Kategori
News Article

Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D.: Menguatkan Riset Chemical EOR dan Transisi Energi di OGRINDO ITB

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknik perminyakan, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. merupakan peneliti senior OGRINDO ITB dengan rekam jejak yang kuat dalam riset Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), revitalisasi lapangan minyak mature, serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Ia telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi serta terlibat aktif dalam proyek riset dan kolaborasi industri berskala nasional maupun internasional.

Gambar 1. Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Senior Researcher Ogrindo ITB.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Ivan Kurnia menempuh pendidikan formal di bidang Teknik Perminyakan melalui jalur akademik yang kuat dan berjenjang. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Master of Science (M.Sc.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di New Mexico Institute of Mining and Technology, Amerika Serikat—sebuah institusi yang dikenal memiliki keunggulan dalam riset reservoir dan enhanced oil recovery.

Sebagai pengakuan atas kompetensi profesionalnya, Dr. Ivan juga telah menyelesaikan Program Profesi Insinyur (Engineer) Bidang Teknik Perminyakan di ITB, yang semakin memperkuat perannya sebagai akademisi sekaligus praktisi.

Kepakaran Riset dan Kontribusi Ilmiah

Saat ini, Dr. Ivan aktif sebagai dosen dan peneliti di Institut Teknologi Bandung, sekaligus menjalankan peran strategis sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB. Fokus keahliannya meliputi:

  • Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), termasuk formulasi surfaktan, pengukuran interfacial tension (IFT), analisis phase behavior, dan uji coreflood
  • Revitalisasi lapangan minyak mature
  • Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)
  • Pemodelan dan simulasi reservoir

Kontribusi riset Dr. Ivan telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah global, dengan topik yang mencakup sinergi surfaktan–nanopartikel untuk EOR, desain salinitas pada proses alkali–surfactant–polymer (ASP) flooding, hingga pembelajaran dari eksperimen coreflood surfactant–polymer dan alkali–surfactant–polymer. Publikasi tersebut menjadi landasan ilmiah penting bagi pengembangan teknologi EOR yang aplikatif dan berbasis data.

Pengalaman Proyek dan Kolaborasi Industri

Selain aktivitas akademik, Dr. Ivan memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek terapan dan layanan industri. Beliau terlibat dalam berbagai studi chemical EOR, CCUS, gas injection, dan pemodelan reservoir, serta berpengalaman bekerja dalam tim multidisiplin yang melibatkan akademisi, operator migas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Gambar 2. Dr. Ivan bersama tim dalam diskusi riset dan koordinasi proyek industri.

Beliau juga berperan sebagai penanggung jawab dan pengelola peralatan laboratorium strategis, seperti sistem gasflood dan slim tube apparatus, yang mendukung kegiatan riset eksperimental dan studi kelayakan teknologi EOR di OGRINDO ITB. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan riset fundamental dan kebutuhan lapangan, Dr. Ivan berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi teknis yang inovatif sekaligus realistis untuk diimplementasikan oleh industri.

Selain perannya dalam riset dan kolaborasi industri, Dr. Ivan Kurnia juga dipercaya menjalankan peran organisasi sebagai Wakil Koordinator Bidang Audit Internal. Dalam kapasitas ini, ia berkontribusi dalam penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas pelaksanaan kegiatan riset dan layanan profesional, sehingga mendukung keberlanjutan dan kredibilitas institusi.

Gambar 3. Dr. Ivan sedang melaksanakan audit iternal di Departemen Teknik Perminyakan.

Peran Kepemimpinan dan Kontribusi Global

Komitmen Dr. Ivan terhadap pengembangan komunitas energi tidak hanya tercermin dari aktivitas riset, tetapi juga dari peran kepemimpinannya di tingkat internasional. Pada September 2025, ia dipercaya sebagai Ketua Pelaksana International Conference on Green Energy and Resources Engineering (ICGERE).

Konferensi ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya, dan masa depan energi berkelanjutan. Peran ini menegaskan kapasitas Dr. Ivan sebagai penghubung antara riset, industri, dan kebijakan energi global.

Menguatkan Peran OGRINDO ITB dalam Riset dan Transisi Energi

Dengan kombinasi pendidikan internasional, pengalaman lebih dari 15 tahun, publikasi ilmiah bereputasi, keterlibatan aktif dalam proyek industri, serta kepemimpinan profesional, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan kapasitas riset dan layanan OGRINDO ITB.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis sains, OGRINDO ITB siap menjadi mitra strategis bagi industri, pemerintah, dan institusi akademik dalam pengembangan teknologi EOR, pengelolaan reservoir mature, serta inisiatif transisi energi.

📩 Tertarik untuk berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

Silakan hubungi kami melalui email info@ogrindoitb.com atau kunjungi www.ogrindoitb.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
News Article

Training Surfactant Screening for EOR: Mengubah Hasil Riset menjadi Strategi EOR yang Aplikatif

Upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional di tengah penurunan produksi lapangan eksisting menuntut penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang semakin matang, terukur, dan berbasis riset. Menjawab tantangan tersebut, telah diselenggarakan Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Best Western Premier The Hive, Cawang, DKI Jakarta.

Pelatihan ini menghadirkan Ir. Mahruri, S.T., M.Sc., Project Manager Laboratorium EOR ITB sekaligus Peneliti OGRINDO ITB, sebagai pemateri. Kegiatan diselenggarakan oleh KOPUM IATMI (Koperasi Jasa Usaha Mandiri Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia) dan diikuti oleh para profesional dari Pertamina RTI.

Pelatihan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kapasitas teknis serta memperkuat kompetensi para profesional perminyakan, khususnya untuk mendukung pengembangan dan optimalisasi penerapan teknologi EOR di berbagai wilayah kerja migas Indonesia.

Gambar 1. Ir. Mahruri, S.T., M.Sc. menyampaikan konsep fundamental Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR).

Urgensi Penerapan EOR di Lapangan Migas Indonesia

Pada sesi pembuka, Ir. Mahruri memaparkan gambaran komprehensif mengenai tahapan produksi minyak—mulai dari primary recovery, secondary recovery, hingga Enhanced Oil Recovery. Disampaikan bahwa meskipun metode waterflood dan gas flood telah banyak diterapkan, porsi minyak signifikan masih tertinggal di reservoir akibat keterbatasan mekanisme displacement konvensional.

Dalam konteks ini, EOR hadir sebagai solusi strategis untuk:

  • Menguras residual oil yang terperangkap secara mikroskopis,
  • Meningkatkan recovery factor,
  • Memperpanjang umur lapangan migas eksisting.

Secara global, kontribusi EOR terhadap produksi minyak dunia terus meningkat, terutama di negara-negara dengan lapangan mature. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan EOR, khususnya Chemical EOR, baik pada reservoir sandstone maupun karbonat.

Chemical EOR dan Peran Strategis Surfaktan

Fokus utama training ini adalah Chemical EOR, dengan penekanan pada surfactant flooding. Secara fundamental, Chemical EOR bertujuan memodifikasi sifat fisika-kimia fluida dan batuan reservoir melalui injeksi bahan kimia seperti alkali, surfaktan, dan polimer.

Ir. Mahruri menjelaskan bahwa surfaktan memegang peranan krusial dalam:

  • Menurunkan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air hingga mencapai kondisi ultra-low IFT,
  • Membentuk mikroemulsi yang mampu memobilisasi residual oil,
  • Mengubah kebasahan batuan (wettability alteration),
  • Meningkatkan efisiensi displacement dan proses imbibisi.

Keberhasilan surfactant flooding sangat bergantung pada proses screening dan evaluasi laboratorium yang komprehensif, sehingga surfaktan yang diaplikasikan benar-benar kompatibel dengan karakteristik reservoir.

Surfactant Screening: Dari Konsep hingga Evaluasi Laboratorium

Salah satu keunggulan utama pelatihan ini adalah pembahasan mendalam mengenai alur surfactant screening berbasis laboratorium, mencakup interaksi fluid–fluid dan rock–fluid, serta kinerja kimia dalam media berpori.
Beberapa pengujian penting yang dibahas meliputi:

  1. CMC–IFT Test
    Menentukan konsentrasi optimum surfaktan untuk menghasilkan nilai IFT terendah. Surfaktan yang unggul diharapkan mampu mencapai ultra-low IFT (<10⁻² mN/m) pada konsentrasi yang ekonomis.
  2. Aqueous Stability Test
    Mengukur kestabilan dan kompatibilitas surfaktan dalam brine injeksi maupun native brine reservoir guna menghindari risiko presipitasi dan plugging.
  3. Phase Behavior Test
    Mengevaluasi pembentukan mikroemulsi (Winsor Type III) sebagai indikator utama efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
  4. Thermal Stability & Filtration Test
    Memastikan stabilitas surfaktan pada suhu reservoir serta meminimalkan potensi gangguan injektivitas selama proses injeksi.
  5. Wettability, Adsorption, dan Imbibition Test
    Menilai kemampuan surfaktan dalam mengubah kebasahan batuan serta meminimalkan kehilangan surfaktan akibat adsorpsi.
  6. Coreflooding dan Micromodel
    Tahapan lanjutan untuk mensimulasikan performa surfaktan secara dinamis dalam media berpori sekaligus memvisualisasikan mekanisme displacement secara dua dimensi.

Rangkaian pengujian ini menegaskan bahwa Chemical EOR bukan sekadar proses injeksi kimia, melainkan pendekatan ilmiah terintegrasi yang harus didukung oleh data laboratorium yang kuat dan representatif.

Menjembatani Riset dan Implementasi Lapangan

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan praktis tentang bagaimana hasil riset dan pengujian laboratorium dapat diterjemahkan menjadi strategi EOR yang siap diterapkan di lapangan.

Diskusi turut mengulas tantangan umum dalam implementasi Chemical EOR, antara lain:

  • Adsorpsi dan degradasi polimer,
  • Sensitivitas surfaktan terhadap salinitas dan temperatur,
  • Risiko plugging, scaling, dan korosi,
  • Aspek keekonomian serta kesiapan fasilitas permukaan.

Berbagai studi kasus dan lesson learned dari implementasi EOR di dalam maupun luar negeri memperkaya perspektif peserta terhadap kompleksitas sekaligus peluang teknologi ini.

Membuka Peluang Kolaborasi Strategis

Melalui kegiatan ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi EOR berbasis riset, pengujian laboratorium, dan kolaborasi erat dengan industri.

Peluang kerja sama terbuka untuk:

  • Riset dan pengembangan Chemical EOR,
  • Surfactant screening dan evaluasi laboratorium,
  • Studi kelayakan EOR,
  • Pelatihan teknis dan konsultansi,
  • Proyek kolaborasi industri–akademia.
Gambar 4. Penyerahan sertifikat kepada peserta Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bentuk penguatan kompetensi teknis.

📩 Kontak kerja sama:

OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
Laboratorium EOR ITB: labifteoritb@gmail.com

Training ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara riset, laboratorium, dan industri dapat mempercepat adopsi teknologi EOR yang aplikatif, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Kategori
News Article

Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Lab EOR ITB: Menghubungkan Ilmu, Industri, dan Inovasi

Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB sukses menyelenggarakan kegiatan Hands-on Laboratory Training Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Acara ini menjadi wadah penting bagi praktisi industri dan akademisi untuk memahami lebih dalam metode Chemical EOR melalui pembelajaran langsung di laboratorium.

Kegiatan utama dalam Hands-on Laboratory Training Chemical EOR ini adalah Screening Polymer dan Surfactant Formulation, yang dilaksanakan secara intensif di Laboratorium EOR ITB. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan serangkaian uji laboratorium komprehensif untuk memahami kinerja kimia EOR dalam berbagai kondisi reservoir.

Gambar 1. Peserta training mendengarkan penjelasan instruktur mengenai peralatan laboratorium Chemical EOR di Lab EOR ITB

Detail Kegiatan Training

  1. Screening Polymer

Pada sesi ini, peserta melakukan berbagai pengujian penting untuk menilai performa polimer, meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: pengujian viskositas, kompatibilitas polimer dengan air, filtration ratio, screen factor, dan uji stabilitas termal
  • Rock–Fluid Compatibility Test: static adsorption test, dynamic adsorption test dan IPV, serta injectivity test (RF dan RRF)
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk mengevaluasi potensi peningkatan perolehan minyak
Gambar 2. Praktikum pengujian surfaktan: peserta melakukan diskusi interaktif dengan instruktur mengenai metode pengujian laboratorium

2. Surfactant Formulation Lab Test

Sesi ini difokuskan pada formulasi surfaktan dengan berbagai kondisi laboratorium, yang meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: uji kompatibilitas surfaktan dengan air, IFT test, phase behavior test, uji stabilitas termal IFT, dan filtration test
  • Rock–Fluid Compatibility Test: wettability test, static adsorption test, dynamic adsorption test, serta capillary desaturation curves (CDC) test
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk menilai efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
Gambar 3. Sesi praktik laboratorium: peserta melakukan pengujian kompatibilitas fluida dan batuan secara langsung

Melalui rangkaian pengujian tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam evaluasi laboratorium CEOR dengan metode yang digunakan secara global di industri migas. Hal ini memperkuat posisi Lab EOR ITB sebagai pusat riset dan pelatihan dengan fasilitas dan keahlian yang mampu menjawab kebutuhan nyata industri perminyakan di Indonesia.

Peserta Training

Training ini diikuti oleh para profesional dari berbagai perusahaan migas nasional, yaitu:

  • Pertamina Hulu Energi (PHE) – termasuk PHE OSES, PHE ONWJ, dan PHE SHU SDRE
  • Pertamina EP (PEP) – termasuk PEP Zona 7
  • Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
  • Pertamina Hulu Rokan (PHR)
  • Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
Gambar 4. Foto bersama peserta Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 5. Peserta training Chemical EOR berfoto bersama di Aula Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB

Dampak dan Manfaat

Melalui pengalaman langsung ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mendukung peningkatan recovery factor dan keberlanjutan energi nasional.

Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap serta dukungan tenaga ahli berpengalaman, Lab EOR ITB bersama OGRINDO siap menjadi mitra strategis industri migas dalam pengembangan dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery di Indonesia.

Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor migas. Training ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Chemical EOR, mulai dari skala laboratorium hingga implikasinya pada lapangan migas.

Kategori
News Article

Empat Mekanisme Trapping: Cara CO₂ Terkunci Aman di Bawah Tanah

Perubahan iklim akibat meningkatnya emisi CO₂ adalah tantangan besar yang kita hadapi saat ini. Untuk mencegah dampaknya, Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi terbukti aman untuk menyimpan CO₂ jauh di bawah tanah. CCS bukan hanya mencegah emisi mencapai atmosfer, tetapi juga menjadi fondasi penting dari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)—sebuah jalur yang memungkinkan emisi CO₂ diubah menjadi peluang bernilai.

Gambar 1. Skema keseluruhan proyek CCS: mulai dari penangkapan emisi CO₂, transportasi, hingga penyimpanan permanen di bawah permukaan bumi (Ali et al, 2022)

Empat Mekanisme Trapping CO₂
Keamanan jangka panjang penyimpanan CO₂ dijamin oleh empat mekanisme alami yang saling melengkapi seiring waktu:

  1. Structural Trapping
    CO₂ yang bergerak ke atas akibat perbedaan densitas akan terhenti oleh caprock. Densitas gas yang cenderung lebih kecil daripada minyak dan air, maka gas CO₂ akan berangsur bergerak ke arah vertikal. Untuk mencegah CO₂ tetap terjebak di dalam formasi, maka dibutuhkan batuan caprock yang cukup reliable, memiliki permeabilitas yang sangat kecil, serta wettability yang mengarah ke strong water wet.
  2. Residual Trapping
    Sebagian CO₂ terjebak dalam pori-pori batuan sebagai gelembung kecil yang tidak dapat bergerak lagi. Mekanisme ini memberikan stabilitas penyimpanan dalam jangka panjang.
  3. Dissolution Trapping
    CO₂ larut dalam air formasi dan membentuk larutan karbonat yang memiliki densitas yang lebih berat dibandingkan dengan fluida lain yang ada di dalam formasi sehingga cenderung turun ke arah bawah dan mengurangi risiko kebocoran CO₂.
  4. Mineral Trapping
    CO₂ yang larut bereaksi dengan mineral batuan (Ca, Mg, Fe) dan membentuk mineral karbonat padat seperti kalsit atau magnesit. Ini adalah bentuk penyimpanan paling permanen karena CO₂ berubah menjadi batuan baru yang stabil selama ribuan tahun.

Mekanisme ini bekerja berlapis: structural dan residual memberikan perlindungan segera, sementara dissolution dan mineral memastikan keamanan jangka panjang. Bersama-sama, mereka menciptakan garis pertahanan berlapis yang menjamin CO₂ tetap aman tersimpan selama berabad-abad.

Gambar 2. Kontribusi berlapis dari mekanisme trapping CO₂ yang saling melengkapi seiring waktu, menjaga keamanan penyimpanan dari generasi ke generasi.

CCS Sebagai Fondasi CCUS
Memahami empat mekanisme ini membantu kita melihat bahwa CCS adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan menuju CCUS. Tanpa penyimpanan yang aman, sulit bagi kita mengembangkan pemanfaatan CO₂ dalam skala besar. Melalui CCS, CO₂ tidak hanya tersimpan secara aman di bawah tanah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali—misalnya dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari solusi CCUS.

🌱 Ini Baru Langkah Awal
Pada episode berikutnya, kami akan membahas bagaimana CCUS mengubah CO₂ dari beban menjadi sumber daya bernilai, mendorong inovasi industri, dan mempercepat transisi energi yang lebih bersih.
✨ Tetap ikuti seri artikel kami, dan jadilah bagian dari perjalanan menuju masa depan rendah karbon.
📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com
🌐 Pelajari lebih lanjut: www.ogrindoitb.com

Referensi:
IPCC, 2005: IPCC Special Report on Carbon Dioxide Capture and Storage. Prepared by Working Group III of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Metz, B., Davidson, O., de Coninck, H.C., Loos, M., and Meyer, L.A. (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA, 442 pp.

Kategori
News Article

Micromodel: Teknologi Inovatif untuk Optimasi Enhanced Oil Recovery

Di tengah tantangan peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery), metode laboratorium yang mampu merepresentasikan mekanisme perpindahan fluida secara visual menjadi sangat krusial. Di sinilah micromodel hadir sebagai solusi inovatif karya anak bangsa.

Micromodel adalah perangkat laboratorium berbentuk dua dimensi yang dirancang untuk menyerupai struktur pori batuan reservoir, seperti sandstone maupun batuan karbonat. Melalui micromodel, pergerakan fluida—seperti air, minyak, surfaktan, dan polimer—dapat diamati secara langsung dan real-time.

Perbandingan penggunaan metode coreflood dan micromodel flooding dalam mengamati aliran fluida di batuan reservoir

Sebagian besar uji laboratorium konvensional seperti coreflooding memiliki keterbatasan dalam memberikan visualisasi langsung terhadap mekanisme injeksi kimia. Micromodel hadir untuk menjawab tantangan ini, memungkinkan pengamatan langsung terhadap perubahan tegangan antar muka, wettability alteration, dan efisiensi perpindahan viskositas pada skala pori.

Apa Tujuan Penggunaan Micromodel?

Micromodel digunakan untuk:

  • Menganalisis mekanisme kerja EOR kimia secara visual
  • Mengevaluasi efektivitas surfaktan atau polimer sebelum diuji pada skala lebih besar
  • Menyusun strategi injeksi yang efisien dan tepat sasaran
  • Mengidentifikasi fenomena seperti channeling, viscous fingering, dan oil entrapment yang sulit dilihat pada metode konvensional

Micromodel OGRINDO ITB memiliki sejumlah keunggulan:

  • Inovasi Anak Bangsa: Dirancang dan dikembangkan oleh tim peneliti lokal dengan keahlian tinggi
  • Cepat, Mudah, dan Ekonomis: Lebih efisien dibandingkan coreflooding dalam segi waktu dan biaya.
  • Costumized Design: Dapat disesuaikan dengan karakteristik pori sandstone maupun karbonat, bahkan berdasarkan data aktual reservoir.
  • Visualisasi Real-Time: Memungkinkan observasi langsung terhadap proses perpindahan fluida pada skala mikroskopik.
  • Mendukung Desain EOR yang Lebih Akurat: Menjadi jembatan antara hasil laboratorium dan aplikasi lapangan.

Proses Pembuatan Micromodel

Proses pembuatan micromodel mencakup beberapa tahapan utama:

Lima tahapan utama pembuatan micromodel
  1. Reservoir Characterization: Mengidentifikasi sifat fisik dan petrofisika dari batuan reservoir, seperti porositas, permeabilitas, saturasi fluida, dan struktur geologi.
  2. Thin Section & Petrography Analysis: Mengamati irisan batuan yang sangat tipis dan diamati di bawah mikroskop untuk mempelajari komposisi mineral dan tekstur batuan.
  3. Rock Digitization: Proses mengubah data fisik batuan menjadi model digital 2D atau 3D.
  4. Micromodel Fabrication: Tahap pembuatan micromodel melalui proses desain pola pori, etching, dan penyatuan material menggunakan metode seperti thermal bonding.
  5. Micromodel Ready to Use: Tahap akhir di mana micromodel telah melewati semua tahapan fabrikasi dan pengujian karakteristik siap digunakan untuk eksperimen seperti injeksi surfaktan, polimer, atau observasi mekanisme EOR lainnya.

Keunggulan utama dari micromodel OGRINDO adalah fleksibilitas desainnya. Dengan data geologi dan petrofisika dari lapangan, micromodel dapat disesuaikan agar merepresentasikan kondisi sesungguhnya. Hal ini menjadikan hasil pengujian lebih relevan dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan teknis di lapangan.

Visualisasi kondisi oil-wet pada micromodel

🔬 Micromodel bukan hanya alat uji—ia adalah jendela menuju pemahaman yang lebih dalam terhadap perilaku fluida di bawah permukaan. Bersama OGRINDO ITB, mari ciptakan solusi EOR yang lebih cerdas, efisien, dan berbasis data.

📞 Untuk informasi lebih lanjut dan kerja sama, hubungi tim kami di OGRINDO ITB.

Kategori
News Article

Kolaborasi untuk Inovasi: PT SNF Menyerahkan Glove Box kepada Laboratorium EOR FTTM ITB

Para tamu berfoto bersama di depan unit Glove Box dari SNF

Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara dunia industri dan akademisi, PT SNF Water Science Indonesia resmi menyerahkan satu unit Glove Box, Viscometer beserta aksesori pendukung kepada Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dr. Ir. Dedy Irawan (Kepala Program Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB) berjabat tangan dengan Mr. David Chan, B.Eng (Managing Director PT SNF Indonesia)

Penyerahan hibah ini berlangsung pada 10 Mei 2025 di Ruang Auditorium, lantai 8 Gedung PAU ITB. Acara tersebut dihadiri oleh Mr. David Chan, B.Eng., selaku Managing Director PT SNF Indonesia, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., selaku Direktur Riset dan Inovasi ITB, Ketua Program Studi Magister & Doktor Teknik Perminyakan Dr.Ir. Dedy Irawan, S.T., M.T., Prof. Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas, dan tim dosen serta peneliti yang tergabung dalam riset dan pengembangan teknologi EOR di ITB.

Glove box adalah alat penting dalam riset kimia dan material, termasuk dalam pengembangan surfaktan dan polimer untuk teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas Laboratorium EOR FTTM ITB dalam menghasilkan inovasi teknologi migas yang lebih presisi, aman, dan berdampak langsung pada efisiensi produksi minyak nasional.

PT SNF Indonesia, sebagai perusahaan kimia terkemuka yang aktif dalam penyediaan bahan kimia untuk industri migas, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pengembangan riset dan pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui hibah ini, PT SNF tidak hanya memberikan peralatan, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi antara industri dan institusi akademik sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset migas di Indonesia, khususnya dalam pengembangan metode EOR yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

📌 Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi dan industri, kita dapat bersama-sama mendorong kemajuan teknologi energi nasional.

Kategori
News Article

Laboratorium EOR ITB Resmi Terakreditasi KAN: “Akurat, Handal, & Profesional”

Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah resmi memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), menandai pencapaian penting dalam menjamin mutu dan kompetensi laboratorium dalam melakukan pengujian dan kalibrasi sesuai standar nasional dan internasional. Akreditasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas sistem manajemen, prosedur teknis, serta keandalan hasil uji yang dilakukan oleh LAB EOR ITB, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu laboratorium terkemuka di bidang perminyakan dan energi di Indonesia.

Akreditasi yang kami peroleh tidak hanya membuktikan bahwa alat dan prosedur di laboratorium kami telah memenuhi standar tertinggi, tetapi juga memberikan jaminan objektif atas keandalan hasil uji dan analisis yang kami lakukan. Kini kami bisa memberikan layanan yang tidak hanya bersaing dari sisi teknis tetapi juga dari sisi legalitas dan kredibilitas.

Bagi perusahaan atau institusi yang bergerak di sektor migas, khususnya pada tahap EOR, ini berarti :

  • Validitas Data yang Terjamin
    Hasil pengujian yang berasal dari laboratorium terakreditasi lebih dipercaya dan dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan strategis.
  • Peningkatan Reputasi dan Nilai Proyek
    Menggunakan jasa laboratorium yang sudah terakreditasi dapat menjadi nilai tambah dalam laporan teknis, proposal proyek, dan dokumen tender.
  • Pemenuhan Persyaratan Regulasi dan Audit
    Banyak lembaga pengatur atau investor mensyaratkan penggunaan fasilitas terakreditasi untuk menjamin kualitas dan integritas data.

Berikut ini adalah daftar alat yang telah terakreditasi KAN:

Spinning Drop Tensiometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur tegangan antarmuka (interfacial tension/IFT). Pengukuran ini sangat penting dalam studi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan evaluasi efektivitas surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan fluida formasi.

Densitometer digunakan untuk mengukur densitas fluida, baik berupa cairan maupun gas. Alat ini sangat penting dalam karakterisasi fluida reservoir dan dalam perancangan skenario EOR yang berbasis pada fluida injeksi.

Rheometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur rheologi atau keengganan suatu fluida untuk mengalir, termasuk fluida non-Newtonian seperti polimer. Alat ini sangat krusial dalam riset dan perancangan polymer flooding, karena memungkinkan analisis mendalam terhadap karakteristik aliran polimer yang menentukan keberhasilan proses injeksi di lapangan.

Contact Angle Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut kontak antara permukaan padat (seperti batuan) dan tetesan fluida. Alat ini berperan penting dalam pengembangan dan evaluasi surfactant flooding, karena dapat secara langsung mengukur perubahan wettability batuan reservoir akibat interaksi dengan surfaktan.

Akreditasi ini bukan hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga merupakan bagian dari visi Laboratorium Enhance Oil Recovery (EOR) ITB untuk menjadi pusat unggulan nasional di bidang pengujian dan pengembangan teknologi EOR. Untuk ke depannya, laboratorium kami akan terus meningkatkan kompetensinya, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas, guna mendukung transformasi industri energi Indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kami siap menjadi mitra strategis Anda dalam menghadirkan solusi EOR yang tidak hanya canggih, tetapi juga diakui secara resmi dan terpercaya.