Kategori
News Article

Final Presentation Internship Lab EOR ITB: Penguatan Kompetensi Chemical Enhanced Oil Recovery

Senin, 2 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi peserta Internship Program di Laboratorium EOR ITB yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran intensif selama dua bulan. Kegiatan Final Presentation yang dilaksanakan di Ruang Meeting Lab EOR ITB, Gedung Energi Lantai 7 ITB ini menjadi penutup resmi program sekaligus refleksi atas proses pendalaman materi di bidang Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR).

Gambar 1. Peserta memaparkan evaluasi menyeluruh mencakup desain pengujian laboratorium, interpretasi data, hingga penyusunan alur kerja implementasi Chemical EOR.

Program internship ini dirancang dalam skema hybrid selama dua bulan, yang terdiri dari satu bulan onsite di Laboratorium EOR ITB dan satu bulan offsite (daring). Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara pengalaman praktik langsung di laboratorium dengan pendalaman konseptual, diskusi teknis, serta studi literatur secara mandiri.

Pendalaman Komprehensif Chemical EOR

Selama program berlangsung, peserta mendalami tiga komponen utama dalam implementasi Chemical EOR, yaitu surfaktan, polimer, dan sistem ASP (Alkali–Surfactant–Polymer).

Pada studi surfaktan, peserta mempelajari mekanisme penurunan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air untuk meningkatkan mobilisasi minyak yang terperangkap di dalam pori-pori batuan reservoir. Pemahaman ini menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak pada tahap lanjut produksi.

Gambar 2. Peserta memaparkan analisis komprehensif terkait mekanisme polimer, perilaku adsorpsi, serta strategi implementasi Chemical EOR pada skala lapangan.

Pada studi polimer, fokus diberikan pada peningkatan viskositas fluida injeksi untuk memperbaiki mobility ratio dan meningkatkan sweep efficiency. Analisis karakteristik reologi dan stabilitas polimer menjadi bagian penting dalam evaluasi performa sistem injeksi kimia.

Sementara itu, dalam sistem ASP, peserta mempelajari integrasi alkali, surfaktan, dan polimer sebagai pendekatan kombinasi yang bertujuan meningkatkan perolehan minyak melalui sinergi mekanisme kimiawi yang saling mendukung.

Gambar 3. Analisis viskositas, sensitivitas terhadap shear, dan kompatibilitas reservoir sebagai parameter kunci dalam perancangan polymer flooding.

Melalui sesi presentasi akhir, para peserta memaparkan hasil analisis, pemahaman konseptual, serta implikasi aplikatif dari studi yang telah dilakukan. Presentasi ini menunjukkan kemampuan mereka dalam mengintegrasikan teori, praktik laboratorium, dan relevansi implementasi di lapangan.

Gambar 4. Sesi diskusi aktif antara peserta, peneliti, dan pembimbing dalam membedah tantangan implementasi Chemical EOR secara aplikatif.

Penguatan Kompetensi Talenta EOR dan Integrasi Akademik–Industri

Kegiatan Final Presentation ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara institusi riset dan program akademik mampu menghasilkan talenta yang siap memasuki dunia riset maupun industri perminyakan. Skema pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas sekaligus kedalaman pemahaman teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri energi saat ini.

Gambar 5. Apresiasi atas dedikasi, ketelitian analitis, dan kontribusi teknis peserta selama mengikuti program penguatan kompetensi Chemical EOR.

Partisipasi aktif peserta dalam sesi presentasi mencerminkan kemampuan mereka dalam menerjemahkan prinsip ilmu dasar dan teknik lanjutan menjadi solusi teknis yang aplikatif dalam konteks Chemical EOR. Pendalaman terhadap mekanisme kerja surfaktan, karakteristik polimer untuk mobility control, hingga integrasi sistem ASP memperlihatkan kesiapan mereka dalam memahami kompleksitas tantangan reservoir modern.

Program ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan relevansi praktis terhadap tantangan nyata industri, khususnya dalam upaya peningkatan produksi pada reservoir mature. Inisiatif ini sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran kolaboratif yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kompetensi profesional sektor energi.

Melalui program ini, Lab EOR ITB bersama OGRINDO ITB menegaskan perannya sebagai pusat capacity building dan penguatan talenta di bidang Chemical EOR yang siap berkontribusi bagi industri migas dan sektor energi nasional.

Tertarik Berkolaborasi atau Mengikuti Program Selanjutnya?

Program Internship Lab EOR ITB merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi serta penguatan ekosistem riset energi berbasis sains dan aplikasi industri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai:

  • Program internship berikutnya
  • Kolaborasi riset Chemical EOR
  • Pengujian dan evaluasi laboratorium
  • Program pelatihan dan pengembangan kapasitas

Silakan menghubungi:

📧Laboratorium EOR ITB: labifteoritb@gmail.com

📧OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com

Kami terbuka untuk kolaborasi akademik, riset industri, serta pengembangan talenta di bidang subsurface dan teknologi Enhanced Oil Recovery.

Kategori
News Article

Inisiasi Kolaborasi Strategis antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB dengan China National Logging Corporation (CNLC)

OGRINDO ITB, bersama Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB, secara resmi memulai penjajakan kolaborasi strategis dengan China National Logging Corporation (CNLC), perusahaan yang bergerak di bidang layanan dan teknologi perminyakan, melalui inisiatif collaborative feasibility study yang berfokus pada core analysis serta laboratory-based qualification testing untuk produk chemical agent milik CNLC. Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi riset dan teknis yang berorientasi pada pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Indonesia.

Gambar 1. Diskusi teknis awal antara tim CNLC, OGRINDO ITB, dan Laboratorium EOR ITB di fasilitas laboratorium ITB.

Latar Belakang Penjajakan Kerja Sama

CNLC menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan studi kelayakan teknis guna mengevaluasi aplikabilitas, kinerja, dan kompatibilitas chemical agent pada kondisi reservoir yang representatif. Studi ini dimaksudkan sebagai bagian dari tahap penilaian awal sebelum potensi implementasi lapangan teknologi tersebut di Indonesia.

Dalam konteks tersebut, Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui kolaborasi antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (Lab EOR) ITB, dipandang sebagai mitra yang memiliki kapabilitas dan pengalaman yang relevan dalam kegiatan karakterisasi reservoir, core analysis, serta pengujian laboratorium skala kimia EOR. Penentuan platform laboratorium yang paling sesuai akan dilakukan berdasarkan kesiapan fasilitas dan pertimbangan institusional dari pihak ITB.

Ruang Lingkup Inisiasi Kolaborasi

Penjajakan kerja sama ini masih berada pada tahap awal, dengan ruang lingkup utama meliputi:

  • Diskusi awal terkait rencana dan pendekatan studi kelayakan teknis
  • Penyelarasan preliminary scope of work antara para pihak
  • Peninjauan kapabilitas laboratorium serta prosedur pengujian yang tersedia di ITB
Gambar 2. Peninjauan fasilitas dan peralatan laboratorium EOR sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi teknis.

Hasil dari tahap inisiasi ini diharapkan dapat menjadi landasan teknis bagi pengembangan kerja sama lanjutan, baik dalam bentuk riset bersama maupun aplikasi industri di masa mendatang.

Kunjungan Teknis CNLC ke ITB

Sebagai bagian dari proses penjajakan, direncanakan kunjungan teknis tim CNLC Asia Pacific ke ITB pada Januari 2026. Kunjungan ini mencakup kegiatan diskusi teknis bersama serta laboratory visit untuk meninjau langsung fasilitas pengujian kimia EOR.

Gambar 3. Diskusi teknis mendalam terkait pendekatan studi kelayakan dan pengujian chemical EOR.

Agenda kunjungan difokuskan pada hal-hal berikut:

  • Diskusi teknis awal antara CNLC dan ITB
  • Pembahasan kebutuhan dan persyaratan pengujian laboratorium
  • Peninjauan fasilitas serta kapabilitas laboratorium EOR di lingkungan ITB

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama terkait pendekatan studi yang akan dilakukan serta memastikan kesesuaian antara kebutuhan teknis dan fasilitas yang tersedia.

Gambar 4. Pemaparan teknis mengenai metodologi pengujian dan kapabilitas Laboratorium EOR ITB.

Peran OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB dalam Kolaborasi

Dalam inisiatif ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (Lab EOR) ITB berkolaborasi secara sinergis, di mana OGRINDO ITB berperan sebagai penghubung antara kebutuhan industri dan aktivitas riset, sementara Lab EOR ITB berperan sebagai pelaksana utama kegiatan pengujian laboratorium dan evaluasi teknis. Dengan pengalaman dalam pengujian kimia EOR, core analysis, serta studi pendukung implementasi teknologi EOR, OGRINDO ITB berkomitmen untuk mendukung proses evaluasi teknis secara objektif dan berbasis data.

Gambar 5. Demonstrasi fasilitas pengujian laboratorium EOR untuk mendukung evaluasi teknis berbasis data.

Prospek Kolaborasi ke Depan

Penjajakan kerja sama antara OGRINDO ITB, Laboratorium EOR ITB, dan CNLC ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong kolaborasi internasional di bidang riset dan pengembangan teknologi EOR. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas, mendukung penguatan kapasitas riset, transfer pengetahuan, serta penerapan teknologi EOR yang sesuai dengan karakteristik reservoir di Indonesia.

OGRINDO ITB menyambut baik inisiatif ini dan berharap proses penjajakan yang sedang berlangsung dapat menjadi langkah awal menuju kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan.

Gambar 6. Foto bersama tim CNLC, OGRINDO ITB, dan Laboratorium EOR ITB dalam rangka inisiasi kolaborasi strategis.

Informasi dan Peluang Kolaborasi

OGRINDO ITB terbuka untuk peluang kolaborasi riset, studi kelayakan, serta pengembangan teknologi di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) dan karakterisasi reservoir. Untuk informasi lebih lanjut atau penjajakan kerja sama, silakan menghubungi:
📧 Email: info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Ardhi Hakim Lumban Gaol, S.T., M.Sc., Ph.D.: Memperkuat Integrasi Riset, Teknologi, dan Implementasi Subsurface di OGRINDO ITB

Ardhi Hakim Lumban Gaol, S.T., M.Sc., Ph.D. merupakan akademisi dan praktisi perminyakan dengan pengalaman panjang dalam pengembangan studi subsurface terintegrasi, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta pemanfaatan teknologi digital dan machine learning untuk optimasi lapangan migas. Dengan latar belakang pendidikan internasional dan rekam jejak profesional yang luas, Dr. Ardhi berperan penting dalam menjembatani riset akademik dengan kebutuhan industri energi nasional.

Gambar 1. Dr. Ardhi Hakim Lumban Gaol, Ph.D. saat menyampaikan paparan dalam ITB Energy Summit 2025.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Ardhi menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2009. Minatnya yang kuat pada pemodelan reservoir dan aliran fluida mendorongnya melanjutkan studi ke Texas A&M University, Amerika Serikat, salah satu pusat unggulan dunia dalam bidang petroleum engineering. Di institusi tersebut, ia meraih gelar Master of Science pada tahun 2012 dan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada tahun 2016.

Penelitian doktoralnya berfokus pada pemodelan aliran dua fasa di sumur gas dengan permasalahan liquid loading, yang kemudian dipublikasikan dalam berbagai jurnal dan konferensi internasional bereputasi. Fondasi akademik ini menjadi basis kuat dalam pendekatan analitis dan berbasis sains yang ia terapkan hingga saat ini.

Aktivitas Akademik dan Keilmuan

Sejak tahun 2013, Dr. Ardhi aktif sebagai dosen di Program Studi Teknik Perminyakan ITB. Dalam perannya sebagai pendidik dan peneliti, ia terlibat dalam pengembangan riset-riset strategis di bidang reservoir engineering, EOR, carbon capture, storage and utilization (CCS/CCUS), serta penerapan data analytics dan machine learning untuk evaluasi dan peramalan kinerja reservoir.

Selain aktivitas riset dan pengajaran, Dr. Ardhi juga aktif dalam kegiatan akademik-strategis dan forum energi nasional. Ia tercatat sebagai Ketua Pelaksana ITB Energy Summit 2025, sebuah forum strategis yang mempertemukan akademisi, industri, dan pemangku kebijakan untuk membahas tantangan dan arah transisi energi di Indonesia. Peran ini mencerminkan kapasitas kepemimpinannya dalam mengorkestrasi diskusi lintas sektor dan memperkuat posisi ITB sebagai rujukan pemikiran strategis di bidang energi.

Keaktifannya dalam komunitas ilmiah tercermin dari keterlibatannya sebagai anggota Society of Petroleum Engineers (SPE) dan Society of Indonesian Petroleum Engineers (IATMI), serta kontribusinya dalam berbagai publikasi ilmiah internasional.

Pengalaman Profesional dan Bidang Keahlian

Selain dunia akademik, Dr. Ardhi memiliki pengalaman profesional yang sangat luas sebagai konsultan dan lead engineer pada berbagai studi strategis industri migas nasional. Ia telah memimpin dan terlibat dalam studi optimasi pengembangan lapangan, sertifikasi cadangan, perancangan waterflood dan EOR, well integrity, hingga studi CCS/CCUS untuk berbagai operator dan institusi, termasuk Pertamina Group, SKK Migas, INPEX, dan perusahaan energi lainnya.

Bidang keahliannya mencakup reservoir simulation, EOR terintegrasi, subsurface data management, smart well monitoring, serta pemanfaatan big data analytics dan machine learning untuk pengambilan keputusan teknis. Ia juga menguasai berbagai perangkat lunak industri seperti Petrel, Eclipse, Intersect, tNavigator, IPM, hingga pemrograman Python dan C++ untuk pengembangan model teknis lanjutan.

Peran Strategis di OGRINDO ITB

Sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB, Dr. Ardhi Hakim Lumban Gaol memegang peran strategis dalam penguatan kapasitas riset dan layanan teknis berbasis subsurface engineering. Ia terlibat aktif dalam perancangan, pengawalan, dan evaluasi studi-studi kompleks yang mencakup reservoir characterization, Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga studi CCS/CCUS dan pemanfaatan teknologi digital untuk pengambilan keputusan teknis.

Dalam perannya tersebut, Dr. Ardhi tidak hanya berkontribusi sebagai ahli teknis, tetapi juga sebagai pengarah metodologi riset, penjamin kualitas analisis, serta penghubung antara pendekatan akademik dan kebutuhan praktis industri. Pengalaman panjangnya sebagai project leader dan senior petroleum engineer pada berbagai proyek strategis nasional menjadi nilai tambah dalam memastikan solusi yang dihasilkan OGRINDO ITB bersifat aplikatif, kredibel, dan berbasis data.

Dengan kombinasi keahlian akademik, pengalaman lapangan, dan penguasaan teknologi mutakhir, Dr. Ardhi berkontribusi signifikan dalam mendukung visi OGRINDO ITB sebagai pusat unggulan riset dan layanan keinsinyuran perminyakan yang berorientasi pada keunggulan ilmiah, kebutuhan industri, dan keberlanjutan energi.

Kolaborasi dan Informasi Lebih Lanjut

Melalui peran Dr. Ardhi Hakim Lumban Gaol, Ph.D. sebagai Senior Researcher OGRINDO ITB, OGRINDO ITB terus membuka peluang kolaborasi riset, studi teknis, dan pengembangan solusi subsurface yang inovatif dan berbasis sains untuk mendukung industri energi.

📩 Tertarik untuk berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?
Silakan hubungi kami melalui email: info@ogrindoitb.com
atau kunjungi www.ogrindoitb.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
News Article

ITB Energy Transition Summit 2025: Mendorong Akselerasi Transisi Energi Indonesia Melalui Kolaborasi Multi-Sektor

Bandung, 13 November 2025 — Sejumlah peneliti OGRINDO ITB turut hadir dalam ITB Energy Transition Summit 2025, sebuah forum akademik dan pemangku kepentingan yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung dan diorganisasi oleh KK Teknik Pemboran, Produksi, dan Manajemen Migas (TPPMM) sebagai wadah kolaborasi ilmiah untuk mendorong percepatan transisi energi nasional. Acara ini mempertemukan pemerintah, industri energi, lembaga riset, akademisi, dan mahasiswa untuk membahas arah kebijakan, tantangan, serta peluang strategis transisi energi dan ketahanan energi Indonesia.

Sebagai bentuk kontribusi institusional, acara ini dirancang untuk memperkuat dukungan ITB terhadap upaya pemerintah dalam mempercepat proses transisi energi nasional. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog strategis untuk melahirkan rekomendasi kebijakan, memperkuat sinergi lintas sektor, dan mendorong implementasi strategi menuju sistem energi Indonesia yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

🎤 Pembukaan dan Keynote: Menggugah Kesadaran, Menajamkan Arah Perubahan

Gambar 1. Pembukaan ITB Energy Transition Summit 2025 oleh Prof. Syafrizal serta keynote speech oleh Prof. Purnomo Yusgiantoro mengenai urgensi transisi energi untuk ketahanan energi nasional.

Acara dimulai dengan sambutan dari Prof. Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM, selaku Dekan FTTM ITB yang mewakili Rektor ITB. Dalam pembukaannya, beliau menekankan peran penting perguruan tinggi dalam menghasilkan landasan ilmiah, riset strategis, dan inovasi teknologi yang dapat mendukung percepatan transisi energi.

Suasana forum semakin hidup saat Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., MA, Ph.D. menyampaikan keynote speech yang menyoroti posisi strategis Indonesia dalam peta transisi dan ketahanan energi global. Beliau menegaskan bahwa transisi energi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah urgensi dan keniscayaan untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dalam paparannya, Prof. Purnomo menekankan bahwa keberhasilan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun ekosistem kolaboratif yang terintegrasi—melibatkan pemerintah, industri, lembaga riset, serta generasi muda sebagai penggerak inovasi. Perspektif ini selaras dengan arah besar transformasi energi Indonesia yang membutuhkan sinergi lintas sektor, percepatan inovasi, dan keberlanjutan kebijakan jangka panjang.

Transisi ke sesi panel kemudian memperdalam pembahasan melalui analisis teknis dan strategis dari perspektif kebijakan, industri, dan akademisi.

🧭 Panel Sesi 1: Menyatukan Kebijakan, Ekosistem, dan Inisiatif Transisi Energi

Panel pertama, bertajuk “Energy Transition, Ecosystem, Initiative, Policies for Indonesia”, dipandu oleh Dr. Ir. Grandprix Thomryes Marth Kadja, M.Si., dosen dan peneliti ITB.

Pembicara pada diskusi panel 1 adalah:
1. Togu Santoso Pardede, S.T., MIDS, Ph.D. – Bappenas
2. Edwin Nugraha Putra, S.T., M.Sc. – PT PLN (Persero)
3. Ir. Hilmi Panigoro, M.B.A., M.Sc. – Medco Energi Internasional

Diskusi sesi pertama menggambarkan bagaimana kebijakan, industri, dan infrastruktur harus bergerak secara harmonis dalam membentuk ekosistem transisi energi nasional. Para pembicara menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak dapat berdiri sendiri—kebijakan perlu selaras dengan kesiapan industri, sementara pelaku industri membutuhkan kepastian regulasi dan roadmap yang konsisten untuk mengarahkan investasi dan pengembangan teknologi.

Panel ini menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan visi jangka panjang dan landasan kebijakan yang kokoh, sementara industri memastikan bahwa inovasi, pendanaan, dan implementasi di lapangan mampu mengikuti arah transformasi tersebut. Dengan pendekatan terintegrasi ini, transisi energi diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam aksi nyata di seluruh tingkat sistem energi nasional.

Gambar 2. Panel Sesi 1 menghadirkan pemangku kepentingan dari Bappenas, PLN, dan Medco Energi, dipandu oleh Dr. Grandprix Kadja.

🚀 Panel Sesi 2: Teknologi dan Pengembangan SDM sebagai Katalis Transformasi

Sesi kedua mengangkat tema “Technology and Human Development”, dengan Taufik Faturohman, S.T., M.B.A., Ph.D. sebagai moderator.

Pembicara pada diskusi panel 2 adalah:
1. Fadli Rahman, S.T., M.S., Ph.D. – Pertamina NRE
2. Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D. – Pusat Kebijakan Keenergian ITB
3. Filda Citra Yusgiantoro, S.T., M.B.M., M.B.A., Ph.D. – Purnomo Yusgiantoro Center

Panel kedua berfokus pada dua pilar utama transisi energi: teknologi dan sumber daya manusia. Diskusi mengalir mulai dari teknologi masa depan seperti CCUS, hidrogen hijau, hingga digitalisasi sistem energi, yang semuanya dinilai memiliki potensi besar mempercepat transformasi sektor energi Indonesia. Para pembicara menegaskan bahwa teknologi hanya dapat memberikan dampak optimal bila didukung oleh SDM yang kompeten dan adaptif.

Dalam sesi ini, berkembang pandangan bahwa investasi pada teknologi harus berjalan seiring dengan investasi pada peningkatan kapasitas manusia. Perguruan tinggi, industri, dan lembaga penelitian perlu membangun ekosistem pembelajaran dan inovasi yang mampu melahirkan talenta multidisiplin. Kolaborasi riset–industri dan kurikulum yang relevan menjadi faktor kunci agar Indonesia mampu bersaing dalam lanskap energi global yang terus berubah.

Gambar 3. Panel Sesi 2 dengan narasumber dari Pertamina NRE, Pusat Kebijakan Keenergian ITB, serta Purnomo Yusgiantoro Center, dimoderatori oleh Dr. Taufik Faturohman.

🔍 Rangkuman Kunci (Minutes of Summit)

Minutes of Summit menegaskan beberapa poin strategis:

  • urgensi kolaborasi lintas sektor berbasis sains dan kebijakan,
  • perlunya roadmap transisi energi yang terintegrasi dan konsisten,
  • pentingnya investasi pada teknologi rendah karbon,
  • serta penguatan kapasitas sumber daya manusia sebagai pilar utama keberhasilan transformasi energi.

Temuan-temuan ini menjadi referensi penting bagi para pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan dan strategi lanjutan untuk mempercepat transisi energi Indonesia.

Untuk menyaksikan rangkaian acara secara lengkap, termasuk sesi keynote dan panel diskusi, rekaman siaran langsung ITB Energy Transition Summit 2025 dapat ditonton melalui tautan berikut:

🔗 Tonton full live di sini

Gambar 4. Suasana diskusi, tanya jawab, dan networking antar peserta, memperlihatkan kolaborasi strategis multi-sektor untuk mempercepat transisi energi Indonesia.
Gambar 5. Suasana diskusi, tanya jawab, dan networking antar peserta, memperlihatkan kolaborasi strategis multi-sektor untuk mempercepat transisi energi Indonesia.
Gambar 6. Sesi foto bersama para pembicara, moderator, dan wakil pemerintah yang hadir dalam acara ini.

🎓 ITB sebagai Jembatan Keilmuan dan Aksi Nyata

Melalui acara ini, ITB kembali menunjukkan perannya sebagai knowledge hub yang mampu menjembatani sains, kebijakan, dan implementasi lapangan. Kolaborasi yang terbangun di forum ini diharapkan terus berkembang menjadi inisiatif dan aksi berkelanjutan untuk membangun masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan lebih berketahanan.

Gambar 7. Rekap sebagian dokumentasi pada acara ITB Energy Transition Summit 2025.
Gambar 8. Tim panitia ITB Energy Transition Summit 2025 bangga dapat turut serta berkontribusi dalam acara ini.

Untuk lembaga pemerintah, industri, dan mitra riset yang ingin berkolaborasi dalam program transisi energi, penelitian, atau pengembangan teknologi energi rendah karbon:

📧 Hubungi kami melalui email: info@ogrindoitb.com
Kami membuka peluang kerja sama, diskusi ilmiah, serta kemitraan strategis untuk bersama memperkuat ekosistem energi Indonesia.

Kategori
News Article

Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA – Founder OGRINDO ITB & Pakar Enhanced Oil Recovery Indonesia

Selama lebih dari empat dekade, Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA, telah menjadi salah satu pilar penting dalam kemajuan industri perminyakan Indonesia. Sebagai pendiri Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) di Institut Teknologi Bandung (ITB), beliau memimpin berbagai terobosan di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi migas nasional. Rekam jejaknya mencakup pendidikan, riset, pengajaran, kepemimpinan akademik, hingga kemitraan strategis dengan industri—mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu maestro EOR paling berpengaruh di Indonesia.

Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA – Founder OGRINDO ITB & Pakar Enhanced Oil Recovery Indonesia

Fakta Menarik tentang Prof. Siregar
📌 Founder OGRINDO ITB – Menginisiasi konsorsium riset migas nasional
📌 Pakar EOR Indonesia – Riset unggulan di chemical flooding dan immiscible displacement
📌 Pendidik 46+ Tahun – Mengajar di ITB sejak 1975, membimbing ±200 skripsi S-1, ±40 tesis S-2, dan ±15 disertasi S-3
📌 Pengalaman Lapangan Luas – Terlibat di studi pengembangan beberapa lapangan migas Indonesia seperti Minas, Handil, Bunyu, Arjuna Offshore, dan Tiaka
📌 Penghargaan Nasional – Dosen Teladan Nasional (1986) dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2009)

Awal Perjalanan Akademik
Kecintaannya pada dunia perminyakan berawal di Jurusan Teknik Perminyakan ITB, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1975. Beliau kemudian melanjutkan studi ke Prancis dan meraih Diplôme d’Études Approfondies (DEA) di Universitas Paul Sabatier, Toulouse (1978), dalam bidang Mekanika Media Berpori. Tidak berhenti di situ, ia menempuh pendidikan S-3 di Université de Bordeaux I, Talence (1980), dengan disertasi tentang studi aliran polimer untuk aplikasi EOR—penelitian yang menjadi pijakan penting dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery.

Pengabdian di Dunia Pendidikan
Sekembalinya ke tanah air, Mas Septo—sapaan akrabnya—memulai pengabdiannya kembali sebagai staf pengajar di Teknik Perminyakan ITB hingga 2021. Beliau mengajar mata kuliah seperti Enhanced Oil Recovery, Immiscible Displacement, Chemical Flooding, dan Advanced Optimization Techniques.

Selain mengajar, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan (1986–1989), Wakil Kepala Pusat Penelitian (1999–2002), Kepala Kelompok Keahlian Teknik Reservoir Minyak dan Gas Bumi (2006–2015), serta memimpin konsorsium riset OPPINET (2001–2021) dan OGRINDO (2004–2021).

Prof. Hasian P. Siregar pada Annual Meeting OGRINDO

Pionir Riset dan Inovasi
Mas Septo menggagas dua konsorsium riset besar di ITB: Optimization of Pipeline Network (OPPINET) dan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO). Kedua program ini menjadi jembatan kolaborasi antara kampus dan industri, menghadirkan solusi teknologi EOR yang siap diterapkan di lapangan. Penelitian dan konsultasinya meliputi berbagai proyek migas di Indonesia, mulai dari Lapangan Minas (Riau), Handil dan Bunyu (Kalimantan), Arjuna Offshore (Jawa Barat), hingga Tiaka (Sulawesi).

Peran di Industri dan Organisasi
Sejak 1975, beliau terlibat dalam berbagai proyek industri dan konsultasi, baik untuk Pertamina, kontraktor migas asing, maupun lembaga riset seperti PPPTMGB LEMIGAS. Ia juga pernah menjadi anggota Komite Penasihat Teknis BPMIGAS untuk proyek EOR surfaktan di Lapangan Minas bersama profesor dari Texas, AS. Reputasinya membuatnya kerap diminta menjadi narasumber dalam berbagai diskusi strategis di sektor migas. Beliau merupakan anggota Society of Petroleum Engineers (SPE) sejak 1975 dan pernah aktif di berbagai organisasi profesi lainnya, termasuk IATMI dan IPA.

Kini, meski telah purna tugas dari ITB, Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA, tetap aktif menggerakkan inovasi melalui OGRINDO ITB dan berbagai kerja sama industri. Dengan dedikasi dan pengalamannya, ia terus menginspirasi generasi muda insinyur perminyakan untuk mengembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery, demi kemandirian energi bangsa.