Sebagai bagian dari komitmen untuk memperkuat kontribusi riset terhadap pembangunan bangsa, OGRINDO ITB (Oil and Gas Recovery for Indonesia) secara resmi memulai inisiasi kemitraan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kemitraan ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan akademisi, peneliti, dan institusi nasional dalam menyusun agenda riset yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi Indonesia.
Kunjungan BRIN ke kampus ITB dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Widarsono, M.Sc., yang hadir sebagai ketua rombongan dalam diskusi perdana ini. Kehadiran beliau menegaskan pentingnya sinergi antara BRIN dan OGRINDO dalam mempercepat inisiasi kolaborasi riset nasional.
Gambar 1. Tim OGRINDO ITB dan BRIN berfoto bersama pada diskusi awal inisiasi kemitraan riset di kampus ITB.
🌍 Sinergi Riset Menuju Inovasi Bangsa
Gambar 2. Pemaparan mengenai profil dan program OGRINDO ITB kepada tim BRIN sebagai langkah awal penyelarasan agenda riset bersama.
Inisiasi kerja sama antara OGRINDO ITB dan BRIN mencakup berbagai bentuk dukungan dan fasilitasi yang memungkinkan kegiatan riset berkembang secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Ruang lingkup kolaborasi tersebut meliputi:
Kolaborasi Penelitian Melalui Program RIIM (Riset Inovasi Indonesia Maju) Program RIIM membuka peluang bagi peneliti OGRINDO ITB dan BRIN untuk mengembangkan riset inovatif dengan tingkat kesiapterapan teknologi (TRL) minimal 4. Melalui program ini, kedua institusi dapat menyusun proposal riset secara kolaboratif dan lintas disiplin sesuai prioritas nasional di masa mendatang.
Program Degree by Research (DBR) bersama BRIN Mahasiswa magister dan doktoral yang tergabung dalam OGRINDO ITB akan memiliki kesempatan mengikuti program Degree by Research (DBR)—baik untuk jenjang S2 maupun S3—dengan topik riset yang dirumuskan dan disepakati bersama peneliti BRIN. Model ini memastikan bahwa kegiatan penelitian memiliki arah yang jelas, relevan, dan mendukung agenda riset nasional.
Pembiayaan Riset Kolaboratif melalui Skema Pendanaan Nasional Riset bersama antara OGRINDO ITB dan BRIN diharapkan dapat memperoleh dukungan pendanaan melalui skema nasional seperti LPDP–Sawit, termasuk mekanisme lain yang mendukung keberlanjutan riset lintas institusi. Sinergi ini juga terhubung dengan OPPINET, jaringan kolaborasi yang mempertemukan peneliti, lembaga, dan industri untuk memperluas pemanfaatan dan hilirisasi hasil riset.
Gambar 3. Diskusi mendalam antara tim OGRINDO ITB dan BRIN mengenai inisiasi kerjasama.
🧩 Manfaat dan Keunggulan Kemitraan
Melalui kolaborasi ini, OGRINDO dan BRIN menghadirkan berbagai nilai tambah bagi komunitas riset, antara lain:
Akses langsung ke fasilitas dan laboratorium OGRINDO ITB dan BRIN
Kesempatan memperluas jejaring riset nasional melalui kolaborasi antarlembaga.
Dukungan dalam penyusunan proposal, pelaksanaan riset, dan monitoring.
Kemudahan integrasi antara kegiatan riset dan pengembangan kebijakan nasional.
Kemitraan ini juga diharapkan membuka jalan untuk memperkuat hubungan antara sektor hulu dan hilir riset, memastikan bahwa proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pemanfaatan riset berjalan lebih sinkron dan terarah.
🌐 Kolaborasi untuk Masa Depan Riset Indonesia
Dengan adanya inisiasi kemitraan ini, OGRINDO ITB menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda riset nasional melalui kolaborasi yang inklusif, strategis, dan berkelanjutan.
Sinergi OGRINDO–BRIN diharapkan menjadi fondasi kuat untuk melahirkan lebih banyak karya riset yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat bagi pembangunan Indonesia.
Mari berkolaborasi menciptakan inovasi yang berdampak bagi masa depan bangsa.
Kunjungi situs resmi kami untuk informasi lebih lengkap mengenai inisiatif dan peluang kerja sama: 🔗 www.ogrindoitb.com 📩 Untuk pertanyaan dan diskusi kemitraan riset, hubungi: info@ogrindoitb.com
Indonesia saat ini berada pada tahap krusial dalam perjalanan menuju masa depan energi rendah karbon. Seiring meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan global untuk mengurangi emisi, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) muncul sebagai salah satu solusi paling strategis untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan.
Profil Emisi CO₂ Indonesia
Sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, Indonesia berkontribusi signifikan terhadap emisi karbon global. Data terbaru menunjukkan bahwa emisi karbon dioksida (CO₂) Indonesia meningkat tajam dari 35,8 juta ton (Mt) pada tahun 1970 menjadi sekitar 729 juta ton (Mt) pada tahun 2022. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh dominasi bahan bakar fosil — seperti batubara, minyak, dan gas alam — dalam bauran energi nasional.
Gambar 1. Tren Emisi CO₂ di Indonesia (1970–2022). Sumber: Ramadhan et al. (2024) berdasarkan informasi dari Ritchie & Roser (2023)
Pertumbuhan ekonomi dan populasi yang pesat mempercepat peningkatan kebutuhan energi, sementara penggunaan energi terbarukan masih relatif rendah. Kondisi ini menegaskan urgensi bagi Indonesia untuk mengadopsi teknologi pengurangan emisi seperti CCUS demi mencapai target Net Zero Emission tahun 2060.
Teknologi CCUS menawarkan solusi konkret: menangkap emisi karbon langsung dari sumbernya (seperti pabrik, kilang, atau pembangkit listrik) dan menyimpannya secara aman di bawah permukaan bumi agar tidak kembali ke atmosfer.
Potensi Lokasi Penyimpanan CO₂ di Indonesia
Berdasarkan studi Ramadhan et al. (2024) dalam Energy Geoscience, Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan karbon dalam skala gigaton — salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Potensi tersebut tersebar di berbagai formasi geologi utama:
Depleted Oil & Gas Reservoirs Lapangan minyak dan gas yang sudah tidak produktif menawarkan potensi besar untuk Enhanced Oil/Gas Recovery (EOR/EGR) sekaligus menjadi tempat penyimpanan CO₂. Total kapasitas: sekitar 2.822 MtCO₂ (≈ 2,82 GtCO₂). Lokasi utama: Sumatra dan Jawa.
Saline Aquifers Formasi saline aquifer yang berada di bawah tanah memiliki kapasitas penyimpanan terbesar. Total kapasitas: 335.884 MtCO₂ (≈ 335,8 GtCO₂). Lokasi utama: Sumatra, Jawa, dan Kalimantan (Borneo).
Geological Storage Zones Wilayah dengan lapisan batuan berpori, seperti pasir batu dan kapur, juga berpotensi untuk penyimpanan jangka panjang yang aman dan stabil. Kapasitas total: 13.863 MtCO₂ (≈ 13,86 GtCO₂). Sebagian besar berada di Sumatra dan Jawa.
Dengan total potensi mencapai lebih dari 350 GtCO₂, Indonesia berpeluang besar menjadi pusat penyimpanan karbon (carbon storage hub) di kawasan Asia.
Gambar 2. Potensi Penyimpanan Karbon (CO₂) di Indonesia Berdasarkan Jenis Formasi Geologi. Sumber: Ramadhan et al. (2024) berdasarkan informasi dari Zhang & Lau (2022); Bokka & Lau (2023).
Peta Pengembangan Proyek CCUS di Indonesia
Saat ini, berbagai proyek CCUS telah dan sedang dikembangkan di seluruh Indonesia, termasuk:
Tangguh CCUS (Papua Barat) – 2026
Sakakemang CCS (Sumatra Selatan) – 2028
Central Sumatra Basin CCUS Hub – 2028
Kutai Basin dan Sunda Asri CCUS Hub (Kalimantan & Jawa) – 2029
Ramba EOR (Sumatra Selatan) – 2030
Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata Indonesia untuk mengintegrasikan riset, teknologi, dan industri dalam menekan emisi karbon nasional.
Gambar 3. Peta Pengembangan Proyek CCUS di Indonesia. Sumber: Ramadhan et al. (2024) berdasarkan informasi dari Sidemen (2023).
Mengapa CCUS Penting untuk Indonesia
Perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang nyata, dan Indonesia berada di garis depan dalam upaya menekan emisi karbon tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) hadir sebagai solusi strategis yang mampu menjembatani transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
Melalui penerapan CCUS, Indonesia dapat memperoleh berbagai manfaat penting yang berdampak langsung pada sektor energi, industri, dan lingkungan, antara lain:
Menurunkan emisi karbon secara signifikan dari sektor industri berat dan energi.
Menjaga daya saing industri nasional di tengah kebijakan dan regulasi karbon global.
Memperpanjang umur aset migas nasional melalui proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis CO₂.
Menarik investasi dan transfer teknologi di bidang energi bersih dan inovasi rendah karbon.
Mendukung target Net Zero Emission 2060, sekaligus membuka peluang ekonomi hijau baru bagi bangsa.
Dengan kekayaan geologi dan keahlian teknis di sektor energi, Indonesia memiliki modal kuat untuk memimpin implementasi CCUS di kawasan Asia — menjadikannya jembatan antara riset akademik, teknologi, dan penerapan industri nyata.
Kesimpulan
Teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) bukan sekadar konsep masa depan, tetapi solusi nyata yang sudah mulai diimplementasikan di berbagai wilayah Indonesia. Penerapan CCUS akan menjadi kunci transisi menuju ekonomi rendah karbon, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin energi berkelanjutan di Asia Tenggara.
Untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi lintas sektor — antara pemerintah, industri, dan lembaga riset seperti OGRINDO ITB — menjadi faktor penentu keberhasilan.
📩 Mari berkolaborasi! Untuk kerja sama riset, kemitraan industri, atau informasi lebih lanjut seputar inovasi CCUS, hubungi kami melalui email: info@ogrindoitb.com
📚 Sumber Referensi:
Ramadhan, R., Mon, M. T., Tangparitkul, S., Tansuchat, R., & Agustin, D. A. (2024). Carbon Capture, Utilization, and Storage in Indonesia: An Update on Storage Capacity, Current Status, Economic Viability, and Policy. Energy Geoscience, Vol. 5, 100335.
Ritchie, H., & Roser, M. (2023). CO₂ and Greenhouse Gas Emissions. Our World in Data.
Zhang, L., & Lau, H. (2022). Carbon Storage Assessment in Southeast Asia. Energy Reports, 8, 1250–1265.
Bokka, S., & Lau, H. (2023). Economic Feasibility of Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) in Developing Economies. International Journal of Greenhouse Gas Control, 127, 103765.
Sidemen. (2023). Current Landscape of CCUS Development in Indonesia.
Sejalan dengan semangat OGRINDO (Oil and Gas Recovery for Indonesia) dalam memperkuat kolaborasi riset dan inovasi energi nasional, Laboratorium EOR ITB terus berupaya membangun sinergi tidak hanya dalam bidang penelitian, tetapi juga dalam kebersamaan tim yang menjadi fondasi setiap langkah inovasi.
Melalui kegiatan Laboratorium EOR ITB Goes to Korea pada 10–15 September 2025, tim berkesempatan menikmati suasana baru di luar laboratorium—menyatukan semangat, kreativitas, dan kekompakan dalam perjalanan penuh inspirasi di Negeri Ginseng.
Perjalanan yang Penuh Inspirasi
Gambar 1. Tim Lab EOR ITB bersiap memulai perjalanan menuju Korea Selatan dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno–Hatta, Jakarta.
Perjalanan dimulai dengan keberangkatan dari Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta menuju Incheon, dengan transit di Kuala Lumpur. Setibanya di Korea, tim langsung disambut pemandangan indah Songdo Central Park, diikuti kunjungan ke Nami Island, lokasi ikonik dari drama legendaris Winter Sonata. Hari kedua dilanjutkan ke Eunpyeong Hanok Village dan Gangnam COEX Mall, sebelum akhirnya beristirahat di hotel.
Gambar 2. Menikmati keindahan Songdo Central Park dan suasana ikonik Nami Island, lokasi legendaris drama Winter Sonata.
Gambar 3. Jalan-jalan di Eunpyeong Hanok Village, kawasan tradisional yang memadukan arsitektur Korea klasik dengan latar pegunungan indah.
Hari ketiga diisi dengan eksplorasi budaya dan sejarah, dimulai dari Gyeongbokgung Palace, melewati Blue House dan Gwanghwamun Square untuk melihat Patung Raja Sejong Agung serta Patung Laksamana Yi Sun-Shin yang bersejarah. Tim juga mengunjungi Donuimun Museum Village, Itaewon Mosque, dan menikmati panorama kota dari Namsan Seoul Tower.
Gambar 4. Mengenal sejarah dan kebudayaan Korea di Gyeongbokgung Palace, istana megah peninggalan Dinasti Joseon.
Selanjutnya, pada hari keempat, rombongan mengenal lebih dekat budaya dan gaya hidup Korea melalui kunjungan ke National Ginseng Museum, K-Cosmetic Shop, dan Amethyst Shop. Petualangan berlanjut ke HIKR Ground, Insadong Antique Street, Trick Eye Museum, dan Hongdae Youth Avenue, tempat suasana seni dan kreativitas muda terasa begitu hidup.
Hari kelima menjadi momen menyenangkan dengan kegiatan making kimbap dan hanbok wearing, diikuti sesi belanja di Duty Free Shop dan Myeongdong Street yang terkenal. Sebelum kembali ke tanah air, tim menyempatkan diri berbelanja oleh-oleh khas Korea di local supermarket, lalu menuju Incheon Airport untuk kembali ke Jakarta.
Gambar 5. Berpose ceria di Cheonggyecheon Stream, ruang publik ikonik di jantung Kota Seoul yang dipenuhi karya seni dan kreativitas.
Team Building: Dari Laboratorium ke Kehangatan Kebersamaan
Meski perjalanan kali ini tidak berfokus pada kunjungan laboratorium, nilai kebersamaan dan kerja sama tim menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan. Di setiap destinasi, para anggota tim saling berbagi cerita, tawa, dan pengalaman baru yang mempererat hubungan satu sama lain.
Kegiatan team building yang dikemas secara santai ini menjadi wadah refleksi bagi para peneliti dan staf untuk mengenal lebih dalam rekan-rekannya di luar konteks profesional. Dari sinilah tumbuh rasa saling percaya dan kekompakan yang akan terbawa kembali ke lingkungan riset.
Gambar 6. Rangkaian momen kebersamaan tim Lab EOR ITB selama Goes to Korea 2025—menyatukan semangat, kreativitas, dan kolaborasi di luar laboratorium.
Membawa Semangat Baru ke Laboratorium
Sepulang dari Korea, tim Laboratorium EOR ITB membawa lebih dari sekadar kenangan indah. Perjalanan ini menjadi sumber energi baru—membangkitkan motivasi, semangat kolaboratif, dan rasa syukur untuk terus berkontribusi dalam riset energi berkelanjutan.
Inovasi tidak hanya tumbuh dari laboratorium, tetapi juga dari manusia di baliknya: tim yang solid, kreatif, dan berjiwa kolaboratif. Dengan semangat baru dari perjalanan ini, Laboratorium EOR ITB siap melanjutkan langkah bersama OGRINDO menuju masa depan energi Indonesia yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
✨ Laboratorium EOR ITB – Menyatukan Sains, Inovasi, dan Kebersamaan untuk Masa Depan Energi Indonesia 📧 Untuk informasi dan kolaborasi riset, hubungi: info@ogrindoitb.com
Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) telah menjadi salah satu solusi nyata yang terbukti secara global. Dari penyimpanan CO₂ di bawah laut hingga mineralisasi alami menjadi batu, proyek-proyek unggulan seperti di Norwegia dan Islandia menunjukkan bahwa emisi karbon tidak hanya dapat dikendalikan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menciptakan nilai ekonomi baru. Dengan rekam jejak implementasi yang terverifikasi secara ilmiah, CCS/CCUS kini menjadi pilar penting dalam transisi menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Menuju Masa Depan Rendah Karbon Melalui Implementasi Teknologi CCUS yang Terverifikasi Secara Global
Di tengah urgensi transisi energi global, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) telah menjadi salah satu pilar utama dalam upaya mengurangi emisi karbon. Melalui penerapan di berbagai negara, CCUS terbukti efektif tidak hanya dalam menekan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mendorong efisiensi ekonomi dan keberlanjutan industri energi. Berikut dua kisah sukses dunia yang menunjukkan bahwa solusi rendah karbon bukanlah sekadar konsep — tetapi sudah menjadi kenyataan.
Sleipner (Norwegia): Pionir Penyimpanan CO₂ di Laut Lepas
Diluncurkan pada tahun 1996 oleh Equinor (d/h Statoil), Proyek Sleipner berlokasi di Sleipner West gas field, sekitar 250 km barat daya Stavanger, Norwegia, di wilayah Central North Sea. Proyek ini merupakan CCS komersial pertama di dunia, yang menyuntikkan CO₂ hasil pemisahan gas alam ke dalam Utsira Formation yang terletak pada kedalaman sekitar 800–1000 meter di bawah permukaan laut. Hingga kini, lebih dari 16 juta ton CO₂ telah berhasil disimpan secara aman di Utsira Formation. Keberhasilan Sleipner ditopang oleh sistem pemantauan 3D seismik dan gravimetrik yang ketat, memastikan tidak ada kebocoran CO₂ dari lapisan penyimpanan. Dengan biaya penyimpanan yang efisien, proyek ini membuktikan bahwa CCS dapat berjalan aman dan ekonomis sekaligus memenuhi regulasi lingkungan yang ketat di Eropa.
Skema dan platform proyek Sleipner di North Sea, Norwegia — proyek CCS komersial pertama di dunia yang telah menyimpan lebih dari 16 juta ton CO₂ secara aman sejak 1996. Sumber: Solomon (2007), Bellona Foundation; Equinor.
CarbFix (Islandia): Menyulap CO₂ Menjadi Batu
Di bawah tanah basalt Islandia, proyek CarbFix mengubah konsep CCS menjadi sesuatu yang lebih permanen — mineralisasi alami. Dengan mencampur CO₂ ke dalam air dan menyuntikkannya ke batuan basalt reaktif, lebih dari 95% CO₂ berubah menjadi batu karbonat. Keunggulan metode ini adalah keamanan penyimpanan jangka panjang: karbon diubah menjadi mineral padat, menghilangkan risiko kebocoran. Hingga kini, CarbFix telah menyimpan lebih dari 100.000 ton CO₂ di bawah tanah Islandia. Metode mineralisasi cepat yang dikembangkan proyek ini kini diadaptasi di berbagai negara — termasuk Norwegia, Amerika Serikat, dan India — melalui proyek-proyek riset yang menerapkan prinsip serupa untuk menyimpan karbon secara permanen di batuan basalt.
Skema proses dan lokasi proyek CarbFix di Pembangkit Listrik Panas Bumi Hellisheidi, dekat Reykjavík, Islandia. Proyek ini mengubah CO₂ menjadi batu karbonat secara permanen di bawah tanah basalt. Sumber: Matter & Kelemen (2021), Nature Reviews Earth & Environment; Reuters.
Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia
Indonesia memiliki potensi penyimpanan karbon mencapai sekitar 400 gigaton CO₂ di berbagai formasi geologi — termasuk reservoir minyak dan gas, batuan pasir, serta saline aquifer yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Potensi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kapasitas penyimpanan karbon terbesar di Asia Tenggara. Namun, pengalaman dari Sleipner (Norwegia) dan CarbFix (Islandia) menunjukkan bahwa keberlanjutan implementasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada ekosistem pendukung yang kuat: regulasi, kolaborasi, dan kepercayaan publik.
Peta proyek CCS/CCUS yang sedang dikembangkan di Indonesia. Ilustrasi ini menunjukkan potensi penyimpanan karbon di berbagai wilayah strategis. Sumber: Wibisono, N. (2024), “CCS in Indonesia,” Energy Geoscience.
1️⃣ Kerangka Regulasi yang Kuat dan Adaptif Langkah penting telah dimulai melalui Peraturan Presiden No. 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS), yang menjadi dasar hukum nasional pertama yang secara komprehensif mengatur pelaksanaan CCS/CCUS di Indonesia. Perpres ini menetapkan definisi, mekanisme izin, serta skema bisnis dan teknis untuk CCS/CCUS. Regulasi ini memberikan kejelasan mengenai perizinan, hak penyimpanan CO₂, pembagian tanggung jawab, serta mekanisme pemantauan pasca-penutupan proyek.
Selain itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah menerbitkan Panduan Teknis Implementasi CCS/CCUS sebagai acuan bagi industri dan lembaga riset dalam melakukan studi kelayakan, desain injeksi, serta pengawasan lapangan.
2️⃣ Kolaborasi Lintas Sektor Sejalan dengan praktik global, keberhasilan implementasi CCS/CCUS di Indonesia membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri energi, akademisi, dan lembaga riset. Di sinilah peran Institut Teknologi Bandung (ITB) dan OGRINDO ITB menjadi kunci — menjembatani riset laboratorium, pemodelan reservoir, serta uji lapangan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan perusahaan migas nasional seperti Pertamina Subholding Upstream dan mitra internasional juga membuka peluang besar untuk pilot project CCS/CCUS, khususnya di lapangan migas yang sudah memasuki tahap mature field.
3️⃣ Pemantauan Ilmiah dan Keterbukaan Data Dari pengalaman Sleipner dan CarbFix, terbukti bahwa pemantauan berbasis sains dan transparansi data merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik dan keberlanjutan proyek jangka panjang. Sleipner, misalnya, telah menjalankan program pemantauan seismik 4D dan survei gravimetri selama lebih dari 20 tahun untuk memastikan keamanan penyimpanan CO₂, sementara CarbFix membuka data risetnya secara publik untuk mendukung inovasi dan kolaborasi global.
Pendekatan serupa dapat diterapkan di Indonesia — dengan membangun sistem pemantauan dan pelaporan terbuka yang dapat diakses oleh pemerintah, akademisi, dan masyarakat, guna memperkuat kepercayaan publik terhadap implementasi teknologi CCUS.
Melalui pendekatan terintegrasi ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk meniru kesuksesan global dan mewujudkan proyek komersialisasi CCS/CCUS pertama pada tahun 2026, sebagaimana ditetapkan dalam Peta Jalan Transisi Energi Nasional. Saat ini, beberapa perusahaan energi nasional telah memulai studi kelayakan CCS/CCUS di berbagai lapangan migas, termasuk Lapangan Gundih (Jawa Tengah) dan Tangguh (Papua Barat), yang ditargetkan menjadi proyek percontohan pertama sebelum 2026. Implementasi awal ini akan menjadi landasan untuk membangun ekosistem penyimpanan karbon jangka panjang di Indonesia. Keberhasilan proyek percontohan ini akan menjadi tonggak penting dalam mencapai target Net Zero Emission 2060.
🌱 Dari Riset Menuju Aksi
Teknologi CCUS bukan sekadar solusi masa depan — tetapi investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan energi nasional dan daya saing industri. Melalui riset kolaboratif, inovasi teknologi, dan transfer pengetahuan, OGRINDO ITB berkomitmen mendukung pengembangan CCS/CCUS dari tahap laboratorium hingga implementasi lapangan.
Dengan dukungan kebijakan yang jelas, kolaborasi multisektor, dan fondasi ilmiah yang kuat, Indonesia siap melangkah dari fase riset menuju implementasi nyata — menjadikan karbon bukan lagi beban, melainkan peluang untuk membangun masa depan energi bersih yang berdaya saing global.
📩 Tertarik berkolaborasi dalam riset CCS/CCUS? Hubungi kami di info@ogrindoitb.com.
Mari bersama mempercepat langkah menuju Net Zero Emission 2060 dan membangun masa depan energi Indonesia yang tangguh, bersih, dan berdaya saing global.
📚 Daftar Referensi
Furre, A.-K., Eiken, O., Alnes, H., Vevatne, J. N., & Kiær, A. F. (2017). 20 years of monitoring CO₂-injection at Sleipner. Energy Procedia, 114, 3916–3926.
Snæbjörnsdóttir, S. Ó. et al. (2020). Carbon dioxide storage through mineral carbonation. Nature Reviews Earth & Environment, 1, 90–102.
Ramadhan, R. et al. (2024). Carbon capture, utilization, and storage in Indonesia. Energy Geoscience, 5, 100335.
Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU – Project Manager OGRINDO ITB yang berperan aktif dalam memperkuat riset dan kolaborasi di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR).
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia teknik perminyakan, Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU merupakan salah satu sosok penting di balik penguatan riset dan pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Indonesia. Saat ini, beliau menjabat sebagai Project Manager OGRINDO ITB, mengoordinasikan berbagai proyek penelitian dan kolaborasi strategis antara kampus, industri, dan lembaga riset untuk mendorong penerapan teknologi EOR yang berkelanjutan.
🧠 Latar Belakang Pendidikan dan Keilmuan
Dr. Boni menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di UPN “Veteran” Yogyakarta, universitas tempat beliau kini mengabdi sebagai dosen sekaligus Ketua Departemen Teknik Perminyakan. Kecintaannya terhadap dunia riset membawanya melanjutkan studi Magister dan Doktor di Institut Teknologi Bandung (ITB), keduanya di bidang Teknik Perminyakan. Penelitiannya berfokus pada mekanisme injeksi surfaktan terintegrasi untuk light oil di reservoir batu pasir, serta pengembangan model polimer injeksi 1D dan 2D untuk mengevaluasi mekanisme squeezing dan sweeping pada proses EOR.
⚙️ Kiprah dan Kontribusi Profesional
Sebagai akademisi sekaligus praktisi, Dr. Boni aktif terlibat dalam berbagai proyek riset unggulan di EOR Lab ITB, LAPI ITB, dan OGRINDO ITB. Beberapa proyek penting yang Dr. Boni pimpin atau koordinasikan antara lain:
Field Trial Polymer Injection Lapangan Tanjung – Pertamina EP, mencakup implementasi, evaluasi, dan monitoring lapangan.
Studi Optimasi Kimia EOR Lapangan Kaji Semoga (PT Medco E&P) serta Lapangan Kenali Asam dan Tempino (PT Pertamina EP).
Formulasi dan Pengembangan Micromodel cEOR, teknologi miniatur untuk studi injeksi kimia skala laboratorium yang kini menjadi salah satu fasilitas riset unggulan di ITB.
Sebagai peneliti yang produktif, Dr. Boni telah berkontribusi dalam berbagai publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional, membahas topik-topik seperti perilaku fluida reservoir, mekanika reservoir, serta pengembangan model eksperimental dan numerik untuk optimasi injeksi kimia.
Dr. Boni Swadesi saat mempresentasikan studi tentang karakteristik surfaktan pada light oil untuk aplikasi EOR di era energi terbarukan.
🤝 Peran Strategis di OGRINDO ITB
Dalam kapasitasnya sebagai Project Manager OGRINDO ITB, Dr. Boni berperan penting dalam memperkuat posisi OGRINDO sebagai wadah kolaborasi riset dan inovasi energi nasional. Dr. Boni memastikan setiap penelitian tidak berhenti di tahap laboratorium, melainkan dapat diimplementasikan di lapangan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi energi nasional. Selain itu, Dr. Boni juga aktif menjalin kemitraan strategis dengan industri migas seperti Pertamina Subholding Upstream dan Medco E&P, serta mendorong integrasi riset EOR dengan pengembangan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
🌱 Dedikasi untuk Pendidikan dan Inovasi
Di tengah kesibukannya, Dr. Boni tetap konsisten membimbing mahasiswa dan peneliti muda di bidang reservoir engineering dan chemical EOR. Baginya, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari hasil teknis, tetapi juga dari kemampuan menumbuhkan generasi insinyur energi yang kompeten, berintegritas, dan berwawasan keberlanjutan.
Dr. Boni Swadesi berbagi wawasan riset EOR dan mendorong kolaborasi lintas disiplin di forum akademik dan industri energi.
Dengan semangat kolaboratif dan visi yang kuat, Dr. Ir. Boni Swadesi, S.T., M.T., IPU menjadi contoh nyata bahwa riset dan inovasi dapat berjalan beriringan untuk mendukung kemandirian energi nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan teknologi migas berkelanjutan.
Jakarta, 23 September 2025 – Konsorsium riset Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara akademisi dan industri energi nasional. Bertempat di Boardroom Lantai 25, PHE Tower, Jakarta Selatan, OGRINDO ITB melakukan pertemuan penjajakan kerja sama dengan Pertamina Subholding Upstream sebagai langkah strategis untuk mendorong inovasi riset di sektor hulu migas Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung pada pukul 08.00–09.30 WIB ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua pihak. Dari OGRINDO ITB hadir Prof. H. Septoratno Siregar, Dr. Boni Swadesi, dan Ir. Mahruri, S.T., M.Sc., sementara Pertamina Subholding Upstream diwakili oleh Edy Karyanto, Mery Luciawaty, Benny Hidajat Sidik, dan Asep Samsul Arifin.
Gambar 1. Perwakilan OGRINDO ITB dan Pertamina Subholding Upstream dalam pertemuan penjajakan kerja sama riset di PHE Tower.
Memperkuat Kolaborasi Riset Migas Nasional
Dalam pertemuan ini, Prof. Septoratno dan Dr. Boni memaparkan kiprah OGRINDO sebagai konsorsium riset migas yang telah berpengalaman lebih dari 20 tahun menjawab tantangan energi melalui penelitian dan inovasi. OGRINDO menjalin kemitraan dengan berbagai universitas dan industri untuk menghadirkan solusi berbasis sains, mulai dari Enhanced Oil Recovery (EOR) hingga teknologi penyimpanan dan pemanfaatan CO₂ untuk mendukung transisi energi rendah karbon.
Pihak Pertamina Subholding Upstream menyambut positif inisiatif ini dan menilai OGRINDO memiliki potensi besar untuk bersinergi, khususnya melalui unit Upstream Innovation (UI) dan Research and Technology Innovation (RTI). Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penerapan hasil riset menjadi solusi nyata di lapangan, mulai dari optimasi produksi migas hingga penerapan teknologi ramah lingkungan.
Bersama Hadirkan Solusi Energi Berkelanjutan
OGRINDO ITB mengundang industri energi, lembaga riset, dan universitas untuk bergabung dalam kemitraan riset dan inovasi. Bersama-sama, kita dapat menciptakan teknologi yang mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi menuju energi rendah karbon.
Gambar 2. Semangat kolaborasi OGRINDO ITB dan Pertamina Subholding Upstream untuk memperkuat riset migas.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program kolaborasi, proposal riset, atau peluang kemitraan, silakan hubungi: 📩 Email: info@ogrindoitb.com 🌐 Website: www.ogrindoitb.com Mari wujudkan masa depan energi Indonesia yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan bersama OGRINDO ITB.
Selamat datang di fasilitas riset unggulan kami di Gedung Dato (Labtek XVII), Institut Teknologi Bandung! Melalui kemitraan antara OGRINDO ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Purnomo Yusgiantoro, kami bersama-sama memanfaatkan fasilitas Gas Flood Core Flooding yang canggih untuk mendukung penelitian dan pengembangan strategi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis injeksi gas (miscible maupun immiscible).
Kolaborasi ini memungkinkan resource sharing antara riset akademik dan kebutuhan industri, sehingga pemanfaatan fasilitas dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pengembangan teknologi energi.
Gambar 1. Perangkat Gas Flood yang siap mendukung studi injeksi gas dan core flooding sesuai kebutuhan riset maupun kolaborasi industri.
🛠️ Keunggulan Sistem Gas Flooding
Sistem ini memiliki fitur-fitur teknis unggulan sebagai berikut:
Tekanan tinggi: Confining pressure dan pore pressure hingga 700 bar (~10.000 psi).
Suhu tinggi: Working temperature hingga 150 °C.
Kapasitas penggunaan gas seperti CO₂, N₂, atau gas hidrokarbon.
Dapat melakukan pengujian water flooding, gas flooding, dan WAG (Water-Alternating-Gas).
Metode unsteady state untuk memperoleh parameter penting: permeabilitas relatif gas dan cairan, saturasi remaining oil, displacement efficiency setelah waterflooding, serta produksi air terkait injeksi gas.
Core holder dapat diorientasikan secara horizontal.
Wetted parts menggunakan material Hastelloy untuk daya tahan tinggi.
Dengan sistem ini, Laboratorium EOR Purnomo Yusgiantoro yang bekerja sama dengan OGRINDO ITB mampu mensimulasikan kondisi reservoir di laboratorium dan menghasilkan data eksperimen yang krusial untuk optimasi injeksi gas di lapangan.
Gambar 2. Pemantauan tekanan, temperatur, dan laju alir secara real time untuk memastikan kontrol yang presisi selama eksperimen injeksi gas.
🔍 Aplikasi dan Manfaat Kolaborasi
Kolaborasi OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro membuka peluang riset dan layanan untuk:
Menentukan strategi injeksi gas yang optimal (jenis gas, tekanan, laju injeksi).
Mengevaluasi skema WAG yang efisien.
Mengetahui displacement efficiency minyak setelah waterflooding.
Memperkirakan volume minyak tambahan yang dapat diproduksi.
Memahami efek segregasi gravitasi dalam injeksi gas.
Menyediakan data uji coba laboratorium sebagai input penting bagi pemodelan reservoir.
Gambar 3. Persiapan sampel core di dalam ruang Gas Flood untuk mensimulasikan kondisi reservoir hingga 700 bar dan 150 °C.
🤝 Riset Bersama dan Layanan
Laboratorium EOR Punomo Yusgiantoro yang bekerja sama dengan OGRINDO ITB menyelenggarakan berbagai eksperimen injeksi gas, CO₂, N₂, dan studi core flood sesuai kebutuhan penelitian dan proyek kerja sama.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata resource sharing antara industri dan akademisi. Melalui kemitraan ini, OGRINDO ITB dan Lab EOR Purnomo Yusgiantoro siap mendukung:
Penelitian bersama perusahaan minyak dan gas.
Studi akademik dan proyek universitas.
Pilot study untuk teknologi energi dan EOR.
Inisiatif CO₂-EOR atau proyek CCUS.
Dengan tim ahli di bidang reservoir, fasilitas mutakhir, dan pengalaman riset yang luas, kami siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan teknologi EOR di Indonesia.
Gambar 4. Tampilan bagian dalam Gas Flood: perangkat mutakhir untuk studi EOR injeksi gas.
📞 Hubungi Kami
Untuk informasi teknis lebih lanjut, penawaran layanan, atau kerja sama penelitian: 📧 Email: info@ogrindoitb.com 🌐 Website: www.ogrindoitb.com Kunjungi situs kami untuk melihat spesifikasi lengkap, portofolio riset, dan layanan yang kami tawarkan. Bersama, kita bangun masa depan optimalisasi produksi dengan teknologi injeksi gas terkini!
Pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB sukses menyelenggarakan kegiatan Hands-on Laboratory Training Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Acara ini menjadi wadah penting bagi praktisi industri dan akademisi untuk memahami lebih dalam metode Chemical EOR melalui pembelajaran langsung di laboratorium.
Kegiatan utama dalam Hands-on Laboratory Training Chemical EOR ini adalah Screening Polymer dan Surfactant Formulation, yang dilaksanakan secara intensif di Laboratorium EOR ITB. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan serangkaian uji laboratorium komprehensif untuk memahami kinerja kimia EOR dalam berbagai kondisi reservoir.
Gambar 1. Peserta training mendengarkan penjelasan instruktur mengenai peralatan laboratorium Chemical EOR di Lab EOR ITB
Detail Kegiatan Training
Screening Polymer
Pada sesi ini, peserta melakukan berbagai pengujian penting untuk menilai performa polimer, meliputi:
Fluid–Fluid Compatibility Test: pengujian viskositas, kompatibilitas polimer dengan air, filtration ratio, screen factor, dan uji stabilitas termal
Rock–Fluid Compatibility Test: static adsorption test, dynamic adsorption test dan IPV, serta injectivity test (RF dan RRF)
Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk mengevaluasi potensi peningkatan perolehan minyak
Gambar 2. Praktikum pengujian surfaktan: peserta melakukan diskusi interaktif dengan instruktur mengenai metode pengujian laboratorium
2. Surfactant Formulation Lab Test
Sesi ini difokuskan pada formulasi surfaktan dengan berbagai kondisi laboratorium, yang meliputi:
Fluid–Fluid Compatibility Test: uji kompatibilitas surfaktan dengan air, IFT test, phase behavior test, uji stabilitas termal IFT, dan filtration test
Rock–Fluid Compatibility Test: wettability test, static adsorption test, dynamic adsorption test, serta capillary desaturation curves (CDC) test
Coreflood Test: uji tertiary oil recovery untuk menilai efektivitas surfaktan dalam memobilisasi minyak sisa.
Gambar 3. Sesi praktik laboratorium: peserta melakukan pengujian kompatibilitas fluida dan batuan secara langsung
Melalui rangkaian pengujian tersebut, peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam evaluasi laboratorium CEOR dengan metode yang digunakan secara global di industri migas. Hal ini memperkuat posisi Lab EOR ITB sebagai pusat riset dan pelatihan dengan fasilitas dan keahlian yang mampu menjawab kebutuhan nyata industri perminyakan di Indonesia.
Peserta Training
Training ini diikuti oleh para profesional dari berbagai perusahaan migas nasional, yaitu:
Pertamina Hulu Energi (PHE) – termasuk PHE OSES, PHE ONWJ, dan PHE SHU SDRE
Pertamina EP (PEP) – termasuk PEP Zona 7
Pertamina Hulu Mahakam (PHM)
Pertamina Hulu Rokan (PHR)
Pertamina Hulu Indonesia (PHI)
Gambar 4. Foto bersama peserta Hands-on Laboratory Training Chemical EOR di Laboratorium EOR ITB.
Gambar 5. Peserta training Chemical EOR berfoto bersama di Aula Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB
Dampak dan Manfaat
Melalui pengalaman langsung ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga wawasan strategis untuk mendukung peningkatan recovery factor dan keberlanjutan energi nasional.
Dengan fasilitas laboratorium yang lengkap serta dukungan tenaga ahli berpengalaman, Lab EOR ITB bersama OGRINDO siap menjadi mitra strategis industri migas dalam pengembangan dan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery di Indonesia.
Pelatihan ini merupakan bentuk nyata kerja sama antara OGRINDO ITB dan Lab EOR ITB dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor migas. Training ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai penerapan Chemical EOR, mulai dari skala laboratorium hingga implikasinya pada lapangan migas.
Perubahan iklim akibat meningkatnya emisi CO₂ adalah tantangan besar yang kita hadapi saat ini. Untuk mencegah dampaknya, Carbon Capture and Storage (CCS) hadir sebagai solusi terbukti aman untuk menyimpan CO₂ jauh di bawah tanah. CCS bukan hanya mencegah emisi mencapai atmosfer, tetapi juga menjadi fondasi penting dari Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS)—sebuah jalur yang memungkinkan emisi CO₂ diubah menjadi peluang bernilai.
Gambar 1. Skema keseluruhan proyek CCS: mulai dari penangkapan emisi CO₂, transportasi, hingga penyimpanan permanen di bawah permukaan bumi (Ali et al, 2022)
Empat Mekanisme Trapping CO₂ Keamanan jangka panjang penyimpanan CO₂ dijamin oleh empat mekanisme alami yang saling melengkapi seiring waktu:
Structural Trapping CO₂ yang bergerak ke atas akibat perbedaan densitas akan terhenti oleh caprock. Densitas gas yang cenderung lebih kecil daripada minyak dan air, maka gas CO₂ akan berangsur bergerak ke arah vertikal. Untuk mencegah CO₂ tetap terjebak di dalam formasi, maka dibutuhkan batuan caprock yang cukup reliable, memiliki permeabilitas yang sangat kecil, serta wettability yang mengarah ke strong water wet.
Residual Trapping Sebagian CO₂ terjebak dalam pori-pori batuan sebagai gelembung kecil yang tidak dapat bergerak lagi. Mekanisme ini memberikan stabilitas penyimpanan dalam jangka panjang.
Dissolution Trapping CO₂ larut dalam air formasi dan membentuk larutan karbonat yang memiliki densitas yang lebih berat dibandingkan dengan fluida lain yang ada di dalam formasi sehingga cenderung turun ke arah bawah dan mengurangi risiko kebocoran CO₂.
Mineral Trapping CO₂ yang larut bereaksi dengan mineral batuan (Ca, Mg, Fe) dan membentuk mineral karbonat padat seperti kalsit atau magnesit. Ini adalah bentuk penyimpanan paling permanen karena CO₂ berubah menjadi batuan baru yang stabil selama ribuan tahun.
Mekanisme ini bekerja berlapis: structural dan residual memberikan perlindungan segera, sementara dissolution dan mineral memastikan keamanan jangka panjang. Bersama-sama, mereka menciptakan garis pertahanan berlapis yang menjamin CO₂ tetap aman tersimpan selama berabad-abad.
Gambar 2. Kontribusi berlapis dari mekanisme trapping CO₂ yang saling melengkapi seiring waktu, menjaga keamanan penyimpanan dari generasi ke generasi.
CCS Sebagai Fondasi CCUS Memahami empat mekanisme ini membantu kita melihat bahwa CCS adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan menuju CCUS. Tanpa penyimpanan yang aman, sulit bagi kita mengembangkan pemanfaatan CO₂ dalam skala besar. Melalui CCS, CO₂ tidak hanya tersimpan secara aman di bawah tanah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan kembali—misalnya dalam Enhanced Oil Recovery (EOR) sebagai bagian dari solusi CCUS.
🌱 Ini Baru Langkah Awal Pada episode berikutnya, kami akan membahas bagaimana CCUS mengubah CO₂ dari beban menjadi sumber daya bernilai, mendorong inovasi industri, dan mempercepat transisi energi yang lebih bersih. ✨ Tetap ikuti seri artikel kami, dan jadilah bagian dari perjalanan menuju masa depan rendah karbon. 📩 Hubungi kami: info@ogrindoitb.com 🌐 Pelajari lebih lanjut: www.ogrindoitb.com
Referensi: IPCC, 2005: IPCC Special Report on Carbon Dioxide Capture and Storage. Prepared by Working Group III of the Intergovernmental Panel on Climate Change [Metz, B., Davidson, O., de Coninck, H.C., Loos, M., and Meyer, L.A. (eds.)]. Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA, 442 pp.
Selama lebih dari empat dekade, Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA, telah menjadi salah satu pilar penting dalam kemajuan industri perminyakan Indonesia. Sebagai pendiri Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) di Institut Teknologi Bandung (ITB), beliau memimpin berbagai terobosan di bidang Enhanced Oil Recovery (EOR) yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan produksi migas nasional. Rekam jejaknya mencakup pendidikan, riset, pengajaran, kepemimpinan akademik, hingga kemitraan strategis dengan industri—mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu maestro EOR paling berpengaruh di Indonesia.
Prof. Dr. Ir. Hasian Parlindungan Septoratno Siregar, DEA – Founder OGRINDO ITB & Pakar Enhanced Oil Recovery Indonesia
Fakta Menarik tentang Prof. Siregar 📌 Founder OGRINDO ITB – Menginisiasi konsorsium riset migas nasional 📌 Pakar EOR Indonesia – Riset unggulan di chemical flooding dan immiscible displacement 📌 Pendidik 46+ Tahun – Mengajar di ITB sejak 1975, membimbing ±200 skripsi S-1, ±40 tesis S-2, dan ±15 disertasi S-3 📌 Pengalaman Lapangan Luas – Terlibat di studi pengembangan beberapa lapangan migas Indonesia seperti Minas, Handil, Bunyu, Arjuna Offshore, dan Tiaka 📌 Penghargaan Nasional – Dosen Teladan Nasional (1986) dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2009)
Awal Perjalanan Akademik Kecintaannya pada dunia perminyakan berawal di Jurusan Teknik Perminyakan ITB, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1975. Beliau kemudian melanjutkan studi ke Prancis dan meraih Diplôme d’Études Approfondies (DEA) di Universitas Paul Sabatier, Toulouse (1978), dalam bidang Mekanika Media Berpori. Tidak berhenti di situ, ia menempuh pendidikan S-3 di Université de Bordeaux I, Talence (1980), dengan disertasi tentang studi aliran polimer untuk aplikasi EOR—penelitian yang menjadi pijakan penting dalam pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery.
Pengabdian di Dunia Pendidikan Sekembalinya ke tanah air, Mas Septo—sapaan akrabnya—memulai pengabdiannya kembali sebagai staf pengajar di Teknik Perminyakan ITB hingga 2021. Beliau mengajar mata kuliah seperti Enhanced Oil Recovery, Immiscible Displacement, Chemical Flooding, dan Advanced Optimization Techniques.
Selain mengajar, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan (1986–1989), Wakil Kepala Pusat Penelitian (1999–2002), Kepala Kelompok Keahlian Teknik Reservoir Minyak dan Gas Bumi (2006–2015), serta memimpin konsorsium riset OPPINET (2001–2021) dan OGRINDO (2004–2021).
Prof. Hasian P. Siregar pada Annual Meeting OGRINDO
Pionir Riset dan Inovasi Mas Septo menggagas dua konsorsium riset besar di ITB: Optimization of Pipeline Network (OPPINET) dan Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO). Kedua program ini menjadi jembatan kolaborasi antara kampus dan industri, menghadirkan solusi teknologi EOR yang siap diterapkan di lapangan. Penelitian dan konsultasinya meliputi berbagai proyek migas di Indonesia, mulai dari Lapangan Minas (Riau), Handil dan Bunyu (Kalimantan), Arjuna Offshore (Jawa Barat), hingga Tiaka (Sulawesi).
Peran di Industri dan Organisasi Sejak 1975, beliau terlibat dalam berbagai proyek industri dan konsultasi, baik untuk Pertamina, kontraktor migas asing, maupun lembaga riset seperti PPPTMGB LEMIGAS. Ia juga pernah menjadi anggota Komite Penasihat Teknis BPMIGAS untuk proyek EOR surfaktan di Lapangan Minas bersama profesor dari Texas, AS. Reputasinya membuatnya kerap diminta menjadi narasumber dalam berbagai diskusi strategis di sektor migas. Beliau merupakan anggota Society of Petroleum Engineers (SPE) sejak 1975 dan pernah aktif di berbagai organisasi profesi lainnya, termasuk IATMI dan IPA.
Kini, meski telah purna tugas dari ITB, Prof. Dr. Ir. Hasian P. Septoratno Siregar, DEA, tetap aktif menggerakkan inovasi melalui OGRINDO ITB dan berbagai kerja sama industri. Dengan dedikasi dan pengalamannya, ia terus menginspirasi generasi muda insinyur perminyakan untuk mengembangkan teknologi Enhanced Oil Recovery, demi kemandirian energi bangsa.
Dalam dunia perminyakan, memahami karakteristik fluida reservoir adalah langkah krusial untuk merancang strategi produksi yang efisien. Untuk menjawab kebutuhan ini, PVT 300/700 FV EDU hadir sebagai alat edukatif berstandar industri yang mampu melakukan berbagai eksperimen penting pada crude oil, volatile oil, dan gas condensate.
Gambar 1. Alat PVT 300/700 FV EDU berkapasitas 300 ml dan tekanan hingga 700 bar
🔎Mengapa Memilih PVT 300/700 FV EDU?
PVT 300/700 FV EDU dirancang untuk tujuan edukatif yang memiliki kemampuan analisis setara dengan produk unggulan kami, PVT FV, namun dengan rasio tekanan/volume yang diturunkan dan tingkat otomatisasi yang lebih rendah (automatic rotating mechanism, automated pneumatic valves).
🔹 Full Visibility Cell: Semua proses analisis dapat diamati langsung melalui sel visual berkapasitas penuh, memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam.
🔹 Multifungsi dan Presisi Tinggi: Alat ini mampu melakukan eksperimen seperti:
Constant Compositional Expansion (CCE)
Constant Compositional Depletion (CCD)
Separator Test
Differential Vaporization
Fluid Envelop Phase
Constant Volume Depletion (CVD)
🎯Akurasi Pengukuran
PVT 300/700 dirancang untuk menghasilkan data yang presisi dan andal. Berikut detail akurasi pengukurannya:
Tekanan: 0,1 bar
Suhu: ±0,1°C
Liquid deposit: 0,005 ml
Bubble/dew point repeatability: ±0,35 bar
Resisting corrosive abilities CO₂ dan H₂S
⚙️Spesifikasi Teknis Unggulan
Tekanan Maksimum: 700 bar
Suhu Maksimum hingga 180°C
PVT Volume Sel: 300 ml
Visual Volume: 300ml
PVT 300/700 FV EDU dilengkapi dengan sistem akuisisi data dan pemrosesan digital, sensor tekanan dan suhu terkalibrasi, serta katup otomatis dan panel kontrol. Semua fitur ini membuatnya ideal digunakan di laboratorium akademik, pusat riset migas, maupun institusi pelatihan teknikal.
🧪 Personel Teknis OGRINDO Telah Terlatih dalam Pengoperasian PVT 300/700 FV EDU
Sebagai bagian dari komitmen OGRINDO dalam memastikan kompetensi teknis internal, personel kami telah mengikuti pelatihan intensif pengoperasian PVT 300/700 FV EDU yang difasilitasi oleh Program Studi Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung dalam mengoperasikan alat serta memahami penerapannya dalam analisis fluida reservoir secara praktis.
Dengan PVT 300/700 FV EDU, OGRINDO menghadirkan alat pembelajaran praktis yang menjembatani teori dan aplikasi nyata di industri minyak dan gas. Dapatkan pengalaman langsung dalam mengamati fase fluida, menganalisis sifat PVT, dan memahami dinamika reservoir secara menyeluruh.
Hubungi kami untuk demo alat atau penawaran kerjasama edukatif! 📧 Email: info@ogrindoitb.com
Di tengah tantangan peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery), metode laboratorium yang mampu merepresentasikan mekanisme perpindahan fluida secara visual menjadi sangat krusial. Di sinilah micromodel hadir sebagai solusi inovatif karya anak bangsa.
Micromodel adalah perangkat laboratorium berbentuk dua dimensi yang dirancang untuk menyerupai struktur pori batuan reservoir, seperti sandstone maupun batuan karbonat. Melalui micromodel, pergerakan fluida—seperti air, minyak, surfaktan, dan polimer—dapat diamati secara langsung dan real-time.
Perbandingan penggunaan metode coreflood dan micromodelflooding dalam mengamati aliran fluida di batuan reservoir
Sebagian besar uji laboratorium konvensional seperti coreflooding memiliki keterbatasan dalam memberikan visualisasi langsung terhadap mekanisme injeksi kimia. Micromodel hadir untuk menjawab tantangan ini, memungkinkan pengamatan langsung terhadap perubahan tegangan antar muka, wettability alteration, dan efisiensi perpindahan viskositas pada skala pori.
Apa Tujuan Penggunaan Micromodel?
Micromodel digunakan untuk:
Menganalisis mekanisme kerja EOR kimia secara visual
Mengevaluasi efektivitas surfaktan atau polimer sebelum diuji pada skala lebih besar
Menyusun strategi injeksi yang efisien dan tepat sasaran
Mengidentifikasi fenomena seperti channeling, viscous fingering, dan oil entrapment yang sulit dilihat pada metode konvensional
Micromodel OGRINDO ITB memiliki sejumlah keunggulan:
Inovasi Anak Bangsa: Dirancang dan dikembangkan oleh tim peneliti lokal dengan keahlian tinggi
Cepat, Mudah, dan Ekonomis: Lebih efisien dibandingkan coreflooding dalam segi waktu dan biaya.
Costumized Design: Dapat disesuaikan dengan karakteristik pori sandstone maupun karbonat, bahkan berdasarkan data aktual reservoir.
Visualisasi Real-Time: Memungkinkan observasi langsung terhadap proses perpindahan fluida pada skala mikroskopik.
Mendukung Desain EOR yang Lebih Akurat: Menjadi jembatan antara hasil laboratorium dan aplikasi lapangan.
Proses Pembuatan Micromodel
Proses pembuatan micromodel mencakup beberapa tahapan utama:
Lima tahapan utama pembuatan micromodel
Reservoir Characterization: Mengidentifikasi sifat fisik dan petrofisika dari batuan reservoir, seperti porositas, permeabilitas, saturasi fluida, dan struktur geologi.
Thin Section & Petrography Analysis: Mengamati irisan batuan yang sangat tipis dan diamati di bawah mikroskop untuk mempelajari komposisi mineral dan tekstur batuan.
Rock Digitization: Proses mengubah data fisik batuan menjadi model digital 2D atau 3D.
Micromodel Fabrication: Tahap pembuatan micromodel melalui proses desain pola pori, etching, dan penyatuan material menggunakan metode seperti thermal bonding.
Micromodel Ready to Use: Tahap akhir di mana micromodel telah melewati semua tahapan fabrikasi dan pengujian karakteristik siap digunakan untuk eksperimen seperti injeksi surfaktan, polimer, atau observasi mekanisme EOR lainnya.
Keunggulan utama dari micromodel OGRINDO adalah fleksibilitas desainnya. Dengan data geologi dan petrofisika dari lapangan, micromodel dapat disesuaikan agar merepresentasikan kondisi sesungguhnya. Hal ini menjadikan hasil pengujian lebih relevan dan dapat diandalkan untuk mendukung keputusan teknis di lapangan.
Visualisasi kondisi oil-wet pada micromodel
🔬 Micromodel bukan hanya alat uji—ia adalah jendela menuju pemahaman yang lebih dalam terhadap perilaku fluida di bawah permukaan. Bersama OGRINDO ITB, mari ciptakan solusi EOR yang lebih cerdas, efisien, dan berbasis data.
📞 Untuk informasi lebih lanjut dan kerja sama, hubungi tim kami di OGRINDO ITB.
Inovasi dalam teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) terus dikembangkan untuk menjawab tantangan produksi minyak di mature oil fields. Salah satu pendekatan yang kini menjadi perhatian para peneliti adalah pemanfaatan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂) untuk meningkatkan performa surfaktan dalam proses pemulihan minyak, khususnya pada formasi sandstone.
Surfaktan alkyl ethoxy carboxylate (AEC) merupakan salah satu agen kimia yang sering digunakan dalam metode EOR. Namun, tim OGRINDO melangkah lebih jauh dengan mengeksplorasi bagaimana penambahan nanopartikel TiO₂ ke dalam AEC dapat mengubah performa sistem secara drastis. Pengujian dilakukan secara komprehensif meliputi:
Tegangan antar muka
Sudut kontak
Zeta potential
Coreflooding test
State of the Art
Inovasi terbaru dalam penelitian ini yaitu mengevaluasi kinerja surfaktan AEC dengan cara menambahkan nanopartikel TiO₂ mulai dari rentang konsentrasi 0%–0,05% w/w.
Penambahan nanopartikel TiO₂ 0,05% w/w pada surfaktan AEC 1,25% w/w dapat menurunkan interfacial tension hingga mencapai nilai 5,85 × 10⁻⁵ mN/m. Kinerja yang sangat baik ini juga terkonfirmasi pada pengujian coreflooding, di mana dapat meningkatkan oil recovery hingga nilai maksimal sebesar 59,52%.
Temuan ini menyoroti pentingnya stabilitas nanopartikel TiO₂ dalam larutan surfaktan, yang ternyata menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi perolehan minyak.
Gambar 1: Sudut kontak dari semua larutan yang diuji pada sayatan tipis batu pasir Berea. Garis error menunjukkan simpangan baku dari pengukuran
Gambar 2: Pengaruh penambahan nanopartikel TiO₂ pada surfaktan AEC terhadap nilai interfacial tension (diadaptasi dari Megayanti et al. (2023))
Mengapa Ini Penting?
Penelitian ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga dalam pengembangan metode EOR berbasis surfaktan dan nanopartikel. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat membuka peluang baru dalam upaya meningkatkan efisiensi pemulihan minyak dari sandstone reservoir — khususnya di lapangan-lapangan yang sudah mengalami penurunan produksi.
Penemuan ini juga memperkuat posisi OGRINDO sebagai pusat unggulan riset EOR di Indonesia, dengan fokus pada pengembangan teknologi ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan industri nasional.
Kunjungi daftar lengkap publikasi ilmiah OGRINDO ITB untuk melihat berbagai terobosan kami di bidang Enhanced Oil Recovery, CO₂, hidrogen, dan teknologi transisi energi lainnya: 👉 Publikasi Ilmiah OGRINDO ITB
Melalui riset, kolaborasi, dan inovasi, OGRINDO ITB berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung transformasi energi nasional dan global.
Mari wujudkan masa depan energi yang lebih cerdas dan berkelanjutan — bersama OGRINDO.
🙏 Ucapan Terima Kasih
Peneliti menyampaikan terima kasih kepada Oil and Gas Recovery for Indonesia (OGRINDO) ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB atas akses terhadap peralatan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini.
Para tamu berfoto bersama di depan unit Glove Box dari SNF
Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara dunia industri dan akademisi, PT SNF Water Science Indonesia resmi menyerahkan satu unit Glove Box, Viscometer beserta aksesori pendukung kepada Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dr. Ir. Dedy Irawan (Kepala Program Magister dan Doktor Teknik Perminyakan ITB) berjabat tangan dengan Mr. David Chan, B.Eng (Managing Director PT SNF Indonesia)
Penyerahan hibah ini berlangsung pada 10 Mei 2025 di Ruang Auditorium, lantai 8 Gedung PAU ITB. Acara tersebut dihadiri oleh Mr. David Chan, B.Eng., selaku Managing Director PT SNF Indonesia, Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si., selaku Direktur Riset dan Inovasi ITB, Ketua Program Studi Magister & Doktor Teknik Perminyakan Dr.Ir. Dedy Irawan, S.T., M.T., Prof. Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc., sebagai Deputi Eksploitasi SKK Migas, dan tim dosen serta peneliti yang tergabung dalam riset dan pengembangan teknologi EOR di ITB.
Prof. Dr. Elfahmi, S.Si., M.Si
David Chan B. Eng
Prof. Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc
Glove box adalah alat penting dalam riset kimia dan material, termasuk dalam pengembangan surfaktan dan polimer untuk teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR). Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas Laboratorium EOR FTTM ITB dalam menghasilkan inovasi teknologi migas yang lebih presisi, aman, dan berdampak langsung pada efisiensi produksi minyak nasional.
PT SNF Indonesia, sebagai perusahaan kimia terkemuka yang aktif dalam penyediaan bahan kimia untuk industri migas, menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pengembangan riset dan pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui hibah ini, PT SNF tidak hanya memberikan peralatan, tetapi juga membangun jembatan kolaborasi antara industri dan institusi akademik sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekosistem riset migas di Indonesia, khususnya dalam pengembangan metode EOR yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
📌 Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi dan industri, kita dapat bersama-sama mendorong kemajuan teknologi energi nasional.
Peresmian Glove Box – Gedung PAUPeresmian Glove Box – Gedung Dato
Salah satu metode EOR yang terbukti efektif, efisien, dan semakin banyak digunakan adalah polymer flooding. Polimer berfungsi untuk meningkatkan viskositas air injeksi, sehingga dapat mendorong minyak lebih merata dan meningkatkan sweep efficiency. Injeksi polimer dapat memberikan tambahan perolehan minyak sebesar 5% hingga 30% dari Original Oil in Place (OOIP).
Peran Strategis OGRINDO dalam Aplikasi Polymer Flooding
Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan riset, OGRINDO (Oil and Gas Recovery for Indonesia) memiliki komitmen kuat untuk mendorong inovasi teknologi injeksi polimer, mulai dari pengujian laboratorium (polymer screening), pendampingan injeksi polimer, serta proses monitoring respon sumur injeksi setelah dilakukan injeksi polimer.
Adapun proses screening polimer meliputi:
Selama ini, OGRINDO ITB bekerjasama dengan chemical provider, baik dari lokal maupun internasional, seperti PT. Rakhara Chemical Technology, SNF Water Science, Kemira, Enerkon, dll. Kolaborasi ini memastikan kami selalu menggunakan bahan kimia dan metode uji terbaik di kelasnya. Percayakan kebutuhan pengujian Anda kepada kami, dan temukan mitra riset yang profesional dan berdedikasi.
Keunggulan Kompetitif OGRINDO
Fasilitas laboratorium sudah terakreditasi KAN
Peralatan yang andal, canggih, dan mutakhir
Asisten peneliti yang handal dan profesional
Inovasi pengujian laboratorium berkelanjutan
Jaringan mitra lokal dan internasional
Rekam jejak proyek yang kuat
Komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi energi
Ayo Kolaborasi untuk Solusi EOR Berbasis Polimer yang Lebih Optimal!
Di tengah tantangan energi masa depan, OGRINDO hadir sebagai mitra strategis Anda dalam teknologi EOR. Kami tidak hanya menyediakan jasa uji laboratorium, tetapi menawarkan solusi menyeluruh: mulai dari studi kelayakan, desain injeksi, hingga implementasi lapangan.
🔗 Apakah Anda siap meningkatkan oil recovery dengan pendekatan yang lebih ilmiah, efisien, dan berkelanjutan? 📞 Hubungi kami untuk menjajaki potensi kerja sama dalam proyek EOR berbasis polimer yang siap mendukung produksi migas nasional.
Dalam dunia industri migas, pemahaman terhadap konsep dasar surfaktan menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan teknologi yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomis tinggi. Surfaktan bukan sekadar bahan kimia biasa—ia memainkan peran strategis dalam berbagai aplikasi, termasuk dalam Enhanced Oil Recovery (EOR).
Surfaktan adalah singkatan dari surface active agent—senyawa kimia yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tegangan permukaan antara dua fasa; air dan minyak. Struktur molekul surfaktan terdiri dari dua bagian utama: • Bagian “head” yang bersifat hidrofilik (lebih tertarik ke fasa air) • Bagian “tail” (lebih tertarik ke fasa minyak)
Kombinasi ini memungkinkan surfaktan untuk berperan sebagai interfacial tension reduction antara fasa air dan minyak, emulsifier (pembentukan mikroemulsi), dan wetting agent.
Mekanisme kerja surfaktan untuk hasil perolehan minyak yang optimalEfek penggunaan surfaktan pada batuan reservoir
Mengapa Pemilihan Surfaktan yang Tepat Itu Penting? Tidak ada satu jenis surfaktan yang cocok untuk semua reservoir. Pemilihannya bersifat tailor-made, disesuaikan dengan kondisi unik tiap reservoir. Faktor-faktor seperti salinitas, suhu, tipe batuan, dan jenis minyak memengaruhi efektivitas surfaktan dalam menigkatkan oil recovery. Oleh karena itu, pemilihan dan desain formulasi surfaktan yang tepat sangat krusial untuk mengoptimalkan hasil produksi dan menekan biaya operasional.
OGRINDO dan Riset Surfaktan Sebagai perusahaan yang berakar dari keilmuan teknik perminyakan, OGRINDO (Oil and Gas Recovery for Indonesia) memiliki kompetensi mendalam dalam riset, pengembangan, dan aplikasi teknologi surfaktan di sektor energi. Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang teruji di laboratorium dan terukur di lapangan. Fokus kami adalah menciptakan solusi berbasis sains, efisien, dan ramah lingkungan—termasuk pengembangan surfaktan lokal yang siap mendukung kemandirian energi nasional.
Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah resmi memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN), menandai pencapaian penting dalam menjamin mutu dan kompetensi laboratorium dalam melakukan pengujian dan kalibrasi sesuai standar nasional dan internasional. Akreditasi ini merupakan bentuk pengakuan terhadap kualitas sistem manajemen, prosedur teknis, serta keandalan hasil uji yang dilakukan oleh LAB EOR ITB, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu laboratorium terkemuka di bidang perminyakan dan energi di Indonesia.
Akreditasi yang kami peroleh tidak hanya membuktikan bahwa alat dan prosedur di laboratorium kami telah memenuhi standar tertinggi, tetapi juga memberikan jaminan objektif atas keandalan hasil uji dan analisis yang kami lakukan. Kini kami bisa memberikan layanan yang tidak hanya bersaing dari sisi teknis tetapi juga dari sisi legalitas dan kredibilitas.
Bagi perusahaan atau institusi yang bergerak di sektor migas, khususnya pada tahap EOR, ini berarti :
Validitas Data yang Terjamin Hasil pengujian yang berasal dari laboratorium terakreditasi lebih dipercaya dan dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan strategis.
Peningkatan Reputasi dan Nilai Proyek Menggunakan jasa laboratorium yang sudah terakreditasi dapat menjadi nilai tambah dalam laporan teknis, proposal proyek, dan dokumen tender.
Pemenuhan Persyaratan Regulasi dan Audit Banyak lembaga pengatur atau investor mensyaratkan penggunaan fasilitas terakreditasi untuk menjamin kualitas dan integritas data.
Berikut ini adalah daftar alat yang telah terakreditasi KAN:
Spinning Drop Tensiometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur tegangan antarmuka (interfacial tension/IFT). Pengukuran ini sangat penting dalam studi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan evaluasi efektivitas surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan fluida formasi.
Densitometer digunakan untuk mengukur densitas fluida, baik berupa cairan maupun gas. Alat ini sangat penting dalam karakterisasi fluida reservoir dan dalam perancangan skenario EOR yang berbasis pada fluida injeksi.
Rheometer adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur rheologi atau keengganan suatu fluida untuk mengalir, termasuk fluida non-Newtonian seperti polimer. Alat ini sangat krusial dalam riset dan perancangan polymer flooding, karena memungkinkan analisis mendalam terhadap karakteristik aliran polimer yang menentukan keberhasilan proses injeksi di lapangan.
Contact Angle Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur sudut kontak antara permukaan padat (seperti batuan) dan tetesan fluida. Alat ini berperan penting dalam pengembangan dan evaluasi surfactant flooding, karena dapat secara langsung mengukur perubahan wettability batuan reservoir akibat interaksi dengan surfaktan.
Akreditasi ini bukan hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga merupakan bagian dari visi Laboratorium Enhance Oil Recovery (EOR) ITB untuk menjadi pusat unggulan nasional di bidang pengujian dan pengembangan teknologi EOR. Untuk ke depannya, laboratorium kami akan terus meningkatkan kompetensinya, baik dari sisi sumber daya manusia maupun fasilitas, guna mendukung transformasi industri energi Indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan. Kami siap menjadi mitra strategis Anda dalam menghadirkan solusi EOR yang tidak hanya canggih, tetapi juga diakui secara resmi dan terpercaya.
Tampilan ruang kantor baru Ogrindo ITB yang modern dan fungsional di Gedung Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung.
Pada bulan April 2025, Ogrindo ITB dengan bangga mengumumkan telah menyelesaikan agenda renovasi ruang kantor baru yang terletak di Gedung Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung. Proses renovasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja seluruh anggota tim Ogrindo dalam mendukung aktivitas akademik maupun penelitian. Ruang baru ini berlokasi di lantai 2 dan telah dirancang ulang dengan pendekatan desain yang lebih modern, bersih, dan fungsional.
Tujuan utama dari renovasi ini adalah menciptakan lingkungan kerja yang lebih inspiratif dan menyenangkan, sehingga mampu menumbuhkan semangat kolaboratif antaranggota tim. Dalam proses peremajaan ini, berbagai perabotan dan elemen interior diperbarui, termasuk penggantian furnitur lama dengan yang baru, penataan ulang tata ruang, serta penambahan elemen estetika seperti pencahayaan yang lebih hangat dan penggunaan warna yang menenangkan. Kombinasi ini tidak hanya memberikan kesan modern dan elegan, tetapi juga memperkuat citra profesional Ogrindo sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan yang aktif dan inovatif di ITB.
Ruang kantor Ogrindo kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung kegiatan organisasi. Salah satunya adalah ruang rapat yang dilengkapi dengan satu set meja dan kursi ergonomis, layar TV untuk presentasi digital, serta papan tulis besar yang digunakan untuk mencatat ide-ide saat sesi brainstorming proyek atau diskusi penelitian. Kehadiran ornamen kayu dan tanaman hias di beberapa sudut ruangan juga turut menghadirkan suasana yang lebih hangat dan menyegarkan, menciptakan kesan homey yang nyaman namun tetap profesional.
Di bagian depan ruangan tersedia area kerja bersama yang terdiri atas beberapa meja dan kursi, yang dapat digunakan untuk bekerja secara individual maupun berdiskusi secara informal. Ruangan ini juga dilengkapi dengan penanda identitas khas berupa lambang dan tulisan “Ogrindo,” yang menegaskan bahwa ruangan tersebut merupakan ruang kerja resmi untuk seluruh kegiatan organisasi Ogrindo. Identitas visual ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga menciptakan rasa memiliki yang kuat di antara anggota tim.
Miftah Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku perwakilan dari Ogrindo, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas selesainya proses renovasi yang memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Ia menambahkan bahwa hasil akhir dari renovasi ini melampaui ekspektasi, baik dari segi estetika, kenyamanan, maupun fungsionalitas ruangan. “Kami berharap dengan rampungnya proses renovasi ini, semangat kerja tim semakin meningkat, suasana kerja menjadi lebih kondusif, dan produktivitas seluruh anggota bisa terus bertumbuh,” ujarnya.
Dengan selesainya proses renovasi ini, diharapkan ruang kantor Ogrindo ITB tidak hanya menjadi tempat untuk bekerja, tetapi juga menjadi ruang untuk berkembang, berkumpul, dan berinovasi bagi seluruh anggotanya—seiring dengan semangat untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kampus serta masyarakat luas.
Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan suci Ramadhan, Ogrindo ITB dan Laboratorium Enhanced Oil Recovery (EOR) ITB menyambut dimulainya aktivitas pasca-Ramadhan dengan mengadakan acara halal bihalal. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim, memperkuat rasa kebersamaan, serta menjadi momen yang tepat untuk saling memaafkan setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Acara halal bihalal ini dilaksanakan pada hari Kamis, 10 April 2025, dan bertempat di restoran Japanese BBQ Gyu-Kaku. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal acara, yang dibuka dengan sambutan dari dua perwakilan peneliti, yakni Miftah Hidayat, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku perwakilan dari Ogrindo ITB serta Ir. Mahruri, S.T., M.Sc. selaku perwakilan dari Laboratorium EOR ITB. Dalam sambutannya, keduanya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk berkumpul kembali bersama seluruh anggota tim dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan kekeluargaan.
Seluruh anggota menyambut kegiatan ini dengan antusias. Banyak dari mereka menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal seperti ini perlu dijadikan agenda rutin setiap tahun, khususnya menjelang dimulainya kembali aktivitas penelitian setelah libur panjang Idul Fitri. Momen ini dinilai sangat penting dalam menjaga hubungan antar anggota tim agar tetap kompak dan harmonis.
Selain sebagai ajang silaturahmi, halal bihalal ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman selama merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman. Cerita-cerita yang dibagikan membawa suasana penuh tawa dan kehangatan, serta menumbuhkan semangat baru untuk kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan laboratorium.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan demi kelancaran dan keberkahan dalam pelaksanaan kegiatan riset dan penelitian di Ogrindo ITB serta Laboratorium EOR ITB ke depannya. Harapan besar disampaikan oleh seluruh anggota tim agar semangat kebersamaan yang tercipta dalam momen ini dapat terus terjaga, serta menjadi modal berharga untuk meraih kesuksesan dalam berbagai program dan penelitian yang akan datang.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Ogrindo ITB dan Laboratorium EOR ITB menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam aspek akademik dan profesional, tetapi juga dalam membangun budaya kerja yang humanis, harmonis, dan penuh kekeluargaan.
Dalam menyambut bulan Ramadhan tahun 2025 ini, Ogrindo ITB mengadakan agenda ramah-tamah dan buka puasa bersama seluruh tim peneliti. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 Maret 2025, di Rumah Makan Padang Merdeka, Kota Bandung. Hadir pula pada agenda kali ini yaitu Prof. Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana, M.Sc. selaku Chairman Ogrindo ITB. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh makna.
Acara ini berlangsung dengan penuh keakraban, dimulai dari sesi ramah-tamah, di mana para anggota tim dapat berbincang santai satu sama lain, berbagi pengalaman, serta mempererat hubungan antarindividu di dalam tim. Tepat saat azan magrib berkumandang, seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disiapkan. Suasana kekeluargaan semakin terasa saat makanan khas Minang tersaji di meja, mengundang kebersamaan dalam setiap suapan. Selain buka puasa bersama, diskusi ringan mengenai rencana berbagai riset, penelitian, dan pengembangan di Ogrindo ITB juga turut mengisi waktu, menunjukkan bahwa semangat inovasi tetap menyala meskipun dalam suasana santai.
Adanya agenda buka puasa bersama ini disambut dengan sangat baik oleh seluruh anggota tim. Mereka merasa bahwa momen seperti ini bukan hanya sekadar kesempatan untuk berbagi makanan, tetapi juga sebagai ajang untuk membangun kekompakan, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan semangat kerja tim. Beberapa anggota tim bahkan mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus diadakan setiap tahun, sebagai tradisi yang memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan Ogrindo ITB.
Dengan penuh rasa syukur, acara ini pun ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa serta keberkahan bagi seluruh tim dalam menjalani tugas dan tanggung jawab mereka ke depannya. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan memberikan inspirasi bagi perjalanan Ogrindo ITB di masa mendatang.