Surveillance 1 pada laboratorium di lingkungan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB. Setiap laboratorium menjalani proses evaluasi sesuai dengan sistem, kegiatan, dan lingkup akreditasinya masing-masing.

Laboratorium EOR ITB merupakan bagian dari OGRINDO dan menjalankan kegiatan pengujian dengan mengacu pada sistem serta persyaratan yang berlaku dalam lingkup akreditasinya.

Gambar 1. Foto bersama staf FTTM ITB sebelum dimulainya rangkaian Surveillance 1 Akreditasi KAN di masing-masing laboratorium.

Apa Itu Surveillance 1 Akreditasi KAN?

Surveillance 1 merupakan kegiatan evaluasi untuk memastikan laboratorium tetap menerapkan sistem manajemen dan melaksanakan kegiatan pengujian sesuai dengan persyaratan akreditasi.

Dalam pelaksanaannya, asesor mengevaluasi penerapan sistem laboratorium melalui pemeriksaan dokumen, rekaman, dan berbagai bukti pendukung. Evaluasi juga dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pengujian untuk melihat penerapan metode, penggunaan peralatan, serta kompetensi personal.

Dengan demikian, Surveillance 1 tidak hanya melihat ketersediaan dokumen, tetapi juga bagaimana sistem yang telah ditetapkan diterapkan dalam kegiatan laboratorium.

Pemeriksaan Dokumen dan Rekaman Laboratorium

Salah satu bagian dari Surveillance 1 adalah pemeriksaan terhadap dokumen dan rekaman yang digunakan dalam kegiatan laboratorium.

Tim Laboratorium EOR ITB menunjukkan lokasi penyimpanan dokumen serta menjelaskan penerapan dan pengendaliannya. Asesor juga memeriksa berbagai bukti pendukung yang berkaitan dengan kegiatan pengujian, antara lain sertifikat kalibrasi peralatan, Certified Reference Material (CRM), rekaman pengujian, serta dokumen terkait lainnya.

Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana dokumen dan rekaman dikelola, dikendalikan, serta digunakan sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan laboratorium.

Observasi Pengujian dan Kompetensi Personel

Selain pemeriksaan dokumen dan rekaman, Surveillance 1 mencakup observasi pengujian secara langsung.

Pada tahap ini, personel laboratorium mendemonstrasikan proses pengujian serta menjelaskan cara kerja dan penggunaan peralatan yang digunakan. Asesor juga mengamati bagaimana personel menangani kesalahan atau kendala yang dapat terjadi pada instrumen selama proses pengujian.

Hasil pengujian kemudian dicatat dalam worksheet dan diserahkan kepada asesor sebagai bagian dari bukti pelaksanaan pengujian.

Observasi ini menjadi bagian penting dalam mengevaluasi penerapan prosedur sekaligus kompetensi personel dalam melaksanakan kegiatan pengujian.

Memastikan Sistem Diterapkan dalam Praktik

Surveillance 1 menunjukkan bahwa evaluasi laboratorium tidak berhenti pada pemeriksaan kelengkapan dokumentasi. Penerapan sistem dalam praktik dan kompetensi personel juga menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

Melalui pemeriksaan dokumen, rekaman, bukti pendukung, dan observasi pengujian secara langsung, asesor mengevaluasi bagaimana persyaratan yang telah ditetapkan diterapkan dalam kegiatan laboratorium.

Bagi Laboratorium EOR ITB sebagai bagian dari OGRINDO, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya untuk menjaga penerapan sistem dan kompetensi yang mendukung mutu kegiatan pengujian laboratorium.

Gambar 5. Foto bersama seluruh staf FTTM ITB pada penutupan rangkaian kegiatan Surveillance 1 Akreditasi KAN.

Hubungi Kami

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan layanan pengujian di Laboratorium EOR ITB, silakan menghubungi:

Laboratorium EOR ITB
Email: eor@itb.ac.id

Untuk informasi mengenai OGRINDO dan kolaborasi di bidang riset serta pengembangan teknologi enhanced oil recovery dan energi, hubungi:

OGRINDO
Email: info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Basic Sea Survival (BSS) Training: Persiapan untuk Aktivitas Offshore

Aktivitas di lingkungan offshore membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan teknis. Pemahaman mengenai keselamatan di laut dan kemampuan merespons kondisi darurat menjadi bagian penting sebelum melakukan kunjungan maupun pekerjaan di fasilitas offshore.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, tim Laboratorium EOR ITB yang merupakan bagian dari OGRINDO ITB mengikuti Basic Sea Survival (BSS) Training pada 16–17 September 2026. Pelatihan ini memberikan pembekalan teori dan praktik mengenai keselamatan di laut, teknik bertahan hidup, serta pengenalan peralatan keselamatan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi aktivitas di lingkungan offshore.

Gambar 1. Pelatihan Basic Sea Survival (BSS) untuk meningkatkan kesiapan dan keterampilan menghadapi kondisi darurat di laut.

Apa Itu Basic Sea Survival (BSS) Training?

Basic Sea Survival (BSS) Training merupakan pelatihan yang memberikan pemahaman dan pengalaman praktis mengenai keselamatan dan teknik bertahan hidup di lingkungan laut.

Materi yang dipelajari dalam training ini meliputi Dasar Keselamatan di Laut, Teknik Bertahan Hidup di Laut, serta Pengenalan Peralatan. Pembelajaran dilakukan melalui kombinasi materi teori dan kegiatan praktik sehingga peserta tidak hanya memahami prinsip keselamatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkannya.

Gambar 2. Peserta melakukan pemanasan sebagai bagian dari persiapan sebelum mengikuti rangkaian praktik Basic Sea Survival (BSS).

Belajar melalui Praktik dan Simulasi

Salah satu bagian penting dari Basic Sea Survival (BSS) Training adalah kesempatan untuk mempraktikkan materi keselamatan secara langsung.

Setelah mendapatkan pembekalan mengenai dasar keselamatan di laut, teknik bertahan hidup, dan pengenalan peralatan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan praktik. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh sekaligus membangun kesiapan dalam menghadapi kondisi di lingkungan laut.

Melalui kombinasi teori dan praktik, peserta dapat memahami bahwa kesiapan menghadapi situasi darurat tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai prosedur, tetapi juga pemahaman terhadap peralatan dan kemampuan untuk menerapkan prosedur tersebut dengan tepat.

Mengapa BSS Training Penting untuk Aktivitas Offshore?

Berbeda dengan aktivitas di darat, lingkungan offshore memiliki kondisi dan risiko yang membutuhkan kesiapan khusus. Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan di laut dan prosedur yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat menjadi bagian penting sebelum berada di lingkungan tersebut.

Bagi personel yang mendukung kegiatan lapangan, Basic Sea Survival (BSS) Training memberikan bekal untuk memahami prinsip keselamatan di laut, teknik bertahan hidup, mengenali peralatan keselamatan, serta membangun kesiapan melalui kegiatan praktik.

Kesiapan tersebut menjadi pelengkap kompetensi teknis ketika personel harus mendukung kegiatan di luar lingkungan laboratorium.

Membangun Kesiapan di Luar Laboratorium

Kegiatan Laboratorium EOR ITB tidak hanya berlangsung di dalam laboratorium. Dalam mendukung kegiatan penelitian, pengujian, dan pekerjaan lapangan, personel juga dapat terlibat dalam aktivitas di lingkungan offshore.

Mengikuti Basic Sea Survival (BSS) Training menjadi salah satu bentuk persiapan untuk memastikan bahwa aspek keselamatan turut menjadi perhatian ketika kegiatan dilakukan di luar lingkungan laboratorium.

Bagi Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB, kesiapan personel merupakan bagian penting dalam mendukung kegiatan dan kolaborasi di sektor minyak dan gas bumi, baik di laboratorium maupun di lapangan.

Safety Starts with Preparation

Keselamatan tidak hanya bergantung pada peralatan dan prosedur, tetapi juga pada kesiapan setiap individu untuk memahami dan menerapkannya dengan tepat.

Melalui Basic Sea Survival (BSS) Training, tim Laboratorium EOR ITB memperkuat pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai keselamatan di laut sebagai bagian dari persiapan untuk mendukung aktivitas di lingkungan offshore.

Learn. Practice. Respond.

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan dan layanan OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB?

Hubungi kami melalui:
OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
Laboratorium EOR ITB: eor@itb.ac.id
Website: www.ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Memahami Surfactant Retention dalam Chemical EOR

Dalam surfactant flooding, surfaktan diinjeksikan ke reservoir untuk membantu meningkatkan perolehan minyak, salah satunya melalui penurunan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air. Namun, tidak seluruh surfaktan yang diinjeksikan akan tetap bergerak bersama fase fluida. Sebagian surfaktan dapat tertahan di dalam porous media melalui beberapa mekanisme. Memahami surfactant retention penting untuk mengevaluasi bagaimana surfaktan ditransportasikan melalui batuan serta bagaimana retention dapat mempengaruhi efisiensi penggunaan chemical dalam Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR).

Gambar 1. Aliran surfaktan melalui media batuan berpori selama proses injeksi.
Gambar 2. Surfactant retention akibat interaksi dengan permukaan mineral dan sistem pori.

Apa yang Terjadi pada Surfaktan di Porous Media?

Ketika surfaktan mengalir melalui batuan, molekulnya dapat berinteraksi dengan permukaan batuan dan fluida di dalam pori. Interaksi tersebut dapat menyebabkan sebagian surfaktan tertahan di dalam porous media.

Beberapa mekanisme surfactant retention meliputi:

  • Adsorption, yaitu interaksi molekul surfaktan dengan permukaan batuan yang menyebabkan surfaktan teradsorpsi pada permukaan tersebut.
  • Phase trapping, yaitu surfaktan tertahan akibat distribusi dan interaksi antar fase di dalam pori.
  • Precipitation, yaitu terbentuknya presipitat atau fase padat pada kondisi tertentu sehingga sebagian surfaktan tidak lagi berada dalam fase fluida yang mengalir.

Mekanisme tersebut dapat mempengaruhi transport surfaktan di dalam porous media.

Gambar 3. Beberapa mekanisme surfactant retention.

Mengapa Surfactant Retention Penting?

Surfaktan yang tertahan tidak lagi ikut bergerak bersama flowing phase. Retention yang lebih tinggi dapat mengurangi jumlah surfaktan yang terus bergerak melalui porous media dan berpotensi meningkatkan kebutuhan chemical untuk mencapai area target.

Karena itu, retention menjadi salah satu aspek penting dalam mengevaluasi perilaku dan efisiensi chemical pada Chemical EOR. Namun, retention bukan satu-satunya parameter untuk menilai kinerja surfaktan. Evaluasi juga dapat mencakup IFT, phase behavior, stabilitas, wettability, dan performa coreflood.

Gambar 4. Alasan mengapa surfactant retention itu penting.

Bagaimana Retention Dievaluasi di Laboratorium?

Retention dapat dipelajari melalui pengujian statis maupun dinamis. Pada pengujian dinamis seperti coreflood, surfaktan dialirkan melalui core plug, kemudian effluent dikumpulkan dan dianalisis.

Secara sederhana, pengujian dapat dilakukan melalui tahapan:

Brine saturation → Surfactant injection through the core → Post-flush → Effluent collection → Concentration analysis

Secara sederhana, jumlah surfaktan yang diinjeksikan dibandingkan dengan jumlah surfaktan yang diperoleh kembali dari effluent. Berdasarkan pendekatan material balance, selisih keduanya dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah surfaktan yang tertahan di dalam porous media:

Surfactant injected − Surfactant recovered = Surfactant retained

Hasil retention dapat dinyatakan, misalnya, dalam mg surfaktan/g batuan.

Gambar 5. Tahapan pengujian dinamis yang dilakukan untuk mengevaluasi surfactant retention.
Gambar 6. Cara memperkirakan jumlah surfaktan yang tertahan di media berpori dengan pendekatan material balance.

Faktor yang Mempengaruhi Retention

Besarnya surfactant retention dapat berbeda pada setiap sistem dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  • jenis dan mineralogi batuan
  • jenis dan konsentrasi surfaktan
  • komposisi dan salinitas brine
  • pH
  • temperatur
  • interaksi rock–surfactant–brine

Oleh karena itu, pengujian dengan kondisi yang relevan dengan sistem reservoir menjadi bagian penting dalam evaluasi Chemical EOR.

Dari Laboratorium ke Aplikasi EOR

Data surfactant retention memberikan gambaran mengenai bagaimana surfaktan ditransportasikan melalui porous media dan dapat digunakan sebagai salah satu bagian dari proses screening dan evaluasi Chemical EOR.

Dalam penerapannya, data retention tidak berdiri sendiri. Hasil pengujian perlu dipertimbangkan bersama parameter lain seperti IFT, phase behavior, stabilitas, wettability, dan coreflood performance untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai perilaku dan performa chemical.

Dengan demikian, pengujian retention—khususnya pada kondisi dinamis—dapat membantu menghubungkan evaluasi chemical di laboratorium dengan kebutuhan desain dan pengembangan Chemical EOR.

Untuk Informasi dan Kolaborasi
Laboratorium EOR ITB
Email: eor@itb.ac.id

OGRINDO ITB
Email: info@ogrindoitb.com
Website: www.ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Dari Riset Laboratorium hingga Keberhasilan Lapangan: Surfactant Flooding di Tanjung Field

Surfactant flooding merupakan salah satu metode Enhanced Oil Recovery (EOR) yang dapat digunakan untuk meningkatkan perolehan minyak melalui injeksi surfaktan ke dalam reservoir. Penerapannya memerlukan formulasi yang sesuai dengan karakteristik minyak dan air formasi serta evaluasi melalui pengujian laboratorium sebelum diterapkan di lapangan.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports membahas penerapan surfactant flooding skala kecil pada waxy oil reservoir di Tanjung Field, Indonesia. Penelitian ini menghubungkan formulasi dan evaluasi surfaktan di laboratorium dengan pengujian coreflood serta implementasi di lapangan pada Zona A yang memiliki potensi remaining oil yang signifikan.

Gambar 1. Studi surfactant flooding di Tanjung Field menunjukkan peningkatan produksi minyak hingga tiga kali lipat dan cumulative oil gain sebesar 7.025 bbl.

Formulasi dan Pengujian Laboratorium

Penelitian ini menggunakan surfaktan Alkyl Ethoxy Carboxylate yang diformulasikan dan dioptimalkan berdasarkan karakteristik minyak dan air formasi Tanjung Field.

Hasil optimasi menghasilkan interfacial tension (IFT) sebesar 0,042 mN/m, dibandingkan dengan IFT awal minyak-air sebesar 18,3 mN/m. Formulasi tersebut juga menunjukkan kestabilan IFT selama pengujian stabilitas termal pada temperatur 63 °C selama tiga bulan.

Evaluasi kemudian dilanjutkan melalui pengujian coreflood menggunakan sampel native core. Injeksi surfactant slug sebesar 0,2 pore volume (PV) dengan konsentrasi surfaktan 2,0% berat menghasilkan peningkatan perolehan minyak sebesar 25%.

Implementasi Surfactant Flooding di Lapangan

Untuk uji lapangan, pasangan sumur injektor dan produser dipilih berdasarkan konektivitas yang baik dan jarak yang berdekatan. Pemilihan ini dilakukan untuk memperoleh respons yang lebih cepat sekaligus menjaga efisiensi biaya pengujian.

Surfaktan diinjeksikan secara kontinu selama empat hari, dimulai pada 19 Januari 2016, kemudian dilanjutkan dengan injeksi air. Produksi dipantau hingga Maret 2017 dengan target effective reservoir pore volume sebesar 10.625 bbl.

Hasil dan Kolaborasi Riset

Implementasi surfactant flooding menghasilkan peningkatan laju produksi minyak hingga tiga kali lipat dan cumulative oil gain sebesar 7.025 bbl. Total biaya pengujian tercatat sebesar USD 61.812, termasuk biaya bahan kimia dan operasional.

Studi ini melibatkan Lab EOR ITB melalui afiliasi penelitian para penulis. OGRINDO ITB juga mendapat apresiasi dalam publikasi atas dukungannya melalui akses terhadap peralatan dan fasilitas eksperimen yang mendukung penelitian.

Hasil studi ini menunjukkan bagaimana evaluasi laboratorium dan pengujian lapangan dapat menjadi bagian dari penerapan surfactant flooding untuk mendukung peningkatan perolehan minyak pada studi kasus Tanjung Field.

Publikasi Ilmiah

Studi ini dipublikasikan dalam Scientific Reports dengan judul:
“Surfactant flooding in waxy oil reservoir in Tanjung field, Indonesia: a case study of successful small-scaled field implementation.”

Publikasi lengkap dapat dibaca di sini.

Tertarik dengan Riset dan Pengujian EOR?

OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB terbuka untuk pengembangan riset, pengujian laboratorium, dan kolaborasi dalam bidang Enhanced Oil Recovery serta teknologi terkait perolehan minyak.

Hubungi kami:
📩 OGRINDO ITB
info@ogrindoitb.com
📩 Lab EOR ITB
eor@itb.ac.id

Kategori
News Article

Laboratorium EOR ITB Goes to Yogyakarta: Memperkuat Kekompakan dan Profesionalitas Tim

Dalam lingkungan riset OGRINDO ITB, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekompakan, komunikasi, dan rasa saling percaya. Sebagai bagian dari OGRINDO ITB, Laboratorium EOR ITB memahami bahwa membangun tim yang solid merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang profesional dan kolaboratif.

Untuk memperkuat hal tersebut, telah diselenggarakan kegiatan Laboratorium EOR ITB Goes to Yogyakarta pada 22–25 Agustus 2026. Selama empat hari tiga malam, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh anggota tim untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan di luar rutinitas laboratorium.

Gambar 1. Kebersamaan tim Laboratorium EOR ITB dalam kegiatan team building di Yogyakarta.

Membangun Kekompakan melalui Pengalaman Bersama

Selama berada di Yogyakarta, tim Laboratorium EOR ITB menikmati berbagai pengalaman bersama, mulai dari mengunjungi Candi Prambanan dan kawasan Beringharjo, menikmati kuliner lokal, hingga mengeksplorasi kawasan Merapi melalui Lava Tour dengan jeep. Berbagai aktivitas tersebut memberikan ruang bagi anggota tim untuk berinteraksi dalam suasana yang lebih santai dan menikmati pengalaman baru bersama.

Momen perjalanan, makan bersama, team dinner, hingga eksplorasi destinasi menjadi bagian dari proses team building yang memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kekompakan antar anggota tim. Lebih dari sekadar perjalanan, pengalaman yang dibagikan bersama membantu membangun rasa saling percaya dan menciptakan hubungan kerja yang lebih erat.

Gambar 3. Berbagi pengalaman, menciptakan kenangan, dan membangun hubungan yang lebih erat sebagai satu tim.

Memperkuat Karakter dan Profesionalitas

Team building juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan nilai-nilai yang penting dalam lingkungan profesional. Komunikasi, tanggung jawab, adaptasi, kepedulian, dan kemampuan bekerja sebagai satu tim merupakan karakter yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas riset dan pengujian di Laboratorium EOR ITB.

Kebersamaan yang terbangun di luar laboratorium diharapkan dapat memberikan dampak positif ketika tim kembali menjalankan aktivitas profesionalnya. Dengan hubungan yang semakin kuat, setiap anggota dapat saling mendukung dan berkontribusi dengan lebih baik.

Gambar 4. Kebersamaan dalam suasana informal untuk mengenal satu sama lain di luar peran profesional.

Family Bonding dan Semangat Baru

Selain memperkuat kerja sama, kegiatan ini juga menjadi momen family bonding bagi tim Laboratorium EOR ITB. Interaksi yang lebih informal memberikan kesempatan untuk mengenal satu sama lain di luar peran dan tanggung jawab masing-masing di laboratorium.

Gambar 5. Menikmati momen bersama dan membawa pulang kenangan dari perjalanan sebagai satu tim.

Pada akhirnya, tim yang kuat bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga tentang tumbuh bersama. Melalui kegiatan Laboratorium EOR ITB Goes to Yogyakarta, tim membawa pulang lebih dari sekadar kenangan—tetapi juga semangat baru, hubungan yang semakin erat, dan motivasi untuk terus bekerja serta berkembang bersama.

Gambar 6. Satu perjalanan, satu tim, dan semangat baru untuk terus tumbuh bersama.

Sebagai bagian dari OGRINDO ITB, Laboratorium EOR ITB akan terus membangun budaya kolaborasi dan profesionalitas untuk mendukung kegiatan riset, pengembangan teknologi, dan inovasi di bidang Enhanced Oil Recovery.

Growing Together. Working Together. Innovating Together.

📩 Untuk informasi dan kolaborasi riset:
eor@itb.ac.id | info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Persiapan Coreflood: Dari Batuan hingga Core Plug

Eksperimen coreflood yang baik dimulai jauh sebelum pengujian dilakukan. Sebelum dipakai, batuan harus diperiksa dan dipilih dulu untuk memastikan kandidat lokasi plug yang sesuai untuk bisa dijadikan core plug. Hal ini menjadi penting karena pemilihan lokasi plug yang baik dan representatif, nantinya akan mempengaruhi eksperimen coreflood beserta hasil analisisnya.

Di Laboratorium EOR ITB, yang merupakan bagian dari OGRINDO ITB, proses ini diawali dengan pemeriksaan material batuan yang tersedia. Dari pemeriksaan tersebut, bagian batuan yang sesuai kemudian dipilih untuk proses coring dan preparation hingga menjadi core plug untuk eksperimen coreflood.

Gambar 1. Pengamatan material batuan sebagai bagian dari proses persiapan core plug.

Dimulai dari Pemeriksaan Batuan

Sebelum menjadi core plug, batuan terlebih dahulu diperiksa dalam bentuk aslinya. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kondisi material batuan yang tersedia dan mengidentifikasi kandidat lokasi plug yang sesuai.

Tahap ini penting karena tidak setiap bagian dari sampel batuan sesuai untuk dijadikan lokasi plug. Pemeriksaan awal menjadi dasar untuk menentukan kandidat lokasi plug yang sesuai dan representatif sebelum proses coring dilakukan.

Gambar 2. Pemeriksaan awal material batuan untuk mengidentifikasi bagian yang sesuai sebelum proses coring.

Memilih Bagian Batuan yang Sesuai

Setelah material batuan diperiksa, tim mengidentifikasi bagian yang memiliki material yang cukup dan kondisi yang sesuai untuk dipersiapkan menjadi core plug.

Pemilihan bagian yang sesuai dilakukan sebelum proses coring. Dengan menentukan bagian yang tepat sejak awal, material tersebut dapat dipersiapkan untuk kebutuhan eksperimen coreflood yang telah direncanakan.

Gambar 3. Tim mengamati dan mendiskusikan material batuan dalam proses pemilihan bagian yang sesuai.
Gambar 4. Material batuan yang diperiksa untuk menentukan bagian yang sesuai untuk dipersiapkan menjadi core plug.

Dari Batuan Menjadi Core Plug

Setelah bagian yang sesuai ditentukan, proses dilanjutkan dengan coring dan preparation. Tahapan ini menghasilkan core plug yang kemudian digunakan untuk coreflood testing.

Secara sederhana, proses persiapan dapat dirangkum sebagai berikut:
Rock inspection → Suitable section selected → Coring & preparation → Core plug → Coreflood testing

Setiap tahap merupakan bagian dari rangkaian persiapan eksperimen. Pemeriksaan batuan dan pemilihan bagian yang sesuai menjadi langkah awal sebelum material diproses menjadi core plug.

Gambar 5. Observasi material batuan yang akan dijadikan core plug sebagai bagian dari persiapan sebelum pengujian coreflood.

Core yang Tepat untuk Data Coreflood yang Andal

Pemilihan dan persiapan batuan merupakan bagian penting sebelum eksperimen coreflood dimulai. Core plug yang digunakan dalam pengujian berasal dari material batuan yang telah diperiksa dan dipilih melalui tahapan persiapan sebelumnya.

Karena itu, data coreflood yang andal dimulai dari core yang tepat. Persiapan yang dilakukan sebelum pengujian menjadi bagian dari upaya memastikan eksperimen dapat dilakukan dengan material yang sesuai dengan kebutuhan pengujian.

Coreflood Testing di Laboratorium EOR ITB

Laboratorium EOR ITB mendukung kegiatan penelitian dan pengujian di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR), termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan coreflood testing dan rock characterization.

Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai pengujian coreflood, karakterisasi batuan, atau layanan laboratorium EOR, silakan hubungi:
📩 EOR Laboratory ITB: eor@itb.ac.id
📩 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan, layanan, dan pengembangan riset OGRINDO ITB, kunjungi:
www.ogrindoitb.com

Mari diskusikan kebutuhan pengujian dan penelitian EOR Anda bersama Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB.

Kategori
News Article

Penjajakan Peluang Kolaborasi OGRINDO ITB, Lab EOR ITB, dan Zekindo

Pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR) membutuhkan sinergi antara riset, fasilitas pengujian, dan solusi industri. Dalam upaya membuka peluang kolaborasi tersebut, OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery ITB melakukan pertemuan dengan PT Zeus Kimiatama Indonesia (Zekindo) pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari penjajakan peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi, riset, dan solusi chemical untuk mendukung implementasi EOR di Indonesia.

Gambar 1. Diskusi OGRINDO ITB, Lab EOR ITB, dan Zekindo dalam menjajaki peluang kolaborasi di bidang EOR

Menjajaki Peluang Kolaborasi di Bidang EOR

PT Zeus Kimiatama Indonesia (Zekindo) merupakan produsen specialty chemicals yang memiliki produk dan solusi untuk berbagai kebutuhan industri. Dalam sektor EOR, Zekindo saat ini memiliki produk dan solusi berbasis polimer yang berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut melalui kegiatan riset dan pengujian.

Dalam pertemuan tersebut, OGRINDO ITB, Lab EOR ITB, dan Zekindo berdiskusi mengenai potensi kolaborasi dalam pengembangan teknologi, riset, dan solusi chemical yang relevan dengan kebutuhan EOR.

Sebagai langkah awal, penjajakan ini membuka peluang untuk menggabungkan kompetensi industri dengan kemampuan riset dan pengujian laboratorium. Melalui peluang kolaborasi ini, ketiga pihak dapat mengeksplorasi pengembangan dan evaluasi solusi chemical yang dapat mendukung implementasi Enhanced Oil Recovery di Indonesia.

Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih erat dan peluang kerja sama lebih lanjut antara OGRINDO ITB, Lab EOR ITB, dan Zekindo dalam bidang riset, teknologi, dan solusi EOR.

Peran Lab EOR ITB dalam Mendukung Riset dan Pengujian

Sebagai bagian dari OGRINDO ITB, Lab EOR ITB memiliki fasilitas yang dapat mendukung berbagai kegiatan penelitian dan pengujian terkait EOR.

Gambar 2. Tim Zekindo mengamati fasilitas dan peralatan Laboratorium EOR ITB dalam kunjungan laboratorium.

Selain fasilitas laboratorium, Lab EOR ITB juga didukung oleh asisten peneliti yang dapat membantu pelaksanaan kegiatan penelitian maupun pengujian. Dukungan ini dapat menunjang proses evaluasi dan pengembangan solusi chemical melalui kegiatan riset dan pengujian yang sesuai dengan kebutuhan.

Dengan dukungan fasilitas dan sumber daya penelitian tersebut, Lab EOR ITB dapat mendukung proses pengujian dan evaluasi dalam pengembangan solusi EOR bersama mitra industri.

Gambar 3. Tim Zekindo berdiskusi dan mendapatkan penjelasan mengenai fasilitas serta peralatan laboratorium.

Perwakilan yang Hadir

Dari PT Zeus Kimiatama Indonesia (Zekindo), pertemuan dihadiri oleh:

  • Sumantri Ishak — Direktur Utama
  • Istiyarso — Direktur BU Oil and Gas
  • Rajiul Fadli — Technical Manager Oil and Gas
  • Tim EOR PT Zekindo

Sementara itu, OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB diwakili oleh:

  • Prof. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., Ph.D.
  • Dr. Miftah Hidayat
  • Ir. Mahruri
  • Dr. Boni Swadesi
Gambar 4. Perwakilan OGRINDO ITB, Lab EOR ITB, dan Zekindo dalam kunjungan dan penjajakan peluang kolaborasi.

Terbuka untuk Kolaborasi

OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB terbuka untuk menjajaki peluang kolaborasi dalam bidang EOR research, laboratory testing, technology development, dan chemical solutions bersama mitra dari industri maupun institusi lainnya.

Tertarik mendiskusikan peluang kolaborasi bersama OGRINDO ITB atau Lab EOR ITB?

Hubungi kami melalui:
📧 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
📧 Lab EOR ITB: eor@itb.ac.id

Mari bersama-sama mengeksplorasi peluang kolaborasi untuk mendukung pengembangan solusi EOR di Indonesia.

Kategori
News Article

Mengenal Billal Aslam, S.T., M.T., Ph.D.: Mengembangkan Reservoir Simulation untuk Solusi Subsurface yang Lebih Baik

Kemajuan teknologi di industri energi semakin bergantung pada kemampuan memahami perilaku reservoir secara lebih akurat dan efisien. Melalui pemodelan numerik, simulasi reservoir, serta pendekatan berbasis data, berbagai skenario pengembangan lapangan dapat dievaluasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus keilmuan Billal Aslam, S.T., M.T., Ph.D., Senior Researcher OGRINDO ITB.

Gambar 1. Billal Aslam mempresentasikan hasil penelitiannya pada ANPERC Conference 2023 mengenai pengembangan hybrid physics–data driven modeling untuk reservoir simulation.

Keahlian dalam Reservoir Engineering

Billal Aslam memiliki keahlian di bidang reservoir simulation, numerical modeling, data-driven reservoir analysis, dan fluid flow in porous media. Fokus penelitiannya menggabungkan pendekatan berbasis fisika dengan machine learning untuk mengembangkan metode simulasi reservoir yang lebih cepat dan efisien, termasuk untuk aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).

Latar Belakang Akademik dan Pengalaman Profesional

Billal menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian meraih gelar Ph.D. in Petroleum Engineering dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST). Penelitian doktoralnya mengangkat topik Hybrid Physics–Data Driven Reduced-Order Modeling for Reservoir Simulation.

Pengalaman profesionalnya mencakup berbagai institusi akademik, penelitian, dan industri, termasuk KAUST, Institut Teknologi Bandung, Pertamina EP, serta PT LAPI ITB. Selama kariernya, ia berkontribusi pada berbagai studi mengenai reservoir simulation, reservoir surveillance, Chemical EOR, evaluasi cadangan, hingga studi kelayakan CCUS.

Gambar 2. Billal Aslam berpartisipasi dalam International Petroleum Technology Conference (IPTC), forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi industri untuk berbagi perkembangan teknologi di sektor energi.

Kontribusi dalam Riset dan Proyek Industri

Selain memiliki pengalaman di bidang akademik dan industri, Billal juga aktif berkontribusi dalam berbagai proyek konsultansi dan penelitian. Pengalamannya mencakup studi kelayakan Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS), reservoir simulation untuk proyek Chemical EOR, estimasi, sertifikasi, dan audit cadangan migas.

Di bidang penelitian, Billal memiliki sejumlah publikasi ilmiah pada SPE Journal dan forum internasional Society of Petroleum Engineers (SPE). Penelitiannya berfokus pada pengembangan metode berbasis deep learning, hybrid physics–data driven modeling, serta penerapannya pada simulasi fractured reservoirs dan CO₂ sequestration. Kontribusi tersebut mencerminkan komitmennya dalam mengembangkan solusi reservoir engineering yang relevan bagi kebutuhan industri sekaligus kemajuan ilmu pengetahuan.

Gambar 3. Billal Aslam menyampaikan materi mengenai Reduced-Order Modeling Methods pada MEOS GEO (Middle East Oil & Gas Geoscience Show) sebagai bagian dari diseminasi inovasi di bidang reservoir simulation dan numerical modeling.

Berkontribusi di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher OGRINDO ITB, Billal berkontribusi dalam memperkuat kapabilitas riset dan konsultansi melalui pengembangan reservoir simulation, numerical modeling, dan pendekatan berbasis data untuk mendukung berbagai studi di bidang EOR, CCUS, serta analisis reservoir. Dengan perpaduan pengalaman akademik, penelitian, dan industri, ia turut mendukung OGRINDO ITB dalam menghadirkan solusi teknik yang inovatif, aplikatif, dan berbasis riset bagi industri energi.

Mari Berkolaborasi

OGRINDO ITB berkomitmen menghadirkan solusi berbasis riset untuk mendukung pengembangan teknologi dan inovasi di sektor energi. Dengan didukung oleh para peneliti yang memiliki pengalaman akademik dan industri, kami siap menjadi mitra dalam berbagai kegiatan penelitian, studi teknis, maupun konsultansi.

Tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai keahlian tim OGRINDO ITB atau mendiskusikan peluang kolaborasi? Kunjungi www.ogrindoitb.com atau hubungi kami melalui info@ogrindoitb.com.

Kategori
News Article

Portofolio EOR Laboratory ITB in Collaboration with OGRINDO ITB: Mendukung Proyek Enhanced Oil Recovery dari Evaluasi Laboratorium hingga Implementasi Lapangan

Keberhasilan implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR) tidak hanya ditentukan oleh hasil pengujian laboratorium, tetapi juga oleh kemampuan menerjemahkan hasil penelitian menjadi solusi yang dapat diterapkan di lapangan. Mulai dari evaluasi reservoir, pengujian laboratorium, perancangan konseptual, implementasi, hingga monitoring performa, setiap tahapan memerlukan pendekatan yang terintegrasi.

Sebagai bagian dari OGRINDO ITB, Laboratorium EOR ITB berkontribusi dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery melalui penelitian, evaluasi laboratorium, studi reservoir, implementasi lapangan, serta monitoring performa proyek. Didukung oleh OGRINDO ITB sebagai konsorsium riset dan platform kolaborasi, berbagai hasil penelitian dihubungkan dengan kebutuhan industri untuk menghasilkan solusi yang praktis, berbasis sains, dan relevan bagi pengembangan sektor minyak dan gas Indonesia.

Untuk memperkenalkan pengalaman, kapabilitas, serta pendekatan terintegrasi tersebut, kami menghadirkan Portofolio EOR Laboratory ITB in Collaboration with OGRINDO ITB.

Mengenal Portofolio Laboratorium EOR ITB

Portofolio ini dirancang sebagai gambaran menyeluruh mengenai pengalaman dan kapabilitas Laboratorium EOR ITB dalam mendukung proyek Enhanced Oil Recovery, mulai dari tahap evaluasi laboratorium hingga implementasi dan monitoring di lapangan.

Di dalamnya, pembaca dapat melihat bagaimana pendekatan ilmiah dipadukan dengan pengalaman industri melalui alur kerja yang terintegrasi (Integrated Project Workflow), pengalaman proyek komersial, implementasi teknologi EOR di lapangan, hingga kegiatan monitoring yang mendukung evaluasi performa proyek.

Lebih dari sekadar memperkenalkan laboratorium, portofolio ini menunjukkan bagaimana penelitian, evaluasi teknis, dan kolaborasi dapat menghasilkan solusi yang aplikatif bagi industri energi.

Gambar 1. Rekam jejak Laboratorium EOR ITB dalam mendukung studi, implementasi, dan monitoring di lapangan migas Indonesia.

Kolaborasi Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB

Laboratorium EOR ITB merupakan laboratorium yang berfokus pada pengembangan, evaluasi, dan implementasi teknologi Enhanced Oil Recovery untuk industri minyak dan gas. Laboratorium ini merupakan bagian dari OGRINDO ITB (Oil and Gas Recovery for Indonesia), sebuah konsorsium riset yang dibentuk oleh Program Studi Teknik Perminyakan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sebagai konsorsium riset dan platform kolaborasi, OGRINDO ITB menghubungkan akademisi, industri, dan mitra penelitian untuk mendorong pengembangan teknologi di bidang rekayasa reservoir, Enhanced Oil Recovery, serta transisi energi. Melalui kolaborasi tersebut, Laboratorium EOR ITB berkontribusi dalam menghadirkan solusi yang inovatif sekaligus aplikatif untuk menjawab tantangan industri energi Indonesia.

Gambar 2. Implementasi Surfaktan MENOR yang telah berhasil diterapkan pada berbagai lapangan migas di Indonesia.

Apa yang Akan Anda Temukan di Dalam Portofolio?

Portofolio ini menyajikan berbagai informasi yang relevan bagi perusahaan energi, institusi penelitian, akademisi, maupun calon mitra kolaborasi, di antaranya:

  • Profil Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB
  • Integrated Project Workflow dari evaluasi laboratorium hingga implementasi lapangan
  • Pengalaman proyek komersial dan industri
  • Proven Field Implementations pada berbagai lapangan di Indonesia
  • Monitoring Beyond Injection untuk evaluasi performa proyek
  • Bidang Keahlian Teknis
  • Peralatan laboratorium
  • Aktivitas laboratorium
  • Pencapaian serta penghargaan laboratorium
  • Informasi kolaborasi dan peluang kemitraan

Melalui portofolio ini, pembaca dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana pengalaman, keahlian teknis, serta kolaborasi antara laboratorium, akademisi, dan industri dikembangkan untuk mendukung implementasi teknologi EOR secara berkelanjutan.

Mendukung Industri melalui Pendekatan Terintegrasi

Setiap reservoir memiliki karakteristik yang unik sehingga memerlukan pendekatan teknis yang berbeda. Oleh karena itu, keberhasilan suatu proyek EOR tidak hanya bergantung pada hasil penelitian laboratorium, tetapi juga pada integrasi antara evaluasi teknis, implementasi lapangan, dan monitoring performa.

Melalui kolaborasi antara Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB, berbagai kegiatan, mulai dari studi reservoir, pengujian laboratorium, evaluasi Chemical EOR, implementasi, hingga monitoring di lapangan, dapat dilakukan secara terintegrasi.

Pendekatan terintegrasi tersebut memungkinkan setiap tahapan, mulai dari evaluasi laboratorium, studi reservoir, implementasi lapangan, hingga monitoring, terhubung dalam satu alur kerja yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Dengan demikian, penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi berkembang menjadi solusi yang siap diterapkan untuk menjawab tantangan industri minyak dan gas.

Gambar 3. Keahlian teknis dan peralatan Laboratorium EOR ITB untuk mendukung berbagai studi dan implementasi lapangan migas.

Unduh Portofolio EOR Laboratory ITB

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengalaman, kapabilitas, fasilitas laboratorium, serta proyek-proyek yang telah didukung oleh Laboratorium EOR ITB?

Unduh Portofolio EOR Laboratory ITB in Collaboration with OGRINDO ITB melalui tautan berikut:
📄 Download Portofolio

Portofolio ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pengalaman, kapabilitas teknis, implementasi proyek, serta peluang kolaborasi dalam mendukung pengembangan Enhanced Oil Recovery di Indonesia.

Mari Berkolaborasi

Laboratorium EOR ITB bersama OGRINDO ITB membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan energi, institusi penelitian, perguruan tinggi, maupun mitra strategis dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery dan transisi energi.

Apabila organisasi Anda membutuhkan dukungan dalam studi reservoir, evaluasi laboratorium, Chemical EOR, implementasi dan monitoring lapangan, maupun pengembangan teknologi, kami siap menjadi mitra kolaborasi Anda.

🌐 Website: www.ogrindoitb.com

📧 Email OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com

📧 Email Laboratorium EOR ITB: eor@itb.ac.id

Kategori
News Article

IPA Convex 2026 Golden Jubilee: OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB Perluas Jejaring dan Kolaborasi Energi

Bagaimana hasil penelitian dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi industri energi?

Salah satu caranya adalah dengan membangun komunikasi dan kolaborasi secara langsung dengan berbagai pihak yang terlibat dalam sektor energi. Semangat inilah yang dibawa OGRINDO ITB berkolaborasi dengan Lab EOR ITB saat berpartisipasi dalam IPA Convex 2026 Golden Jubilee.

Diselenggarakan pada 20–22 Mei 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, IPA Convex tahun ini menjadi momen istimewa karena menandai penyelenggaraan ke-50 atau Golden Jubilee dari salah satu forum industri energi terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Selama lima dekade, IPA Convex telah menjadi wadah yang mempertemukan industri, pemerintah, akademisi, penyedia teknologi, serta berbagai pihak terkait untuk berdiskusi mengenai tantangan, peluang, dan masa depan sektor energi nasional.

Gambar 1. IPA Convex 2026 Golden Jubilee di ICE BSD City menjadi ajang pertemuan pelaku industri, akademisi, pemerintah, dan berbagai pihak yang terlibat dalam sektor energi.

Memperkenalkan Kemampuan Riset dan Inovasi Energi

Dalam kegiatan ini, OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB diwakili oleh Fatahillah Mahfuzh Ridha, S.Tr.T. dan Rizki Ardi Prakosa, S.T. yang berpartisipasi dalam berbagai aktivitas selama penyelenggaraan IPA Convex 2026.

Kehadiran kedua delegasi merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kemampuan riset, layanan laboratorium, dan pengembangan teknologi OGRINDO ITB serta Lab EOR ITB kepada peserta dari kalangan industri, akademisi, dan mahasiswa.

Selain memperkenalkan profil organisasi, delegasi juga mendukung penyebarluasan hasil penelitian dan inovasi yang ditampilkan pada area pameran Institut Teknologi Bandung sebagai bentuk kontribusi akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi energi.

Prof. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., Ph.D., selaku Chairman OGRINDO ITB, juga turut hadir dalam ajang IPA Convex 2026 untuk memberikan dukungan langsung kepada tim OGRINDO ITB, sekaligus aktif berinteraksi dengan para pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri, akademisi, hingga perwakilan pemerintahan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya riset yang kuat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan sebagai fondasi dalam mendorong inovasi serta pengembangan sektor energi Indonesia yang berkelanjutan.

Berbagi Pengetahuan dan Membangun Komunikasi dengan Industri

Salah satu nilai utama dari IPA Convex adalah kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan sektor energi. Selama kegiatan berlangsung, delegasi OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB aktif berdiskusi dengan pengunjung mengenai aktivitas penelitian, pengembangan teknologi, serta berbagai isu yang menjadi perhatian industri energi.

Melalui interaksi tersebut, delegasi memperoleh wawasan mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi industri sekaligus memperkenalkan berbagai kegiatan riset dan layanan yang dikembangkan oleh OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB.

Memperluas Jejaring dan Peluang Kolaborasi

Selain menjadi ajang pameran teknologi, IPA Convex juga menjadi sarana untuk membangun jejaring profesional dan membuka peluang kolaborasi. Delegasi OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB berkesempatan berinteraksi dengan peserta dari perusahaan energi, penyedia teknologi, institusi pendidikan, serta organisasi profesional yang hadir selama kegiatan berlangsung.

Berbagai diskusi yang terjalin membuka peluang pertukaran wawasan dan kolaborasi riset untuk mendukung pengembangan teknologi serta solusi bagi sektor energi Indonesia.

Gambar 5. Pengunjung berinteraksi dengan materi profil OGRINDO ITB yang menampilkan fokus riset dan kontribusi organisasi dalam pengembangan teknologi energi.

Menghubungkan Riset dengan Kebutuhan Industri

Sebagai forum yang mempertemukan berbagai elemen dalam sektor energi, IPA Convex memberikan kesempatan bagi OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri dan kebutuhan teknologi yang terus berkembang.

Berbagai topik seperti peningkatan produksi migas, pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), digitalisasi, serta transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan menjadi bagian dari diskusi selama kegiatan berlangsung.

Melalui forum seperti IPA Convex, hasil penelitian yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat semakin dekat dengan kebutuhan nyata di lapangan, sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi riset yang lebih luas di masa mendatang.

Gambar 6. Booth Institut Teknologi Bandung menjadi sarana bagi OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB untuk memperkenalkan kegiatan riset, membangun jejaring, dan berdiskusi dengan peserta IPA Convex 2026 Golden Jubilee.

Mendukung Masa Depan Energi Indonesia Melalui Kolaborasi

Melalui kegiatan ini, OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB memperoleh kesempatan untuk memperluas jejaring profesional, memperkenalkan kemampuan riset yang dimiliki, serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa dalam mendukung perkembangan sektor energi Indonesia.

Partisipasi dalam IPA Convex 2026 Golden Jubilee menjadi bagian dari upaya OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri serta mendorong pengembangan sektor energi Indonesia melalui kolaborasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan.

Mari Berkolaborasi

Kehadiran OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB dalam IPA Convex 2026 Golden Jubilee menunjukkan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mendukung pengembangan teknologi serta masa depan energi Indonesia yang lebih berkelanjutan.

OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB terus berkomitmen untuk menjembatani penelitian akademik dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi, inovasi, dan pengembangan teknologi yang relevan bagi sektor energi Indonesia.

Kami terbuka untuk kolaborasi penelitian, studi laboratorium, pengembangan teknologi, pelatihan, serta diskusi teknis terkait sektor energi dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

Mari bersama membangun solusi energi yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdampak melalui sinergi antara akademisi, industri, dan berbagai pemangku kepentingan.
📩 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
📩 Lab EOR ITB: eor@itb.ac.id
🌐 Website: www.ogrindoitb.com

Kategori
News Article

A Leader Returns: Prof. Taufan Marhaendrajana sebagai Chairman OGRINDO ITB

OGRINDO ITB dengan bangga menyambut kembali Prof. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., Ph.D. sebagai Chairman OGRINDO ITB setelah mengemban amanah nasional sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas.

Sebagai alumni Teknik Perminyakan ITB dengan gelar Magister dan Doktor di bidang Petroleum Engineering dari Texas A&M University, Prof. Taufan memiliki perjalanan profesional yang mencakup dunia akademik, industri migas global, hingga kepemimpinan sektor energi nasional.

Mulai dari Conoco Indonesia dan Schlumberger Product Center USA hingga berbagai posisi strategis di ITB dan sektor energi Indonesia, perjalanan beliau mencerminkan perpaduan antara keilmuan, kepemimpinan, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi dan masa depan energi Indonesia.

Gambar 1. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam Semiconductor International Seminar sebagai bagian dari penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi lintas sektor.

Latar Belakang Pendidikan dan Keilmuan

Prof. Taufan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketertarikannya pada pengembangan ilmu reservoir dan teknik perminyakan membawanya melanjutkan studi Magister dan Doktoral di bidang Petroleum Engineering di Texas A&M University, Amerika Serikat.

Perjalanan akademik tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kompetensi beliau di bidang engineering, riset, dan pengembangan teknologi migas.

Gambar 2. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam Orasi Ilmiah Guru Besar ITB.

Kiprah di Industri Migas Global

Karier profesional Prof. Taufan dimulai di Conoco Indonesia pada periode 1991–1992. Pengalaman tersebut menjadi awal keterlibatan beliau dalam industri energi secara langsung.

Beliau kemudian melanjutkan kiprah internasional sebagai Senior Engineer di Schlumberger Product Center, USA pada periode 1999–2002. Dalam peran tersebut, beliau terlibat dalam pengembangan engineering dan teknologi di industri migas global, sekaligus memperluas perspektif terhadap tantangan dan inovasi industri energi dunia.

Gambar 3. Prof. Taufan Marhaendrajana saat melakukan kunjungan lapangan.

Kontribusi untuk Pendidikan dan Pengembangan Riset di ITB

Di lingkungan akademik ITB, Prof. Taufan dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan riset teknik perminyakan. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana Teknik Perminyakan ITB pada periode 2008–2009, serta Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB pada periode 2014–2017.

Selain itu, beliau juga dipercaya sebagai Ketua Kelompok Keahlian Teknik Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas ITB pada periode 2021–2025.

Kontribusi beliau tidak hanya berfokus pada pengembangan kurikulum dan pendidikan, tetapi juga pada penguatan budaya riset, kolaborasi multidisiplin, serta penerapan ilmu pengetahuan untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.

Gambar 4. Prof. Taufan Marhaendrajana bersama tim dalam kegiatan visitasi dan evaluasi pengembangan pusat unggulan antar perguruan tinggi di ITB.

Peran Strategis di Tingkat Institusi dan Pemerintahan

Dedikasi Prof. Taufan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga tercermin melalui berbagai posisi strategis yang beliau emban di ITB, di antaranya sebagai:

  • Ketua Program Studi Sarjana Teknik Perminyakan ITB (2008–2009)
  • Ketua Program Studi Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB (2014–2017)
  • Sekretaris Forum Guru Besar ITB (2019–2022)
  • Direktur Lembaga Pengembangan Ilmu dan Teknologi ITB (2022–2024)
  • Direktur Penerapan Ilmu dan Teknologi Multidisiplin ITB (2024–2025)

Di tingkat nasional, beliau juga dipercaya menjabat sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas pada periode 2025–2026 serta Anggota Dewan Pengawas IATMI periode 2025–2028.

Pengalaman tersebut menunjukkan keterlibatan aktif beliau dalam pengembangan kebijakan, pengelolaan sumber daya energi, serta penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri.

Gambar 5. Prof. Taufan Marhaendrajana saat pelantikan sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas.

Bersama Mendorong Masa Depan Inovasi Energi

Kembalinya Prof. Taufan sebagai Chairman OGRINDO ITB menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi, inovasi, dan riset energi yang berdampak bagi masa depan.

Sebagai bagian dari ekosistem riset dan inovasi ITB, OGRINDO ITB terus berkomitmen untuk menghadirkan pengembangan teknologi dan solusi berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung kebutuhan industri dan transisi energi Indonesia.

Gambar 6. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam Grand Opening Scientific Imaging Center sebagai bagian dari penguatan infrastruktur riset dan inovasi teknologi di ITB.
Gambar 7. Prof. Taufan Marhaendrajana dalam kegiatan diskusi bersama MPR RI terkait pengembangan energi baru dan terbarukan.

Welcome back, Prof. Taufan.
Together, we continue advancing innovation for the future of energy.

Untuk informasi lebih lanjut dan peluang kolaborasi:
📩 info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Meet Our Team: Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. — Senior Researcher OGRINDO ITB

Dalam menjawab tantangan industri energi yang semakin kompleks, OGRINDO ITB didukung oleh para peneliti dengan kompetensi akademik yang kuat dan pengalaman industri yang relevan. Salah satu di antaranya adalah Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T., yang berperan sebagai Senior Researcher dengan fokus pada petroleum production system dan reservoir simulation.

Gambar 1. Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. bersama tim dalam kegiatan presentasi dan diskusi studi reservoir serta sistem produksi.

Latar Belakang Pendidikan

Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. menempuh pendidikan Sarjana Teknik (S.T.) di bidang Teknik Elektro di Maranatha Christian University pada tahun 2006. Ia kemudian melanjutkan studi Magister (M.T.) di bidang Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung dan menyelesaikannya pada tahun 2012 dengan penelitian berjudul FOI Determination using Effective Wellbore Radius.

Perjalanan akademik ini membentuk fondasi keilmuan yang unik, menggabungkan pendekatan teknik elektro dengan analisis reservoir dan sistem produksi migas.

Perjalanan Karier dan Pengalaman Proyek

Perjalanan kariernya mencerminkan perpaduan yang solid antara dunia akademik dan industri. Beliau memulai sebagai Electrical Engineer (internee), kemudian berkembang menjadi Lab Supervisor dan pengajar, hingga terjun langsung ke industri sebagai Wireline Engineer. Sejak tahun 2011, beliau aktif sebagai konsultan Teknik Perminyakan di LAPI ITB dan terus berkontribusi di dunia akademik sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung sejak tahun 2015. Pengalaman ini membentuk perspektif yang kuat dalam menjembatani teori dan implementasi di lapangan.

Dalam berbagai proyek strategis, Wijoyo Niti Daton telah terlibat dalam studi yang mencakup reservoir, produksi, hingga transisi energi, di antaranya studi konseptual CCS/CCUS dan oil rim, evaluasi well integrity dan injeksi CO₂ untuk Abadi Field, simulasi Chemical EOR, hingga pengembangan smart well monitoring berbasis machine learning serta berbagai studi GGR dan sertifikasi cadangan di sejumlah lapangan migas. Keterlibatan ini menunjukkan keluasan eksposur teknis sekaligus kemampuannya dalam menangani tantangan kompleks di industri.

Gambar 2. Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. saat melakukan analisis dan pemodelan reservoir untuk mendukung evaluasi teknis berbasis data.

Peran di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB, Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. berperan dalam mengembangkan pendekatan berbasis data untuk memahami dan mengoptimalkan kinerja reservoir dan sistem produksi. Dengan keahlian di bidang reservoir simulation dan petroleum production system, beliau terlibat dalam pemodelan dan evaluasi reservoir guna memprediksi performa lapangan secara lebih akurat, sekaligus menganalisis sistem produksi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumur. Selain itu, kontribusinya juga mencakup studi integratif yang menggabungkan pendekatan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya relevan secara teknis, tetapi juga selaras dengan kebutuhan industri dan arah transisi energi yang berkelanjutan.

Dengan kombinasi keahlian teknis, pengalaman proyek yang luas, serta peran aktif di dunia akademik dan industri, Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. menghadirkan perspektif yang komprehensif dalam pengembangan solusi energi. Kehadirannya di OGRINDO ITB memperkuat komitmen untuk menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata bagi industri energi Indonesia.

Gambar 3. Wijoyo Niti Daton, S.T., M.T. berdiskusi bersama tim dalam pengembangan solusi reservoir dan optimasi sistem produksi.

Tertarik Berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

OGRINDO ITB membuka peluang kerja sama riset, studi teknis, serta pengembangan teknologi di bidang reservoir, produksi, EOR, dan transisi energi.
📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com
Mari bersama mengembangkan solusi inovatif untuk masa depan industri energi Indonesia.

Kategori
News Article

Rheological Interactions Between Barium and Sulfate Ions in HPG Fracturing Fluids: Insight Baru dari Penggunaan Produced Water

Gambar 1. Barium dan sulfat dalam produced water menunjukkan pengaruh yang tidak sama terhadap performa fracturing fluid.

Pemanfaatan produced water sebagai alternatif dalam formulasi fracturing fluid semakin menjadi perhatian di industri migas, terutama di tengah keterbatasan sumber daya air di lapangan. Namun, kompleksitas komposisi kimia produced water, khususnya keberadaan ion monovalen dan divalen, dapat secara signifikan memengaruhi sifat reologi fluida, termasuk viskositas yang menjadi parameter kunci dalam keberhasilan proses hydraulic fracturing. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi ion terhadap polimer menjadi krusial dalam merancang fracturing fluid yang optimal dan aplikatif.

Studi ini mengulas hasil penelitian terbaru terkait pengaruh ion barium dan sulfat terhadap fracturing fluid berbasis hydroxypropyl guar (HPG), serta implikasinya terhadap penggunaan produced water di lapangan.

Pemanfaatan Produced Water dalam Fracturing Fluid: Tantangan dan Peluang

Penggunaan produced water menawarkan keuntungan dari sisi ketersediaan dan efisiensi biaya. Namun, kandungan ion yang kompleks di dalamnya dapat memengaruhi stabilitas dan performa fracturing fluid. Ion-ion terlarut, baik monovalen maupun divalen, diketahui berperan dalam menentukan viskositas dan perilaku aliran fluida, sehingga perlu dikaji secara lebih mendalam.

Tujuan Penelitian: Memahami Peran Ion dalam Performa Fracturing Fluids

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ion divalen, khususnya barium (Ba²⁺) dan sulfat (SO₄²⁻), terhadap viskositas fracturing fluid berbasis HPG. Selain itu, studi ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana interaksi ion-ion tersebut memengaruhi perilaku reologi fluida pada berbagai kondisi operasi.

Metodologi Pengujian: Evaluasi Reologi Fluida HPG dalam Berbagai Kondisi

Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan larutan HPG dengan variasi konsentrasi ion barium dan sulfat. Parameter utama yang diamati adalah viskositas fluida pada berbagai kondisi shear rate dan temperatur.

Secara garis besar, pengujian meliputi:

  • Penambahan ion BaCl₂ dan Na₂SO₄ hingga konsentrasi 150 ppm
  • Pengukuran viskositas menggunakan rheometer pada beberapa shear rate
  • Evaluasi pada temperatur 25°C (kondisi permukaan) dan 70°C (kondisi reservoir)
  • Analisis waktu hidrasi polimer dan uji residu fluida

Pendekatan ini digunakan untuk merepresentasikan kondisi aktual di lapangan.

Gambar 2. Penambahan 150 ppm Ba²⁺ mampu meningkatkan viskositas HPG hingga ~30% pada kondisi temperatur rendah.

Hasil dan Pembahasan: Dampak Ion Barium dan Sulfat terhadap Viskositas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ion dalam produced water memberikan pengaruh yang berbeda terhadap sifat reologi fracturing fluid:
Ion Barium (Ba²⁺)
Pada konsentrasi 150 ppm, barium mampu meningkatkan viskositas fluida hingga sekitar 30% pada temperatur 25°C. Namun, pada temperatur 70°C, efek ini menjadi kurang signifikan.
Ion Sulfat (SO₄²⁻)
Sulfat menunjukkan pengaruh yang relatif kecil terhadap viskositas, dengan peningkatan sekitar 7% pada temperatur rendah, dan tidak signifikan pada temperatur tinggi.
Perilaku Reologi Fluida
Fluida menunjukkan karakteristik shear thinning, di mana viskositas menurun seiring meningkatnya shear rate.
Residu Fluida
Kehadiran ion barium dan sulfat meningkatkan jumlah residu, namun masih dalam batas standar industri.

Gambar 3. Barium meningkatkan viskositas secara signifikan, sementara sulfat memberikan pengaruh minimal. Namun, efek ini melemah seiring peningkatan temperatur.

Kesimpulan: Implikasi terhadap Desain Fracturing Fluid di Lapangan

Penelitian ini menunjukkan bahwa ion barium memiliki pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan sulfat dalam meningkatkan viskositas fracturing fluid berbasis HPG, terutama pada temperatur rendah. Sementara itu, pengaruh kedua ion tersebut cenderung menurun pada temperatur yang lebih tinggi.

Temuan ini menegaskan pentingnya karakterisasi komposisi ion dalam produced water sebagai bagian dari proses desain fracturing fluid, guna memastikan performa yang optimal di kondisi reservoir.

Gambar 4. Performa fluida ditentukan oleh komposisi ion, temperatur, dan kondisi aliran.

Akses Paper Publikasi

Untuk memahami studi ini secara lebih mendalam, Anda dapat mengakses publikasi lengkap melalui tautan berikut: 👉 klik di sini.

Kolaborasi Riset dan Industri

OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery berbasis riset dan kebutuhan industri. Jika Anda tertarik untuk berdiskusi atau menjajaki kolaborasi, silakan menghubungi kami melalui:
📩 info@ogrindoitb.com
📩 eor@itb.ac.id

Kategori
News Article

Meet Our Team: Dr. Prasandi Abdul Aziz, S.Si., M.T. — Senior Researcher OGRINDO ITB

OGRINDO ITB didukung oleh tim peneliti dengan latar belakang akademik dan pengalaman industri yang kuat. Salah satunya adalah Dr. Prasandi Abdul Aziz, S.Si., M.T., Senior Researcher yang memiliki keahlian dalam reservoir engineering dan evaluasi ekonomi migas.

Gambar 1. Keterlibatan dalam kolaborasi profesional sebagai bagian dari pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan di industri migas.

Latar Belakang Pendidikan dan Keahlian Berbasis Analisis

Dr. Prasandi menyelesaikan pendidikan Sarjana di bidang Matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2011. Ia kemudian melanjutkan studi Magister (2014) dan Doktoral (2025) di bidang Teknik Perminyakan ITB .

Topik penelitiannya berfokus pada optimasi arah dan panjang sumur horizontal menggunakan pendekatan algoritma genetika dengan mempertimbangkan aspek geomekanika dan drainage area. Latar belakang ini membentuk kompetensi kuat dalam pendekatan analitis dan pemodelan untuk studi reservoir.

Pengalaman Profesional dalam Reservoir, Produksi, dan Evaluasi Ekonomi

Dr. Prasandi memiliki pengalaman profesional yang luas melalui keterlibatannya dalam berbagai proyek di LAPI ITB, mencakup peran sebagai Reservoir Engineer, Production Engineer, hingga Petroleum Economist.

Beberapa pekerjaan yang pernah ditangani meliputi studi simulasi reservoir, evaluasi cadangan, analisis performa produksi, hingga penilaian ekonomi blok migas. Ia juga terlibat dalam berbagai proyek bersama SKK Migas, termasuk kegiatan evaluasi sumber daya dan cadangan serta kajian peningkatan perolehan minyak .

Selain itu, sejak tahun 2018 beliau aktif sebagai dosen di Program Studi Teknik Perminyakan ITB.

Gambar 2. Keterlibatan Dr. Prasandi dalam kegiatan diskusi teknis dan kolaborasi profesional.

Kontribusi dalam Riset dan Publikasi Ilmiah

Dr. Prasandi juga aktif dalam publikasi ilmiah yang berkaitan dengan optimasi pengembangan lapangan, reservoir engineering, serta evaluasi ekonomi migas.

Beberapa penelitiannya membahas topik seperti optimasi sumur horizontal, kombinasi metode algoritma genetika dan artificial neural network, hingga evaluasi keekonomian proyek migas dan potensi CO₂-EOR di Indonesia. Kontribusi ini menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan metode berbasis data untuk mendukung pengambilan keputusan di industri.

Gambar 3. Dr. Prasandi Abdul Aziz sebagai instruktur dalam pelatihan “Petroleum Economics & Risk Analysis”.

Peran di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB, Dr. Prasandi berperan dalam pelaksanaan studi teknis yang berkaitan dengan reservoir dan evaluasi proyek migas.

Dengan pengalaman lintas fungsi yang dimilikinya, beliau mendukung kegiatan riset yang terintegrasi antara aspek teknis dan ekonomi, serta berkontribusi dalam penyusunan kajian yang relevan dengan kebutuhan industri.

Gambar 4. Keterlibatan Dr. Prasandi dalam forum akademik dan profesional sebagai bagian dari sinergi antara institusi pendidikan, riset, dan industri energi.

Tertarik Berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

OGRINDO ITB membuka peluang kerja sama dalam studi reservoir, evaluasi lapangan, serta analisis teknis dan ekonomi di sektor hulu migas.

📩 Email: info@ogrindoitb.com

Kami siap berdiskusi untuk mendukung kebutuhan riset dan pengembangan Anda.

Kategori
News Article

Training HPLC – RID Part 2: Hands-on Operasional Sistem dan Analisis Sampel Polimer

Analisis menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan Refractive Index Detector (RID) menjadi salah satu metode penting dalam karakterisasi chemical EOR seperti surfaktan dan polimer, khususnya untuk mendukung kebutuhan riset dan aplikasi Enhanced Oil Recovery (EOR). Penguasaan metode ini tidak hanya membutuhkan pemahaman teori, tetapi juga kemampuan operasional instrumen dan interpretasi data secara akurat. Oleh karena itu, OGRINDO ITB bersama Laboratorium EOR ITB menyelenggarakan Training HPLC–RID Part 2 yang berfokus pada praktik langsung serta pengoperasian sistem secara komprehensif, termasuk pengaturan metode, pengoperasian sistem, hingga penanganan kendala selama pengujian.

Gambar 1. Pelatihan HPLC–RID Part 2 bersama PT. Berca Niaga Medika dan tim Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB.

Praktik Operasional dan Pengaturan Sistem HPLC–RID

Penguasaan instrumen tidak berhenti pada memahami teori—tetapi pada kemampuan menjalankan sistem secara langsung dan membaca responnya secara real-time.

Pada sesi ini, pelatihan difokuskan pada praktik langsung pengoperasian sistem HPLC–RID secara menyeluruh. Peserta memulai dari tahapan awal pengoperasian instrumen hingga proses analisis berjalan, dengan menekankan prosedur kerja yang sistematis dan aman.

Kegiatan diawali dengan:

  • Prosedur menyalakan instrumen sesuai urutan operasional
  • Memastikan kondisi sistem dalam status siap
  • Mengenali indikator pada software maupun instrumen sebagai tanda sistem mulai berjalan

Selanjutnya, peserta melakukan:

  • Pengecekan kesiapan sistem sebelum analisis
  • Pengaturan metode pada software, baik untuk akuisisi maupun data processing
  • Penyesuaian parameter penting seperti baseline, waktu retensi, dan integrasi puncak

Selama proses ini, peserta juga mengamati secara langsung respon sistem terhadap setiap pengaturan yang dilakukan. Hal ini menjadi penting untuk memahami bagaimana perubahan parameter dapat memengaruhi hasil kromatogram.

Selain itu, pelatihan juga menekankan pada kondisi yang sering muncul saat pengujian berlangsung, seperti baseline yang tidak stabil, noise pada sinyal, atau puncak yang tidak terbaca dengan optimal. Peserta diarahkan untuk mengenali gejala tersebut serta memahami langkah penanganan awal agar proses analisis tetap berjalan dengan baik.

Pendekatan praktik ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri peserta untuk mengoperasikan HPLC–RID secara mandiri di lingkungan laboratorium.

Gambar 3. Proses pengaturan metode dan analisis data menggunakan software HPLC untuk akuisisi dan interpretasi kromatogram.

Hands-on Analisis Sampel Polimer

Setelah memahami operasional sistem dan pengaturan metode, peserta kemudian mengaplikasikan langsung pengetahuan tersebut melalui pengujian sampel polimer untuk melihat performa sistem secara nyata.

Sebagai bagian utama dari pelatihan, dilakukan pengujian sampel polimer dengan beberapa variasi konsentrasi untuk mengevaluasi respon detektor RID serta konsistensi metode analisis yang digunakan.

Hasil kromatogram menunjukkan bahwa puncak polimer terdeteksi secara konsisten pada waktu retensi sekitar 6,6 – 6,9 menit, yang mengindikasikan kondisi sistem yang stabil selama proses analisis.

Selain itu, terlihat tren peningkatan luas area seiring dengan kenaikan konsentrasi sampel, yang menunjukkan bahwa respon detektor berjalan secara proporsional terhadap jumlah sampel yang diuji.
Ringkasan Hasil Uji Polimer
60 ppm | RT: 6,898 menit | Area: 9.950
80 ppm | RT: 6,910 menit | Area: 12.414
100 ppm | RT: 6,677 menit | Area: 15.431

Gambar 5. Kromatogram hasil analisis HPLC–RID pada sampel polimer (60 ppm) yang menunjukkan puncak utama pada waktu retensi sekitar 6,898 menit.
Gambar 6. Kromatogram hasil analisis HPLC–RID pada sampel polimer (80 ppm) yang menunjukkan puncak utama pada waktu retensi sekitar 6,910 menit.

Analisis Singkat Hasil Pengujian

Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode yang digunakan telah memberikan respon yang konsisten dan dapat diandalkan. Waktu retensi yang relatif stabil pada setiap variasi konsentrasi menandakan kondisi sistem yang terjaga dengan baik selama analisis berlangsung.

Di sisi lain, peningkatan nilai area yang sejalan dengan kenaikan konsentrasi menunjukkan bahwa detektor RID mampu memberikan respon yang proporsional terhadap jumlah polimer yang dianalisis. Hal ini menjadi indikator bahwa metode memiliki potensi yang baik untuk digunakan dalam analisis kuantitatif.

Namun demikian, pada tahap ini kurva kalibrasi belum diterapkan, sehingga hasil yang diperoleh masih bersifat indikatif dan belum digunakan untuk kuantifikasi absolut.

Peningkatan Kompetensi Analisa Laboratorium

Melalui sesi hands-on ini, peserta memperoleh pengalaman praktis dalam menjalankan analisis HPLC–RID secara menyeluruh, mulai dari pengoperasian sistem hingga interpretasi data hasil uji. Peserta juga belajar memahami hubungan antara parameter metode, kondisi instrumen, dan kualitas kromatogram yang dihasilkan.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemampuan analitis yang dibutuhkan dalam kegiatan riset maupun pengujian di laboratorium.

Penutup

Training HPLC–RID Part 2 memberikan pemahaman komprehensif mengenai operasional sistem dan analisis sampel polimer melalui praktik langsung. Dengan kombinasi antara penguasaan instrumen, pemahaman metode, serta interpretasi data, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis dan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung kebutuhan industri dan penelitian, khususnya di bidang EOR.

Tertarik Berkolaborasi?

OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB membuka peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan, penelitian, maupun layanan analisis laboratorium yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri dan akademisi.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
📧 OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
📧 Laboratorium EOR ITB: eor@itb.ac.id

Tingkatkan kualitas analisis Anda bersama kami melalui pelatihan dan kolaborasi berbasis riset dan praktik terbaik.

Kategori
News Article

Analisis Kinerja Surfactant Flooding melalui Capillary Number Menggunakan Modified Micromodel

Surfactant flooding merupakan salah satu metode Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) yang berperan penting dalam meningkatkan perolehan minyak dengan menurunkan interfacial tension (IFT) dan memobilisasi minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan. Penelitian ini mengevaluasi kinerja dua surfaktan komersial melalui analisis hubungan antara capillary number dan residual oil saturation menggunakan pendekatan modified transparent micromodel yang dikombinasikan dengan digital image analysis. Pendekatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika perpindahan fluida di media berpori selama proses surfactant flooding.

Gambar 1. Presentasi hasil penelitian mengenai kinerja surfactant flooding pada Simposium IATMI 2022.

Latar Belakang dan Tujuan Penelitian

Surfactant flooding telah lama dikembangkan sebagai salah satu metode Chemical EOR yang efektif untuk meningkatkan mobilitas minyak di dalam reservoir. Dengan menurunkan interfacial tension antara minyak dan air, surfaktan memungkinkan minyak yang sebelumnya terperangkap di dalam pori-pori batuan untuk lebih mudah dimobilisasi dan diproduksikan.

Dalam studi laboratorium, kinerja surfactant flooding sering dianalisis menggunakan Capillary Desaturation Curve (CDC) yang menggambarkan hubungan antara perubahan residual oil saturation dan capillary number. Capillary number sendiri merupakan rasio antara gaya viskos—yang dipengaruhi oleh viskositas fluida dan laju injeksi—dan gaya kapiler yang dipengaruhi oleh interfacial tension antara dua fluida yang tidak saling bercampur.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dua surfaktan komersial dengan menganalisis bagaimana perubahan capillary number dapat mempengaruhi penurunan residual oil saturation. Untuk meningkatkan capillary number, nilai interfacial tension antara surfaktan dan crude oil dimodifikasi hingga mencapai kondisi ultra-low IFT, sehingga capillary number dapat meningkat hingga tiga hingga lima orde magnitudo.

Pendekatan Eksperimental Menggunakan Modified Micromodel

Penelitian ini menggunakan transparent modified micromodel yang memungkinkan visualisasi langsung pergerakan fluida di dalam media berpori. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses displacement minyak selama injeksi surfaktan.

Untuk merepresentasikan kondisi reservoir yang lebih realistis, micromodel dimodifikasi dengan menambahkan quartz dan cement, sehingga interaksi antara fluida dan batuan dapat diamati secara lebih representatif. Proses eksperimen kemudian dianalisis menggunakan Digital Image Analysis (DIA) untuk menghitung parameter penting seperti initial oil saturation, residual oil saturation, water saturation, dan surfactant saturation secara kuantitatif.

Penelitian ini terdiri dari dua tahap pengujian utama, yaitu static test untuk mengevaluasi kompatibilitas fluida melalui pengujian CMC–IFT, serta dynamic test menggunakan micromodel untuk mengamati proses surfactant flooding secara langsung di dalam media berpori.

Gambar 3. Contoh modified transparent micromodel yang digunakan dalam penelitian untuk memvisualisasikan pergerakan fluida di dalam media berpori selama proses surfactant flooding.

Hasil dan Insight Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan interfacial tension antara larutan surfaktan dan crude oil memberikan pengaruh langsung terhadap penurunan residual oil saturation, yang pada akhirnya meningkatkan perolehan minyak.

Namun demikian, penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai interfacial tension yang paling rendah tidak selalu menghasilkan oil recovery tertinggi. Temuan ini memberikan perspektif penting bahwa peningkatan capillary number pada tingkat tertentu sudah cukup untuk meningkatkan mobilisasi minyak, tanpa harus selalu mencapai kondisi ultra-low IFT.

Pendekatan menggunakan modified micromodel juga menunjukkan potensi besar sebagai metode eksperimen yang lebih sederhana, cepat, dan efisien secara biaya dibandingkan metode konvensional seperti coreflood test, namun tetap mampu memberikan pemahaman yang detail mengenai interaksi fluida dan batuan pada skala pori.

Gambar 4. Penyerahan penghargaan pada Simposium IATMI 2022 atas kontribusi dalam professional technical paper yang membahas analisis kinerja surfactant flooding menggunakan pendekatan micromodel experiment.

Akses Publikasi dan Kolaborasi Riset

Artikel ini merangkum poin-poin utama dari publikasi ilmiah yang dapat diakses secara lengkap melalui halaman Publications di website OGRINDO ITB.
🔗 Baca publikasi lengkapnya di sini

OGRINDO ITB secara aktif mengembangkan berbagai penelitian di bidang reservoir engineering, enhanced oil recovery, dan teknologi subsurface untuk mendukung kebutuhan industri energi.

Tertarik untuk Kolaborasi?

📩 Tertarik untuk berdiskusi atau menjajaki kolaborasi riset di bidang Chemical EOR?
Kami membuka peluang kerja sama dengan mitra industri, institusi penelitian, maupun akademisi.
Email: info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Training HPLC – RID Part 1: Pengenalan Sistem untuk Analisis yang Presisi

Dalam upaya menjaga standar kualitas analisis yang akurat, presisi, dan reproducible, OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB menyelenggarakan Training HPLC–RID bekerja sama dengan PT. Berca Niaga Medika. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman tim terhadap sistem High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan Refractive Index Detector (RID), agar operasional alat berjalan optimal dan menghasilkan data yang andal untuk mendukung riset serta aplikasi Chemical EOR.

Gambar 1. Sesi diskusi teknis dalam Training HPLC–RID bersama tim PT. Berca Niaga Medika di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 2. Peserta training nampak antusias mengikuti sesi diskusi dan pengenalan HPLC-RID di laboratorium EOR ITB.

Sistem HPLC 1260 – RID di Laboratorium EOR ITB

Laboratorium EOR ITB menggunakan HPLC tipe 1260 dengan sistem detektor RID dan manual injector. Konfigurasi ini sangat sesuai untuk analisis senyawa seperti polimer dan surfaktan, terutama dalam studi adsorpsi chemical terhadap batuan, pendeteksian dan kuantifikasi polimer dan surfaktan pada sumur monitoring, serta evaluasi performa injeksi pada skema Chemical EOR. Pemahaman terhadap setiap komponen menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas sistem dan kualitas hasil analisis.

Gambar 3. Instruktur menjelaskan konfigurasi dan komponen utama sistem HPLC-RID yang digunakan dalam proses analisis sampel.

Komponen Utama dan Fungsinya

  1. Reservoir Fasa Gerak
    Wadah penyimpanan pelarut (mobile phase) yang akan dialirkan ke sistem. Kualitas dan kebersihan fasa gerak sangat menentukan kestabilan tekanan serta baseline kromatogram.
  2. Pompa Isokratik
    Sistem yang digunakan bersifat isokratik, yaitu menggunakan satu komposisi fasa gerak tetap selama analisis berlangsung. Berbeda dengan sistem gradient yang memungkinkan perubahan komposisi 2–4 pelarut melalui software, sistem isokratik lebih sederhana dan stabil untuk metode rutin dengan matriks sampel yang relatif konsisten.
  3. Manual Injector
    Proses injeksi dilakukan secara manual menggunakan loop 20 µL dan syringe presisi (umumnya 50 µL) untuk memastikan volume injeksi konsisten dan repeatability tetap terjaga.
  4. Kolom HPLC
    Kolom merupakan inti proses pemisahan. Kompartemen kolom dilengkapi heater dengan suhu hingga 85°C untuk menjaga stabilitas suhu dan konsistensi retention time.
  5. Refractive Index Detector (RID)
    RID bekerja berdasarkan perbedaan indeks bias antara fasa gerak dan komponen sampel. Detektor ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu, komposisi pelarut, dan keberadaan gelembung udara, sehingga kestabilan sistem menjadi faktor krusial.
Gambar 4. Demonstrasi proses injeksi sampel menggunakan syringe pada sistem manual injector HPLC.
Gambar 5. Tampilan bagian internal sistem HPLC yang menghubungkan jalur aliran fasa gerak menuju kolom dan detektor.

Stabilitas Sistem Dimulai dari Fasa Gerak

Salah satu pembahasan utama dalam training adalah pentingnya memastikan fasa gerak bebas dari gelembung udara (bubble).

Indikasi Sistem Mengandung Bubble:

  • Grafik pressure naik-turun secara tidak wajar
  • Baseline tidak stabil
  • Perubahan retention time dari metode sebelumnya

Untuk mencegah hal tersebut:

  • Fasa gerak wajib difiltrasi dan disonikasi (degassing).
  • Sistem dijalankan terlebih dahulu menggunakan air sebelum mengganti ke fasa gerak utama untuk memastikan tidak ada udara terperangkap.
  • Jika terdeteksi bubble, lakukan penghilangan udara hingga tekanan stabil sebelum analisis dimulai.
Gambar 6. Detail koneksi tubing dan jalur aliran pada sistem HPLC yang memerlukan kestabilan tekanan serta bebas dari gelembung udara.

Purging Pompa: Langkah Wajib Sebelum Analisis

Purging dilakukan untuk mengeluarkan udara dari sistem. Prosedur umum proses purging sebagai berikut:

  • Jalankan aliran fasa gerak dengan flow rate ±2 mL/menit selama ±2 menit.
  • Jika tekanan belum stabil atau bubble cukup banyak, flow rate dapat dinaikkan hingga 4 mL/menit (maksimal 5 mL/menit sesuai batas sistem).
  • Proses dilakukan hingga tekanan stabil.
  • Durasi purging menyesuaikan kondisi sistem.
Gambar 7. Tampilan perangkat lunak instrumen HPLC yang digunakan untuk memonitor kondisi sistem dan merekam data kromatogram selama proses analisis berlangsung.

Menjaga Performa Kolom dan Akurasi Data

Beberapa best practice yang ditekankan dalam training:

  • Gunakan fasa gerak yang jernih dan tidak keruh.
  • Hindari viskositas terlalu tinggi karena dapat meningkatkan tekanan sistem.
  • Viskositas tinggi dalam jangka panjang dapat mempercepat kejenuhan kolom.
  • Stabilkan suhu kolom untuk menjaga konsistensi retention time.
  • Lakukan flushing bertahap saat mengganti pelarut dengan karakteristik berbeda.

Pada tahap awal, sistem mungkin masih menunjukkan hasil yang baik. Namun tanpa prosedur yang tepat, performa kolom dapat menurun secara bertahap dan berdampak pada validitas data analisis.

Gambar 8. Penjelasan pengaturan metode dan monitoring parameter analisis HPLC melalui sistem perangkat lunak instrumen

Membangun Budaya Analisis yang Presisi

Training ini tidak hanya berfokus pada cara mengoperasikan alat, tetapi juga membangun pemahaman menyeluruh tentang prinsip kerja, potensi risiko operasional, serta pentingnya prosedur standar dalam menjaga integritas data.
Dengan sistem yang terawat dan prosedur yang benar, HPLC–RID menjadi instrumen strategis dalam mendukung analisis polimer dan surfaktan untuk keberhasilan implementasi Chemical EOR.

Gambar 9. Foto bersama peserta dan instruktur setelah sesi praktik pengoperasian instrumen HPLC-RID.

Tertarik Berkolaborasi?

OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB membuka peluang kolaborasi riset, pengujian laboratorium, serta pengembangan metode analisis untuk kebutuhan industri dan akademik.
📩 Hubungi kami:
info@ogrindoitb.com
eor@itb.ac.id
Mari wujudkan analisis yang lebih presisi, sistem yang lebih stabil, dan data yang lebih terpercaya untuk mendukung inovasi energi berkelanjutan.

Kategori
News Article

Final Presentation Internship Lab EOR ITB: Penguatan Kompetensi Chemical Enhanced Oil Recovery

Senin, 2 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi peserta Internship Program di Laboratorium EOR ITB yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran intensif selama dua bulan. Kegiatan Final Presentation yang dilaksanakan di Ruang Meeting Lab EOR ITB, Gedung Energi Lantai 7 ITB ini menjadi penutup resmi program sekaligus refleksi atas proses pendalaman materi di bidang Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR).

Gambar 1. Peserta memaparkan evaluasi menyeluruh mencakup desain pengujian laboratorium, interpretasi data, hingga penyusunan alur kerja implementasi Chemical EOR.

Program internship ini dirancang dalam skema hybrid selama dua bulan, yang terdiri dari satu bulan onsite di Laboratorium EOR ITB dan satu bulan offsite (daring). Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara pengalaman praktik langsung di laboratorium dengan pendalaman konseptual, diskusi teknis, serta studi literatur secara mandiri.

Pendalaman Komprehensif Chemical EOR

Selama program berlangsung, peserta mendalami tiga komponen utama dalam implementasi Chemical EOR, yaitu surfaktan, polimer, dan sistem ASP (Alkali–Surfactant–Polymer).

Pada studi surfaktan, peserta mempelajari mekanisme penurunan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air untuk meningkatkan mobilisasi minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan reservoir. Pemahaman ini menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak pada tahap lanjut produksi.

Gambar 2. Peserta memaparkan analisis komprehensif terkait mekanisme polimer, perilaku adsorpsi, serta strategi implementasi Chemical EOR pada skala lapangan.

Pada studi polimer, fokus diberikan pada peningkatan viskositas fluida injeksi untuk memperbaiki mobility ratio dan meningkatkan sweep efficiency. Analisis karakteristik reologi dan stabilitas polimer menjadi bagian penting dalam evaluasi performa sistem injeksi kimia.

Sementara itu, dalam sistem ASP, peserta mempelajari integrasi alkali, surfaktan, dan polimer sebagai pendekatan kombinasi yang bertujuan meningkatkan perolehan minyak melalui sinergi mekanisme kimiawi yang saling mendukung.

Gambar 3. Analisis viskositas, sensitivitas terhadap shear, dan kompatibilitas reservoir sebagai parameter kunci dalam perancangan polymer flooding.

Melalui sesi presentasi akhir, para peserta memaparkan hasil analisis, pemahaman konseptual, serta implikasi aplikatif dari studi yang telah dilakukan. Presentasi ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teori, praktik laboratorium, dan relevansi implementasi di lapangan.

Gambar 4. Sesi diskusi aktif antara peserta, peneliti, dan pembimbing dalam membedah tantangan implementasi Chemical EOR secara aplikatif.

Penguatan Kompetensi Talenta EOR dan Integrasi Akademik–Industri

Kegiatan Final Presentation ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara institusi riset dan program akademik mampu menghasilkan talenta yang siap memasuki dunia riset maupun industri perminyakan. Skema pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas sekaligus kedalaman pemahaman teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri energi saat ini.

Gambar 5. Apresiasi atas dedikasi, ketelitian analitis, dan kontribusi teknis peserta selama mengikuti program penguatan kompetensi Chemical EOR.

Partisipasi aktif peserta dalam sesi presentasi mencerminkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan prinsip ilmu dasar dan teknik lanjutan menjadi solusi teknis yang aplikatif dalam konteks Chemical EOR. Pendalaman terhadap mekanisme kerja surfaktan, karakteristik polimer untuk mobility control, hingga integrasi sistem ASP memperlihatkan kesiapan mereka dalam memahami kompleksitas tantangan reservoir modern.

Program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan relevansi praktis terhadap tantangan nyata industri, khususnya dalam upaya peningkatan produksi pada reservoir mature. Inisiatif ini sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran kolaboratif yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kompetensi profesional sektor energi.

Melalui program ini, Lab EOR ITB bersama OGRINDO ITB menegaskan perannya sebagai pusat capacity building dan penguatan talenta di bidang Chemical EOR yang siap berkontribusi bagi industri migas dan sektor energi nasional.

Tertarik Berkolaborasi atau Mengikuti Program Selanjutnya?

Program Internship Lab EOR ITB merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi serta penguatan ekosistem riset energi berbasis sains dan aplikasi industri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai:

  • Program internship berikutnya
  • Kolaborasi riset Chemical EOR
  • Pengujian dan evaluasi laboratorium
  • Program pelatihan dan pengembangan kapasitas

Silakan menghubungi:

📧Laboratorium EOR ITB: eor@itb.ac.id

📧OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com

Kami terbuka untuk kolaborasi akademik, riset industri, serta pengembangan talenta di bidang subsurface dan teknologi Enhanced Oil Recovery.

Kategori
News Article

Studi Ekskursi Mahasiswa PEM Akamigas di Laboratorium EOR ITB

Mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas melaksanakan studi ekskursi ke Laboratorium Petrofisika dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung pada 27 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dan bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan ilmu di bidang perminyakan dan teknologi subsurface.

Gambar 1. Mahasiswa PEM Akamigas saat mengikuti rangkaian kegiatan studi ekskursi di Laboratorium EOR ITB.

Latar Belakang Kegiatan

Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas merupakan institusi pendidikan vokasi di bidang energi, minyak, dan gas bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Salah satu program studi yang diselenggarakan adalah Program Studi Diploma IV Teknik Produksi Minyak dan Gas.

Sebagai bagian dari agenda pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, PEM Akamigas telah melaksanakan kegiatan kunjungan akademik dalam bentuk studi ekskursi ke Laboratorium Petrofisika dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal penerapan keilmuan di bidang penelitian, proyek komersial, dan tantangan dalam industri migas Indonesia.

Kolaborasi OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB

Kegiatan kunjungan akademik ini terlaksana melalui sinergi antara Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB sebagai bagian dari ekosistem riset dan pengembangan teknologi subsurface di Institut Teknologi Bandung. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta diseminasi pengetahuan di bidang energi dan perminyakan.

Melalui kolaborasi tersebut, Laboratorium EOR ITB berperan sebagai fasilitas pembelajaran berbasis riset, sementara OGRINDO ITB mendukung keterhubungan kegiatan laboratorium dengan konteks riset terapan dan pengembangan keilmuan yang lebih luas.

Pelaksanaan Kunjungan Akademik

Kunjungan akademik ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknik Produksi Minyak dan Gas PEM Akamigas yang sedang menempuh mata kuliah Praktik Enhanced Oil Recovery dan Praktik Evaluasi Formasi. Sebanyak 59 mahasiswa, didampingi oleh dosen pendamping, mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Laboratorium EOR ITB.

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai fasilitas laboratorium, aktivitas pengujian, serta gambaran umum penelitian dan pengembangan teknologi, khususnya di analisa karakteristik sifat fisik batuan dan chemical enhanced oil recovery. Interaksi langsung antara mahasiswa dan lingkungan laboratorium menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis praktik.

Gambar 4. Pembahasan hasil pengujian dan interpretasi data laboratorium bersama tim EOR ITB.

Waktu dan Lokasi Kegiatan

Kunjungan akademik mahasiswa PEM Akamigas ke Laboratorium EOR ITB telah dilaksanakan pada:
Tanggal: 27 Januari 2026
Lokasi: Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan terkoordinasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Gambar 5. Foto bersama mahasiswa PEM Akamigas bersama perwakilan Laboratorium EOR ITB dan OGRINDO ITB di depan Gedung Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung.

Penutup

Pelaksanaan kunjungan akademik ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi dan lingkungan riset perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa. Sinergi antara PEM Akamigas, Laboratorium EOR ITB, dan OGRINDO ITB diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya penguatan pembelajaran, riset, dan pengembangan teknologi di bidang energi dan perminyakan.

Bagi institusi, mitra industri, maupun pihak lain yang tertarik untuk menjalin kerja sama, berdiskusi lebih lanjut, atau memperoleh informasi terkait kegiatan riset dan fasilitas laboratorium, silakan menghubungi OGRINDO ITB melalui email info@ogrindoitb.com atau Laboratorium EOR ITB melalui email eor@itb.ac.id.

Kategori
News Article

Inisiasi Kolaborasi Strategis antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB dengan China National Logging Corporation (CNLC)

OGRINDO ITB, bersama Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB, secara resmi memulai penjajakan kolaborasi strategis dengan China National Logging Corporation (CNLC), perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan teknologi perminyakan, melalui inisiatif collaborative feasibility study yang berfokus pada core analysis serta laboratory-based qualification testing untuk produk chemical agent milik CNLC. Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi riset dan teknis yang berorientasi pada pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Indonesia.

Gambar 1. Diskusi teknis awal antara tim CNLC, OGRINDO ITB, dan Laboratorium EOR ITB di fasilitas laboratorium ITB.

Latar Belakang Penjajakan Kerja Sama

CNLC menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan studi kelayakan teknis guna mengevaluasi aplikabilitas, kinerja, dan kompatibilitas chemical agent pada kondisi reservoir yang representatif. Studi ini dimaksudkan sebagai bagian dari tahap penilaian awal sebelum potensi implementasi lapangan teknologi tersebut di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui kolaborasi antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (Lab EOR) ITB, dipandang sebagai mitra yang memiliki kapabilitas dan pengalaman yang relevan dalam kegiatan karakterisasi reservoir, core analysis, serta pengujian laboratorium skala kimia EOR. Penentuan platform laboratorium yang paling sesuai akan dilakukan berdasarkan kesiapan fasilitas dan pertimbangan institusional dari pihak ITB.

Ruang Lingkup Inisiasi Kolaborasi

Penjajakan kerja sama ini masih berada pada tahap awal, dengan ruang lingkup utama meliputi:

  • Diskusi awal terkait rencana dan pendekatan studi kelayakan teknis
  • Penyelarasan preliminary scope of work antara para pihak
  • Peninjauan kapabilitas laboratorium serta prosedur pengujian yang tersedia di ITB
Gambar 2. Peninjauan fasilitas dan peralatan laboratorium EOR sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi teknis.

Hasil dari tahap inisiasi ini diharapkan dapat menjadi landasan teknis bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik dalam bentuk riset bersama maupun aplikasi industri di masa mendatang.

Kunjungan Teknis CNLC ke ITB

Sebagai bagian dari proses penjajakan, direncanakan kunjungan teknis tim CNLC Asia Pacific ke ITB pada Januari 2026. Kunjungan ini mencakup kegiatan diskusi teknis bersama serta laboratory visit untuk meninjau langsung fasilitas pengujian kimia EOR.

Gambar 3. Diskusi teknis mendalam terkait pendekatan studi kelayakan dan pengujian chemical EOR.

Agenda kunjungan difokuskan pada hal-hal berikut:

  • Diskusi teknis awal antara CNLC dan ITB
  • Pembahasan kebutuhan dan persyaratan pengujian laboratorium
  • Peninjauan fasilitas serta kapabilitas laboratorium EOR di lingkungan ITB

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama terkait pendekatan studi yang akan dilakukan serta memastikan kesesuaian antara kebutuhan teknis dan fasilitas yang tersedia.

Gambar 4. Pemaparan teknis mengenai metodologi pengujian dan kapabilitas Laboratorium EOR ITB.

Peran OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam Kolaborasi

Dalam inisiatif ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (Lab EOR) ITB berkolaborasi secara sinergis, di mana OGRINDO ITB berperan sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan aktivitas riset, sementara Lab EOR ITB berperan sebagai pelaksana utama kegiatan pengujian laboratorium dan evaluasi teknis. Dengan pengalaman dalam pengujian kimia EOR, core analysis, serta studi pendukung implementasi teknologi EOR, OGRINDO ITB berkomitmen untuk mendukung proses evaluasi teknis secara objektif dan berbasis data.

Gambar 5. Demonstrasi fasilitas pengujian laboratorium EOR untuk mendukung evaluasi teknis berbasis data.

Prospek Kolaborasi ke Depan

Penjajakan kerja sama antara OGRINDO ITB, Laboratorium EOR ITB, dan CNLC ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong kolaborasi internasional di bidang riset dan pengembangan teknologi EOR. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, mendukung penguatan kapasitas riset, transfer pengetahuan, serta penerapan teknologi EOR yang sesuai dengan karakteristik reservoir di Indonesia.

OGRINDO ITB menyambut baik inisiatif ini dan berharap proses penjajakan yang sedang berlangsung dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan.

Gambar 6. Foto bersama tim CNLC, OGRINDO ITB, dan Laboratorium EOR ITB dalam rangka inisiasi kolaborasi strategis.

Informasi dan Peluang Kolaborasi

OGRINDO ITB terbuka untuk peluang kolaborasi riset, studi kelayakan, serta pengembangan teknologi di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) dan karakterisasi reservoir. Untuk informasi lebih lanjut atau penjajakan kerja sama, silakan menghubungi:
📧 Email: info@ogrindoitb.com