Kategori
News Article

Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D.: Menguatkan Riset Chemical EOR dan Transisi Energi di OGRINDO ITB

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang teknik perminyakan, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. merupakan peneliti senior OGRINDO ITB dengan rekam jejak yang kuat dalam riset Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), revitalisasi lapangan minyak mature, serta Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Ia telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi serta terlibat aktif dalam proyek riset dan kolaborasi industri berskala nasional maupun internasional.

Gambar 1. Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. sebagai Senior Researcher Ogrindo ITB.

Latar Belakang Pendidikan

Dr. Ivan Kurnia menempuh pendidikan formal di bidang Teknik Perminyakan melalui jalur akademik yang kuat dan berjenjang. Beliau meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), kemudian melanjutkan studi Master of Science (M.Sc.) dan Doctor of Philosophy (Ph.D.) di New Mexico Institute of Mining and Technology, Amerika Serikat—sebuah institusi yang dikenal memiliki keunggulan dalam riset reservoir dan enhanced oil recovery.

Sebagai pengakuan atas kompetensi profesionalnya, Dr. Ivan juga telah menyelesaikan Program Profesi Insinyur (Engineer) Bidang Teknik Perminyakan di ITB, yang semakin memperkuat perannya sebagai akademisi sekaligus praktisi.

Kepakaran Riset dan Kontribusi Ilmiah

Saat ini, Dr. Ivan aktif sebagai dosen dan peneliti di Institut Teknologi Bandung, sekaligus menjalankan peran strategis sebagai Senior Researcher di OGRINDO ITB. Fokus keahliannya meliputi:

  • Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), termasuk formulasi surfaktan, pengukuran interfacial tension (IFT), analisis phase behavior, dan uji coreflood
  • Revitalisasi lapangan minyak mature
  • Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)
  • Pemodelan dan simulasi reservoir

Kontribusi riset Dr. Ivan telah dipublikasikan dalam berbagai jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah global, dengan topik yang mencakup sinergi surfaktan–nanopartikel untuk EOR, desain salinitas pada proses alkali–surfactant–polymer (ASP) flooding, hingga pembelajaran dari eksperimen coreflood surfactant–polymer dan alkali–surfactant–polymer. Publikasi tersebut menjadi landasan ilmiah penting bagi pengembangan teknologi EOR yang aplikatif dan berbasis data.

Pengalaman Proyek dan Kolaborasi Industri

Selain aktivitas akademik, Dr. Ivan memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek terapan dan layanan industri. Beliau terlibat dalam berbagai studi chemical EOR, CCUS, gas injection, dan pemodelan reservoir, serta berpengalaman bekerja dalam tim multidisiplin yang melibatkan akademisi, operator migas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Gambar 2. Dr. Ivan bersama tim dalam diskusi riset dan koordinasi proyek industri.

Beliau juga berperan sebagai penanggung jawab dan pengelola peralatan laboratorium strategis, seperti sistem gasflood dan slim tube apparatus, yang mendukung kegiatan riset eksperimental dan studi kelayakan teknologi EOR di OGRINDO ITB. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan riset fundamental dan kebutuhan lapangan, Dr. Ivan berkontribusi dalam menghasilkan rekomendasi teknis yang inovatif sekaligus realistis untuk diimplementasikan oleh industri.

Selain perannya dalam riset dan kolaborasi industri, Dr. Ivan Kurnia juga dipercaya menjalankan peran organisasi sebagai Wakil Koordinator Bidang Audit Internal. Dalam kapasitas ini, ia berkontribusi dalam penguatan tata kelola, transparansi, serta akuntabilitas pelaksanaan kegiatan riset dan layanan profesional, sehingga mendukung keberlanjutan dan kredibilitas institusi.

Gambar 3. Dr. Ivan sedang melaksanakan audit iternal di Departemen Teknik Perminyakan.

Peran Kepemimpinan dan Kontribusi Global

Komitmen Dr. Ivan terhadap pengembangan komunitas energi tidak hanya tercermin dari aktivitas riset, tetapi juga dari peran kepemimpinannya di tingkat internasional. Pada September 2025, ia dipercaya sebagai Ketua Pelaksana International Conference on Green Energy and Resources Engineering (ICGERE).

Konferensi ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi industri, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya, dan masa depan energi berkelanjutan. Peran ini menegaskan kapasitas Dr. Ivan sebagai penghubung antara riset, industri, dan kebijakan energi global.

Menguatkan Peran OGRINDO ITB dalam Riset dan Transisi Energi

Dengan kombinasi pendidikan internasional, pengalaman lebih dari 15 tahun, publikasi ilmiah bereputasi, keterlibatan aktif dalam proyek industri, serta kepemimpinan profesional, Ivan Kurnia, S.T., M.Sc., Ph.D. menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan kapasitas riset dan layanan OGRINDO ITB.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis sains, OGRINDO ITB siap menjadi mitra strategis bagi industri, pemerintah, dan institusi akademik dalam pengembangan teknologi EOR, pengelolaan reservoir mature, serta inisiatif transisi energi.

📩 Tertarik untuk berkolaborasi dengan OGRINDO ITB?

Silakan hubungi kami melalui email info@ogrindoitb.com atau kunjungi www.ogrindoitb.com untuk informasi lebih lanjut.

Kategori
News Article

Training Surfactant Screening for EOR: Mengubah Hasil Riset menjadi Strategi EOR yang Aplikatif

Upaya peningkatan produksi minyak dan gas nasional di tengah penurunan produksi lapangan eksisting menuntut penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) yang semakin matang, terukur, dan berbasis riset. Menjawab tantangan tersebut, telah diselenggarakan Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) pada Selasa, 9 Desember 2025, bertempat di Best Western Premier The Hive, Cawang, DKI Jakarta.

Pelatihan ini menghadirkan Ir. Mahruri, S.T., M.Sc., Project Manager Laboratorium EOR ITB sekaligus Peneliti OGRINDO ITB, sebagai pemateri. Kegiatan diselenggarakan oleh KOPUM IATMI (Koperasi Jasa Usaha Mandiri Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia) dan diikuti oleh para profesional dari Pertamina RTI.

Pelatihan ini menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kapasitas teknis serta memperkuat kompetensi para profesional perminyakan, khususnya untuk mendukung pengembangan dan optimalisasi penerapan teknologi EOR di berbagai wilayah kerja migas Indonesia.

Gambar 1. Ir. Mahruri, S.T., M.Sc. menyampaikan konsep fundamental Chemical Enhanced Oil Recovery (C-EOR).

Urgensi Penerapan EOR di Lapangan Migas Indonesia

Pada sesi pembuka, Ir. Mahruri memaparkan gambaran komprehensif mengenai tahapan produksi minyak—mulai dari primary recovery, secondary recovery, hingga Enhanced Oil Recovery. Disampaikan bahwa meskipun metode waterflood dan gas flood telah banyak diterapkan, porsi minyak signifikan masih tertinggal di reservoir akibat keterbatasan mekanisme displacement konvensional.

Dalam konteks ini, EOR hadir sebagai solusi strategis untuk:

  • Menguras residual oil yang terperangkap secara mikroskopis,
  • Meningkatkan recovery factor,
  • Memperpanjang umur lapangan migas eksisting.

Secara global, kontribusi EOR terhadap produksi minyak dunia terus meningkat, terutama di negara-negara dengan lapangan mature. Indonesia memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan EOR, khususnya Chemical EOR, baik pada reservoir sandstone maupun karbonat.

Chemical EOR dan Peran Strategis Surfaktan

Fokus utama training ini adalah Chemical EOR, dengan penekanan pada surfactant flooding. Secara fundamental, Chemical EOR bertujuan memodifikasi sifat fisika-kimia fluida dan batuan reservoir melalui injeksi bahan kimia seperti alkali, surfaktan, dan polimer.

Ir. Mahruri menjelaskan bahwa surfaktan memegang peranan krusial dalam:

  • Menurunkan interfacial tension (IFT) antara minyak dan air hingga mencapai kondisi ultra-low IFT,
  • Membentuk mikroemulsi yang mampu memobilisasi residual oil,
  • Mengubah kebasahan batuan (wettability alteration),
  • Meningkatkan efisiensi displacement dan proses imbibisi.

Keberhasilan surfactant flooding sangat bergantung pada proses screening dan evaluasi laboratorium yang komprehensif, sehingga surfaktan yang diaplikasikan benar-benar kompatibel dengan karakteristik reservoir.

Surfactant Screening: Dari Konsep hingga Evaluasi Laboratorium

Salah satu keunggulan utama pelatihan ini adalah pembahasan mendalam mengenai alur surfactant screening berbasis laboratorium, mencakup interaksi fluid–fluid dan rock–fluid, serta kinerja kimia dalam media berpori.
Beberapa pengujian penting yang dibahas meliputi:

  1. CMC–IFT Test
    Menentukan konsentrasi optimum surfaktan untuk menghasilkan nilai IFT terendah. Surfaktan yang unggul diharapkan mampu mencapai ultra-low IFT (<10⁻² mN/m) pada konsentrasi yang ekonomis.
  2. Aqueous Stability Test
    Mengukur kestabilan dan kompatibilitas surfaktan dalam brine injeksi maupun native brine reservoir guna menghindari risiko presipitasi dan plugging.
  3. Phase Behavior Test
    Mengevaluasi pembentukan mikroemulsi (Winsor Type III) sebagai indikator utama efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
  4. Thermal Stability & Filtration Test
    Memastikan stabilitas surfaktan pada suhu reservoir serta meminimalkan potensi gangguan injektivitas selama proses injeksi.
  5. Wettability, Adsorption, dan Imbibition Test
    Menilai kemampuan surfaktan dalam mengubah kebasahan batuan serta meminimalkan kehilangan surfaktan akibat adsorpsi.
  6. Coreflooding dan Micromodel
    Tahapan lanjutan untuk mensimulasikan performa surfaktan secara dinamis dalam media berpori sekaligus memvisualisasikan mekanisme displacement secara dua dimensi.

Rangkaian pengujian ini menegaskan bahwa Chemical EOR bukan sekadar proses injeksi kimia, melainkan pendekatan ilmiah terintegrasi yang harus didukung oleh data laboratorium yang kuat dan representatif.

Menjembatani Riset dan Implementasi Lapangan

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga wawasan praktis tentang bagaimana hasil riset dan pengujian laboratorium dapat diterjemahkan menjadi strategi EOR yang siap diterapkan di lapangan.

Diskusi turut mengulas tantangan umum dalam implementasi Chemical EOR, antara lain:

  • Adsorpsi dan degradasi polimer,
  • Sensitivitas surfaktan terhadap salinitas dan temperatur,
  • Risiko plugging, scaling, dan korosi,
  • Aspek keekonomian serta kesiapan fasilitas permukaan.

Berbagai studi kasus dan lesson learned dari implementasi EOR di dalam maupun luar negeri memperkaya perspektif peserta terhadap kompleksitas sekaligus peluang teknologi ini.

Membuka Peluang Kolaborasi Strategis

Melalui kegiatan ini, OGRINDO ITB dan Laboratorium EOR ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan teknologi EOR berbasis riset, pengujian laboratorium, dan kolaborasi erat dengan industri.

Peluang kerja sama terbuka untuk:

  • Riset dan pengembangan Chemical EOR,
  • Surfactant screening dan evaluasi laboratorium,
  • Studi kelayakan EOR,
  • Pelatihan teknis dan konsultansi,
  • Proyek kolaborasi industri–akademia.
Gambar 4. Penyerahan sertifikat kepada peserta Training Surfactant Screening for Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bentuk penguatan kompetensi teknis.

📩 Kontak kerja sama:

OGRINDO ITB: info@ogrindoitb.com
Laboratorium EOR ITB: labifteoritb@gmail.com

Training ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara riset, laboratorium, dan industri dapat mempercepat adopsi teknologi EOR yang aplikatif, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Kategori
News Article

Optimalisasi Enhanced Oil Recovery dengan Low Salinity Water dan Nanofluida TiO₂ pada Reservoir Sandstone

Penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terus menjadi fokus strategis dalam upaya peningkatan produksi minyak nasional, terutama pada reservoir yang memasuki tahap akhir masa produktif. Salah satu metode EOR yang saat ini menarik perhatian adalah penggunaan Low Salinity Water (LSW) sebagai fluida injeksi. Sejumlah studi membuktikan bahwa brine dengan salinitas rendah mampu memobilisasi residual oil lebih efektif dibandingkan brine bersalinitas tinggi.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa efektivitas LSW dapat ditingkatkan melalui penambahan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂). Riset ini menjadi penting karena data eksperimental mengenai kompatibilitas serta mekanisme sinergi keduanya pada sistem crude oil–brine–rock (COBR) masih terbatas.

Gambar 1. Ilustrasi interaksi sistem crude oil–brine–rock (COBR) pada penelitian LSW–TiO₂.

Mengapa Low Salinity Water Menjadi Lebih Efektif dengan Nanopartikel TiO₂?

Studi laboratorium terbaru menginvestigasi interaksi crude oil–brine–rock (COBR) pada rentang salinitas 500–32.000 ppm dan konsentrasi TiO₂ 0–100 ppm menggunakan sampel Berea sandstone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan TiO₂ ke dalam LSW memicu perubahan fisikokimia yang signifikan, terutama pada parameter pH, zeta potential, dan sudut kontak, yang secara langsung memengaruhi mekanisme pelepasan minyak dari permukaan batuan.

Kombinasi ini menghasilkan nanofluida LSW–TiO₂ yang efektif dalam mengubah sifat pembasahan batuan menjadi lebih water-wet (wettability alteration). Dalam kondisi water-wet, permukaan batuan lebih mudah dibasahi oleh air, sehingga minyak yang sebelumnya terikat kuat pada permukaan pori dapat bergerak dan terproduksi dengan lebih efisien.

Gambar 2. Perubahan nilai zeta potential (ZP) pada berbagai konsentrasi TiO₂ dan tingkat salinitas.

Implikasi untuk EOR

Temuan dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa kombinasi LSW dan nanopartikel TiO₂ memiliki potensi signifikan untuk mengoptimalkan proses EOR pada reservoir sandstone. Modifikasi sifat antarmuka—terutama melalui perubahan wettability—muncul sebagai mekanisme utama yang mendukung peningkatan mobilisasi minyak.

Kajian ini juga menunjukkan bahwa konsentrasi TiO₂ yang diuji dapat memberikan respon fisikokimia yang konsisten sehingga membuka peluang mendesain fluida injeksi yang lebih optimal untuk mendapatkan hasil peningkatan perolehan minyak yang lebih maksimal.

Selain memberikan pemahaman fundamental mengenai interaksi fluida–batuan pada kondisi salinitas rendah, hasil penelitian ini menawarkan arah baru bagi pengembangan formulasi nanofluida LSW–TiO₂ yang lebih efektif untuk aplikasi lapangan. Studi lanjutan, seperti coreflooding, menjadi rencana kedepan untuk memvalidasi implikasi dari temuan ini terhadap peningkatan oil recovery secara langsung.

🔗 Akses Paper Publikasi

Ingin memahami lebih dalam mekanisme, data eksperimental, serta analisis lengkapnya?
Paper dapat diakses di sini.

🤝 Kolaborasi Riset dan Industri

OGRINDO ITB membuka peluang kolaborasi untuk penelitian lanjutan serta kerja sama industri di bidang EOR, nanoteknologi, dan kimia reservoir.
Hubungi kami melalui: 📩 info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Lab EOR ITB: Menghubungkan Ilmu, Industri, dan Inovasi

Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB sukses menyelenggarakan kegiatan Hands-on Laboratory Training Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Acara ini menjadi wadah penting bagi praktisi industri dan akademisi untuk memahami lebih dalam metode Chemical EOR melalui pembelajaran langsung di laboratorium.

Kegiatan utama dalam Hands-on Laboratory Training Chemical EOR ini adalah Screening Polymer dan Surfactant Formulation, yang dilaksanakan secara intensif di Laboratorium EOR ITB. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan serangkaian uji laboratorium komprehensif untuk memahami kinerja kimia EOR dalam berbagai kondisi reservoir.

Gambar 1. Peserta training mendengarkan penjelasan instruktur mengenai peralatan laboratorium Chemical EOR di Lab EOR ITB

Detail Kegiatan Training

  1. Screening Polymer

Pada sesi ini, peserta melakukan berbagai pengujian penting untuk menilai performa polimer, meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: pengujian viskositas, kompatibilitas polimer dengan air, filtration ratio, screen factor, dan uji stabilitas termal
  • Rock–Fluid Compatibility Test: static adsorption test, dynamic adsorption test dan IPV, serta injectivity test (RF dan RRF)
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk mengevaluasi potensi peningkatan perolehan minyak
Gambar 2. Praktikum pengujian surfaktan: peserta melakukan diskusi interaktif dengan instruktur mengenai metode pengujian laboratorium

2. Surfactant Formulation Lab Test

Sesi ini difokuskan pada formulasi surfaktan dengan berbagai kondisi laboratorium, yang meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: uji kompatibilitas surfaktan dengan air, IFT test, phase behavior test, uji stabilitas termal IFT, dan filtration test
  • Rock–Fluid Compatibility Test: wettability test, static adsorption test, dynamic adsorption test, serta capillary desaturation curves (CDC) test
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk menilai efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
Gambar 3. Sesi praktik laboratorium: peserta melakukan pengujian kompatibilitas fluida dan batuan secara langsung

Melalui rangkaian pengujian tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam evaluasi laboratorium CEOR dengan metode yang digunakan secara global di industri migas. Hal ini memperkuat posisi Lab EOR ITB sebagai pusat riset dan pelatihan dengan fasilitas dan keahlian yang mampu menjawab kebutuhan nyata industri perminyakan di Indonesia.

Peserta Training

Training ini diikuti oleh para profesional dari berbagai perusahaan migas nasional, yaitu:

  • Pertamina Hulu Energi (PHE) – termasuk PHE OSES, PHE ONWJ, dan PHE SHU SDRE
  • Pertamina EP (PEP) – termasuk PEP Zona 7
  • Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
  • Pertamina Hulu Rokan (PHR)
  • Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
Gambar 4. Foto bersama peserta Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 5. Peserta training Chemical EOR berfoto bersama di Aula Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB

Dampak dan Manfaat

Melalui pengalaman langsung ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mendukung peningkatan recovery factor dan keberlanjutan energi nasional.

Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap serta dukungan tenaga ahli berpengalaman, Lab EOR ITB bersama OGRINDO siap menjadi mitra strategis industri migas dalam pengembangan dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery di Indonesia.

Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor migas. Training ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Chemical EOR, mulai dari skala laboratorium hingga implikasinya pada lapangan migas.

Kategori
News Article

Empat Mekanisme Trapping: Cara CO₂ Terkunci Aman di Bawah Tanah

Perubahan iklim akibat meningkatnya emisi CO₂ adalah tantangan besar yang kita hadapi saat ini. Untuk mencegah dampaknya, Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi terbukti aman untuk menyimpan CO₂ jauh di bawah tanah. CCS bukan hanya mencegah emisi mencapai atmosfer, tetapi juga menjadi fondasi penting dari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)—sebuah jalur yang memungkinkan emisi CO₂ diubah menjadi peluang bernilai.

Gambar 1. Skema keseluruhan proyek CCS: mulai dari penangkapan emisi CO₂, transportasi, hingga penyimpanan permanen di bawah permukaan bumi (Ali et al, 2022)

Empat Mekanisme Trapping CO₂
Keamanan jangka panjang penyimpanan CO₂ dijamin oleh empat mekanisme alami yang saling melengkapi seiring waktu:

  1. Structural Trapping
    CO₂ yang bergerak ke atas akibat perbedaan densitas akan terhenti oleh caprock. Densitas gas yang cenderung lebih kecil daripada minyak dan air, maka gas CO₂ akan berangsur bergerak ke arah vertikal. Untuk mencegah CO₂ tetap terjebak di dalam formasi, maka dibutuhkan batuan caprock yang cukup reliable, memiliki permeabilitas yang sangat kecil, serta wettability yang mengarah ke strong water wet.
  2. Residual Trapping
    Sebagian CO₂ terjebak dalam pori-pori batuan sebagai gelembung kecil yang tidak dapat bergerak lagi. Mekanisme ini memberikan stabilitas penyimpanan dalam jangka panjang.
  3. Dissolution Trapping
    CO₂ larut dalam air formasi dan membentuk larutan karbonat yang memiliki densitas yang lebih berat dibandingkan dengan fluida lain yang ada di dalam formasi sehingga cenderung turun ke arah bawah dan mengurangi risiko kebocoran CO₂.
  4. Mineral Trapping
    CO₂ yang larut bereaksi dengan mineral batuan (Ca, Mg, Fe) dan membentuk mineral karbonat padat seperti kalsit atau magnesit. Ini adalah bentuk penyimpanan paling permanen karena CO₂ berubah menjadi batuan baru yang stabil selama ribuan tahun.

Mekanisme ini bekerja berlapis: structural dan residual memberikan perlindungan segera, sementara dissolution dan mineral memastikan keamanan jangka panjang. Bersama-sama, mereka menciptakan garis pertahanan berlapis yang menjamin CO₂ tetap aman tersimpan selama berabad-abad.

Gambar 2. Kontribusi berlapis dari mekanisme trapping CO₂ yang saling melengkapi seiring waktu, menjaga keamanan penyimpanan dari generasi ke generasi.

CCS Sebagai Fondasi CCUS
Memahami empat mekanisme ini membantu kita melihat bahwa CCS adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan menuju CCUS. Tanpa penyimpanan yang aman, sulit bagi kita mengembangkan pemanfaatan CO₂ dalam skala besar. Melalui CCS, CO₂ tidak hanya tersimpan secara aman di bawah tanah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali—misalnya dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari solusi CCUS.

🌱 Ini Baru Langkah Awal
Pada episode berikutnya, kami akan membahas bagaimana CCUS mengubah CO₂ dari beban menjadi sumber daya bernilai, mendorong inovasi industri, dan mempercepat transisi energi yang lebih bersih.
✨ Tetap ikuti seri artikel kami, dan jadilah bagian dari perjalanan menuju masa depan rendah karbon.
📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com
🌐 Pelajari lebih lanjut: www.ogrindoitb.com

Referensi:
IPCC, 2005: IPCC Special Report on Carbon Dioxide Capture and Storage. Prepared by Working Group III of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Metz, B., Davidson, O., de Coninck, H.C., Loos, M., and Meyer, L.A. (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA, 442 pp.

Kategori
News Article

PVT 300/700 FV EDU: Solusi Edukatif & Andal untuk Analisis Sifat Fluida Reservoir Berstandar Industri

Dalam dunia perminyakan, memahami karakteristik fluida reservoir adalah langkah krusial untuk merancang strategi produksi yang efisien. Untuk menjawab kebutuhan ini, PVT 300/700 FV EDU hadir sebagai alat edukatif berstandar industri yang mampu melakukan berbagai eksperimen penting pada crude oil, volatile oil, dan gas condensate.

Gambar 1. Alat PVT 300/700 FV EDU berkapasitas 300 ml dan tekanan hingga 700 bar

🔎Mengapa Memilih PVT 300/700 FV EDU?

PVT 300/700 FV EDU dirancang untuk tujuan edukatif yang memiliki kemampuan analisis setara dengan produk unggulan kami, PVT FV, namun dengan rasio tekanan/volume yang diturunkan dan tingkat otomatisasi yang lebih rendah (automatic rotating mechanism, automated pneumatic valves).

🔹 Full Visibility Cell: Semua proses analisis dapat diamati langsung melalui sel visual berkapasitas penuh, memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam.

🔹 Multifungsi dan Presisi Tinggi: Alat ini mampu melakukan eksperimen seperti:

  • Constant Compositional Expansion (CCE)
  • Constant Compositional Depletion (CCD)
  • Separator Test
  • Differential Vaporization
  • Fluid Envelop Phase
  • Constant Volume Depletion (CVD)

🎯Akurasi Pengukuran

PVT 300/700 dirancang untuk menghasilkan data yang presisi dan andal. Berikut detail akurasi pengukurannya:

  • Tekanan: 0,1 bar
  • Suhu: ±0,1°C
  • Liquid deposit: 0,005 ml
  • Bubble/dew point repeatability: ±0,35 bar
  • Resisting corrosive abilities CO₂ dan H₂S

⚙️Spesifikasi Teknis Unggulan

  • Tekanan Maksimum: 700 bar
  • Suhu Maksimum hingga 180°C
  • PVT Volume Sel: 300 ml
  • Visual Volume: 300ml

PVT 300/700 FV EDU dilengkapi dengan sistem akuisisi data dan pemrosesan digital, sensor tekanan dan suhu terkalibrasi, serta katup otomatis dan panel kontrol. Semua fitur ini membuatnya ideal digunakan di laboratorium akademik, pusat riset migas, maupun institusi pelatihan teknikal.

🧪 Personel Teknis OGRINDO Telah Terlatih dalam Pengoperasian PVT 300/700 FV EDU

Sebagai bagian dari komitmen OGRINDO dalam memastikan kompetensi teknis internal, personel kami telah mengikuti pelatihan intensif pengoperasian PVT 300/700 FV EDU yang difasilitasi oleh Program Studi Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengoperasikan alat serta memahami penerapannya dalam analisis fluida reservoir secara praktis.

👉 Lihat informasi lengkap pelatihannya di sini.

🌟 Inovasi dalam Pembelajaran PVT

Dengan PVT 300/700 FV EDU, OGRINDO menghadirkan alat pembelajaran praktis yang menjembatani teori dan aplikasi nyata di industri minyak dan gas. Dapatkan pengalaman langsung dalam mengamati fase fluida, menganalisis sifat PVT, dan memahami dinamika reservoir secara menyeluruh.

Hubungi kami untuk demo alat atau penawaran kerjasama edukatif!
📧 Email: info@ogrindoitb.com