Kategori
News Article

CCUS in Action: Kisah Sukses Global dan Pembelajaran bagi Masa Depan Rendah Karbon Indonesia

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) telah menjadi salah satu solusi nyata yang terbukti secara global. Dari penyimpanan CO₂ di bawah laut hingga mineralisasi alami menjadi batu, proyek-proyek unggulan seperti di Norwegia dan Islandia menunjukkan bahwa emisi karbon tidak hanya dapat dikendalikan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Dengan rekam jejak implementasi yang terverifikasi secara ilmiah, CCS/CCUS kini menjadi pilar penting dalam transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Menuju Masa Depan Rendah Karbon Melalui Implementasi Teknologi CCUS yang Terverifikasi Secara Global

Di tengah urgensi transisi energi global, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) telah menjadi salah satu pilar utama dalam upaya mengurangi emisi karbon. Melalui penerapan di berbagai negara, CCUS terbukti efektif tidak hanya dalam menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mendorong efisiensi ekonomi dan keberlanjutan industri energi.
Berikut dua kisah sukses dunia yang menunjukkan bahwa solusi rendah karbon bukanlah sekadar konsep — tetapi sudah menjadi kenyataan.

Sleipner (Norwegia): Pionir Penyimpanan CO₂ di Laut Lepas

Diluncurkan pada tahun 1996 oleh Equinor (d/h Statoil), Proyek Sleipner berlokasi di Sleipner West gas field, sekitar 250 km barat daya Stavanger, Norwegia, di wilayah Central North Sea. Proyek ini merupakan CCS komersial pertama di dunia, yang menyuntikkan CO₂ hasil pemisahan gas alam ke dalam Utsira Formation yang terletak pada kedalaman sekitar 800–1000 meter di bawah permukaan laut. Hingga kini, lebih dari 16 juta ton CO₂ telah berhasil disimpan secara aman di Utsira Formation. Keberhasilan Sleipner ditopang oleh sistem pemantauan 3D seismik dan gravimetrik yang ketat, memastikan tidak ada kebocoran CO₂ dari lapisan penyimpanan. Dengan biaya penyimpanan yang efisien, proyek ini membuktikan bahwa CCS dapat berjalan aman dan ekonomis sekaligus memenuhi regulasi lingkungan yang ketat di Eropa.

Skema dan platform proyek Sleipner di North Sea, Norwegia — proyek CCS komersial pertama di dunia yang telah menyimpan lebih dari 16 juta ton CO₂ secara aman sejak 1996. Sumber: Solomon (2007), Bellona Foundation; Equinor.

CarbFix (Islandia): Menyulap CO₂ Menjadi Batu

Di bawah tanah basalt Islandia, proyek CarbFix mengubah konsep CCS menjadi sesuatu yang lebih permanen — mineralisasi alami. Dengan mencampur CO₂ ke dalam air dan menyuntikkannya ke batuan basalt reaktif, lebih dari 95% CO₂ berubah menjadi batu karbonat.
Keunggulan metode ini adalah keamanan penyimpanan jangka panjang: karbon diubah menjadi mineral padat, menghilangkan risiko kebocoran. Hingga kini, CarbFix telah menyimpan lebih dari 100.000 ton CO₂ di bawah tanah Islandia. Metode mineralisasi cepat yang dikembangkan proyek ini kini diadaptasi di berbagai negara — termasuk Norwegia, Amerika Serikat, dan India — melalui proyek-proyek riset yang menerapkan prinsip serupa untuk menyimpan karbon secara permanen di batuan basalt.

Skema proses dan lokasi proyek CarbFix di Pembangkit Listrik Panas Bumi Hellisheidi, dekat Reykjavík, Islandia. Proyek ini mengubah CO₂ menjadi batu karbonat secara permanen di bawah tanah basalt. Sumber: Matter & Kelemen (2021), Nature Reviews Earth & Environment; Reuters.

Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia

Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon mencapai sekitar 400 gigaton CO₂ di berbagai formasi geologi — termasuk reservoir minyak dan gas, batuan pasir, serta saline aquifer yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Potensi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kapasitas penyimpanan karbon terbesar di Asia Tenggara.
Namun, pengalaman dari Sleipner (Norwegia) dan CarbFix (Islandia) menunjukkan bahwa keberlanjutan implementasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada ekosistem pendukung yang kuat: regulasi, kolaborasi, dan kepercayaan publik.

Peta proyek CCS/CCUS yang sedang dikembangkan di Indonesia. Ilustrasi ini menunjukkan potensi penyimpanan karbon di berbagai wilayah strategis. Sumber: Wibisono, N. (2024), “CCS in Indonesia,” Energy Geoscience.

1️⃣ Kerangka Regulasi yang Kuat dan Adaptif
Langkah penting telah dimulai melalui Peraturan Presiden No. 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS), yang menjadi dasar hukum nasional pertama yang secara komprehensif mengatur pelaksanaan CCS/CCUS di Indonesia. Perpres ini menetapkan definisi, mekanisme izin, serta skema bisnis dan teknis untuk CCS/CCUS. Regulasi ini memberikan kejelasan mengenai perizinan, hak penyimpanan CO₂, pembagian tanggung jawab, serta mekanisme pemantauan pasca-penutupan proyek.

Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menerbitkan Panduan Teknis Implementasi CCS/CCUS sebagai acuan bagi industri dan lembaga riset dalam melakukan studi kelayakan, desain injeksi, serta pengawasan lapangan.

2️⃣ Kolaborasi Lintas Sektor
Sejalan dengan praktik global, keberhasilan implementasi CCS/CCUS di Indonesia membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri energi, akademisi, dan lembaga riset. Di sinilah peran Institut Teknologi Bandung (ITB) dan OGRINDO ITB menjadi kunci — menjembatani riset laboratorium, pemodelan reservoir, serta uji lapangan dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi dengan perusahaan migas nasional seperti Pertamina Subholding Upstream dan mitra internasional juga membuka peluang besar untuk pilot project CCS/CCUS, khususnya di lapangan migas yang sudah memasuki tahap mature field.

3️⃣ Pemantauan Ilmiah dan Keterbukaan Data
Dari pengalaman Sleipner dan CarbFix, terbukti bahwa pemantauan berbasis sains dan transparansi data merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan proyek jangka panjang. Sleipner, misalnya, telah menjalankan program pemantauan seismik 4D dan survei gravimetri selama lebih dari 20 tahun untuk memastikan keamanan penyimpanan CO₂, sementara CarbFix membuka data risetnya secara publik untuk mendukung inovasi dan kolaborasi global.

Pendekatan serupa dapat diterapkan di Indonesia — dengan membangun sistem pemantauan dan pelaporan terbuka yang dapat diakses oleh pemerintah, akademisi, dan masyarakat, guna memperkuat kepercayaan publik terhadap implementasi teknologi CCUS.

Melalui pendekatan terintegrasi ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk meniru kesuksesan global dan mewujudkan proyek komersialisasi CCS/CCUS pertama pada tahun 2026, sebagaimana ditetapkan dalam Peta Jalan Transisi Energi Nasional. Saat ini, beberapa perusahaan energi nasional telah memulai studi kelayakan CCS/CCUS di berbagai lapangan migas, termasuk Lapangan Gundih (Jawa Tengah) dan Tangguh (Papua Barat), yang ditargetkan menjadi proyek percontohan pertama sebelum 2026. Implementasi awal ini akan menjadi landasan untuk membangun ekosistem penyimpanan karbon jangka panjang di Indonesia. Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi tonggak penting dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.

🌱 Dari Riset Menuju Aksi

Teknologi CCUS bukan sekadar solusi masa depan — tetapi investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan energi nasional dan daya saing industri. Melalui riset kolaboratif, inovasi teknologi, dan transfer pengetahuan, OGRINDO ITB berkomitmen mendukung pengembangan CCS/CCUS dari tahap laboratorium hingga implementasi lapangan.

Dengan dukungan kebijakan yang jelas, kolaborasi multisektor, dan fondasi ilmiah yang kuat, Indonesia siap melangkah dari fase riset menuju implementasi nyata — menjadikan karbon bukan lagi beban, melainkan peluang untuk membangun masa depan energi bersih yang berdaya saing global.

📩 Tertarik berkolaborasi dalam riset CCS/CCUS?
Hubungi kami di info@ogrindoitb.com.

Mari bersama mempercepat langkah menuju Net Zero Emission 2060 dan membangun masa depan energi Indonesia yang tangguh, bersih, dan berdaya saing global.

📚 Daftar Referensi

  • Furre, A.-K., Eiken, O., Alnes, H., Vevatne, J. N., & Kiær, A. F. (2017). 20 years of monitoring CO₂-injection at Sleipner. Energy Procedia, 114, 3916–3926.
  • Snæbjörnsdóttir, S. Ó. et al. (2020). Carbon dioxide storage through mineral carbonation. Nature Reviews Earth & Environment, 1, 90–102.
  • Ramadhan, R. et al. (2024). Carbon capture, utilization, and storage in Indonesia. Energy Geoscience, 5, 100335.
  • CarbFix Official Website
Kategori
News Article

Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU: Membangun Sinergi Riset dan Inovasi EOR Bersama OGRINDO ITB

Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU – Project Manager OGRINDO ITB yang berperan aktif dalam memperkuat riset dan kolaborasi di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR).

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia teknik perminyakan, Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU merupakan salah satu sosok penting di balik penguatan riset dan pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Indonesia. Saat ini, beliau menjabat sebagai Project Manager OGRINDO ITB, mengoordinasikan berbagai proyek penelitian dan kolaborasi strategis antara kampus, industri, dan lembaga riset untuk mendorong penerapan teknologi EOR yang berkelanjutan.

🧠 Latar Belakang Pendidikan dan Keilmuan

Dr. Boni menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di UPN “Veteran” Yogyakarta, universitas tempat beliau kini mengabdi sebagai dosen sekaligus Ketua Departemen Teknik Perminyakan. Kecintaannya terhadap dunia riset membawanya melanjutkan studi Magister dan Doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB), keduanya di bidang Teknik Perminyakan.
Penelitiannya berfokus pada mekanisme injeksi surfaktan terintegrasi untuk light oil di reservoir batu pasir, serta pengembangan model polimer injeksi 1D dan 2D untuk mengevaluasi mekanisme squeezing dan sweeping pada proses EOR.

⚙️ Kiprah dan Kontribusi Profesional

Sebagai akademisi sekaligus praktisi, Dr. Boni aktif terlibat dalam berbagai proyek riset unggulan di EOR Lab ITB, LAPI ITB, dan OGRINDO ITB. Beberapa proyek penting yang Dr. Boni pimpin atau koordinasikan antara lain:

  • Field Trial Polymer Injection Lapangan Tanjung – Pertamina EP, mencakup implementasi, evaluasi, dan monitoring lapangan.
  • Studi Optimasi Kimia EOR Lapangan Kaji Semoga (PT Medco E&P) serta Lapangan Kenali Asam dan Tempino (PT Pertamina EP).
  • Formulasi dan Pengembangan Micromodel cEOR, teknologi miniatur untuk studi injeksi kimia skala laboratorium yang kini menjadi salah satu fasilitas riset unggulan di ITB.

Sebagai peneliti yang produktif, Dr. Boni telah berkontribusi dalam berbagai publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional, membahas topik-topik seperti perilaku fluida reservoir, mekanika reservoir, serta pengembangan model eksperimental dan numerik untuk optimasi injeksi kimia.

Dr. Boni Swadesi saat mempresentasikan studi tentang karakteristik surfaktan pada light oil untuk aplikasi EOR di era energi terbarukan.

🤝 Peran Strategis di OGRINDO ITB

Dalam kapasitasnya sebagai Project Manager OGRINDO ITB, Dr. Boni berperan penting dalam memperkuat posisi OGRINDO sebagai wadah kolaborasi riset dan inovasi energi nasional. Dr. Boni memastikan setiap penelitian tidak berhenti di tahap laboratorium, melainkan dapat diimplementasikan di lapangan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi energi nasional.
Selain itu, Dr. Boni juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan industri migas seperti Pertamina Subholding Upstream dan Medco E&P, serta mendorong integrasi riset EOR dengan pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

🌱 Dedikasi untuk Pendidikan dan Inovasi

Di tengah kesibukannya, Dr. Boni tetap konsisten membimbing mahasiswa dan peneliti muda di bidang reservoir engineering dan chemical EOR. Baginya, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari hasil teknis, tetapi juga dari kemampuan menumbuhkan generasi insinyur energi yang kompeten, berintegritas, dan berwawasan keberlanjutan.

Dr. Boni Swadesi berbagi wawasan riset EOR dan mendorong kolaborasi lintas disiplin di forum akademik dan industri energi.

Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU menjadi contoh nyata bahwa riset dan inovasi dapat berjalan beriringan untuk mendukung kemandirian energi nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi migas berkelanjutan.

Kategori
News Article

OGRINDO ITB dan Subholding Upstream Pertamina Jajaki Kerja Sama Riset untuk Masa Depan Energi Indonesia

Jakarta, 23 September 2025 – Konsorsium riset Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara akademisi dan industri energi nasional. Bertempat di Boardroom Lantai 25, PHE Tower, Jakarta Selatan, OGRINDO ITB melakukan pertemuan penjajakan kerja sama dengan Pertamina Subholding Upstream sebagai langkah strategis untuk mendorong inovasi riset di sektor hulu migas Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung pada pukul 08.00–09.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua pihak. Dari OGRINDO ITB hadir Prof. H. Septoratno Siregar, Dr. Boni Swadesi, dan Ir. Mahruri, S.T., M.Sc., sementara Pertamina Subholding Upstream diwakili oleh Edy Karyanto, Mery Luciawaty, Benny Hidajat Sidik, dan Asep Samsul Arifin.

Gambar 1. Perwakilan OGRINDO ITB dan Pertamina Subholding Upstream dalam pertemuan penjajakan kerja sama riset di PHE Tower.

Memperkuat Kolaborasi Riset Migas Nasional

Dalam pertemuan ini, Prof. Septoratno dan Dr. Boni memaparkan kiprah OGRINDO sebagai konsorsium riset migas yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun menjawab tantangan energi melalui penelitian dan inovasi. OGRINDO menjalin kemitraan dengan berbagai universitas dan industri untuk menghadirkan solusi berbasis sains, mulai dari Enhanced Oil Recovery (EOR) hingga teknologi penyimpanan dan pemanfaatan CO₂ untuk mendukung transisi energi rendah karbon.

Pihak Pertamina Subholding Upstream menyambut positif inisiatif ini dan menilai OGRINDO memiliki potensi besar untuk bersinergi, khususnya melalui unit Upstream Innovation (UI) dan Research and Technology Innovation (RTI). Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penerapan hasil riset menjadi solusi nyata di lapangan, mulai dari optimasi produksi migas hingga penerapan teknologi ramah lingkungan.

Bersama Hadirkan Solusi Energi Berkelanjutan

OGRINDO ITB mengundang industri energi, lembaga riset, dan universitas untuk bergabung dalam kemitraan riset dan inovasi. Bersama-sama, kita dapat menciptakan teknologi yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi rendah karbon.

Gambar 2. Semangat kolaborasi OGRINDO ITB dan Pertamina Subholding Upstream untuk memperkuat riset migas.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program kolaborasi, proposal riset, atau peluang kemitraan, silakan hubungi:
📩 Email: info@ogrindoitb.com
🌐 Website: www.ogrindoitb.com
Mari wujudkan masa depan energi Indonesia yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan bersama OGRINDO ITB.

Kategori
News Article

Kolaborasi OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro: Pemanfaatan Teknologi Gas Flood Core Flooding untuk Enhanced Oil Recovery

Selamat datang di fasilitas riset unggulan kami di Gedung Dato (Labtek XVII), Institut Teknologi Bandung!
Melalui kemitraan antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Purnomo Yusgiantoro, kami bersama-sama memanfaatkan fasilitas Gas Flood Core Flooding yang canggih untuk mendukung penelitian dan pengembangan strategi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis injeksi gas (miscible maupun immiscible).

Kolaborasi ini memungkinkan resource sharing antara riset akademik dan kebutuhan industri, sehingga pemanfaatan fasilitas dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan teknologi energi.

Gambar 1. Perangkat Gas Flood yang siap mendukung studi injeksi gas dan core flooding sesuai kebutuhan riset maupun kolaborasi industri.

🛠️ Keunggulan Sistem Gas Flooding

Sistem ini memiliki fitur-fitur teknis unggulan sebagai berikut:

  • Tekanan tinggi: Confining pressure dan pore pressure hingga 700 bar (~10.000 psi).
  • Suhu tinggi: Working temperature hingga 150 °C.
  • Kapasitas penggunaan gas seperti CO₂, N₂, atau gas hidrokarbon.
  • Dapat melakukan pengujian water flooding, gas flooding, dan WAG (Water-Alternating-Gas).
  • Metode unsteady state untuk memperoleh parameter penting: permeabilitas relatif gas dan cairan, saturasi remaining oil, displacement efficiency setelah waterflooding, serta produksi air terkait injeksi gas.
  • Core holder dapat diorientasikan secara horizontal.
  • Wetted parts menggunakan material Hastelloy untuk daya tahan tinggi.

Dengan sistem ini, Laboratorium EOR Purnomo Yusgiantoro yang bekerja sama dengan OGRINDO ITB mampu mensimulasikan kondisi reservoir di laboratorium dan menghasilkan data eksperimen yang krusial untuk optimasi injeksi gas di lapangan.

Gambar 2. Pemantauan tekanan, temperatur, dan laju alir secara real time untuk memastikan kontrol yang presisi selama eksperimen injeksi gas.

🔍 Aplikasi dan Manfaat Kolaborasi

Kolaborasi OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro membuka peluang riset dan layanan untuk:

  • Menentukan strategi injeksi gas yang optimal (jenis gas, tekanan, laju injeksi).
  • Mengevaluasi skema WAG yang efisien.
  • Mengetahui displacement efficiency minyak setelah waterflooding.
  • Memperkirakan volume minyak tambahan yang dapat diproduksi.
  • Memahami efek segregasi gravitasi dalam injeksi gas.
  • Menyediakan data uji coba laboratorium sebagai input penting bagi pemodelan reservoir.
Gambar 3. Persiapan sampel core di dalam ruang Gas Flood untuk mensimulasikan kondisi reservoir hingga 700 bar dan 150 °C.

🤝 Riset Bersama dan Layanan

Laboratorium EOR Punomo Yusgiantoro yang bekerja sama dengan OGRINDO ITB menyelenggarakan berbagai eksperimen injeksi gas, CO₂, N₂, dan studi core flood sesuai kebutuhan penelitian dan proyek kerja sama.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata resource sharing antara industri dan akademisi. Melalui kemitraan ini, OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro siap mendukung:

  • Penelitian bersama perusahaan minyak dan gas.
  • Studi akademik dan proyek universitas.
  • Pilot study untuk teknologi energi dan EOR.
  • Inisiatif CO₂-EOR atau proyek CCUS.

Dengan tim ahli di bidang reservoir, fasilitas mutakhir, dan pengalaman riset yang luas, kami siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi EOR di Indonesia.

Gambar 4. Tampilan bagian dalam Gas Flood: perangkat mutakhir untuk studi EOR injeksi gas.

📞 Hubungi Kami

Untuk informasi teknis lebih lanjut, penawaran layanan, atau kerja sama penelitian:
📧 Email: info@ogrindoitb.com
🌐 Website: www.ogrindoitb.com
Kunjungi situs kami untuk melihat spesifikasi lengkap, portofolio riset, dan layanan yang kami tawarkan. Bersama, kita bangun masa depan optimalisasi produksi dengan teknologi injeksi gas terkini!

Kategori
News Article

Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Lab EOR ITB: Menghubungkan Ilmu, Industri, dan Inovasi

Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB sukses menyelenggarakan kegiatan Hands-on Laboratory Training Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Acara ini menjadi wadah penting bagi praktisi industri dan akademisi untuk memahami lebih dalam metode Chemical EOR melalui pembelajaran langsung di laboratorium.

Kegiatan utama dalam Hands-on Laboratory Training Chemical EOR ini adalah Screening Polymer dan Surfactant Formulation, yang dilaksanakan secara intensif di Laboratorium EOR ITB. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan serangkaian uji laboratorium komprehensif untuk memahami kinerja kimia EOR dalam berbagai kondisi reservoir.

Gambar 1. Peserta training mendengarkan penjelasan instruktur mengenai peralatan laboratorium Chemical EOR di Lab EOR ITB

Detail Kegiatan Training

  1. Screening Polymer

Pada sesi ini, peserta melakukan berbagai pengujian penting untuk menilai performa polimer, meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: pengujian viskositas, kompatibilitas polimer dengan air, filtration ratio, screen factor, dan uji stabilitas termal
  • Rock–Fluid Compatibility Test: static adsorption test, dynamic adsorption test dan IPV, serta injectivity test (RF dan RRF)
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk mengevaluasi potensi peningkatan perolehan minyak
Gambar 2. Praktikum pengujian surfaktan: peserta melakukan diskusi interaktif dengan instruktur mengenai metode pengujian laboratorium

2. Surfactant Formulation Lab Test

Sesi ini difokuskan pada formulasi surfaktan dengan berbagai kondisi laboratorium, yang meliputi:

  • Fluid–Fluid Compatibility Test: uji kompatibilitas surfaktan dengan air, IFT test, phase behavior test, uji stabilitas termal IFT, dan filtration test
  • Rock–Fluid Compatibility Test: wettability test, static adsorption test, dynamic adsorption test, serta capillary desaturation curves (CDC) test
  • Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk menilai efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
Gambar 3. Sesi praktik laboratorium: peserta melakukan pengujian kompatibilitas fluida dan batuan secara langsung

Melalui rangkaian pengujian tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam evaluasi laboratorium CEOR dengan metode yang digunakan secara global di industri migas. Hal ini memperkuat posisi Lab EOR ITB sebagai pusat riset dan pelatihan dengan fasilitas dan keahlian yang mampu menjawab kebutuhan nyata industri perminyakan di Indonesia.

Peserta Training

Training ini diikuti oleh para profesional dari berbagai perusahaan migas nasional, yaitu:

  • Pertamina Hulu Energi (PHE) – termasuk PHE OSES, PHE ONWJ, dan PHE SHU SDRE
  • Pertamina EP (PEP) – termasuk PEP Zona 7
  • Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
  • Pertamina Hulu Rokan (PHR)
  • Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
Gambar 4. Foto bersama peserta Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 5. Peserta training Chemical EOR berfoto bersama di Aula Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB

Dampak dan Manfaat

Melalui pengalaman langsung ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mendukung peningkatan recovery factor dan keberlanjutan energi nasional.

Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap serta dukungan tenaga ahli berpengalaman, Lab EOR ITB bersama OGRINDO siap menjadi mitra strategis industri migas dalam pengembangan dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery di Indonesia.

Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor migas. Training ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Chemical EOR, mulai dari skala laboratorium hingga implikasinya pada lapangan migas.

Kategori
News Article

Empat Mekanisme Trapping: Cara CO₂ Terkunci Aman di Bawah Tanah

Perubahan iklim akibat meningkatnya emisi CO₂ adalah tantangan besar yang kita hadapi saat ini. Untuk mencegah dampaknya, Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi terbukti aman untuk menyimpan CO₂ jauh di bawah tanah. CCS bukan hanya mencegah emisi mencapai atmosfer, tetapi juga menjadi fondasi penting dari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)—sebuah jalur yang memungkinkan emisi CO₂ diubah menjadi peluang bernilai.

Gambar 1. Skema keseluruhan proyek CCS: mulai dari penangkapan emisi CO₂, transportasi, hingga penyimpanan permanen di bawah permukaan bumi (Ali et al, 2022)

Empat Mekanisme Trapping CO₂
Keamanan jangka panjang penyimpanan CO₂ dijamin oleh empat mekanisme alami yang saling melengkapi seiring waktu:

  1. Structural Trapping
    CO₂ yang bergerak ke atas akibat perbedaan densitas akan terhenti oleh caprock. Densitas gas yang cenderung lebih kecil daripada minyak dan air, maka gas CO₂ akan berangsur bergerak ke arah vertikal. Untuk mencegah CO₂ tetap terjebak di dalam formasi, maka dibutuhkan batuan caprock yang cukup reliable, memiliki permeabilitas yang sangat kecil, serta wettability yang mengarah ke strong water wet.
  2. Residual Trapping
    Sebagian CO₂ terjebak dalam pori-pori batuan sebagai gelembung kecil yang tidak dapat bergerak lagi. Mekanisme ini memberikan stabilitas penyimpanan dalam jangka panjang.
  3. Dissolution Trapping
    CO₂ larut dalam air formasi dan membentuk larutan karbonat yang memiliki densitas yang lebih berat dibandingkan dengan fluida lain yang ada di dalam formasi sehingga cenderung turun ke arah bawah dan mengurangi risiko kebocoran CO₂.
  4. Mineral Trapping
    CO₂ yang larut bereaksi dengan mineral batuan (Ca, Mg, Fe) dan membentuk mineral karbonat padat seperti kalsit atau magnesit. Ini adalah bentuk penyimpanan paling permanen karena CO₂ berubah menjadi batuan baru yang stabil selama ribuan tahun.

Mekanisme ini bekerja berlapis: structural dan residual memberikan perlindungan segera, sementara dissolution dan mineral memastikan keamanan jangka panjang. Bersama-sama, mereka menciptakan garis pertahanan berlapis yang menjamin CO₂ tetap aman tersimpan selama berabad-abad.

Gambar 2. Kontribusi berlapis dari mekanisme trapping CO₂ yang saling melengkapi seiring waktu, menjaga keamanan penyimpanan dari generasi ke generasi.

CCS Sebagai Fondasi CCUS
Memahami empat mekanisme ini membantu kita melihat bahwa CCS adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan menuju CCUS. Tanpa penyimpanan yang aman, sulit bagi kita mengembangkan pemanfaatan CO₂ dalam skala besar. Melalui CCS, CO₂ tidak hanya tersimpan secara aman di bawah tanah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali—misalnya dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari solusi CCUS.

🌱 Ini Baru Langkah Awal
Pada episode berikutnya, kami akan membahas bagaimana CCUS mengubah CO₂ dari beban menjadi sumber daya bernilai, mendorong inovasi industri, dan mempercepat transisi energi yang lebih bersih.
✨ Tetap ikuti seri artikel kami, dan jadilah bagian dari perjalanan menuju masa depan rendah karbon.
📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com
🌐 Pelajari lebih lanjut: www.ogrindoitb.com

Referensi:
IPCC, 2005: IPCC Special Report on Carbon Dioxide Capture and Storage. Prepared by Working Group III of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Metz, B., Davidson, O., de Coninck, H.C., Loos, M., and Meyer, L.A. (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA, 442 pp.

Kategori
News Article

Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA – Founder OGRINDO ITB & Pakar Enhanced Oil Recovery Indonesia

Selama lebih dari empat dekade, Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA, telah menjadi salah satu pilar penting dalam kemajuan industri perminyakan Indonesia. Sebagai pendiri Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) di Institut Teknologi Bandung (ITB), beliau memimpin berbagai terobosan di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi migas nasional. Rekam jejaknya mencakup pendidikan, riset, pengajaran, kepemimpinan akademik, hingga kemitraan strategis dengan industri—mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu maestro EOR paling berpengaruh di Indonesia.

Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA – Founder OGRINDO ITB & Pakar Enhanced Oil Recovery Indonesia

Fakta Menarik tentang Prof. Siregar
📌 Founder OGRINDO ITB – Menginisiasi konsorsium riset migas nasional
📌 Pakar EOR Indonesia – Riset unggulan di chemical flooding dan immiscible displacement
📌 Pendidik 46+ Tahun – Mengajar di ITB sejak 1975, membimbing ±200 skripsi S-1, ±40 tesis S-2, dan ±15 disertasi S-3
📌 Pengalaman Lapangan Luas – Terlibat di studi pengembangan beberapa lapangan migas Indonesia seperti Minas, Handil, Bunyu, Arjuna Offshore, dan Tiaka
📌 Penghargaan Nasional – Dosen Teladan Nasional (1986) dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2009)

Awal Perjalanan Akademik
Kecintaannya pada dunia perminyakan berawal di Jurusan Teknik Perminyakan ITB, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1975. Beliau kemudian melanjutkan studi ke Prancis dan meraih Diplôme d’Études Approfondies (DEA) di Universitas Paul Sabatier, Toulouse (1978), dalam bidang Mekanika Media Berpori. Tidak berhenti di situ, ia menempuh pendidikan S-3 di Université de Bordeaux I, Talence (1980), dengan disertasi tentang studi aliran polimer untuk aplikasi EOR—penelitian yang menjadi pijakan penting dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery.

Pengabdian di Dunia Pendidikan
Sekembalinya ke tanah air, Mas Septo—sapaan akrabnya—memulai pengabdiannya kembali sebagai staf pengajar di Teknik Perminyakan ITB hingga 2021. Beliau mengajar mata kuliah seperti Enhanced Oil Recovery, Immiscible Displacement, Chemical Flooding, dan Advanced Optimization Techniques.

Selain mengajar, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan (1986–1989), Wakil Kepala Pusat Penelitian (1999–2002), Kepala Kelompok Keahlian Teknik Reservoir Minyak dan Gas Bumi (2006–2015), serta memimpin konsorsium riset OPPINET (2001–2021) dan OGRINDO (2004–2021).

Prof. Hasian P. Siregar pada Annual Meeting OGRINDO

Pionir Riset dan Inovasi
Mas Septo menggagas dua konsorsium riset besar di ITB: Optimization of Pipeline Network (OPPINET) dan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO). Kedua program ini menjadi jembatan kolaborasi antara kampus dan industri, menghadirkan solusi teknologi EOR yang siap diterapkan di lapangan. Penelitian dan konsultasinya meliputi berbagai proyek migas di Indonesia, mulai dari Lapangan Minas (Riau), Handil dan Bunyu (Kalimantan), Arjuna Offshore (Jawa Barat), hingga Tiaka (Sulawesi).

Peran di Industri dan Organisasi
Sejak 1975, beliau terlibat dalam berbagai proyek industri dan konsultasi, baik untuk Pertamina, kontraktor migas asing, maupun lembaga riset seperti PPPTMGB LEMIGAS. Ia juga pernah menjadi anggota Komite Penasihat Teknis BPMIGAS untuk proyek EOR surfaktan di Lapangan Minas bersama profesor dari Texas, AS. Reputasinya membuatnya kerap diminta menjadi narasumber dalam berbagai diskusi strategis di sektor migas. Beliau merupakan anggota Society of Petroleum Engineers (SPE) sejak 1975 dan pernah aktif di berbagai organisasi profesi lainnya, termasuk IATMI dan IPA.

Kini, meski telah purna tugas dari ITB, Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA, tetap aktif menggerakkan inovasi melalui OGRINDO ITB dan berbagai kerja sama industri. Dengan dedikasi dan pengalamannya, ia terus menginspirasi generasi muda insinyur perminyakan untuk mengembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery, demi kemandirian energi bangsa.

Kategori
News Article

PVT 300/700 FV EDU: Solusi Edukatif & Andal untuk Analisis Sifat Fluida Reservoir Berstandar Industri

Dalam dunia perminyakan, memahami karakteristik fluida reservoir adalah langkah krusial untuk merancang strategi produksi yang efisien. Untuk menjawab kebutuhan ini, PVT 300/700 FV EDU hadir sebagai alat edukatif berstandar industri yang mampu melakukan berbagai eksperimen penting pada crude oil, volatile oil, dan gas condensate.

Gambar 1. Alat PVT 300/700 FV EDU berkapasitas 300 ml dan tekanan hingga 700 bar

🔎Mengapa Memilih PVT 300/700 FV EDU?

PVT 300/700 FV EDU dirancang untuk tujuan edukatif yang memiliki kemampuan analisis setara dengan produk unggulan kami, PVT FV, namun dengan rasio tekanan/volume yang diturunkan dan tingkat otomatisasi yang lebih rendah (automatic rotating mechanism, automated pneumatic valves).

🔹 Full Visibility Cell: Semua proses analisis dapat diamati langsung melalui sel visual berkapasitas penuh, memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam.

🔹 Multifungsi dan Presisi Tinggi: Alat ini mampu melakukan eksperimen seperti:

  • Constant Compositional Expansion (CCE)
  • Constant Compositional Depletion (CCD)
  • Separator Test
  • Differential Vaporization
  • Fluid Envelop Phase
  • Constant Volume Depletion (CVD)

🎯Akurasi Pengukuran

PVT 300/700 dirancang untuk menghasilkan data yang presisi dan andal. Berikut detail akurasi pengukurannya:

  • Tekanan: 0,1 bar
  • Suhu: ±0,1°C
  • Liquid deposit: 0,005 ml
  • Bubble/dew point repeatability: ±0,35 bar
  • Resisting corrosive abilities CO₂ dan H₂S

⚙️Spesifikasi Teknis Unggulan

  • Tekanan Maksimum: 700 bar
  • Suhu Maksimum hingga 180°C
  • PVT Volume Sel: 300 ml
  • Visual Volume: 300ml

PVT 300/700 FV EDU dilengkapi dengan sistem akuisisi data dan pemrosesan digital, sensor tekanan dan suhu terkalibrasi, serta katup otomatis dan panel kontrol. Semua fitur ini membuatnya ideal digunakan di laboratorium akademik, pusat riset migas, maupun institusi pelatihan teknikal.

🧪 Personel Teknis OGRINDO Telah Terlatih dalam Pengoperasian PVT 300/700 FV EDU

Sebagai bagian dari komitmen OGRINDO dalam memastikan kompetensi teknis internal, personel kami telah mengikuti pelatihan intensif pengoperasian PVT 300/700 FV EDU yang difasilitasi oleh Program Studi Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengoperasikan alat serta memahami penerapannya dalam analisis fluida reservoir secara praktis.

👉 Lihat informasi lengkap pelatihannya di sini.

🌟 Inovasi dalam Pembelajaran PVT

Dengan PVT 300/700 FV EDU, OGRINDO menghadirkan alat pembelajaran praktis yang menjembatani teori dan aplikasi nyata di industri minyak dan gas. Dapatkan pengalaman langsung dalam mengamati fase fluida, menganalisis sifat PVT, dan memahami dinamika reservoir secara menyeluruh.

Hubungi kami untuk demo alat atau penawaran kerjasama edukatif!
📧 Email: info@ogrindoitb.com

Kategori
News Article

Micromodel: Teknologi Inovatif untuk Optimasi Enhanced Oil Recovery

Di tengah tantangan peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery), metode laboratorium yang mampu merepresentasikan mekanisme perpindahan fluida secara visual menjadi sangat krusial. Di sinilah micromodel hadir sebagai solusi inovatif karya anak bangsa.

Micromodel adalah perangkat laboratorium berbentuk dua dimensi yang dirancang untuk menyerupai struktur pori batuan reservoir, seperti sandstone maupun batuan karbonat. Melalui micromodel, pergerakan fluida—seperti air, minyak, surfaktan, dan polimer—dapat diamati secara langsung dan real-time.

Perbandingan penggunaan metode coreflood dan micromodel flooding dalam mengamati aliran fluida di batuan reservoir

Sebagian besar uji laboratorium konvensional seperti coreflooding memiliki keterbatasan dalam memberikan visualisasi langsung terhadap mekanisme injeksi kimia. Micromodel hadir untuk menjawab tantangan ini, memungkinkan pengamatan langsung terhadap perubahan tegangan antar muka, wettability alteration, dan efisiensi perpindahan viskositas pada skala pori.

Apa Tujuan Penggunaan Micromodel?

Micromodel digunakan untuk:

  • Menganalisis mekanisme kerja EOR kimia secara visual
  • Mengevaluasi efektivitas surfaktan atau polimer sebelum diuji pada skala lebih besar
  • Menyusun strategi injeksi yang efisien dan tepat sasaran
  • Mengidentifikasi fenomena seperti channeling, viscous fingering, dan oil entrapment yang sulit dilihat pada metode konvensional

Micromodel OGRINDO ITB memiliki sejumlah keunggulan:

  • Inovasi Anak Bangsa: Dirancang dan dikembangkan oleh tim peneliti lokal dengan keahlian tinggi
  • Cepat, Mudah, dan Ekonomis: Lebih efisien dibandingkan coreflooding dalam segi waktu dan biaya.
  • Costumized Design: Dapat disesuaikan dengan karakteristik pori sandstone maupun karbonat, bahkan berdasarkan data aktual reservoir.
  • Visualisasi Real-Time: Memungkinkan observasi langsung terhadap proses perpindahan fluida pada skala mikroskopik.
  • Mendukung Desain EOR yang Lebih Akurat: Menjadi jembatan antara hasil laboratorium dan aplikasi lapangan.

Proses Pembuatan Micromodel

Proses pembuatan micromodel mencakup beberapa tahapan utama:

Lima tahapan utama pembuatan micromodel
  1. Reservoir Characterization: Mengidentifikasi sifat fisik dan petrofisika dari batuan reservoir, seperti porositas, permeabilitas, saturasi fluida, dan struktur geologi.
  2. Thin Section & Petrography Analysis: Mengamati irisan batuan yang sangat tipis dan diamati di bawah mikroskop untuk mempelajari komposisi mineral dan tekstur batuan.
  3. Rock Digitization: Proses mengubah data fisik batuan menjadi model digital 2D atau 3D.
  4. Micromodel Fabrication: Tahap pembuatan micromodel melalui proses desain pola pori, etching, dan penyatuan material menggunakan metode seperti thermal bonding.
  5. Micromodel Ready to Use: Tahap akhir di mana micromodel telah melewati semua tahapan fabrikasi dan pengujian karakteristik siap digunakan untuk eksperimen seperti injeksi surfaktan, polimer, atau observasi mekanisme EOR lainnya.

Keunggulan utama dari micromodel OGRINDO adalah fleksibilitas desainnya. Dengan data geologi dan petrofisika dari lapangan, micromodel dapat disesuaikan agar merepresentasikan kondisi sesungguhnya. Hal ini menjadikan hasil pengujian lebih relevan dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan teknis di lapangan.

Visualisasi kondisi oil-wet pada micromodel

🔬 Micromodel bukan hanya alat uji—ia adalah jendela menuju pemahaman yang lebih dalam terhadap perilaku fluida di bawah permukaan. Bersama OGRINDO ITB, mari ciptakan solusi EOR yang lebih cerdas, efisien, dan berbasis data.

📞 Untuk informasi lebih lanjut dan kerja sama, hubungi tim kami di OGRINDO ITB.

Kategori
News Article

Terobosan Riset OGRINDO ITB: Kombinasi Surfaktan & Nanopartikel Titanium Dioksida, Tingkatkan Perolehan Minyak pada Sandstone Reservoir

Inovasi dalam teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terus dikembangkan untuk menjawab tantangan produksi minyak di mature oil fields. Salah satu pendekatan yang kini menjadi perhatian para peneliti adalah pemanfaatan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂) untuk meningkatkan performa surfaktan dalam proses pemulihan minyak, khususnya pada formasi sandstone.

Tim peneliti dari OGRINDO ITB baru-baru ini mempublikasikan hasil riset terbaru mereka dalam sebuah artikel ilmiah berjudul:
“Enhancement of Surfactant Performance via Titanium Dioxide Nanoparticles: Implication for Oil Recovery in Sandstone.”

🌟 Apa yang Membuat Penelitian Ini Istimewa?

Surfaktan alkyl ethoxy carboxylate (AEC) merupakan salah satu agen kimia yang sering digunakan dalam metode EOR. Namun, tim OGRINDO melangkah lebih jauh dengan mengeksplorasi bagaimana penambahan nanopartikel TiO₂ ke dalam AEC dapat mengubah performa sistem secara drastis. Pengujian dilakukan secara komprehensif meliputi:

  • Tegangan antar muka
  • Sudut kontak
  • Zeta potential
  • Coreflooding test

State of the Art

Inovasi terbaru dalam penelitian ini yaitu mengevaluasi kinerja surfaktan AEC dengan cara menambahkan nanopartikel TiO₂ mulai dari rentang konsentrasi 0%–0,05% w/w.

Penambahan nanopartikel TiO₂ 0,05% w/w pada surfaktan AEC 1,25% w/w dapat menurunkan interfacial tension hingga mencapai nilai 5,85 × 10⁻⁵ mN/m. Kinerja yang sangat baik ini juga terkonfirmasi pada pengujian coreflooding, di mana dapat meningkatkan oil recovery hingga nilai maksimal sebesar 59,52%.

Temuan ini menyoroti pentingnya stabilitas nanopartikel TiO₂ dalam larutan surfaktan, yang ternyata menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak.

Gambar 1: Sudut kontak dari semua larutan yang diuji pada sayatan tipis batu pasir Berea. Garis error menunjukkan simpangan baku dari pengukuran
Gambar 2: Pengaruh penambahan nanopartikel TiO₂ pada surfaktan AEC terhadap nilai interfacial tension (diadaptasi dari Megayanti et al. (2023))

Mengapa Ini Penting?

Penelitian ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga dalam pengembangan metode EOR berbasis surfaktan dan nanopartikel. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat membuka peluang baru dalam upaya meningkatkan efisiensi pemulihan minyak dari sandstone reservoir — khususnya di lapangan-lapangan yang sudah mengalami penurunan produksi.

Penemuan ini juga memperkuat posisi OGRINDO sebagai pusat unggulan riset EOR di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan teknologi ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan industri nasional.

📚 Baca jurnal lengkapnya di sini

🌐 Jelajahi Riset-Riset Unggulan Lainnya

Kunjungi daftar lengkap publikasi ilmiah OGRINDO ITB untuk melihat berbagai terobosan kami di bidang Enhanced Oil Recovery, CO₂, hidrogen, dan teknologi transisi energi lainnya: 👉 Publikasi Ilmiah OGRINDO ITB

Melalui riset, kolaborasi, dan inovasi, OGRINDO ITB berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional dan global.

Mari wujudkan masa depan energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan — bersama OGRINDO.

🙏 Ucapan Terima Kasih

Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB atas akses terhadap peralatan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini.

Kategori
News Article

Kolaborasi untuk Inovasi: PT SNF Menyerahkan Glove Box kepada Laboratorium EOR FTTM ITB

Para tamu berfoto bersama di depan unit Glove Box dari SNF

Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara dunia industri dan akademisi, PT SNF Water Science Indonesia resmi menyerahkan satu unit Glove Box, Viscometer beserta aksesori pendukung kepada Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dr. Ir. Dedy Irawan (Kepala Program Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB) berjabat tangan dengan Mr. David Chan, B.Eng (Managing Director PT SNF Indonesia)

Penyerahan hibah ini berlangsung pada 10 Mei 2025 di Ruang Auditorium, lantai 8 Gedung PAU ITB. Acara tersebut dihadiri oleh Mr. David Chan, B.Eng., selaku Managing Director PT SNF Indonesia, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., selaku Direktur Riset dan Inovasi ITB, Ketua Program Studi Magister & Doktor Teknik Perminyakan Dr.Ir. Dedy Irawan, S.T., M.T., Prof. Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas, dan tim dosen serta peneliti yang tergabung dalam riset dan pengembangan teknologi EOR di ITB.

Glove box adalah alat penting dalam riset kimia dan material, termasuk dalam pengembangan surfaktan dan polimer untuk teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas Laboratorium EOR FTTM ITB dalam menghasilkan inovasi teknologi migas yang lebih presisi, aman, dan berdampak langsung pada efisiensi produksi minyak nasional.

PT SNF Indonesia, sebagai perusahaan kimia terkemuka yang aktif dalam penyediaan bahan kimia untuk industri migas, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pengembangan riset dan pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui hibah ini, PT SNF tidak hanya memberikan peralatan, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi antara industri dan institusi akademik sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset migas di Indonesia, khususnya dalam pengembangan metode EOR yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

📌 Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi dan industri, kita dapat bersama-sama mendorong kemajuan teknologi energi nasional.

Kategori
News Article

Polimer : Kunci Inovasi Teknologi EOR yang Efisien dan Berkelanjutan

Salah satu metode EOR yang terbukti efektif, efisien, dan semakin banyak digunakan adalah polymer flooding. Polimer berfungsi untuk meningkatkan viskositas air injeksi, sehingga dapat mendorong minyak lebih merata dan meningkatkan sweep efficiency. Injeksi polimer dapat memberikan tambahan perolehan minyak sebesar 5% hingga 30% dari Original Oil in Place (OOIP).

Peran Strategis OGRINDO dalam Aplikasi Polymer Flooding

Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan riset, OGRINDO (Oil and Gas Recovery for Indonesia) memiliki komitmen kuat untuk mendorong inovasi teknologi injeksi polimer, mulai dari pengujian laboratorium (polymer screening), pendampingan injeksi polimer, serta proses monitoring respon sumur injeksi setelah dilakukan injeksi polimer.

Adapun proses screening polimer meliputi:

Selama ini, OGRINDO ITB bekerjasama dengan chemical provider, baik dari lokal maupun internasional, seperti PT. Rakhara Chemical Technology, SNF Water Science, Kemira, Enerkon, dll. Kolaborasi ini memastikan kami selalu menggunakan bahan kimia dan metode uji terbaik di kelasnya. Percayakan kebutuhan pengujian Anda kepada kami, dan temukan mitra riset yang profesional dan berdedikasi.

Keunggulan Kompetitif OGRINDO

  • Fasilitas laboratorium sudah terakreditasi KAN
  • Peralatan yang andal, canggih, dan mutakhir
  • Asisten peneliti yang handal dan profesional
  • Inovasi pengujian laboratorium berkelanjutan
  • Jaringan mitra lokal dan internasional
  • Rekam jejak proyek yang kuat
  • Komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi

Ayo Kolaborasi untuk Solusi EOR Berbasis Polimer yang Lebih Optimal!

Di tengah tantangan energi masa depan, OGRINDO hadir sebagai mitra strategis Anda dalam teknologi EOR. Kami tidak hanya menyediakan jasa uji laboratorium, tetapi menawarkan solusi menyeluruh: mulai dari studi kelayakan, desain injeksi, hingga implementasi lapangan.


🔗 Apakah Anda siap meningkatkan oil recovery dengan pendekatan yang lebih ilmiah, efisien, dan berkelanjutan?
📞 Hubungi kami untuk menjajaki potensi kerja sama dalam proyek EOR berbasis polimer yang siap mendukung produksi migas nasional.

Kategori
News Article

Surfaktan EOR: Solusi Efisien untuk Optimasi Produksi Migas

Dalam dunia industri migas, pemahaman terhadap konsep dasar surfaktan menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan teknologi yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis tinggi. Surfaktan bukan sekadar bahan kimia biasa—ia memainkan peran strategis dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam Enhanced Oil Recovery (EOR).

Surfaktan adalah singkatan dari surface active agent—senyawa kimia yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan antara dua fasa; air dan minyak. Struktur molekul surfaktan terdiri dari dua bagian utama:
• Bagian “head” yang bersifat hidrofilik (lebih tertarik ke fasa air)
• Bagian “tail” (lebih tertarik ke fasa minyak)

Kombinasi ini memungkinkan surfaktan untuk berperan sebagai interfacial tension reduction antara fasa air dan minyak, emulsifier (pembentukan mikroemulsi), dan wetting agent.

Mekanisme kerja surfaktan untuk hasil perolehan minyak yang optimal
Efek penggunaan surfaktan pada batuan reservoir

Mengapa Pemilihan Surfaktan yang Tepat Itu Penting?
Tidak ada satu jenis surfaktan yang cocok untuk semua reservoir. Pemilihannya bersifat tailor-made, disesuaikan dengan kondisi unik tiap reservoir. Faktor-faktor seperti salinitas, suhu, tipe batuan, dan jenis minyak memengaruhi efektivitas surfaktan dalam menigkatkan oil recovery. Oleh karena itu, pemilihan dan desain formulasi surfaktan yang tepat sangat krusial untuk mengoptimalkan hasil produksi dan menekan biaya operasional.

OGRINDO dan Riset Surfaktan
Sebagai perusahaan yang berakar dari keilmuan teknik perminyakan, OGRINDO (Oil and Gas Recovery for Indonesia) memiliki kompetensi mendalam dalam riset, pengembangan, dan aplikasi teknologi surfaktan di sektor energi. Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang teruji di laboratorium dan terukur di lapangan. Fokus kami adalah menciptakan solusi berbasis sains, efisien, dan ramah lingkungan—termasuk pengembangan surfaktan lokal yang siap mendukung kemandirian energi nasional.

Kategori
News Article

Laboratorium EOR ITB Resmi Terakreditasi KAN: “Akurat, Handal, & Profesional”

Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah resmi memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), menandai pencapaian penting dalam menjamin mutu dan kompetensi laboratorium dalam melakukan pengujian dan kalibrasi sesuai standar nasional dan internasional. Akreditasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas sistem manajemen, prosedur teknis, serta keandalan hasil uji yang dilakukan oleh LAB EOR ITB, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu laboratorium terkemuka di bidang perminyakan dan energi di Indonesia.

Akreditasi yang kami peroleh tidak hanya membuktikan bahwa alat dan prosedur di laboratorium kami telah memenuhi standar tertinggi, tetapi juga memberikan jaminan objektif atas keandalan hasil uji dan analisis yang kami lakukan. Kini kami bisa memberikan layanan yang tidak hanya bersaing dari sisi teknis tetapi juga dari sisi legalitas dan kredibilitas.

Bagi perusahaan atau institusi yang bergerak di sektor migas, khususnya pada tahap EOR, ini berarti :

  • Validitas Data yang Terjamin
    Hasil pengujian yang berasal dari laboratorium terakreditasi lebih dipercaya dan dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan strategis.
  • Peningkatan Reputasi dan Nilai Proyek
    Menggunakan jasa laboratorium yang sudah terakreditasi dapat menjadi nilai tambah dalam laporan teknis, proposal proyek, dan dokumen tender.
  • Pemenuhan Persyaratan Regulasi dan Audit
    Banyak lembaga pengatur atau investor mensyaratkan penggunaan fasilitas terakreditasi untuk menjamin kualitas dan integritas data.

Berikut ini adalah daftar alat yang telah terakreditasi KAN:

Spinning Drop Tensiometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur tegangan antarmuka (interfacial tension/IFT). Pengukuran ini sangat penting dalam studi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan evaluasi efektivitas surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan fluida formasi.

Densitometer digunakan untuk mengukur densitas fluida, baik berupa cairan maupun gas. Alat ini sangat penting dalam karakterisasi fluida reservoir dan dalam perancangan skenario EOR yang berbasis pada fluida injeksi.

Rheometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur rheologi atau keengganan suatu fluida untuk mengalir, termasuk fluida non-Newtonian seperti polimer. Alat ini sangat krusial dalam riset dan perancangan polymer flooding, karena memungkinkan analisis mendalam terhadap karakteristik aliran polimer yang menentukan keberhasilan proses injeksi di lapangan.

Contact Angle Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut kontak antara permukaan padat (seperti batuan) dan tetesan fluida. Alat ini berperan penting dalam pengembangan dan evaluasi surfactant flooding, karena dapat secara langsung mengukur perubahan wettability batuan reservoir akibat interaksi dengan surfaktan.

Akreditasi ini bukan hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga merupakan bagian dari visi Laboratorium Enhance Oil Recovery (EOR) ITB untuk menjadi pusat unggulan nasional di bidang pengujian dan pengembangan teknologi EOR. Untuk ke depannya, laboratorium kami akan terus meningkatkan kompetensinya, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas, guna mendukung transformasi industri energi Indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kami siap menjadi mitra strategis Anda dalam menghadirkan solusi EOR yang tidak hanya canggih, tetapi juga diakui secara resmi dan terpercaya.

 

Kategori
News Article

Peresmian Ruangan Baru Kantor Ogrindo ITB

Pada bulan April 2025, Ogrindo ITB dengan bangga mengumumkan telah menyelesaikan agenda renovasi ruang kantor baru yang terletak di Gedung Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Proses renovasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja seluruh anggota tim Ogrindo dalam mendukung aktivitas akademik maupun penelitian. Ruang baru ini berlokasi di lantai 2 dan telah dirancang ulang dengan pendekatan desain yang lebih modern, bersih, dan fungsional.

Tujuan utama dari renovasi ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang lebih inspiratif dan menyenangkan, sehingga mampu menumbuhkan semangat kolaboratif antaranggota tim. Dalam proses peremajaan ini, berbagai perabotan dan elemen interior diperbarui, termasuk penggantian furnitur lama dengan yang baru, penataan ulang tata ruang, serta penambahan elemen estetika seperti pencahayaan yang lebih hangat dan penggunaan warna yang menenangkan. Kombinasi ini tidak hanya memberikan kesan modern dan elegan, tetapi juga memperkuat citra profesional Ogrindo sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang aktif dan inovatif di ITB.

Ruang kantor Ogrindo kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung kegiatan organisasi. Salah satunya adalah ruang rapat yang dilengkapi dengan satu set meja dan kursi ergonomis, layar TV untuk presentasi digital, serta papan tulis besar yang digunakan untuk mencatat ide-ide saat sesi brainstorming proyek atau diskusi penelitian. Kehadiran ornamen kayu dan tanaman hias di beberapa sudut ruangan juga turut menghadirkan suasana yang lebih hangat dan menyegarkan, menciptakan kesan homey yang nyaman namun tetap profesional.

Di bagian depan ruangan tersedia area kerja bersama yang terdiri atas beberapa meja dan kursi, yang dapat digunakan untuk bekerja secara individual maupun berdiskusi secara informal. Ruangan ini juga dilengkapi dengan penanda identitas khas berupa lambang dan tulisan “Ogrindo,” yang menegaskan bahwa ruangan tersebut merupakan ruang kerja resmi untuk seluruh kegiatan organisasi Ogrindo. Identitas visual ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menciptakan rasa memiliki yang kuat di antara anggota tim.

Miftah Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku perwakilan dari Ogrindo, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas selesainya proses renovasi yang memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Ia menambahkan bahwa hasil akhir dari renovasi ini melampaui ekspektasi, baik dari segi estetika, kenyamanan, maupun fungsionalitas ruangan. “Kami berharap dengan rampungnya proses renovasi ini, semangat kerja tim semakin meningkat, suasana kerja menjadi lebih kondusif, dan produktivitas seluruh anggota bisa terus bertumbuh,” ujarnya.

Dengan selesainya proses renovasi ini, diharapkan ruang kantor Ogrindo ITB tidak hanya menjadi tempat untuk bekerja, tetapi juga menjadi ruang untuk berkembang, berkumpul, dan berinovasi bagi seluruh anggotanya—seiring dengan semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kampus serta masyarakat luas.

Kategori
News Article

Halal Bihalal Ogrindo ITB Pasca-Ramadhan

Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan, Ogrindo ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB menyambut dimulainya aktivitas pasca-Ramadhan dengan mengadakan acara halal bihalal. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim, memperkuat rasa kebersamaan, serta menjadi momen yang tepat untuk saling memaafkan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Acara halal bihalal ini dilaksanakan pada hari Kamis, 10 April 2025, dan bertempat di restoran Japanese BBQ Gyu-Kaku. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal acara, yang dibuka dengan sambutan dari dua perwakilan peneliti, yakni Miftah Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku perwakilan dari Ogrindo ITB serta Ir. Mahruri, S.T., M.Sc. selaku perwakilan dari Laboratorium EOR ITB. Dalam sambutannya, keduanya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk berkumpul kembali bersama seluruh anggota tim dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan kekeluargaan.

Seluruh anggota menyambut kegiatan ini dengan antusias. Banyak dari mereka menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal seperti ini perlu dijadikan agenda rutin setiap tahun, khususnya menjelang dimulainya kembali aktivitas penelitian setelah libur panjang Idul Fitri. Momen ini dinilai sangat penting dalam menjaga hubungan antar anggota tim agar tetap kompak dan harmonis.

Selain sebagai ajang silaturahmi, halal bihalal ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman selama merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Cerita-cerita yang dibagikan membawa suasana penuh tawa dan kehangatan, serta menumbuhkan semangat baru untuk kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan laboratorium.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan demi kelancaran dan keberkahan dalam pelaksanaan kegiatan riset dan penelitian di Ogrindo ITB serta Laboratorium EOR ITB ke depannya. Harapan besar disampaikan oleh seluruh anggota tim agar semangat kebersamaan yang tercipta dalam momen ini dapat terus terjaga, serta menjadi modal berharga untuk meraih kesuksesan dalam berbagai program dan penelitian yang akan datang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Ogrindo ITB dan Laboratorium EOR ITB menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam aspek akademik dan profesional, tetapi juga dalam membangun budaya kerja yang humanis, harmonis, dan penuh kekeluargaan.

Kategori
News Article

Ramah-Tamah dan Buka Puasa Bersama Ogrindo ITB

Dalam menyambut bulan Ramadhan tahun 2025 ini, Ogrindo ITB mengadakan agenda ramah-tamah dan buka puasa bersama seluruh tim peneliti. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 Maret 2025, di Rumah Makan Padang Merdeka, Kota Bandung. Hadir pula pada agenda kali ini yaitu Prof. Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc. selaku Chairman Ogrindo ITB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh makna.

Acara ini berlangsung dengan penuh keakraban, dimulai dari sesi ramah-tamah, di mana para anggota tim dapat berbincang santai satu sama lain, berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan antarindividu di dalam tim. Tepat saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat makanan khas Minang tersaji di meja, mengundang kebersamaan dalam setiap suapan. Selain buka puasa bersama, diskusi ringan mengenai rencana berbagai riset, penelitian, dan pengembangan di Ogrindo ITB juga turut mengisi waktu, menunjukkan bahwa semangat inovasi tetap menyala meskipun dalam suasana santai.

Adanya agenda buka puasa bersama ini disambut dengan sangat baik oleh seluruh anggota tim. Mereka merasa bahwa momen seperti ini bukan hanya sekadar kesempatan untuk berbagi makanan, tetapi juga sebagai ajang untuk membangun kekompakan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan semangat kerja tim. Beberapa anggota tim bahkan mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus diadakan setiap tahun, sebagai tradisi yang memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan Ogrindo ITB.

Dengan penuh rasa syukur, acara ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa serta keberkahan bagi seluruh tim dalam menjalani tugas dan tanggung jawab mereka ke depannya. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan memberikan inspirasi bagi perjalanan Ogrindo ITB di masa mendatang.

Kategori
News Article

Kunjungan Ogrindo ITB ke PHE OSES

Pada Jumat, 14 Maret 2025, Ogrindo ITB melakukan kunjungan ke PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) dalam rangka penjajakan potensi kerja sama. Kunjungan dilakukan di RDTX Square, Jakarta Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara dunia akademik dan industri guna mendorong inovasi serta pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor perminyakan.

Ogrindo ITB mengirimkan dua orang perwakilan, yaitu Dr. Boni Swadesi S.T, M.T. dan Mahruri S.T, M.Sc. Kedua perwakilan ini memiliki latar belakang keahlian dalam bidang teknik perminyakan, yang menjadi landasan kuat dalam membangun diskusi yang konstruktif dengan pihak PHE OSES. Kedatangan mereka disambut dengan baik oleh General Manager PHE OSES, Bapak Antonius Dwi Arinto, beserta timnya yang terdiri dari berbagai divisi terkait. Sambutan hangat ini menunjukkan adanya ketertarikan dan keterbukaan dari pihak PHE OSES untuk menjajaki kerja sama yang lebih erat dengan institusi akademik.

Agenda Kunjungan

Agenda utama kunjungan ini adalah penyerahan proposal kerja sama dalam bidang penelitian terkait peningkatan perolehan minyak tahap lanjut. Penelitian ini mencakup penggunaan bahan kimia seperti surfaktan dan polimer, injeksi gas seperti nitrogen dan CO2, serta eksplorasi metode lain yang mendukung peningkatan produksi minyak bumi. Selain itu, kerja sama ini tidak terbatas hanya pada optimalisasi produksi minyak, tetapi juga mencakup isu transisi energi, seperti penerapan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS), yang semakin relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Diskusi dan Harapan Kunjungan

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya peran aktif industri dalam berkolaborasi dengan universitas guna memajukan penelitian di bidang perminyakan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung pada efisiensi produksi serta keberlanjutan industri energi. Selain itu, diskusi juga mencakup berbagai tantangan yang dihadapi industri perminyakan saat ini dan bagaimana universitas dapat berkontribusi dalam menyediakan solusi berbasis riset untuk mengatasi tantangan tersebut.

Harapannya, kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan strategis antara Ogrindo ITB dan PHE OSES. Dengan adanya kerja sama yang erat, diharapkan akan tercipta inovasi dan solusi yang dapat mendukung peningkatan produksi minyak serta mempercepat adopsi teknologi energi berkelanjutan di Indonesia.

Kategori
News Article

Training dan Comissioning Alat Theta Flex Tensiometer

Ogrindo dan Lab EOR ITB berkesempatan untuk melakukan training dan commissioning alat Attension Theta Flex pada Kamis, 6 Maret 2025. Pada agenda ini, hadir satu orang trainer dari Virtus Analitika, yaitu Mas Ilham Akbar. Virus Analitika merupakan distributor resmi dari Biolin Scientific di Indonesia, yang dikenal sebagai penyedia alat laboratorium berkualitas tinggi, termasuk Attension Theta Flex. Sedangkan, dari Ogrindo dan Lab EOR ITB, hadir tujuh orang peneliti, yaitu Mahruri, Asti Damayanti, Anggraeni Silvi Puspita Sari, Muhammad Insan Kamil, Zeta Nur Muhammad Yahya, Rizki Ardi Prakosa, dan Fatahillah Mahfuzh Ridha.

Agenda Training dan Commissioning

Training dan commissioning ini dilakukan dalam agenda untuk meningkatkan kapabilitas peneliti Ogrindo dan Lab EOR ITB, khususnya dalam penggunaan alat Attension Theta Flex. Alat ini digunakan dalam pengukuran sudut kontak dan surface tension, yang memiliki peran penting dalam berbagai penelitian terkait interaksi fluida (air formasi, surfaktan, polimer, serta crude oil) dan batuan bawah permukaan.

Selama sesi training, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait teori dasar pengukuran sudut kontak dan surface tension, serta aplikasi praktisnya dalam berbagai bidang penelitian. Trainer dari Virtus Analitika menjelaskan cara kerja alat Attension Theta Flex, termasuk metode pengambilan data, analisis hasil, serta teknik troubleshooting jika terjadi kendala selama penggunaan alat.

Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung dalam penggunaan alat. Mereka melakukan berbagai pengujian dengan sampel yang berbeda untuk memahami parameter yang mempengaruhi pengukuran sudut kontak dan surface tension. Dengan adanya sesi ini, para peneliti dapat memahami secara mendalam bagaimana cara mengoperasikan alat secara optimal dan memperoleh data yang akurat untuk mendukung riset mereka.

Harapan dan Kolaborasi di Masa Depan

Training ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk meningkatkan pemahaman teknis terhadap alat Attension Theta Flex, tetapi juga menjadi ajang diskusi antara peneliti dan trainer dalam membahas tantangan serta potensi aplikasi alat dalam penelitian yang sedang mereka jalankan. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mengingat alat ini berperan penting dalam penelitian di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) dan berbagai aplikasi lain dalam ilmu material serta energi.

Ke depan, Ogrindo dan Lab EOR ITB berencana untuk mengembangkan lebih banyak penelitian berbasis data yang diperoleh dari Attension Theta Flex. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai metode pengukuran ini, diharapkan hasil penelitian yang dihasilkan dapat lebih akurat dan bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang energi.

Kategori
News Article Uncategorized

Training dan Commissioning Alat Glove Box

Pada Kamis dan Jumat, 27 – 28 Februari 2025, Ogrindo dan Lab EOR ITB berkesempatan untuk melakukan training dan commissioning alat hibah Glove Box dari SNF Water Science Indonesia. Hibah ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan riset dan teknologi di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) yang tengah dikembangkan oleh Lab EOR ITB bersama Ogrindo.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Dato LTK, Labtek XVII di Institut Teknologi Bandung dan dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari SNF Water Science Indonesia maupun Ogrindo dan Lab EOR ITB. Terdapat tiga perwakilan yang hadir dari SNF Water Science Indonesia, yaitu Mas Ricko, Mas Edo, dan Mas Deni. Sementara itu, dari pihak Ogrindo dan Lab EOR ITB hadir enam orang perwakilan, yaitu Miftah Hidayat, Pramesty Mahacakri, Fatahillah Mahfuzh Ridha, Anggraeni Silvi Puspita Sari, Asti Damayanti, dan Rizki Ardi Prakosa.

Dalam acara ini, dilakukan training dan commissioning guna memastikan bahwa alat ini dapat dioperasikan secara optimal oleh para peneliti dan mahasiswa yang akan menggunakan fasilitas ini dalam eksperimen mereka.

Glove Box merupakan alat laboratorium yang sangat penting dalam penelitian yang membutuhkan lingkungan tertutup dan terkendali, terutama dalam menangani material yang sensitif terhadap kadar kandungan oksigen. Dengan adanya alat ini, diharapkan kualitas dan efektivitas penelitian yang dilakukan oleh Lab EOR ITB semakin meningkat, terutama dalam bidang EOR yang berperan penting dalam industri migas dan energi.

Selain itu, melalui agenda training dan commissioning alat hibah Glove Box ini, diharapkan kerja sama antara SNF Water Science Indonesia dengan Ogrindo dan Lab EOR ITB bisa terus terjalin dengan baik. Harapannya, alat ini dapat memberikan manfaat dalam berbagai penelitian serta mendorong kolaborasi lebih lanjut dalam inovasi dan pengembangan teknologi EOR di masa depan. Dengan adanya dukungan dari industri dan institusi akademik, diharapkan kemajuan dalam industri migas dan energi dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi perekonomian serta ketahanan energi nasional.